Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB IX DUNIA HEWAN. CIRI-CIRI DUNIA HEWAN  Eukariotik, multiseluler  Tidak memiliki dinding sel  Tidak berklorofil  Heterotrof (memperoleh makanan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB IX DUNIA HEWAN. CIRI-CIRI DUNIA HEWAN  Eukariotik, multiseluler  Tidak memiliki dinding sel  Tidak berklorofil  Heterotrof (memperoleh makanan."— Transcript presentasi:

1 BAB IX DUNIA HEWAN

2 CIRI-CIRI DUNIA HEWAN  Eukariotik, multiseluler  Tidak memiliki dinding sel  Tidak berklorofil  Heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain)  Dapat bergerak untuk memperoleh makanannya  Struktur tubuh : invertebrata (tidak memiliki tulang belakang) dan vertebrata (memiliki tulang belakang)

3 1. INVERTEBRATA Ciri-ciri invertebrata  Invertebrata (Latin, in = tanpa, vertebrae = tulang belakang)  Tubuhnya tidak memiliki jaringan  parazoa, contoh : porifera  Tubuhnya sudah membentuk jaringan  eumetazoa  Tubuh eumetazoa ada yang simetri radial memiliki tubuh dorsal (bagian atas) dan ventral (bagian bawah, tetapi tidak memiliki tubuh anterior (bagian depan) dan posterior (bagian belakang). Contoh : Hydra Dorsal Bidang simetri Ventral

4  Hewan simetri bilateral memiliki tubuh bagian dorsal dan ventral juga memiliki tubuh bagian anterior dan posterior, contohnya : udang  Tubuh eumetazoa memiliki lapisan embrional  lapisan yang terbentuk saat perkembangan embrio  Lapisan embrional pada hewan tertentu terdiri dari lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm), mesoderm (terbentuk di antara lapisan ektoderm dan endoderm)  Hewan yang memiliki dua lapisan embrional  hewan diploblastik, contohnya Coelenterata  Hewan yang memiliki tiga lapisan embrional  hewan triploblastik Anterior Ventral Dorsal Bidang simetri Posterior

5 Hewan triploblastik dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh (aselom): 1.Triploblastik aselomata  hewan tripoblastik yang tidak memiliki rongga tubuh, contohnya : cacing pipih 2.Triploblastik pseudoselomata  hewan tripoblastik yang memiliki rongga tubuh semu karena rongga tubuhnya hanya sebagian dibatasi oleh mesoderm, contohnya : cacing gilig 3.Triploblastik selomata  hewan triploblastik yang memiliki rongga tubuh sejati, contohnya : Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan semua vertebrata

6 AselomataPseudoselomata Selomata Cacing pipih Ektoderm Mesoderm (otot) Mesenkim Endoderm (usus) Cacing gilig Pseudoselom Organ internal Ektoderm Endoderm (usus) Mesoderm (otot) Cacing tanah Ektoderm Selom Endoderm (usus) Mesoderm (peritoneum) Organ internal Mesoderm (otot) Macam-macam hewan triploblastik

7  Penyokong tubuh invertebrata tidak memiliki bagian tubuh yang keras  Bentuk tubuh invertebrata dipertahankan oleh tekanan yang berasal dari cairan tubuhnya  rangka hidrostatik, misalnya : lintah  Sistem rangka lain ; cangkang luar, contoh : bekicot dan kerang- kerangan dan eksoskeleton (rangka luar), Cangkang luar Endoskeleton Eksoskeleton Tubuh lintah dibentuk oleh cairan di dalam tubuhnya

8 Sistem tubuh invertebrata  Misalnya cacing pipih  tidak memiliki organ respirasi dan sirkulasi  Sistem saluran pencernaan hanya memiliki satu lubang, yaitu mulut  Organ reproduksi jantan dan betina terdapat pada satu indiviu  Udang, memiliki sistem saluran pencernaan yang terbuka, yaitu berupa lubang pada kedua ujung tubuhnya  Invertebrata memiliki sistem sirkulasi terbuaka  darah diangkut melalui pembuluh dan langsung melalui ruang yang ada di dalam tubuh. Oksigen masuk melalui insang atau trakea Saluran kelaminTestisOtak sederhana dengan dua ganglion Ovarium Usus bagian dari sistem saluran pencernaan Otak kecil Lambung Eksoskeleton Kelenjar pencernaan Notokorda berada di sepanjang tubuh bagian ventral

9 Otot dan pergerakan  Misalnya ubur-ubur : gerakan berenang disebabkan oleh kontraksi berirama pada bagian tubuhnya yang menyerupai lonceng Penutup tubuh Misalnya : serangga, ditutupi oleh protein keras berlilin (kutikula) Air masuk Otot sirkuler relaksasi Otot sirkuler kontraksi Air dikeluarkan dari tubuh Air keluar

10 Pengelompokkan hewan invertebrata di bagi menjadi 8 kelompok utama : 1.Filum Porifera 2.Filum Coelenterata 3.Filum Platyhelminthes 4.Filum Nemathelminthes 5.Filum Annelida 6.Filum Mollusca 7.Filum Arthropoda 8.Filum Echinodermata

