Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MONGIN-FERDINAND DE SAUSSURE (Pelopor Strukturalisme) Latar Belakang Pendidikan Saussure (1857-1913) -Umur 15 tahun menulis “Essai sur les langues” -Tahun.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MONGIN-FERDINAND DE SAUSSURE (Pelopor Strukturalisme) Latar Belakang Pendidikan Saussure (1857-1913) -Umur 15 tahun menulis “Essai sur les langues” -Tahun."— Transcript presentasi:

1 MONGIN-FERDINAND DE SAUSSURE (Pelopor Strukturalisme) Latar Belakang Pendidikan Saussure ( ) -Umur 15 tahun menulis “Essai sur les langues” -Tahun 1874 belajar bahasa Sansekerta, - kuliah ilmu kimia & Fisika di Universitas Jenewa -Tahun belajar ilmu bahasa di Leipzig -Tahun belajar ilmu bahasa di Berlin (belajar dari tokoh besar linguistik Brugmann dan Hubschmann) (Membaca karya linguis Amerika William Dwight Whitney) -Tahun 1878 menulis Mémoire sur le systéme primitif de voyelles dans les langues indo-européennes (Catatan tentang sistem vokal purba dalam bahasa-bahasa Indo-Eropa) -Tahun 1880 mendapat gelar doktor summa cum laude dari Leipzig (Disertasi: De l’emploi du génetif absolu en sanscrit) -Akhir tahun 1906 ia menggantikan seniornya di Jenewa mengajar linguistik historis -Tahun ia mulai memasukkan kajian linguistik sinkronik -Tahun ia mengajar linguistik sinkronik secara penuh -Tahun 1913 meninggal -Tahun 1916 catatan kuliah yang diberikan diterbitkan dalam bentuk buku Cours de linguistique générale oleh Charles Bally dan Albert Sechehaye.

2 Dasar pemikiran Saussure: Kegelisahannya dalam menentukan objek linguistik. Biologi dan ilmu alam lain memiliki objek yang jelas sebagai data penelitian. Pada akhir abad 19 pandangan bahwa bahasa sama dengan makhluk hidup mulai ditinggalkan. Jika bahasa bukan lagi sebagai makhluk hidup, apa yang menjadi objek kajian linguistik? Pertanyaan itu terjawab lewat kuliahnya tentang linguistik umum di Jenewa

3 Ajaran Saussure dalam kuliah linguistik umum: 1.Perbedaan antara langue, parole, langage 2.Perbedaan antara kajian sinkronis dan diakronis 3.Hakekat tanda bahasa 4.Perbedaan antara hubungan asosiatif/paradigmatis (vertikal) dan sintagmatis(horizontal) 5.Perbedaan antara valensi, isi, dan pengertian

4 Bahasa sebagai fakta sosial Dalam menentukan objek linguistik, Saussure dipengaruhi oleh Emile Durkheim ( ) seorang ahli sosiologi. Masyarakat dapat diteliti secara ilmiah karena interaksi antar anggota-angotanya dapat membentuk fakta sosial yang dijadikan sebagai data empiris. Tugas sosiologi adalah mempelajari dan memajankan jangkauan fenomena yang berbeda dari fenomena fisik dan fenomena psikologi. Fenomena itu melekat dalam masyarakat dan disebut fakta sosial. Fakta sosial adalah gagasan di dalam minda kolektif (collective mind) dari suatu masayarakat. Contoh fakta sosial adalah sistem kekerabatan, kepercayaan, dan tradisi. Berdasarkan pemikiran itu, Saussure beranggapan bahwa bahasa dapat dianggap sebagai fakta sosial karena: - dapat dilepaskan dari penuturnya - diwariskan kepada generasi penutur berikutnya melalui pengajaran - meliputi suatu masyarakat - menjadi kendala bagi penuturnya alih-alih memberi pilihan lain - lepas dari perkembangan historis sehingga bahasa dapat dikaji secara ilmiah.

5 Langue, Parole, dan Langage Parole: - Keseluruhan apa yang diujarkan orang - Manifestasi dari individu dari bahasa. - Bukan fakta sosial karena merupakan hasil individu yang sadar. - Bersifat perorangan, berubah-ubah, heterogen, dan mengandung banyak hal baru. - Pemeriannya bersifat takterbatas karena dituturkan oleh banyak orang. - Dirumuskan sebagai (1 +1’ +1’’ + 1’’’ …) Langue: - Keseluruhan kebiasaan yang diperoleh secara pasif. - Diajarkan oleh masyarakat sebelumnya. - Merupakan kesadaran kolektif dalam diri penutur ( …) = 1. - Suatu sistem nilai yang murni yang ditentukan oleh pengamatan atas parole. - Merupakan keseluruhan kesan yang tersimpan dalam otak setiap orang. - Produk sosial dari kemampuan bahasa dan sekaligus merupakan keseluruhan konvensi yang dipengaruhi oleh keompok sosial tertentu.

