Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

4/16/20151. 2 DEFINISI KOMUNIKASI Komunikasi: “communis”, “commune” (latin)  bersama Proses tukar menukar perasaan, keinginan, kebutuhan, & opini (McCubbin.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "4/16/20151. 2 DEFINISI KOMUNIKASI Komunikasi: “communis”, “commune” (latin)  bersama Proses tukar menukar perasaan, keinginan, kebutuhan, & opini (McCubbin."— Transcript presentasi:

1 4/16/20151

2 2 DEFINISI KOMUNIKASI Komunikasi: “communis”, “commune” (latin)  bersama Proses tukar menukar perasaan, keinginan, kebutuhan, & opini (McCubbin & Dahl, 1985) Pesan dari seseorang ke orang lain secara sadar untuk mempengaruhi perilaku si penerima (Johnson, 1981) Setiap bentuk tingkah laku individu (verbal, nonverbal) yang ditanggapi orang lain (Johnson, 1981)

3 4/16/20153 DEFINISI KOMUNIKASI cont’d Komunikasi: Haber (1987)  suatu proses dimana informasi ditransmisikan melalui sebuah sistem lewat simbol, tanda atau perilaku umum Taylor, dkk (1993)  suatu proses pertukaran informasi atau pemberian arti sesuatu Jane (1994)  suatu proses yang sedang berlangsung secara dimanis dari kegiatan yang berkaitan dengan pemindahan arti dari penyampai pesan ke penemrima pesan

4 4/16/20154 MANFAAT KOMUNIKASI (Johnson, 1981; Machfoedz, 2009) Membantu perkembangan intelektual dan sosial Pembentukan identitas dan jatidiri Memahami kenyataan sekeliling Sarana pembentuk kesehatan mental Sarana pemberian persuasi Media untuk menghibur Sebagai media memahami sikap & perilaku orang lain

5 4/16/20155 ELEMEN / UNSUR KOMUNIKASI (Gillies, 1994, Friedman, 1987, Potter & Perry, 1987) PENGIRIM/SENDER PENERIMA/RECEIVER Merumuskan pesan (encoding process) Menafsirkan pesan (decoding process) PESAN/FEEDBACK MEDIA Environment Communication skills Noise Setting

6 Unsur Komunikasi Manusia (sender; receiver) Pesan (messages) Saluran (media) Gangguan (noise) Konteks Umpan balik (feedback) Pengaruh 4/16/20156

7 7 Tahap 1 Pengirim memiliki ide Tahap 1 Pengirim memiliki ide Tahap 2 Pengirim mengubah ide menjadi pesan Tahap 2 Pengirim mengubah ide menjadi pesan Tahap 3 Pengirim mengirimkan pesan Tahap 3 Pengirim mengirimkan pesan Tahap 1 Pengirim memiliki ide Tahap 1 Pengirim memiliki ide Tahap 2 Pengirim mengubah ide menjadi pesan Tahap 2 Pengirim mengubah ide menjadi pesan Tahap 3 Pengirim mengirimkan pesan Tahap 3 Pengirim mengirimkan pesan SALURAN & MEDIA

8 4/16/20158 FAKTOR YG MEMENGARUHI KOMUNIKASI (Potter & Perry, 1987) Persepsi (perception) Nilai (value) Emosi (emotion) Latar belakang sosialbudaya (sociocultural background) Pengetahuan Pola peran & hubungan (roles & relationship) Kondisi lingkungan (environmental settings)

9 4/16/20159 JENIS & CARA KOMUNIKASI (Potter & Pery, 1987) Komunikasi verbal 1. Kemaknaan 2. Perbendaharaan 3. Kecepatan 4. Nada suara 5. Kejelasan & keringkasan 6. Waktu & relevansi Komunikasi nonverbal 1. Penampilan 2. Postur dan cara berjalan 3. Sentuhan 4. Ketersediaan ruang & jarak 5. Ekspresi raut muka

10 4/16/ JENIS & CARA KOMUNIKASI (Potter & Pery, 1987) lanjutan Komunikasi verbal  Intonasi mengandung makna  rasa kegairahan, perhatian, ketidaktertarikan, kejengkelan Komunikasi nonverbal  Ekspresi raut muka  dapat memancarkan minimal 6 ekspresi (Knapp, 1972): heran, takut, marah, senang, susah, benci/muak. Jarak/space  intim: 45 cm, personal: 1.5 m, sosial: m (Hein, 1980)