11 1. Filum Porifera (hewan berpori) Porifera (latin, porus = pori, fer = membawa)  Hewan multiseluler (metazoa) yang paling sederhana  Umumnya hidup di laut dan sesil  Diploblastik  lapisan ektoderm (epidermis) dan endoderm (koanosit)  Bentuk tubuh tidak beraturan  Tidak memiliki susunan saraf  Terdapat rongga tubuh disebut spongosol. Di spongosol, makanan ditelan secara fagositosis dan oksigen diserap secara difusi oleh koanosit  Sistem pencernaan berupa pori/lubang Lubang/pori-pori masuk saluran air  ostium Lubang/pori-pori keluarnya sisa makanan dan air  oskolum  Pencernaan intraseluler terjadi pada sel koanosit  Belum memiliki alat respirasi dan ekskresi khusus, kedua proses tersebut dilakukan oleh seluruh sel dipermukaan tubuhnya secara difusi

12  Susunan tubuh memiliki :  Pinakosit  sebagai kulit dermal  Koanosit  mencerna makanan dengan mengatur pergerakan air  Amoebosit  sebagai alat gerak dan mengedarkan makanan Air keluar Oskulum Air masuk Flagelum MikrofiliNukleus Spikula Amoebosit Ostium (pori) Matriks (spongin) Pinakosit Spongosol

13  Reproduksi 1.Aseksual  pembentukan tunas dan gemmule (tunas internal) 2.Seksual  fertilisasi (perkawinan antara ovum dan sperma)  Memiliki 3 saluran air : tipe askon  air masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar melalui oskulum. Contoh tipe Ascon misalnya Leucoslenia. Sikon  mempunyai dua tipe saluran air, tetapi hanya radialnya yang mempunyai koanosit. Air masuk melalui pori  ke saluran radial yang berdinding koanosit  spongocoel  keluar melalui oskulum, misalnya Scypha. Leukon  merupakan Porifera dengan tipe saluran air yang paling kompleks/rumit. Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang bersilia berbentuk bulat. Air masuk melalui pori  saluran radial yang bercabang-cabang  keluar melalui oskulum. misalnya Euspongia dan Spongida.

14

15 KLASIFIKASI Berdasarkan zat penyusun spikula (rangka), dikelompokkan menjadi: 1.Calcarea  rangka tersusun atas spikula dari zat kapur  Habitat di laut dangkal  Contohnya : Leucosolenia, Scypha, Clathrina, dan Grantia 2. Hexactinellida  Spikula dari zat kersik atau silikat  Habitat di laut dalam  Contohnya : Euplectella dan Hyalonema

16 3.Demospongiae  Rangka tersusun atas zat spongin, kersik atau campuran keduanya  Contoh : Euspongia dan Spongilla 4.Sclerospongiae  Rangka tersusun atas kristal kalsium karbonat  Merupakan porifera koral  Contoh : Coreauiela dan Merlia PERANAN Porifera kelas Demospongia dapat dimanfaatkan menjadi spons mandi (alat untuk menggosok tubuh) dan hiasan

17 Contoh-contoh Porifera EuplectellaNiphates digitalis ClathrinaLeucettusa lancifer Spons

18 2. Coelenterata (Hewan Berongga) /(Cnidaria)  Coelenterata (Yunani, coelenteron = rongga)  Umumnya hidup di laut berupa polip (sesil) atau medusa (motil) Bentuk medusaBentuk polip Epitelium luar (epidermis) Mesoglea Gastrosol Epitelium dalam (gastrodermis) Tentakel MulutEpitelium luar Mesoglea Gastrosol Epitelium dalam (gastrosol) Mulut

19  Hewan diploblastik (lapisan ektoderm dan endoderm)  Tubuh memiliki rongga yang berfungsi sebagai pencernaan dan bentuk tubuhnya simetri radial yang berupa polip dan medusa  Sistem saraf masih sangat sederhana, berupa saraf difus berbentuk jala  Makanan dicerna dalam rongga gastrovaskuler yang berfungsi sebagai usus (pencernaan ekstravaskuler). Sisa makanan dikeluarkan melalui mulut (belum memiliki anus)  Memiliki tentakel yang dilengkapi sel knidoblas/knidosit yang mengandung sel penyengat (nematokis), tentakl berfungsi untuk menangkap mangsa dan memasukkan ke dalam mulut  Respirasi dan ekskresi dilakukan oleh seluruh permukaan tubuh secara difusi  Reproduksi : aseksual : membentuk tunas (kuncup)  Coelenterata berbentuk polip seksual : peleburan sel gamet menjadi zigot yang akan tumbuh menjadi larva bersilia (planula)  Coelenterata berbentuk medusa

20 Struktur tubuh Coelenterata Interaksi sel-sel pada jaring saraf Diskus Lapisan sel-sel epidermis dengan kemampuan kontraksi Gastrodermis Epidermis Mesoglea Mulut Tentakel Tutup kapsul berada di permukaan sel epidermis Lapisan duri Silium termodifi kasi Nematokis (kapsul berada pada permukaan sel epidermis) Lilitan duri di dalam kapsul

