Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EVIDENCE BASED MEDICINE = PENGETAHUAN KEDOKTERAN YANG MERUPAKAN INTEGRASI ANTARA A. BUKTI – BUKTI YANG DIHASILKAN OLEH PENELITIAN TENTANG  BASIC MEDICAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EVIDENCE BASED MEDICINE = PENGETAHUAN KEDOKTERAN YANG MERUPAKAN INTEGRASI ANTARA A. BUKTI – BUKTI YANG DIHASILKAN OLEH PENELITIAN TENTANG  BASIC MEDICAL."— Transcript presentasi:

1 EVIDENCE BASED MEDICINE = PENGETAHUAN KEDOKTERAN YANG MERUPAKAN INTEGRASI ANTARA A. BUKTI – BUKTI YANG DIHASILKAN OLEH PENELITIAN TENTANG  BASIC MEDICAL SCIENCES  BIOMEDICAL SCHENES  BIOMEDICAL COMMUNICATION DENGAN : B. KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KETERAMPILAN KLINIK DAN PENGALAMAN DALAM MENGELABORASI DAN MENGANALISA SITUASI DAN KONDISI PENDERITA.  HASIL PENERAPAN EBM DISEBUT SEBAGAI CLINICAL JUDGEMENT YANG MELIPUTI :  COGNITION ( KNOWLEDGE )  PSYCHOMOTOR ( SKILL )  AFFECTION ( ATTITUDE )

2 EBM MEMPUNYAI 4 ASPEK 1. ASPEK MEDIK 2. ASPEK ILMIAH 3. ASPEK PERSONAL 4. ASPEK SOSIAL ASPEK MEDIK  FUNGSINYA UNTUK MENGELOLA PENDERITA

3 URUTAN IMPLEMENTASINYA SBB. I.. HUBUNGAN DOKTER – PENDERITA :  PADA WAKTU PERTAMA KALI MENGHADAPI PENDERITA, SEORANG DOKTER HARUS MENUNJUKAN SIKAP DAN PERILAKU MANUSIA YANG BAIK, RAMAH, SANTUN, SABAR, PEDULI, EMPATY DAN PROFERSIONAL. II. KOMUNIKASI VERBAL = ANAMESA  ANAMESA DILAKUKAN DENGAN PERILAKU SEPERTI 1  SEBAIKNYA MENGGUNAKAN BAHASA PENDERITA  MENGGUNAKAN KATA – KATA DAN KALIMAT SEDERHANA DAN JELAS  SEBAIKNYA PENDERITA DIMINT A MENCERITAKAN KELUHANNYA DAN MASALAHNYA SENDIRI  HASIL WAWANCARA DISUSUN SECARA RINCI, SISTEMATIS, KEMUDIAN DI ANALISA, DISINTESAKAN DAN DI INTERPRETASIKAN  KESIMPULAN BIASANYA BERUPA GEJALA PENYAKIT ( MIRIP ). DISEBUT SEBAGAI HASIL ANAMESA

4 III PEMERIKSAAN FISIK  DILAKUKAN DENGAN PERILAKU 1  DILAKUKAN TEKNIK YANG BENAR DAN SISTEMATIS  MULAI DARI PEMERIKSAAN UMUM  PEMERIKSAAN KHUSUS MELIPUTI :  INSPEKSI  PALPASI  PERKUSI  AUKULTASI  DIMULAI DARI :  KEPALA. LEHER, THORAX, ABDOMEN, PELVIS DAN EXTREMITAS  HASIL PEMERIKSAAN FISIK DIKOMPILASIKAN ( DISUSUN ) SECARA RINCI, URUT, SISTEMATIS, KEMUDIAN DIANALISA DAN DISINTESAKAN, DI INTERPRETASIKAN, HASILNYA DISEBUT : HASIL PEMERIKSAAN FISIK.

