Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sosiologi Antropologi Pendidikan Oleh : Fitri Yanti (1000853)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sosiologi Antropologi Pendidikan Oleh : Fitri Yanti (1000853)"— Transcript presentasi:

1 Sosiologi Antropologi Pendidikan Oleh : Fitri Yanti ( )

2

3 Kebudayaan mengatur manusia untuk bertindak, agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya saat berhubungan dengan orang lain. Kebudayaan melahirkan kaidah- kaidah untuk melindungi kaidah-kaidah yang melindungi masyarakat dari kehancuran yang akibatnya oleh kekuatan-kekuatan yang tersembunyi di masyarakat. Kaidah berupa petunjuk cara berinteraksi didalam pergaulan hidup. Setiap orang bagaimana pun kehidupannya akan menciptakan kebiasaan bagi dirinya sendiri yang membentuk perilaku pribadi yang akan berbeda antara kepribadian seseorang dengan orang lainnya walaupun berada dalam satu wilayah (rumah, kampung atau komunitas). Kebudayaan mengatur manusia untuk bertindak, agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya saat berhubungan dengan orang lain. Kebudayaan melahirkan kaidah- kaidah untuk melindungi kaidah-kaidah yang melindungi masyarakat dari kehancuran yang akibatnya oleh kekuatan-kekuatan yang tersembunyi di masyarakat. Kaidah berupa petunjuk cara berinteraksi didalam pergaulan hidup. Setiap orang bagaimana pun kehidupannya akan menciptakan kebiasaan bagi dirinya sendiri yang membentuk perilaku pribadi yang akan berbeda antara kepribadian seseorang dengan orang lainnya walaupun berada dalam satu wilayah (rumah, kampung atau komunitas). Para ahli mengklasifikasikan kebudayaan kedalam unsur-unsur besar dan unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. 1.Unsur-unsur besar kebudayaan atau unsur pokok disebut dengan cultural universal, menunjukkan unsur kebudayaan yang menjadi standar akan terdapat pada masyarakat manapun atau bangsa manapun di dunia. 2.Unsur-unsur kecil kebudayaan merupakan penjabaran dari unsur pokok kebudayaan tersebut. Materi Unsur-unsur Kebudayaan ini penting dipelajari mahasiswa, sebagai bahan dalam mengembangkan wawasan mengenai unsur- unsur besar kebudayaan, unsur-unsur kecil kebudayaan, serta unsur normatif sebagai bagian dari kebudayaan. Para ahli mengklasifikasikan kebudayaan kedalam unsur-unsur besar dan unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. 1.Unsur-unsur besar kebudayaan atau unsur pokok disebut dengan cultural universal, menunjukkan unsur kebudayaan yang menjadi standar akan terdapat pada masyarakat manapun atau bangsa manapun di dunia. 2.Unsur-unsur kecil kebudayaan merupakan penjabaran dari unsur pokok kebudayaan tersebut. Materi Unsur-unsur Kebudayaan ini penting dipelajari mahasiswa, sebagai bahan dalam mengembangkan wawasan mengenai unsur- unsur besar kebudayaan, unsur-unsur kecil kebudayaan, serta unsur normatif sebagai bagian dari kebudayaan.

4 1. Unsur-unsur Besar Kebudayaan 2. Unsur-unsur Kecil Kebudayaan 3. Unsur-unsur Normatif sebagai bagian dari Kebudayaan

