Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN."— Transcript presentasi:

1 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN LINTASAN RUTE LINTASAN ANGKUTAN UMUM PENUMPANG ADALAH LINTASAN RUTE YANG DITETAPKAN BERDASARKAN IJIN PENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM PENUMPANG, KECUALI TAKSI YANG MENGANUT LINTASAN BEBAS PENETAPAN LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM ADA DUA KEPENTINGAN BERBEDA 1.KEPENTINGAN PENUMPANG 2.KEPENTINGAN PENGELOLA/OPERATOR KEDUA KEPENTINGAN TERSEBUT PERLU ADA KOMPROMI TUJUAN AGAR KEDUA BELAH PIHAK TIDAK ADA YANG DIRUGIKAN

2 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN LINTASAN RUTE FILOSOFI DASAR PERENC. LINTASAN RUTE PENDEKATAN EFESIENSI PENDEKATAN EFEKTIFITAS RUTE YANG BAIK RUTE YANG BAIK ADALAH RUTE YANG MAMPU MENAWARKAN PELAYANAN YANG SEMAKSIMAL MUNGKIN PADA DAERAH PELAYANANNYA KEPADA PENUMPANG DENGAN BIAYA OPERASI YANG SERENDAH MUNGKIN RUTE YANG BAIK RUTE YANG BAIK ADALAH RUTE YANG MAMPU MENYEDIAKAN PELAYANAN YANG SEMAKSIMAL MUNGKIN PADA DAERAH PELAYANAN KEPADA PENUMPANG DENGAN PENGGUNAAN SUMBER DAYA YANG ADA

3 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 KRITERIA PERENCANAAN RUTE RUTE HENDAKNYA DAPAT MEMBANGKITKAN KEBUTUHAN PERGERAKAN (TRAVEL DEMAND) PADA JUMLAH MINIMAL TERTENTU RUTE YANG DIRASAKAN PENUMPANG TIDAK BERTELE-TELE RUTE YANG UNIK (RUTE TIDAK TUMPANG TINDIH DENGAN RUTE LAIN) RUTE YANG PENGOPERASIANNYA MEMBERIKAN KENYAMANAN PADA PENUMPANG (JALAN KONDISI JELEK PERLU DIHINDARI) RUTE YANG PENCAPAIAN WAKTU TEMPUH YANG MEMADAI RUTE HARUS MEMPUNYAI IMAGE DAN IDENTITAS YANG JELAS DI MATA MASYARAKAT (DIMANA PENUMPANG TAHU DIMANA DIA HARUS NAIK, TURUN, BERGANTI RUTE) RUTE HARUS MUDAH DICAPAI OLEH PENGGUNA RUTE YANG BIAYA OPERASI YANG DIKELUARKAN OLEH OPERATOR MASIH DALAM BATAS YANG WAJAR

4 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 TAHAPAN PERENCANAAN LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM IDENTIFIKASI DAERAH PELAYANAN ANALISIS KONDISI PRASARANA JARINGAN JALANANALISIS KONDISI PRASARANA JARINGAN JALAN ANALISA POTENSI TRAVEL DEMAND PENENTUAN KORIDOR DAERAH PELAYANAN IDENTIFIKASI LINTASAN RUTE ANALISA DAN PENENTUAN RUTE TERPILIH IDENTIFIKASI DAERAH PELAYANAN MEMPERHATIAKN POTENSI TRAVEL DEMAND KARAKTERISTIK TATA GUNA LAHAN PADA DAERAH PELAYANANNYA INTERAKSI SPATIAL/RUANG PADA DAERAH PELAYAANNYA

5 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 ANALISIS KONDISI PRASARANA JARINGAN JALAN STRUKTUR DAN KONFIGURASI JALAN YANG ADA HIERARKI DAN KELAS MASING- MASING JALAN KONDISI GEOMETRIK JALAN KONDISI PERKERASAN JALAN KONDISI / KARAKTERISTIK LALU- LINTAS KONDISI GEOMETRIK PERSIMPANGAN KONDISI/ KARAKTEISTIK LALU- LINTAS PERSIMPANGAN ANALISIS POTENSI TRAVEL DEMAND ANALISA UNTUK MENGESTIMASI BESARNYA POTENSI PERGERAKAN YANG DIHASILKAN DAERAH PELAYANAN BIASANYA MAKIN TINGGI KERAPATAN SUATU DAERAH MAKIN BESAR JUGA POTENSI PERGERAKAN YANG TERJADI

