Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN-14 PENGUKURAN KERJA OLEH IR. INDARAWANI SINOEM, MS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN-14 PENGUKURAN KERJA OLEH IR. INDARAWANI SINOEM, MS."— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN-14 PENGUKURAN KERJA OLEH IR. INDARAWANI SINOEM, MS.

2 Organising Job Design, Work Measurement Project Management Controlling Inventory Control Material Require Planning Planning Planning Conversion System Operations Strategis Product and Process Choices Opration Capacity Facility Location Layout Planning Schedulling Schedulling System Operation Schedulling Model Umum Manajemen Operasi Proses Konversi INPUTs OUTPUTs Random Fluctuations

3 Organising Job Design, Work Measurement Project Management Mengorganisasikan Sistem Konversi Proses Konversi INPUTs OUTPUTs Random Fluctuations

4 Pokok Bahasan Manusia dan Sistem Kerja –Kendala Manusia dalam Sistem Kerja –Klasifikasi Pekerjaan dan Aturan Kerja Desain Pekerjaan –Spesialisasi Tenaga Kerja –Perluasan Pekerjaan –Unsur Kejiwaan suatu Desain Pekerjaan –Kelompok Kerja Mandiri –Motivasi dan Sistem Insentif –Ergonomi dan Metode Kerja Standar Tenaga Kerja dan Pengukuran Kerja –Pengalaman Masa Lalu –Studi Waktu –Standar Waktu –Sampel Kerja

5 Manusia dan Sistem Kerja Manusia unsur utama dalam organisasi. Kinerja organisasi ditentukan oleh kinerja manusia. Organisasi tidak akan unggul tanpa manusia handal dan termotivasi. Di banyak organisasi biaya untuk upah dan gaji mencapai sepertiga biaya total. Mutu kehidupan kerja yang baik : pekerjaan yang tidak hanya aman dan kompensasinya sebanding, tetapi juga pekerjaan yang memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis

6 Kendala Manusia dalam Sistem Kerja Manusia dan Desain Pekerjaan Strategi Produk Keahlian yg dibutuhkan Bakat yg dibutuhkan Bahan Baku yg digunakan Keamanan Penjadwalan Waktu hari Waktu tahun (musim) Stabilitas Apa ? Kapan ? Strategi Lokasi Iklim Suhu Cahaya Kualitas Suara Dimana ? Strategi Tata Letak Posisi Tetap Proses Sel Kerja Produk Bgmana ? Siapa ? Perbedaan Perorangan Kekuatan dan Kelelahan Pemrosesan Informasi Penanganan Informasi Prosedur Strategi Proses Teknologi Alat dan Mesin Keamanan

7 Desain Pekerjaan Desain Pekerjaan : spesifikasi tugas yg terkandung dalam pekerjaan untuk seseorang atau suatu kelompok Spesialisasi Tenaga Kerja : pembagian kerja akan menekan biaya karena : –Pengembangan ketrampilan –Berkurangnya waktu terbuang –Alat yg terspesialisasi akan berkembang

8 Desain Pekerjaan Perluasan Pekerjaan Perluasan Pekerjaan Spesialisasi Enlargement Enrichment Pemberdayaan Kelompok Mandiri

9 Strategi SDM yg efektif memerlukan pertimbangan unsur kejiwaan (psikologi) Studi Hawthorne : memperkenalkan manfaat ilmu jiwa di tempat kerja Studi Hackman dan Oldham : mengemukakan bahwa desain pekerjaan mencakup : –Variasi Keahlian –Identitas Pekerjaan –Pentingnya Pekerjaan –Otonomi –Umpan Balik Desain Pekerjaan Unsur Kejiwaan

10 Desain Pekerjaan Yg Efektif Teknik Desain Pekerjaan Variabel AntaraOutcome Yg Diharapkan Parameter Organisasi Co-worker Manajemen Struktur Parameter Individu Ability Knowledge Needs Values Lingkungan Eksternal Desain Pekerjaan Teknik Rekayasa Spesialisasi Analisis aktivitas Psikologi pekerja Lingkungan kerja Teknik Tingkahlaku Rotasi pekerjaan Perluasan pekerjan Pengkayaan pkjaan Desain ulang pkjan Partisipasi Outcome Organisasi Efisiensi Kualitas Pencapaian Tujuan Outcome Individu Kepuasan Kerja Ketepatan Kehadiran Longevity