5 1. Unsur-unsur Besar Kebudayaan Melville J. Herskovits (Sukanto: 1990), mengajukan 4 unsur pokok kebudayaan, yaitu : 1.Alat-alat teknologi 2.Sistem ekonomi 3.Keluarga 4.Kekuatan politik Melville J. Herskovits (Sukanto: 1990), mengajukan 4 unsur pokok kebudayaan, yaitu : 1.Alat-alat teknologi 2.Sistem ekonomi 3.Keluarga 4.Kekuatan politik Sementara pelopor teori fungsional dalam antropologi Bronislaw Malinowski (Sukanto, 1990) menyebutkan 4 unsur pokok kebidayaan, sebagai berikut : 1.Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya 2.Organisasi ekonomi 3.Alat-alat dan lembaga atau petugas pendidikan, keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama 4.Organisasi kekuasaan Sementara pelopor teori fungsional dalam antropologi Bronislaw Malinowski (Sukanto, 1990) menyebutkan 4 unsur pokok kebidayaan, sebagai berikut : 1.Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya 2.Organisasi ekonomi 3.Alat-alat dan lembaga atau petugas pendidikan, keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama 4.Organisasi kekuasaan Beberapa unsur kebudayaan tersebut untuk kepentingan ilmiah dan analisisnya diklasifikasikan kedalam unsur- unsur pokok kebidayaan (cultural universal). Belum terdapatnya pandangan yang seragam antara antropolog yang seragam mengemukakan pendapatnya. Antropolog C. Kluckhohn (1953) menguraikan ulasan para sarjana yang membahas mendalam persoalan unsur kebudayaan ini, yaitu : 1.Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transpor dsb) 2.Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi dsb) 3.Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan) 4.Bahasa (lisan maupun tertulis) 5.Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dsb) 6.Sistem pengetahuan 7.Religi

6 2. Unsur-unsur Kecil Kebudayaan Menurut seorang Antropolog terkenal Ralph Linton secara lebih khusus unsur-unsur kecil kebudayaan yang dinamakan kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity, sebagai berikut : 1. Alam pikiran Unsur kebudayaan immaterial, diman alam pikiran tidak berbentuk fisik yang dapat dilihat dan diraba melalui panca indera namun diwujudkan dalam bentuk ide, gagasan yang dapat dijadikan dasar untuk mewujudkan sesuatu. 1. Alam pikiran Unsur kebudayaan immaterial, diman alam pikiran tidak berbentuk fisik yang dapat dilihat dan diraba melalui panca indera namun diwujudkan dalam bentuk ide, gagasan yang dapat dijadikan dasar untuk mewujudkan sesuatu. 2. Religi Aktivitas yang berkaitan dengan religi berdasarkan atas getaran jiwa atau emosi keagamaan. Yang biasanya pernah dialami manusia sehingga mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan aturan agama yang dianutnya. Sistem religi dalam kebudayaan memiliki ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi keagamaan diantara pengikutnya. Terdapat juga unsur penting lainnya seperti sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan dan suatu umat yang menganut religi tersebut. 2. Religi Aktivitas yang berkaitan dengan religi berdasarkan atas getaran jiwa atau emosi keagamaan. Yang biasanya pernah dialami manusia sehingga mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan aturan agama yang dianutnya. Sistem religi dalam kebudayaan memiliki ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi keagamaan diantara pengikutnya. Terdapat juga unsur penting lainnya seperti sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan dan suatu umat yang menganut religi tersebut. 3. Bahasa Sebagai sarana utama untuk menerima pesan, berkomunikasi, berdiskusi, mengubah ataupun menyampaikan arti pada pihak lain. Dimana melalui bahasa manusia dapat : 1.Memberikan informasi tentang berbagai hal 2.Mengkomunikasikan ide-ide yang bersifat abstrak maupun yang bersifat konkrit 3.Mendiskusikan berbagai hal yang pernah dilihat dan dialaminya 4.Mengungkapkan berbagai perasaan 5.Membangun cara berpikir 3. Bahasa Sebagai sarana utama untuk menerima pesan, berkomunikasi, berdiskusi, mengubah ataupun menyampaikan arti pada pihak lain. Dimana melalui bahasa manusia dapat : 1.Memberikan informasi tentang berbagai hal 2.Mengkomunikasikan ide-ide yang bersifat abstrak maupun yang bersifat konkrit 3.Mendiskusikan berbagai hal yang pernah dilihat dan dialaminya 4.Mengungkapkan berbagai perasaan 5.Membangun cara berpikir