11 Berbicara Aktivitas tidak terpisahkan dari kehidupan manusia Merupakan satu sisi dari komunikasi lisan Ada kecenderungan berbicara tanpa berpikir tentang makna yang diucapkan Jika terjadi kesalahan  koreksi tidak dapat dilakukan seperti komunikasi tertulis Tips: 1. Pikirkan pokok pembicaraan 2. Cara penyampaian 3. Tujuan berbicara 4. Siapa yang menjadi lawan bicara 4/16/201511

12 Mendengarkan Tidak terlepas dari setiap aktivitas 42% waktu komunikasi digunakan untuk mendengarkan (32% untuk bicara; 15% untuk membaca; 11% untuk menulis) (Paul Tory dalam “the measurement to understand”) Diperlukan perilaku mendengar secara efektif (tingkat akurasi mendengar 70 – 80%) Penelitian R. G. Nicholas & Leonard A. Stevens  rerata efisiensi mendengar hanya sekitar 25% 4/16/201512

13 Mendengarkan cont’d Setiap orang berbicara terjadi 4 perbedaan bentuk pesan: 1. Pesan sebagaimana yang terdapat dalam pikiran pembicara 2. Pesan sebagaimana yang diucapkan oleh pembicara 3. Pesan sebagaimana yang diterima oleh lawan bicara (pendengar) 4. Pesan sebagaimana yang diingat oleh pendengar Mengapa? 1) Terjadi penyederhanaan pesan  pesan terlalu kompleks 2) Pengirim mengirim pesan sesuai asumsinya 3) Penyesuaian  pengurangan; penambahan; atau pengubahan 4/16/201513

14 Tipe mendengar MENDENGARKAN ISI PESAN 1. Tujuan  memahami pesan pembicara dan mengiudentifikasi pokok pembicaraan 2. Pendengar tidak melakukan evaluasi terhadap pembicara maupun pokok pembicaraan MENDENGARKAN UNTUK PENILAIAN 1. Tujuan  memahami dan mengevaluasi pesan dari pembicara 2. Fokus pada dasar logika pada argumen yang dikemukakan, validitas kesimpulan dan pengaruhnya bagi pendengar MENDENGARKAN AKTIF / EMPATIK 1. Tujuan  memahami perasaan, kebutuhan dan keinginan pembicara 2. Menghargai pandangannya tentang hal yang menjadi pokok pembicaraan tanpa memberikan tanggapan, penilaian, ataupun saran karena pembicara bermaksud melampiaskan emosi 4/16/201514

15 Aktivitas Mendengar MemperhatikanMenafsirkanMengingatMenilai Memberi respon 4/16/201515

16 Kendala Mendengar Prasangka negatif (su’dzon; negative thinking) Egosentris pendengar  sering menyela Tidak konsentrasi 4/16/201516

17 Strategi Mendengar efektif Mengetahui kelebihan pembicara (positive thinking) Bersikap netral Mengatasi gangguan (distorsi) Mendengarkan konsep dan pokok pikiran yang disampaikan pembicara Meninjau ulang pokok pembicaraan Tetap berpikiran terbuka Tidak menyela pembicaraan 4/16/201517

18 Ekspresi wajah Wajah merupakan bagian terbanyak yang diperhatikan saat komunikasi Wajah mengekspresikan: rasa senang; sedih; panik; marah; takut dan kagum Memancarkan minimal 6 ekspresi (Knapp, 1972): heran, takut, marah, senang, susah, benci/muak 4/16/201518

19 4/16/ A Is that my expression?

20 4/16/ B Is that my expression?

21 4/16/ C Is that my expression?

22 4/16/ D Is that my expression?