11 Motivasi Karyawan Kepuasan Kerja Karyawan Kinerja Karyawan Kinerja Organisasi Motivasi dan Insentif Hubungan antara Sistem Insentif dan Motivasi Kerja

12 Motivasi Karyawan Upaya Karyawan Menghasilkan Produk Berkualitas Upaya Karyawan Menjual Produk Upaya Karyawan Mencapai Efisiensi Produksi + Pemasran Upaya Karyawan Mencapai Biaya Terendah Pendapatan Perusahaan Pengeluaran Perusahaan Laba Perusahaan Nilai Perusahaan

13 Teori Hawthrone : perhatian terhadap karyawan Teori Maslow : hirarki kebutuhan Teori Herzberg : kepuasan dan ketidakpuasan karyawan Teori McGregor : teori X, teori Y dan teori Z Teori Pengharapan : penghargaan atas kinerja Teori Ekuitas : kompensasi sesuai kinerja Teori Pemaksaan : positif (imbalan penghargaan utk kinerja tinggi) dan negatif (finalti untuk kinerja buruk) Teori-Teori Motivasi

14 Penelitian Hawthrone Karyawan menjadi lebih termotivasi apabila mereka merasa diberi kesempatan untuk berpartisipasi Meningkatkan penerangan bagi karyawan Kondisi Produktivitas meningkat Hasil Mengurangi penerangan bagi karyawan Produktivitas meningkat Percobaan Penyesuaian apapun yg dilakukan untuk memberi perhatian terhadap karyawan Produktivitas meningkat Kesimpulan

15 Hirarki Kebutuhan Maslow Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan Rasa Aman Kebutuhan Sosial Kebutuhan Penghargaan Aktualisasi Diri Makanan, rumah pakaian Keamanan pekerjaan, Kondisi kerja yg aman Interaksi sosial, Diterima oleh orang lain Dihormati, prestise, Pengakuan, kekuasaan Maksimalisasi potensi

16 Penelitian Kepuasan Kerja Herzberg Tidak Puas Sangat Tidak Puas Netral Sangat Puas Agak Puas Kondisi kerja yang buruk Pengawasan yang tidak perlu Gaji yang rendah Tidak ada keamanan pekerjaan Kondisi kerja yang pantas Pengawasan yang memadai Gaji yang mencukupi Jaminan pekerjaan yang memadai Pencapaian Tanggungjawab Pengakuan Kemajuan

17 Teori X dan Y : McGregor Teori Pandangan Pengawas Terhadap Karyawan Implikasi Karyawan tidak menyukai kerja dan tanggungjawab pekerjaan, berusaha menghindar jika mungkin Karyawan berkemauan untuk bekerja dan memilih tanggung- jawab pekerjaan yang lebih besar Pengawas tdk mendele- gasikan tanggungjawab Pengawas mendelegasi- kan tanggungjawab yg Akan memuaskan dan memotivasi karyawan Teori X : Teori Y : Teori Z : karyawan akan lebih puas jika mereka terlibat dalam Pengambilan keputusan shg mereka akan lbh termotivasi

18 Teori Lainnya Teori Pengharapan : usaha karyawan dipengaruhi oleh hasil yang diharapkan (penghargaan) atas usaha tersebut Teori Ekuitas : kompensasi haruslah adil, sesuai dengan proporsi kontribusi setiap karyawan Teori Pemaksaan : pemaksaan dapat mengendalikan prilaku –Pemaksaan Positif : memberikan imbalan penghargaan untuk karyawan dgn kinerja baik –Pemaksaan Negatif : mendorong karyawan untuk berprilaku menghindari akibat yang tidak diinginkan

19 Ergonomi dan Metode Kerja Ergonomi : hubungan yang baik antara manusia (pekerja) dengan mesin (alat kerja) Lingkungan Kerja : lingkungan fisik tempat karyawan bekerja mempengharuhi kinerja, keamanan dan mutu kehidupan kerja. Faktor-faktor lingkungan : pencahayaan, suara dan getaran, mutu udara merupakan faktor-faktor yg dapat dikendalikan oleh organisasi. Penyesuaian respon operator terhadap mesin mesti dilakukan untuk memberikan pengendalian yang diperlukan.