6 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 PENENTUAN KORIDOR DAERAH PELAYANAN MENGHASILKAN BEBERAPA ALTERNATIF DAERAH PELAYANAN KRITERIA YANG DIGUNAKAN DALAM MENENTUKAN KORIDOR DAERAH PELAYANAN ADALAH BESARNYA POTENSI DEMAND, LUAS DAERAH PELAYANAN, KONDISI DAN STRUKTUR KONFIGURASI JALAN YANG ADA IDENTIFIKASI LINTASAN RUTE TUJUANNYA ADALAH MENDAPATKAN BEBERAPA ALTERNATIF LINTASAN RUTE ADA BEBERAPA YANG PERLU DIPERHATIKAN TAHAP INI: 1. ZONA AWAL DAN AKHIR RUTE 2. STRUKTUR JARINGAN JALAN (SPATIAL) 3.KARAKTERISTIK RUANG KORIDOR DAERAH PELAYANAN

7 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 ANALISA DAN PENENTUAN RUTE TERPILIH HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN ADALAH: 1.POTENSI TRAVEL DEMAND 2.KARAKTERISTIK LALU-LINTAS, BAIK DI RUAS MAUPUN DI SIMPANG ANALISA POTENSI TRAVEL DEMAND BERTUJUAN MENGETAHUI SECARA LEBIH RINCI BESARNYA DEMAND YANG AKAN DILAYANI PADA LINTASAN RUTE TERPILIH HASIL MATRIKS ASAL-TUJUAN ANTAR ZONA (MAT)

8 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 KRITERIA YANG DIGUNAKAN DALAM EVALUASI LINTASAN RUTE PANJANG LINTASAN RUTE ROUTE DIRECTNESS (RUTE YANG TIDAK BERTELE-TELE) POTENSI TRAVEL DEMAND AKSESIBILITAS (KEMUDAHAN UNTUK DICAPAI) JARAK KE RUTE YANG TELAH ADA TINGKAT OVERLAPPING DENGAN RUTE LAIN KONEKTIFITAS DENGAN RUTE LAIN KONDISI DAN KARAKTERISTIK LALU- LINTAS SEPANJANG LINTASAN RUTE

9 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNTAD MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 KLASIFIKASI RUTE ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN TIPE PELAYANAN BERDASARKAN TIPE JARINGAN DAN PERAN DALAM JARINGAN KLASIFIKASI RUTE BERDASARKAN TIPE PELAYANAN RUTE TETAP RUTE DENGAN DEVIASI TERTENTU RUTE DENGAN DEVIASI PENUH RUTE DENGAN BATASAN KORIDOR RUTE TETAP PENGEMUDI WAJIB MENGOPERASIKAN KENDARAAN (BUS) PADA RUTE YANG TELAH DITETAPKAN PENGEMUDI TIDAK DIPERKENANKAN MENYIMPANG DARI RUTE YANG TELAH DITETAPKAN

10 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 RUTE DENGAN DEVIASI TERTENTU PENGEMUDI BUS DIBERI KEBEBASAN UNTUK MENYIMPANG DARI RUTE KARENA ALASAN KHUSUS KAPAN DILAKUKAN DEVIASI TERTENTU, TERGANTUNG FAKTOR-FAKTOR: 1. TOLERANSI KAPASITAS OPERASI YANG TELAH DITENTUKAN 2. TUNDAAN YANG BISA DITOLERIR PENUMPANG 3. BANYAKNYA ARMADA YANG DIMILIKI OPERATOR 4. BIAYA TAMBAHAN YANG TERJADI AKIBAT DEVIASI 5. BESARNYA PERUBAHAN TINGKAT PELAYANAN YANG MASIH DAPAT DITOLERIR RUTE DENGAN DEVIASI PENUH PENGEMUDI BUS DIBERIKAN KEBEBASAN SEPENUHNYA MENGEMUDIKAN KENDARAANNYA DIMANA DIA SUKA SEPANJANG MEMPUNYAI RUTE AWAL DAN RUTE AKHIR YANG SAMA