21 Contoh siklus hidup Coelenterata Siklus hidup Obelia Polip untuk makan Tentakel Mulut Medusa dewasa melepaskan telur Ovum Zigot Larva planulaMedusa dewasa melepaskan sperma Koloni muda Koloni dewasa Rongga gastrovaskuler Polip bereproduksi secara aseksual Tunas medusa Sperma

22 KLASIFIKASI Coelenterata dibedakan menjadi 3 kelas yaitu : 1.Hydrozoa  Umumnya berbentuk polip atau berkoloni berbentuk polip (soliter) dan medusa (berkoloni)  Habitat di air tawar atau laut  Di dalam koloni, polip ada 2 jenis : Polip bertentakel Polip tidak memiliki tentakrl (berfungsi untuk reproduksi dengan membentuk medusa dengan pertunasan)  Contoh : Hydra, Physalia dan Obelia 2. Anthozoa  Hanya memiliki bentuk polip  Habitat di laut jernih  Meliputi anemon laut dan hewan karang  Reproduksi : seksual  menghasilkan gamet aseksual  medusa (tunas) dan fragmentasi  Contoh : Tubastera, Turbinaria, Euplexaura antipathes, Fungia dan Urticina

23 3. Scypozoa  Umumnya berbentuk medusa, tetapi ada beberapa berbentuk polip  Habitat di laut  Reproduksi seksual : fertilisasi aseksual : medusa/tunas  Contoh : Aurelia aurita, Cyanea dan Chrysaora fruttecent PERANAN  Dapat membentuk karang atol dan karang pantai  mencegah abrasi pantai dan sebagai habitat berbagai jenis organisme lainnya  Anemon laut berwarna-warni membentuk taman laut yang indah  Ubur-ubur dimanfaatkan sebagi bahan kosmetik

24 Contoh-contoh Coelenterata Hydra dan cara makannya Pembentukan tunas pada Hydra Physalia Chrysaora Urticina TurbinariaKoral

25 3. Platyhelminthes (cacing pipih) Platyhelminthes (Yunani, platy = pipih, helminthes = cacing) Ciri –ciri :  Hewan triploblastik aselomata (ektoderm, mesoderm, dan endoderm), tubuh pipih, lunak, tidak bersegmen, dan simetris bilateral  Tidak memiliki rongga tubuh sehingga disebut hewan aselomata  Bergerak dengan kontraksi otot dinding tubuh  Sistem pencernaan : mulut  faring  usus (tanpa anus) sistem pencernaan Usus yang bercabang-cabang

26  Respirasi : secara difusi oleh seluruh tubuh  Ekskresi oleh sel-sel api (flame cell). Pada kelompok tertentu, sistem ekskresi berfungsi untuk menjaga kadar air  Sistem saraf : sistem tangga tali (terdiri atas sepasang simpul saraf dan sepasang tali saraf), beberapa spesies memiliki bintik mata, indera peraba, dan alat keseimbangan (statosista)  Bersifat hermaprodit, pembuahan berlangsung secara internal. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi Saraf tangga tali

27 Klasifikasi Platyhelmintes 1.Turbelaria (cacing rambut getar)  Ukuran tubuh mm  Memiliki silia (berfungsi sebagai alat gerak)  Daya regenarasi (reproduksi) tinggi  fragmentasi  Contoh : Planaria sp., Degusia  Struktur tubuh Turbelaria :  regenerasi Degusia Bintik mata ProtonefridiaSaluran berujung pada permukaan tubuh Sel api Nukleus Silia Cairan disaring melalui lapisan membran Faring Dipotong Dibuang Dipotong

28 2. Trematoda (cacing isap)  Memiliki alat penghisap (berfungsi untuk menyerap cairan tubuh sel inangnya dan menempel pada inangnya)  Alat penghisap terletak di bagian anterior  Hewan parasit, tubuh tidak memiliki silia (alat gerak)  Contoh : Fasciola hepatica (cacing hati) dan Clonorchis sinensis  Struktur tubuh trematoda : Testis Ovarium Uterus Alat pengisap Usus

29 Contoh daur hidup Platyhelminthes Daur hidup Fasciola hepatica (cacing hati)

30 in Hewan ternak telur  mirasidium  (siput Lymnea)  sporokis Dewasa metaserkaria serkaria radia out Mirasidium  larva yang memiliki silia

31 3. Cestoda (Cacing pita)  Tubuhnya beruas-ruas (proglotid)  Memiliki alat penghisap  Pada bagian proglotid, mengandung sel kelamin jantan dan betina yang memungkinkan untuk terjadinya pembuahan sendiri  Struktur tubuh Cestoda Testis Saluran sperma Saluran Reproduksi terbuka Vagina Oviduk Uterus Ovarium Kelenjar kuning telur Proglotid Skoleks pada dinding usus inang Usus inang Pengait (rostelum) Pengisap Leher (daerah pertumbuhan)

32 Daur hidup Cestoda tertelan Telur  onkosfer heksakan dewasa sistiserkus  Onkosfer  stadium larva di dalam tinja yang masih di dalam kulit telur dan memiliki 6 kait  Heksakan  embrio dari cacing pita yang memiliki 6 kait di dalamnya  Sistiserkus  bentuk larva, stadium cacing gelombang dari cacing pita tertentu  Contoh : Taenia solium (babi) dan Taenia saginata (sapi), parasit pada usus manusia