20 Analisis Metode Kerja: Bagaimana suatu tugas dilaksanakan Teknik metode kerja digunakan untuk : Analisis perpindahan orang atau bahan baku  menggunakan diagram arus (skema dan gambar) dan diagram proses (simbol) Analisis kegiatan manusia serta mesin  menggunakan diagram kegiatan Analisis gerak tubuh (terutama lengan dan tangan)  menggunakan diagram gerakan- mikro (disebut juga diagram operasi)

21 Standar dan Pengukuran Kerja Standar Kerja : jumlah waktu yang diperlukan untuk melakukan suatu (atau bagian dari) pekerjaan. Standar Kerja diperlukan karena : –Kandungan tenaga kerja untuk suatu unit produk yang diproduksi (biaya tenaga kerja) –Kebutuhan penugasan staf (berapa org yg diperlukan untuk suatu pekerjaan) –Estimasi biaya dan waktu sebelum pekerjaan dilakukan –Jumlah operator dan keseimbangan kerja –Produksi yang diinginkan (juga hari kerja yang adil) –Dasar dalam pemberian insentif –Efisiensi karyawan

22 Standar Kerja ditetapkan dengan cara : –Pengalaman masa lalu : jumlah jama kerja yg diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas pada waktu terakhir kali pekerjaan itu dilaksanakan (standar historis) –Studi Waktu : menghitung waktu pada sampel pekerjaan dan menggunakannya sbg standar (chek: seberapa teliti sampel tersebut) –Ditetapkan sebelum Pekerjaan : MTM ditetapkan oleh MTM Association –Sampel Kerja : Persentase waktu yg dihabiskan pekerja untuk mengerjakan berbagai tugas : Studi pemborosan waktu, Penetapan standar kerja, pengukuran kinerja Standar dan Pengukuran Kerja

23 Studi Waktu Standar brdskan Studi Waktu, dgn tahapan : Mendefinisikan tugas (setelah dilakukan analisis metode) Memilah tugas menjadi elemen dasar (bagian dari tugas yang memerlukan waktu beberapa detik saja) Menentukan jumlah pengukuran (jumlah siklus atau sampel yang dibutuhkan) Menentukan dan mencatat waktu pelaksanaan elemen dasar tugas dan menentukan peringkat bagi kinerja pelaksanaan tersebut. Menghitung waktu siklus aktual rata-rata. Menghitung waktu normal untuk setiap elemen. Menjumlahkan waktu normal untuk setiap elemen. Menghitung waktu standar.

24 Waktu siklus aktual rata-rata = (Jumlah Waktu Yg Diperlukan untuk Melaksanakan Elemen Tugas) DIBAGI (Jumlah Siklus Yg Diamati). Waktu normal = (Waktu siklus aktual rata-rata) DIKALIKAN (Faktor Peringkat). Waktu standar = (Waktu Normal Total) DIBAGI ( 1 – Faktor Kelonggaran) Studi Waktu

25 Studi Waktu: Contoh Management Science Association (MSA) mempromosikan seminar pengembangan dengan mengirim beribu-ribu surat yang diketik satu per satu kepada berbagai perusahaan. Studi waktu dilakukan pada tugas penyiapan surat untuk dikirim. Dengan dasar pengamatan berikut, MSA ingin mengembangkan waktu standar untuk tugas tersebut. Allowance factor (faktor kelonggaran) untuk keperluan pribadi, keterlambatan dan kelelahan adalah 15 %. Elemen Pekerjaan 12345Peringkat A. Mengetik surat % B. Mengetik alamat pd amplop % C. Mengisi amplop dgn surat, memberi prangko dan merekatkan serta menyortir %

26 Menghitung waktu siklus rata-rata untuk setiap elemen pekerjaan. Menghitung waktu normal untuk setiap elemen pekerjaan. Menjumlahkan waktu normal untuk setiap elemen agar diperoleh waktu normal total untuk seluruh pekerjaan. Menghitung waktu standar untuk pekerjaan tersebut. Studi Waktu: Contoh Prosedur Perhitungan

27 Contoh Suatu pekerjaan pengemasan barang dalam kotak kardus terdiri dari empat elemen kegiatan dengan setiap elemen kegiatan dilakukan 10 kali pengamatan seperti pada table berikut. Apabila kelonggaran adalah 15% Tentukan waktu standar. Elemen Kegiatan XX XTingkat Kinerja WN 1Mengambil Kotak Kardus 0,060,080,070,050,070,060,08 0,070,060,680,071,10,07 2Memasukkan Barang 0,150,170,14 0,160,150,170,150,140,161,530,150,90,13 3Menutup Kotak Kardus 0,210,230,220,210,250,240,230,260,22 2,290,231,050,24 4Meletakan Hasil 0,080,100,090,120,110,08 0,110,120,080,970,090,950,08 Waktu Normal = 0,52 menit/unit Waktu Baku = 0,52 x