11 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 RUTE DENGAN BATASAN KORIDOR PENGEMUDI DIIJINKAN MELAKUKAN DEVIASI DARI RUTE YANG TELAH DITENTUKAN DENGAN BATASAN: 1. PENGEMUDI WAJIB MENGHAMPIRI BEBERAPA LOKASI PERHENTIAN TERTENTU DENGAN JUMLAH TERBATAS (MISAL 3 SAMPAI 4) 2.DILUAR PERHENTIAN YANG WAJIB ITU, PENGEMUDI DIIJINKAN MELAKUKAN DEVIASI SEPANJANG TIDAK KELUAR DARI KORIDOR YANG TELAH DITENTUKAN TIPE JARINGAN SUATU RUTE JARINGAN GRIDJARINGAN LINIER JARINGAN RADIAL JARINGAN TERITORIAL JARINGAN MODIFIKASI RADIAL

12 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 JARINGAN GRID HANYA BISA DITERAPKAN BILA STRUKTUR JARINGAN JALAN BERBENTUK GRID JUGA KARAKTERISTIK TIPE GRID, LINTASAN RUTE SECARA PARALEL MENGIKUTI RUAS-RUAS JALAN DI PINGGIR KOTA YANG SATU KE PINGGIR KOTA LAINNYA MELALUI CBD YANG TERLETAK DI TENGAH. KEUNTUNGAN RUTE GRID: RUTE MUDAH DIINGAT, MUDAH DIMENGERTI OLEH USER, JARINGAN LINIER RUTE INI TERJADI KARENA BENTUK KOTA LINIER (MEMANJANG) BIASANYA MENGIKUTI RUTE JALAN-JALAN ARTERI UTAMA HAMPIR MIRIP DENGAN JARINGAN GRID, HANYA SAJA DAERAH GRIDNYA MEMANJANG DI KIRI- KANAN JALAN ARTERI UTAMA

13 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 JARINGAN RADIAL BIASANYA DIPILIH KARENA STRUKTUR JARINGAN JALANNYA JUGA BERBENTUK RADIAL SECARA RADIAL BERIORENTASI KE CBD YANG TERLETAK DI TENGAH KOTA SEMUA RUTE YANG ADA DALAM SISTEM RADIAL MENGHUBUNGKAN DAERAH PINGGIR KOTA DENGAN DAERAH PUSAT KOTA KELEMAHAN RUTE RADIAL: SULITNYA PERGERAKAN YANG TERJADI ANTAR SUB-SUB URBAN YANG ADA DI KOTA JARINGAN TERITORIAL MEMBAGI-BAGI DAERAH PELAYANAN MENJADI BEBERAPA TERITORI/DAERAH MASING-MASING TERITORI TERSEBUT DILAYANI OLEH SATU RUTE SEMUA LINTASAN RUTE BERSINGGUNGAN DI SUATU TITIK SEBAGAI TITIK TRANSFER COCOK UNTUK KOTA KECIL DAN DAERAH PINGGIRAN KOTA, KERAPATAN KOTA RENDAH

14 KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 JARINGAN MODIFIKASI RADIAL KELEMAHAN YANG ADA PADA RUTE RADIAL DIPERBAIKI OLEH TIPE RUTE MODIFIKASI RADIAL KEUNTUNGAN TIPE INI ADALAH DIMUNGKINKANNYA PENUMPANG UNTUK DAPAT MENGGUNAKAN ANGKUTAN UMUM DIMANAPUN DIA BERADA UNTUK BEPERGIAN KEMANAPUN TUJUANNYA


Download ppt "KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: LINTASAN RUTE ANGKUTAN UMUM 14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google