5 IV PENG. INTEGRASIAN : HASIL ANAMNESA DAN HASIL PEMERIKSAAN FISIK  HASIL PENG INTEGRASIAN INI DISEBUT : INTEGRASI 1 V. PEMERIKSAAN PENUNJANG : BERUPA :  PEMERIKSAAN LAB ( PK )  PEMERIKSAAN PENYINARAN :  RO ; MRI; SCANNING;USG  ECG;EEG;ELEKTROSIOLOGI HASIL DI INTERPRETASIKAN : HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG. VI. PENGINTEGRASIAN INTEGRASI I DENGAN HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG MENGHASILKAN INTEGRASI II DAN DISEBUT DIAGNOSA KLINIK

6 VII. DARI HASIL ANAMNESA, PEMERIKSAAN FISIK DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG DAPAT DI TENTUKAN PROGNOSA VIII. DARI DIAGNOSA KLINIK DAN PROGNOSA DAPAT DITENTUKAN TERAPI, SPESIFIK PLANNING IX. SETELAH PULIH KEMBALI DILAKUKAN REHABILITASI DAN KONSELING SERTA DIRUJUK KEMBALI KE DOKTER YANG MENGIRIMKAN. X. PESAN PADA PENDERITA MEMBERITAHU KEADAAN SELANJUTNYA. PLANING → TERAPI SPESIFIK

7 ASPEK ILMIAH  MELALUI EBM KITA MENGADAKAN SURVEY TENTANG KELUHAN SEJUMLAH PENDERITA PENYAKIT TERTENTU.  MELALUI EBM KITA MENGADAKAN SURVEY TENTANG KELAINAN FISIK SEJUMLAH PENDERITA PENYAKIT TERTENTU.  JUGA DAPAT MENSURVEY TERAPINYA. ASPEK PERSONAL  HUBUNGAN DOKTER – PENDERITA MENJADI LEBIH BAIK  QUALITAS DAN PROFESIONALISME LEBIH BAIK. ASPEK SOSIAL  PENERAPAN EBM SECARA LUAS AKAN KESADARAN SERTA PERHATIAN MASYARAKAT KEPADA KESEHATAN.

8 ADULT LEARNING : ANDRAGOGY  DIDASARKAN ATAS 5 ASUMSI :  ORANG DEWASA ADALAH ORANG YANG INDEPENDENT DAN SELF DIRECTING  ORANG DEWASA MEMILIKI PENGALAMAN YANG SANGAT LUAS DAN KAYA DENGAN SUMBER BELAJAR.  ORANG DEWASA MENILAI PEMBELAJARAN SEBAGAI SUATU HAL YANG TERINTEGRASI DENGAN KEBUTUHAN DAN TUNTUTAN KEHIDUPAN SEHARI – HARI  ORANG DEWASA LEBIH TERTARIK PADA PROBLEM CENTERED APPROACH DARI PADA SUBJECT CENTERED APPROACH  ORANG DEWASA LEBIH TERMOTIVASI UNTUK BELAJAR MELALUI DORONGAN INTERNAL DARI PADA DORONGAN EXTERNAL.

9 ADULT LEARNING MELIPUTI :  BELAJAR, MANDIRI ( INDEPENDENT LEARNING )  BELAJAR SECARA AKTIF ( AKTIVE LEARNING )  SELF DIRECTED LEARNING  CRITICAL THINKING  META COGNITIVE THINKING  PROBLEM SOLVING  DEEP LEARNING  INTELLECTUAL CURIOSITY  LOGICAL AND INDEPENDENT THOUGHT  EFFECTIVE COMMUNICATION  LIFE LONG LEARNING SKILLS.

10 BELAJAR MANDIRI = INDEPENDENT LEARNING  MENENTUKAN TUJUAN BELAJAR  MERANCANG STRATEGI UNTUK MENCAPAI TUJUAN BELAJAR  COMMITTED TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN. BELAJAR SECARA AKTIF  = AKTIVE LEARNING :  MEMBACA, MENCARI INFORMASI ( ILMU )  MENULIS, MENCATAT INFORMASI  MELAKSANAKAN DISKUSI ( ELABORATION OF KNOWLEDGE )  BERSAMA – SAMA MEMECAHKAN SUATU MASALAH  MELAKUKAN ANALISIS, SINTESIS DAN EVALUASI