33 Siklus hidup Taenia saginata

34 Daur hidup Taenia Solium

35 4. NEMATHELMINTHES (CACING GILIG)  Hewan tripoblastik pseudoselomata karena memiliki rongga tubuh semu  Tubuh silindris memanjang, tidak beruas-ruas, tidak bersilia, dan bilateral simetris  Memiliki kutikula yang berfungsi untuk melindungi dari dari enzim pencernaan inangnya  Tidak memiliki sistem sirkulasi dan sirkulasi dan sistem respirasi melalui permukaan tubuh  Alat ekskresi : sel glanduler/ nefridium  Alat pencernaan berupa mulut, usus, dan anus  Tidak memiliki sistem pembuluh darah dan jantung, tetapi memiliki cairan tubuh seperti darah  Reproduksi : gonokoris (organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda  fertilisasi internal)

36 Struktur tubuh Nemathelminthes Cincin saraf Mulut Faring Usus Pseudoselom Ovarium Kutikula Lubang tempat masuknya sperma dan keluarnya sel telur Anus

37 KLASIFIKASI NEMATHELMINTHES 1.Nematoda (cacing benang)  Ascaris lumbricoles (cacing perut)  Ukuran tubuh Ascaris betina (panjang cm) lebuh besar dari pada jantan (panjang cm)  Terinfeksi cacing ini dapat menyebabkan penyakit cacingan  Parasit pada usus halus manusia

38 1. Cacing dewasa hidup di dalam usus halus dan bertelur 2. Telur dikeluarkan manusia melalui feses. Tanaman yang ditempeli telur cacing mungkin termakan manusia dan masuk masuk ke mukosa usus halus Telur cacing mengalami perkembangan (18 hari) dan dibawa oleh peredaran darah menuju paru- paru. Cacing menetas dan berkembang menjadi cacing dewasa di dalam paru-paru (10-14 hari) 7. Cacing dewasa menembus dinding alveoli dan menuju bronkus, selanjutnya menuju kerongkongan. Dari kerongkomgan, cacing dewasa menuju usus halus. Cacing dapat hidup di dalam usus halus 2-3 tahun. Siklus hidup Ascaris (cacing perut)

39  Ancylostoma duodenale (cacing tambang)  Parasit pada usus halus manusia dan menyebabkan anemia  Banyak ditemukan di daerah pertambangan  Hidup parasit dalam tubuh manusia dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus  Memiliki kait kitin pada mulut ancylostoma

40  Oxyuris vermicularis  Ukuran tubuh mm  Hidup di dalam usus besar manusia, tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya  Wuchereria bancrofti (cacing penyebab filarisasi)  Disebut juga cacing filaria karena menyebabkan penyakit filariasis (kaki gajah)  Cacing filaria masuk ke dalam tinuh melalui gigatan penyakit Culex yang banyak terdapat di daerah tropis Kaki yang terkena elefantiasis yang disebabkan oleh salah satu Nemathelminthes

41 2.Nematophora (cacing rambut)  Nechomena sp  Gordius sp 5. ANNELIDA (CACING GELANG)  Termasuk hewan triploblastik selomata karena memiliki rongga sejati  Bentuk tubuh simetri bilateral dan bersegmen  Setiap segmen dibatasi oleh sekat  septa  Bergerak dengan kontraksi otot tubuh atau dengan seta  Alat pencernaan sempurna terdiri atas : mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus dan anus  Respirasi oleh seluruh permukaan tubuh secara difusi, ekskresi oleh nefridium (saluran), nefrostom (corong), dan nefrotor (pori tempat kotoran keluar)  Sistem peredaran darah tertutup  Sistem saraf tangga tali dan bersifat hermaprodit  Reproduksi : seksual (fertilisasi), aseksual (fregmentasi)

42 Struktur tubuh Annelida Potongan melintang tubuh Annelida Sistem pencernaan Annelida Jantung Ganglion saraf Otak Reseptakel sperma Testis dan kantong sperma Ovarium Oviduk Saluran sperma Seta Dinding Segmen Selom Organ ekskresi Otot longitudinal Pembuluh darah Selom Otot sirkuler Usus Seta Nefrostom Pembuluh darah Ganglion saraf Nefrotor Nefridium Organ ekskresi Faring Ruang selomik Usus Esofagus Mulut

43 KLASIFIKASI ANNELIDA 1.Polychaeta  Cacing berambut (seta) banyak  Tubuhnya dilapisi kutikula  Tiap segmen (kecuali segmen yang terakhir) memilki alat tambahan yang berfungsi sebagai alat gerak, yaitu parapodia  Sistem saraf tangga tali dengan pusat saraf yang disebut ganglion  Contoh : Nereis sp.; Eunice sp. (cacing palolo); Lysidice sp. (cacing wawo) 2.Oligochaeta  memiliki sedikit seta  Tubuh tidak memiliki parapodia  Bersifat hermaprodit (berkelamin ganda)  Respirasi dilakukan oleh seluruh tubuh (secara difusi)  Contoh : Lumbricus terestris (cacing tanah)