7 4. Hubungan sosial Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari hubungan sosial. Setiap orang dalam kehidupannya akan menciptakan kebiasaan bagi dirinya sendiri yang membentuk perilaku pribadi yang akan berbeda antara kepribadian seseorang dengan orang lainnya walaupun berada dalam satu wilayah. Kebudayaan mengatur manusia untuk bertindak, agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya saat berhubungan dengan orang lain. 4. Hubungan sosial Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari hubungan sosial. Setiap orang dalam kehidupannya akan menciptakan kebiasaan bagi dirinya sendiri yang membentuk perilaku pribadi yang akan berbeda antara kepribadian seseorang dengan orang lainnya walaupun berada dalam satu wilayah. Kebudayaan mengatur manusia untuk bertindak, agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya saat berhubungan dengan orang lain. 5. Perekonomian Sistem ekonomi sebagai wujud dari rencana, kebijakan dan adat istiadat yang berhubungan dengan ekonomi berupa tindakan dan interkasi yang berpola baik antara produsen, pedagang, ahli transportasi, pengecer dan konsumen. Unsur-unsur yang terdapat pada perekonomian yaitu : peralatan, komoditi, atau benda ekonomi yang diperlukan misalnya kultural universal pencarian hidup dan ekonomi mencakup kegiatan seperti pertanian, peternakan, sistem produksi dan sistem distribusi. 5. Perekonomian Sistem ekonomi sebagai wujud dari rencana, kebijakan dan adat istiadat yang berhubungan dengan ekonomi berupa tindakan dan interkasi yang berpola baik antara produsen, pedagang, ahli transportasi, pengecer dan konsumen. Unsur-unsur yang terdapat pada perekonomian yaitu : peralatan, komoditi, atau benda ekonomi yang diperlukan misalnya kultural universal pencarian hidup dan ekonomi mencakup kegiatan seperti pertanian, peternakan, sistem produksi dan sistem distribusi. 6. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Merupakan susunan pernyataan suatu objek yang merupakan kesatuan sistematik, lengkap dan terperinci yang memiliki sifat : 1.Rasional, artinya masuk akal dan bisa diterima orang lain 2.Empiris, artinya keismpulan yang diambil dapat dites dengan pancaindera dan fakta, serta tidak dapat disangkal kebenarannya. 3.Akumulatif, artinya ilmu pengetahuan tidak sekaligus jadi, tetapi ilmu dibentuk dengan dasar teori kemuduian disempurnakan. Menurut Koentjaraningrat (1990), sistem pengetahuan dalam suatu kebudayaan merupakan cabang-cabang pengetahuan, biasanya dimiliki oleh setiap suku bangsa, diantaranya : 1.Alam sekitar 2.Alam flora didaerah tempat tinggal 3.Alam fauna didaerah tempat tinggal 4.Bahan mentah atau benda-benda dalam lingkungannya 5.Tubuh manusia 6.Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia 7.Ruang dan waktu 6. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Merupakan susunan pernyataan suatu objek yang merupakan kesatuan sistematik, lengkap dan terperinci yang memiliki sifat : 1.Rasional, artinya masuk akal dan bisa diterima orang lain 2.Empiris, artinya keismpulan yang diambil dapat dites dengan pancaindera dan fakta, serta tidak dapat disangkal kebenarannya. 3.Akumulatif, artinya ilmu pengetahuan tidak sekaligus jadi, tetapi ilmu dibentuk dengan dasar teori kemuduian disempurnakan. Menurut Koentjaraningrat (1990), sistem pengetahuan dalam suatu kebudayaan merupakan cabang-cabang pengetahuan, biasanya dimiliki oleh setiap suku bangsa, diantaranya : 1.Alam sekitar 2.Alam flora didaerah tempat tinggal 3.Alam fauna didaerah tempat tinggal 4.Bahan mentah atau benda-benda dalam lingkungannya 5.Tubuh manusia 6.Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia 7.Ruang dan waktu