6 Langage [ parole + Langue] Langue adalah fakta sosial yang di dalamnya mengandung pola-pola di belakang tuturan-tuturan dari penuturnya. Pola tersebut bersifat abstrak dan stabil sepanjang waktu karena Perubahan yang terdapat dalam langue sangat lambat sehingga hampir tidak terasa perubahannya. Objek penelitian adalah LANGUE, bukan PAROLE atau LANGAGE

7 Kajian sinkronis vs. diakronis Pada abad ke-19 kelompok Junggrammatiker berpendapat bahwa pendekatan historis komparatif merupakan satu-satunya kajian linguistik yang ilmiah. Namun, pendapat tersebut ditentang oleh Saussure karena: 1. Ada fakta-fakta bahasa lain yang hanya dapat dikaji secara sinkronis, yaitu bahasa yang dilihat dari sudut pandang penggunanya. 2. Kajian sinkronis menghasilkan deskripsi bahasa yang lebih sistematis dibandingkan dengan kajian diakronis. 3.Kajian diakronis dapat dilakukan dengan memerikan bahasa secara sinkronis terlebih dahulu. 4. Kajian diakronis yang dilakukan oleh kelompok Junggrammatiker tidak menjelaskan efek atas perkembangan bahasa pada masa tertentu. Oleh karena itu, Saussure berpendapat bahwa kajian sinkronis merupakan kajian bahasa yang bersifat ilmiah, alih-alih kajian diakronis.

8 Tanda bahasa Langue adalah “khazanah tanda” sehingga objek linguistik: “Tanda Bahasa” Tanda Bahasa menyatukana konsep dan citra akustik konsep Citra akustik signifié signifiant petanda penanda = = = Signe Linguistique “tanda bahasa”

9 HUBUNGAN ASOSIATIF DAN SINTAGMATIS John gave Mary a ring He They Table Sun Etc. See Meet Write Knew Etc. Him Them Room Mind Etc. The An One Those Etc. Flowers Present Warning Surprise Etc.

10 KONSEP VALENSI, ISI, DAN PENGERTIAN Valensi: Nilai atau hubungan antarunsur yang dapat dipertukarkan atau beroposisi Isi : konten, yang mencakup valensi dan pengertian Pengertian: signification, asosiasi suatu bunyi dengan suatu konsep. (makna referensial dalam semantik) Ketiga konsep tersebut oleh Saussuredigunakan untuk menjelaskan bahwa bahasa adalah forma atau bentuk, bukan substansi yang identik Dengan aspek material dari bahasa.

11 PENGARUH SAUSSURE DALAM LINGUISTIK KONSEP RELASI LINIERIC ANALYSIS (AMERIKA) John kicked the ball

12 Penerapan dalam bidang fonologi bahasa Inggris: C 1 V C 2 p i t b i t p i n p e n PARADIGMATIS VS SINTAGMATIS LONDON SCHOOL ( JR FIRTH) SYSTEM VS STRUCTURE NEO-FIRTHIAN (HALLIDAY) SYSTEM VS STRUCTURE

13 BAHASA ADALAH STRUKTUR ALIRAN GLOSEMATIK (LOUIS HJELMSLEV) BAHASA ADALAH STRUKTUR TANDA TATA BAHASA STRATIFIKASI SEMIOTIK SEMANTIK PRANCIS

14 ANCANGAN STRUKTURALISME: SUATU CARA PANDANG YANG MENEKANKAN DESKRIPSI TENTANG STRUKTUR, YAITU SUATU TATANAN WUJUD-WUJUD YANG MENCAKUPI KEUTUHAN, TRANSFORMASI, DAN PENGATURAN DIRI (JEAN PIAGET) CLAUDE LEVI-STRAUSS MENGGUNAKAN ANCANGAN STRUKTURAL (LANGUE-PAROLE) DAN SINTAGMATIK-PARADIGMATIK UNTUK MENELITI KEBUDAYAAN (UPACARA, SISTEM KEKERABATAN, DLL)


Download ppt "MONGIN-FERDINAND DE SAUSSURE (Pelopor Strukturalisme) Latar Belakang Pendidikan Saussure (1857-1913) -Umur 15 tahun menulis “Essai sur les langues” -Tahun."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google