44 Struktur tubuh Polychaeta Tampak dorsal Tampak ventral Prostomium Palpus Antena Mata Antena Palpus Tentakel peristomium Mulut Seta Peristomium Parapodium

45 3.Hirudinea  Tidak berseta  Tidak memilki parapodia dan seta pada tiap segmen tubuhnya  Memiliki alat penghisap yang berfungsi untuk bergerak dan menempel  Hirudenea parasit hidup dengan menghisap darah inangnya, sedangkan Hirudenea bebas hidup dengan memangsa invetebrata kecil  Sebelum menghisap, Hirudenea parasit mengeluarkan zat anestetik (bius) ke dalam tubuh inang sehingga ketika diisap, inang tidak terasa sakit  Dapat menghasilkan hirudin, yaitu zat antikoagulan (zat antibeku) yang dapat mengawetkan darah yang diisap agar tidak beku  Contoh : Hirudo medicinalis (lintah), Haemodipsa zeylanica (pacet)

46 Contoh-contoh Annelida Sabellastarte indica Marphysa sanguinea Digaster longmani Lintah Rahang pada lintah

47 Peranan Annelida Cacing palolo dan wawo yang kaya protein dapat di makan Cacing tanah dapat menyuburkan tanah pertanian Golongan Hirudinae dapat menghasilkan zat anti pembekuan darah yang digunakan dalam medis

48 6. MOLUSCA (HEWAN BERTUBUH LUNAK)  Tubuh tidak beruas-ruas, simetri bilateral dan bercangkang  Tergolong triploblastik selomata  Tubuh terdiri atas tiga komponen, yaitu : kaki, massa viseral (bagian tubuh lunak), dan mantel (tempat lubang insang)  Tubuh dilindungi cangkang yang tersusun atas zat kapur, dihasilkan oleh kelenjar  Alat pencernaan lengkap, terdiri dari : mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus  Hewan yang hidup di air bernapas dengan insang dan yang di darat dengan paru-paru  Alat ekskresi : sepasang nifridia yang berperan sebagai ginjal  Memiliki lidah bergigi (radula), yang berfungsi untuk melumat makanan  Kecuali Cephalopoda peredaran darahnya terbuka  Alat kelamin umumnya terpisah (dioseus/gonokoris), namun ada yang hermaprodit  Pembuahan eksternal

49 Struktur tubuh Mollusca Cangkang Lambung Massa viseral Anus Rongga mantel Insang Kaki Radula Mulut Kepala Mantel

50 KLASIFIKASI Berdasarkan bentuk dan kedudukan kaki, serta ada tidaknya cangkang, Mollusca dibedakan menjadi : 1.Pelecypoda  Kaki pipih  Tidak memiliki kepala  Mulut terdapat pada rongga mantel. Dilengkapi labial palpus  Insang terletak pada rongga mantel, berbentuk lembaran  lamellibranchiata ( latin : lamella = lembaran, ranchia = insang)  Bercangkang 2 buah (bivalvia)  Sistem saraf terdiri dari 3 pasang ganglion : ganglion anterior, ganglion pedal, dan ganglion posterior  Cangkang tersusun atas : periostrakum, prismatik, dan nakreas  Reproduksi : seksual  fertilisasi eksternal dan internal  Contoh : Anadar sp. (kerang); Pinctada margaritifera (tiram mutiara)

51 Gambar Struktur tubuh Palecypoda Mulut Mantel Otot untuk menutup cangkang Air keluar melalui sifon keluar Air sifon masuk melalui sifon masuk Cangkang Insang Palpus Kaki

52 2.Gastropoda  Berkaki perut  alat gerak  Bercangkang  Termasuk hewan hermaprodit  Contoh : Lymnaea sp. (siput air); Achatina fulica (bekicot)  Gambar struktur gastropoda Mantel Rongga mantel Cangkang Hati Kelenjar pencernaan Kaki Lambung Mulut Kepala Mata Tentakel Sifon Anus Insang Usus

53 3.Cephalopoda  Chepalo : kepala, podos : kaki  Memiliki kaki di bagian kepala  Memiliki tentakel yang berfungsi sebagai pengisap  Tidak memiliki cangkang  Bernapas dengan insang yang berjumlah dua atau empat  Reproduksi : seksual  internal  Organ reproduksi (dioseus ; berumah dua)  Contoh : Loligo sp. (cumi-cumi) Octopus sp.(gurita) sepia officinalis (sotong)

54 Struktur tubuh cephalopoda Cangkang bagian dalam Mantel Organ reproduksi Jantung aksesori Insang Kantong tinta Anus Sifon Tentakel Tentakel pengisap Rahang Otak Kelenjar pencernaan Esofagus Ginjal Jantung Lambung

55 Peranan mollusca Sumber makanan : kerang ( Anadara sp.), cumi-cumi ( Loligo sp.) Perhiasan : tiram mutiara (Pinctada margaritifera) Hiasan dan kancing : Nautilus, tiram mutiara (Pinctada margaritifera)