23 Sikap tubuh Sikap tubuh mengekspresikan “isi” pesan yang disampaikan Sikap tubuh  membantu menafsirkan situasi perasaan, sikap, atau emosi Sikap tubuh ‘lesu’  sedang tidak berminat untuk berbicara / menerima pesan (tidak care; atau sedang sedih) Sikap tubuh: 1. Berhadapan  “saya siap untuk Saudara” 2. Mempertahankan kontak mata 3. Membungkuk ke arah klien 4. Memperhatikan sikap terbuka 5. Tetap relaks 4/16/201523

24 Jarak Fisik Jarak menunjukkan tingkat hubungan (akrab; dekat; formal) Jarak/space  intim: 45 cm, personal: 1.5 m, sosial: m (Hein, 1980) Pembicara ~ pendengar berdekatan beberapa puluh cm hingga < 1 m  keduanya telah saling mengenal (akrab) Pembicara ~ pendengar berjarak lebih jauh  hubungan formal (umumnya dilakukan diantara teman sejawat di tempat kerja) Pembicara mengambil jarak lebih jauh dari pendengar  hubungan formal diantara keduanya (kuliah; seminar) 4/16/201524

25 Gerak Isyarat Dilakukan jika keduanya tidak saling mengerti Menyatakan pemikiran atau gagasan dalam komunikasi Efektif sebagai pengganti ucapan (lambaian tangan sebagai pengganti selamat jalan; acungan jempol tanda pujian) Sering dilakukan bersamaan dengan verbal (contohnya……?) 4/16/201525

26 Nada Bicara Nada bicara tertentu (tinggi, datar, rendah) menafsirkan suasana hati / perasaan pembicara Nada bicara harus sesuai dengan ide yang disampaikan Diperlkukan latihan Harus natural Contoh: “Hai apa kabar?”  kegairahan & perhatian Coba dengan nada beda? Apa hasilnya? 4/16/201526

27 Pandangan mata Isyarat nonverbal yang efektif Membuka dan menutup komunikasi dengan isyarat mata Pandangan mata menjadi tolok ukur sikap positif (rasa percaya, bersahabat, kesungguhan hati); atau sikap negatif (rasa curiga; tidak percaya; ragu; bermusuhan) Dibutuhkan Latihan … 4/16/201527

28 Penampian diri Umumnya terkait dengan penampilan fisik Berpengaruh terhadap penapsiran pesan Penampilan fisik sering mencerminkan kepribadian dan konsep diri seseorang Pakaian dan perhiasan yang dipakai seseorang juga merupakan bagian penting dari penampilan fisik Knapp (1972)  pakaian dapat memenuhi beragam fungsi misalnya sebagai hiasan, pelindung (psikologis dan fisik), atraksi seksual, pernyataan diri, identitas kelompok, dan tampilan peran Perawat harus terlihat sejuk dan nyaman, bersih dan bersahaja, serta memakai sedikit perhiasan sehingga tidak merasa terbebani dalam melakukan tugasnya Penampilan fisik seperti kondisi rambut, warna kulit, berat badan, tingkat energi, dan adanya perubahan bentuk fisik mencitrakan adanya gangguan dalam kesehatan seseorang 4/16/201528

29 Analisis Transaksional Unsur dewasa 1. Pemikiran rasional & objektif 2. Kemampuan mengolah data & sosial 3. Contoh kata: “menurut hemat saya”; “saya pikir” Unsur orangtua 1. Dipelajari tindakan dan perasaan kita seperti yang dilakukan orangtua kita 2. Perilaku: bijaksana, adil, kritis, murah hati 3. Pengecam – penolong 4. Contoh kata: “kasihan sekali kamu”; “awas”; “jangan” Unsur anak 1. Spontan, reaktif, humor, kreatif, inisiatif 2. Pemberontak – penurut 3. Perilaku menggigit kuku, malu-malu, cengeng 4. Contoh kata: “kepunyaanku”; “wow”; “eng-ing-eng” 4/16/201529

30 Transaksi sejajar 4/16/ OT D D A A D D A A

31 Transaksi silang 4/16/ OT D D A A D D A A

32 Transaksi tersembunyi 4/16/ OT D D A A D D A A

33 4/16/ THANKS


Download ppt "4/16/20151. 2 DEFINISI KOMUNIKASI Komunikasi: “communis”, “commune” (latin)  bersama Proses tukar menukar perasaan, keinginan, kebutuhan, & opini (McCubbin."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google