28 Sampel Kerja Tujuan : mengestimasi proporsi waktu yang dicurahkan untuk suatu pekerjaan. Tahapan dalam Sampel Kerja : –Tentukan kegiatan yang didefinisikan sebagai “bekerja”. “Tdk bekerja”= semua kegiatan yg tidak didefinisikan sbg “bekerja”. –Observasi para pekerja pada selang waktu tertentu, catat apakah seseorang “bekerja” atau “tidak bekerja”. –Hitung proporsi dari waktu seorang pekerja sebagai : p = (jml observasi seseorang sdg bekerja)/(jumlah observasi secara total). Hasil Sampel Kerja digunakan untuk menghitung Waktu Normal = {(Waktu Observasi Total)x (Persentase waktu bekerja) x (Peringkat)} DIBAGI (jumlah unit yg diproduksi)

29 Pengukuran Waktu dengan Sampling Kerja Melakukan pengamatan dengan mengamati apakah tk dalam kondisi kerja atau menganggur. Pengamatan tidak dilakukan secara terus-menerus melainkan hanya sesaat pada waktu yang telah ditentukan secara acak/random. Melakukan kunjungan ke tk yang akan diukur waktunya secara acak, yaitu setiap kali kunjungan dengan selang waktu yang tidak sama dan didasarkan pada bilangan random yang dikonversi ke satuan waktu. Misal, kunjungan dilakukan sebanyak 100 kali dengan waktu pengamatan secara acak dan 90 kali pengamatan tk dalam kondisi kerja/sibuk, maka prosentase tk dalam kondisi sibuk adalah 90/100 = 0,9. Tk dalam kondisi idle/menganggur adalah 10/100 =0,1

30 Pengujian Data Kecukupan Data SP= N’= Dengan : S= Derajat ketelitian p= Prosentase sibuk/produktif k= Tingkat keyakinan N’= Ukuran sample/data

31 Batas kontrol untuk p BKA= BKB= Dengan pengertian sbb: BKA= Batas kontrol atas BKB= Batas kontrol bawah p= Prosentase sibuk/produktif k= Tingkat keyakinan Keseragaman Data Keseragaman Data Contoh : Suatu pengamatan sampling kerja dilakukan selama 10 hari kerja dengan waktu pengamatan setiap hari kerja adalah 6 jam. Ukuran sample adalah 50 setiap hari, tingkat keyakinan 99% dan derajat ketelitian 5%. Tentukan kecukupan dan keseragaman data.

32 Tgl Pengamatan1/12/13/14/15/16/17/18/19/110/1 Kondisi idle Kondisi kerja Prosentase idle0,10,120,160,20,160,060,080,10,120,08 Prosentase kerja0,90,880,840,80,860,940,920,90,880,92 Prosentase idle = 0,116, prosentase kerja (p) = 1 –0,016 = 0,884 k= 99% = 3 N= 500 S= 0,05 n= 50 N’= Karena N’ < N, maka data dianggap cukup BKA = BKB =

33 Karena nilai prosentase kerja semuanya masuk dalam range BKA dan BKB, maka data seragam. Waktu Baku Penentuan waktu baku dengan sampling kerja dihitung dengan menggunakan rumus : Waktu Normal= Waktu Baku=

34 Waktu Normal (Wn)= Waktu Baku (Wb)= Output Standar= Jadi, pekerja mampu mengerjakan penyortiran surat sebanyak 4 surat per menit. Contoh : Seorang pekerja kantor pos bekerja delapan jam sehari untuk melakukan penyortiran surat-surat. Dari pengamatan yang dilakukan ternyata 85% pekerja tersebut dalam kondisi bekerja dan 15% dalam kondisi menganggur. Apabila jumlah surat yang disortir sebanyak 2345 surat, maka tentukan waktu bakunya dengan asumsi rating factor adalah 115% dan kelonggaran 20%.


Download ppt "PERTEMUAN-14 PENGUKURAN KERJA OLEH IR. INDARAWANI SINOEM, MS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google