56 Contoh-contoh Mollusca Achatina fulica Tridacna Mytilus Bivalvia Octopus

57 7. ARTHROPODA (Hewan Berbuku-buku)  Arthra : ruas, buku, segmen; podos : kaki  Tubuh beruas-ruas, umumnya dapat dibedakan atas kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen)  Tubuh bilateral simetris, triploblastik celomata  Tubuh terlindungi oleh kerangka luar (eksoskeleton) tersusun atas kutikula/kitin, pada waktu tertentu kulit akan berganti mengalami ekdisis/molting  Sistem peredaran darahnya terbuka tidak mengandung hemoglobin  Sistem pencernaan : mulut, esofagus, lambung, usus dan anus  Alat respirasi : insang, trakea, permukaan tubuh dan paru-paru buku  Alat ekskresi : tubulus malpighi, pada crustacea berupa kelenjar hijau  Sistem saraf ; tangga tali  Habitat ; dapat dijumpai disemua tempat (laut, perairan awar, pasir dan padang rumput)  Cara hidup : bebas, parasit, komensal (bersimbiosis)  Reproduksi : seksual (dioseus), hermaprodit dan partenogenesis (pembentukan individu tanpa fertilisasi) dan paedogenesis

58 Struktur tubuh Arthropoda Eksoskeleton Arthropoda Antena Kaput Toraks Abdomen Sayap depan Sayap belakang Spirakel Kaki Labium Maksila Mandibula Mata majemuk Oseli Hemosol Jantung Otot longitudinal Otot dorsoventral Otot untuk alat gerak Otot di dalam tungkai Ganglion saraf ventral Otot longitudinal Eksoskeleton (berkutikula)

59 Contoh-contoh Arthropoda Eksdisis pada capung (Anax sp.) Parthenogenesis pada Insecta

60 KLASIFIKASI ARTHROPODA 1.INSEKTA (insecti : serangga)/ Hexaposa  Tubuh terdiri atas : Caput  sepasang antena (mata faset : mata majemuk[memiliki banyak inti fokus], oseli : mata tunggal [memiliki satu inti fokus]); mulut  sepasang mandibula, tiga pasang maksila, labrum (bibir atas), dan labium (bibir bawah) Toraks bersegmen tiga Abdomen terdapat spirakel (lubang pernapasan yang menuju tabung trakea), trakea  alat pernapasan; tubula malpighi  alat ekskresi yang melekat pada bagian posterior saluran penernaan  Memiliki 3 pasang kaki pada toraks  Memiliki dua pasang sayap  Kepala terlihat jelas  Dada terlihat jelas  Habitat : air tawar, laut dan darat  Organ kelamin dioseus

61  Reproduksi : seksual  fertilisasi internal  Adanya ekdisis, karena eksoskeleton insekta tidak fleksibel  Perkmbangan beberapa jenis insekta  ametabola (perkembangan hanya pertambahan ukuran saja tanpa perubahan bentuk). Contoh : Lepisma saccharina (kutu buku)  Perkembangan insekta yang mengalami perubahan ukuran tubuh dan perubahan bentuk saat berkembang dari muda menjadi dewasa  metamorfosis  Metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola)  tahap perkembangan insekta dimana insekta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap. tahapan/fase : telur  nimpfa (larva)  dewasa (imago) contoh : kecoa (Periplaneta americana); jangkrik (Gryllus sp.); walang sangit (Leptocorisa acuta)  Metamorfosis sempurna (holometabola)  perkembangan insekta dengan setiap tahap meunjukkan perubahan bentuk yang sangat berbeda tahapan ; telur  larva  pupa  dewasa contoh : kupu-kupu, lalat, nyamuk

62 Struktur tubuh Insecta Bagian-bagian caput Insecta Kaput ToraksAbdomen Sayap Tubula Malpighi Anus Testis Pembuluh darah dorsal Usus Trakea Otak Antena Eksoskeleton Saraf pusat ventral Antena Labrum Mata majemuk Mandibula Maksila Labium Palpus

63 Metamorfosis pada Insecta Metamorfosis tidak sempurna Metamorfosis sempurna Telur Nimfa Dewasa Telur LarvaPupa Dewasa

64 Contoh-contoh Insecta kutu buku capung lalat putih lebah nyamuk lalat buah kupu-kupu sutera kupu-kupu elang

65 Insecta Apterygota Insekta tanpa sayap; morfologi anak sama dengan dewasa. Tidak mengalami metamorfosis. Kelompok serangga ini juga disebut Ametabola (insekta yang tidak mengalami metamorfosis) Pterygota Exopterygota Insekta bersayap eksternal. Kelompok ini mengalami metamorfosis tidak sempurna. Kelompok insekta ini disebut Hemimetabola (kelompokinsekta yang mengalami metamorfosis tidak sempurna) Endopterygota Insekta bersaya internal. Kelompok ini mengalami metamorfosis sempurna. Kelompok insekta ini disebut juga Holometabola (kelompok insekta yang mengalami metamorfosis semprna)

66 Klasifikasi Insecta 1.Apterygota  Tidak bersayap  Nimfa mengalami metamorfosis singkat atau tidak sama sekali  Kulit tipis sehingga terlihat tembus pandang 2.Exopterygota  Bermetamorfosis tidak sempurna dan mengalami ekdisis  Sayapnya mula-mula merupakan tonjolan luar dinding yang kemudia bertambah lebar 3.Endopterygota  Bermetamorfosis sempurna