8 7. Kesenian Setiap kebudayaan mempunyai ekspresi artistik yang dapat menimbulkan keindahan untuk dinikmati, diantaranya mencakup lingkup : 1.Seni rupa, kesenian yang dinikmati dengan mata 2.Seni suara, kesenian yang dinikmati dengan telinga 7. Kesenian Setiap kebudayaan mempunyai ekspresi artistik yang dapat menimbulkan keindahan untuk dinikmati, diantaranya mencakup lingkup : 1.Seni rupa, kesenian yang dinikmati dengan mata 2.Seni suara, kesenian yang dinikmati dengan telinga 8. Politik dan pemerintahan Merupakan Hasil cipta manusia yang ada dalam kehidupan manusia itu sendiri. Politik tidak terlepas dari pemerintahan, karena politik dibentuk dan digunakan dapat mencerminkan jalannya roda pemerintahan. 8. Politik dan pemerintahan Merupakan Hasil cipta manusia yang ada dalam kehidupan manusia itu sendiri. Politik tidak terlepas dari pemerintahan, karena politik dibentuk dan digunakan dapat mencerminkan jalannya roda pemerintahan. 9. Pendidikan Merupakan salah satu unsur kebudayaan, karena pada dasarnya proses pendidikan merupakan hakikat dari kebudayaan itu sendiri. Berdasarkan nilai-nilai kebudayaan yang beragam. Kompleks dan terintegrasi pendidikan yang harus dilihat dari berbagai sudut pandang multi disipliner. Dimana proses pendidikan ditinjau dari aspek filsafat, antorpologi, sosiologi dan psikologi. 9. Pendidikan Merupakan salah satu unsur kebudayaan, karena pada dasarnya proses pendidikan merupakan hakikat dari kebudayaan itu sendiri. Berdasarkan nilai-nilai kebudayaan yang beragam. Kompleks dan terintegrasi pendidikan yang harus dilihat dari berbagai sudut pandang multi disipliner. Dimana proses pendidikan ditinjau dari aspek filsafat, antorpologi, sosiologi dan psikologi.

9 3.3. Unsur-unsur Normatif sebagai bagian dari Kebudayaan Didalam mengatur perilaku, khususnya hubungan antar manusia, kebudayaan dinamakan struktur normatif. Artinya kebudayaan adalah suatu garis-garis pokok tentang perilaku yang menetapkan peraturan-peraturan mengenai apa yang harus dilakukan, apa yang seharunya dilakukan, apa yang dilarang, dsb. Unsur-unsur normatif yang merupakan bagian dari kebudayaan sbb : 1.Unsur-unsur yang menyangkut penilaian, misalnya apa yang baik dan buruk, apa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, apa yang sesuai keinginan dan tidak sesuai keinginan 2.Unsur-unsur yang berhubungan dengan apa yang seharusnya, seperti bagaimana seharusnya orang berperilaku 3.Unsur-unsur yang menyagkut kepercayaan, seperti harus mengadakan upacara adat pada saat kelahiran, pertunangan, perkawinan dll. Unsur-unsur normatif yang merupakan bagian dari kebudayaan sbb : 1.Unsur-unsur yang menyangkut penilaian, misalnya apa yang baik dan buruk, apa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, apa yang sesuai keinginan dan tidak sesuai keinginan 2.Unsur-unsur yang berhubungan dengan apa yang seharusnya, seperti bagaimana seharusnya orang berperilaku 3.Unsur-unsur yang menyagkut kepercayaan, seperti harus mengadakan upacara adat pada saat kelahiran, pertunangan, perkawinan dll. Kaidah kebudayaan berarti peraturan tentang tingkah laku atau tindakan yang harus dilakukan dalam keadaan tertentu. Soekanto (1990:198) membatasi kaidah kedubayaan dalam 4 hal : 1.Kaidah yang dipergunakan secara luas dalam suatu kelompok manusia tertentu 2.Kekuasaan yang memperlakukan kaidah tersebut 3.Unsur-unsur formal kaidah tersebut 4.Hubungannga dengan ketentuan hidup lainnya.

10


Download ppt "Sosiologi Antropologi Pendidikan Oleh : Fitri Yanti (1000853)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google