11 SELF DIRECTED LEARNING  MENGETAHUI APA YANG DIBUTUHKAN DIMANA DAPAT MEMPEROLEH BAHAN TERSEBUT DAN KAPAN DAPAT MEMPEROLEH MATERI YANG DIBUTUHKAN TERSEBUT.  MENGONTROL SEPENUHNYA TUGAS – TUGAS BELAJAR NYA  BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBELAJARAN MEREKA SECARA OTONOMI PRIBADI PADA PILIHANYA CRITICAL THINKING  MERUPAKAN MENTAL PROSES UNTUK MENGANALISA ATAU MENGEVALUASI INFORMASI  BERDASARKAN PADA INTELLECTUAL VALUES YANG MELIPUTI  CLARITY ( JELAS )  ACCURACY ( TELITI )  PRECISION ( TEPAT )  EVIDIENCE ( BUKTI )  THOROUGHNESS ( CERMAT )  FAIRNESS ( WAJAR )

12 META COGNITIVE KNOWLEDGE :  PENGETAHUAN TENTANG KOGNISI, PROSES BERPIKIR SECARA UMUM  PENGETAHUAN TENTANG KEKUATAN DAN KELEMAHAN KOGNITIF INDIVIDU. BELAJAR SECARA MANDIRI = BSM  MEMERLUKAN MOTIVASI YANG TINGGI  MERUPAKAN STUDENT CENTERED APPROACH  SUATU NON FORMAL LEARNING  MAHASISWA MENGAMBIL INISIATIF DALAM :  MENDIAGNOSIS KEBUTUHAN BELAJAR  MEMBUAT FORMULASI TUJUAN BELAJAR  MENGIDENTIFIKASI SUMBER BELAJAR ( NARA SUMBER DAN MATERI BELAJAR )  MEMILIH DAN MENJALANI STRATEGI BELAJAR YANG SESAUI  MENGEVALUASI HASIL BELAJAR ( OUT COMES )

13 BELAJAR SECARA MANDIRI ADALAH UPAYA ATAU AKTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN  PENGETAHUAN  KETERAMPILAN  KINERJA  DALAM BELAJAR SECARA MANDIRI, KEPADA PARA MAHASISWA PERLU DIBERI LATIHAN UNTUK :  KETERAMPILAN BELAJAR, DALAM HAL PERENCANAAN, APA, KAPAN, DAN BAGAIMANA CARA BELAJAR  TANGGUNG JAWAB INDIVIDU DALAM MANAJEMEN PENGEMBANGAN DIRI  MENGENAL DAN MEMANFAATKAN KESEMPATAN UNTUK BELAJAR DARI HARI KE HARI  MEMILIH DAN MENGGUNAKAN MATERI DAN SUMBER LAINYA SECARA TEPAT DAN EFEKTIF.  BSM MELIBATKAN PENGETAHUAN TERDAHULU (PRIOR KNOWLEDGE DAN PRIOR EXPERIENCE )

14 LIFE LONG LEARNING SKILLS CONSISTING OF : 1. A LOVE OF LEARNING 2. A SENSE OF CURIOSITY AND QUESTION ASKING 3. A CRITICAL SPIRIT 4. A SENSE AF THE ANTERCONNECTEDNES AF FIELDS 5. AN AWARENESS AF HOW KNOWLEDGE IS CREATEDIN AT LEAST ON FIELD OF STUDY 6. BREADTH OF VISION 7. KNOWLEDGE OF MAJOR CURRENT RESOURCES 8. ABILITY TO LOCATE, EVALUATE, MANAGE AND USE INFORMATION IN A RANGE OF CONTEXTS

15 9. ABILITY TO DECODE INFORMATION USING A VARIETY OF MEDIA 10. ABILITY TO DECODE INFORMATION IN A VARIETY OF FORMS, WRITEN, STATISTICAL, GRAPHS, CHARTS, DIAGRAMS AND TABLES 11. CRITICAL EVALUATION OF INFORMATION 12. AUTONOMOUS 13. SELF ORGANIZATION SKILLS 14. RANGGE OF STRATEGIES FOR LEARNING 15 AN UNDERSTANDING OF DIFFERENCES BETWEN SUAFACE AND DEEP LEVEL LEARNING.

16


Download ppt "EVIDENCE BASED MEDICINE = PENGETAHUAN KEDOKTERAN YANG MERUPAKAN INTEGRASI ANTARA A. BUKTI – BUKTI YANG DIHASILKAN OLEH PENELITIAN TENTANG  BASIC MEDICAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google