67 10 0rdo insecta 1.Thysanura Serangga primitif, batas antara kepala, dada dan perut tidak jelas Selama hidupnya berganti kulit (ekdisis) Menghasilkan enzim selulosa yang dapat mencerna selulosa menjadi gula sederhana Contoh : Lepisma (kutu buku) 2.Isoptera Memiliki 2 pasang sayap asli yang tipis dan berukuran sama Contoh : rayap (laron) dan capung 3.Orthoptera  Serangga bersayap lurus  Bersayap dua pasang  Sayap depan lebih tebal, lebih sempit dan lebih kuat dari pada sayap belakang

68 Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih besar dan kuat Hewan jantan dikenal dengan suara keriknya pada saat musim kawin Hewan ini mengerik dengan menggesekkan tungkai belakangnya pada ujung kotak sayap depan Mengerik untuk menarik perhatian betina atau mengusir saingannya Hewan betinanya mempunyai ovpositor pendek dan digunakan untuk menggali tanah Contoh : Phasmida sp. (belalang daun), Bactrocordema aculiferum (belalang ranting), Tenodera aridifolia (belalang sembah), kecoa, gangsir dan jangkrik (Homoeogryllus joponicus) 4.Hemiptera Tipe mulut menusuk dan menghisap Bersayap 2 pasang atau tidak bersayap Sebagian besar spesies bersifat predator dan sebagian lain menghisap darah mamalia Contoh : wereng, kutu daun, serangga sisik, lalat putih dan kutu kepala (tidak bersayap), walang sangit

69 5.Lepidoptera Serangga bersayap sisik Bersayap 2 pasang dan tertutup sisik yang membentuk pola warna Contoh : kupu-kupu dan ngengat Semua kupu-kupu bersifat diurnal  mencari makan pada siang hari Semua ngengat bersifat nokturnal  mencari makan pada malam hari 6.Siphonaptera Serangga jenis kutu dan tidak bersayap Tubuh berbentuk pipih lateral, yaitu jarak tubuh dari kiri ke kanan kecil sekali dibanding jarak dari sisi ventral ke dorsalnya Hidup parasi pada hewan Berkaki pendek namun kuat untuk meloncat Mulut bertipe menusuk dan menghisap Memiliki mata tunggal (oselus) Contoh : Clenocephalus felis (pinjal kucing), Xenopsylla cheopsis (pinjal tikus)

70 7.Diptera Hewan besayap. Memiliki satu atau dua pasang Sayap belakang mengalami penyusutan menjadi alat indera khusus untuk keseimbangan tubuh yang disebut halter Tipe mulut ada 2 yaitu menghisap saja, atau menusuk dan menghisap Larvanya hidup di dekat permukaan air dan bernapas dengan spirakel yang terletak di ekornya Spirakel  luabng di sisi-sisi dada dan segmen perut yang berhubungan dengan sisitem trakea Berbagai jenis Diptera : Lalat buah (Drosophila melanogaster) Nyamuk Aedes albopictus, merupakan vektor penyakit chikungunya (lumuh beberpa hari) disebabkan oleh virus Togarindane chikungunya Lalat Tsetse (Glossina palpalis), merupakan vektor penyakit tidur Lalat hijau (Lucilia caesar), pemakan nektar dan benda busuk Lalat rumah (Musca domestica), pemakan benda busuk dengan lidah pengisapnya Nyamuk Anopheles, merupakan vektor penyakit malaria nyamuk Aedes aegypti, merupakan vektor penyakit demam demam berdarah Nyamuk Culex

71 8.Coleoptera Serangga bersayap perisai, bersayap dua pasang. Sayap depan tebal, permukaannya halus serta mengandung zat tanduk, disebut elitra Memiliki tipe mulut pengunyah dan makanannya berupa tumbuhan hijau, jamur, serangga lain dan bahan busuk Contohnya -kunang-kunang (Pteroptyx malaccae) -Kumbang rusa (Lucanus cervus) -Kumbang metalik (Chrysochroa fulminans) -Kumbang tanduk (Chalcosoma atlas) -Kepik beras (Calandra oryzae) -Kepik emas (Coccinella sp) -Kumbang kelapa (Oryctes rhinoceros) 9.Hymenoptera Serangga bersayap selaput, bersayap dua pasang. Sayap belakang lebih tipis dan lebih kecil dari pada sayap depan Hidup berkoloni dam mempunyai seekor ratu

72 Hewan ini mempunyai alat indera yang lebih berkembang dari pada serangga lainnya Beberapa Hymenoptera mempunyai ligula (lidah) panjang dan lentur. Berfungsi sebagai indera peraba, perasa maupun pengumpul nektar Contoh : -Lebah madu (Apis indica), biasa di pelihara manusia -Lebah madu (Apis dorsata), hidup dilubang kayu -Lebah gunung (Apis melifera), lebah madu terbesar -Semut rangrang (Oecophylla smaragdina) Lebah dan semut memiliki sifat polimorfisme,  adanya beberpa bentuk tubuh khusus sesuai dengan tugas yang diemban dalam suatu kehidupan masyarakat 10.Neuroptera Serangga bersayap jala Biasanya membuat perangkap atau liang berbentuk kerucut dengan kedalaman ± 1,5 hingga 2,5 cm di permuakaan tanah Contoh : Myrmeleon frontalis (undur-undur) dan Hagenomyia micans

73 Peranan insekta  Untuk dimakan, misalnya laron, gangsir, dan larva lebah (tempayak)  Untuk obat tradisional, misalnya madu  Untuk bahan pakaian sutera, misalnya kepompong Bombyx mori  Membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan (kupu-kupu, kumbang dan lebah)  Di bidang ekologi, insekta merupakan bagian dari rantai makanan yang sangat penting dari berbagai konsumen  Berbagai insekta berperan dalam penggemburan tanah

74 2. CRUSTACEA (UDANG-UDANGAN)  Crusta : cangkang  hewan bercangkang  Tubuh bersegmen dan terdiri atassefalotoraks (kepala dan dada menyatu) dan abdomen (perut)  Bagian anterior lebih besar dan lebar, sedangkan posteriornya sempit  Pada kepala terdapat beberapa alat mulut yaitu :  Dua pasang antena  Satu pasang mata  Satu pasang mandibula (rahang atas)  Satu pasang maksila pertama  Satu pasang maksila kedua (rahang bawah)  Alat gerak : kaki (satu pasang per ruas atau tidak ada)  untuk berenang, merangkak, atau menempel di dasar perairan  Organ pencernaan : berupa insang, kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuh (difusi)

75  Sistem pencernaan : Makanan berupa bangkai atau tunbuhan dan hewan lain alat pencernaan : a)Tembolok  menampung makan b)Lambung otot (empela) c)Lambung kelenjar Pada perut crustaceae terdapat gigi-gigi kalsium yang teratur berderet secara longitudinal, selain itu terdapat batu-batu kalsium gastrolik yang berfungsi mengeraskan eksoskeleton setelang terjadi pengerasan  Sistem peredaran darah terbuka dan darah tidak mengandung hemoglobin tetpi hemosianin yang memiliki daya ikat yang rendah terhadap oksigen  Alat indera berupa sepasang mata majemuk (faset) bertangkai yang berkembang sangat baik  Alat penciuman dan peraba berupa dua pasang antena  Sistem saraf : tangga tali  Sistem reproduksinya: berkelamin satu  Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan bersilia  Habitat :air tawar, laut, sedikit di darat

76 KLASIFIKASI CRUSTACEAE Sub famili : 1.Brachipoda Tubuhnya trasparan (tembus cahaya) Bergerak dengan antena Hidup sebagai zooplankton di laut dan di air tawar Contoh : Daphnia sp. dan Artemia sp. 2.Ostracoda Hidup sebagai zooplankton sebagian besar sebagai bentos yang melekat di dasar perairan Alat gerak : antena Contoh ; Aboilia sp. 3.Copepoda Segmen dapat dibedakan dengan jelas antara sefalotoraks dengan abdomennya

77 Bagian anterior lebih lenbar dan besar Berjenis kelamin satu Jantan lebih kecil dibandingkan betina Larva copepoda  nauplius, mengalami ekdisis menjadi metanaupilus yang ditandai dengan tumbuhnya duri-duri dan segmentasi Hidup parasit pada insang dan sirip ikan laut maupun tawar Tidak mempunyai mulut dan menyerap makanan langsung dari inangnya Yang hidup bebas hidup di tanah (tempat-tempat yang lembab) Copepoda tanah memiliki antena lebih pendek dibandingkan engan Copepoda yang hidup di air Contohnya : Lernae cyprinaceae 4.Cirripedia Hidup dilaut dengan menempel pada batu, melekat pada dasar kapal atau perahu, mengepung di permukaan laut Parasit pada ikan paus, kura-kura dan hewan lainnya Contohnya : Lepas dan Balanus

78 5.Malacostraca Tubuhnya terdiri dari 14 segmen. (8 segmen depan merupakan sefalotoraks, 6 segmen belakang membentuk abdomen) Dibagi menjadi 3 ordo : a.Isopoda -Hidup di darat, air laur maupn tawar -Isopoda tanah dapat menggulung seperti trenggiling -Amat merugikan manusia karena membuat lubang-lubang pada galangan kapal atau perahu b.Stomatopoda -Berwarna mencolok dan bentuk tubuhnya mirip dengan belalang sembah -Mempunyai cangkang luar berupa karapas yang menyatu dengan dua segmen dada yang paling depan -Habitat : di laut c.Decapoda -Memiliki kaki sepuluh -Mempunyai 5 pasang anggota gerak pada segmen dada sebagai kaki. 3 pasang anggota gerak paling depan mengalami perubahan fungsi sebagai rahang

79 -Segmentasi tubuh berupa sefalotoraks dan abdomen -Jumlah segmen 6 buah dan berakhir dengan ekor -Memiliki karapas yang melinungi sefalotorks maupun insang -Contoh : udang, ketam, kepiting dan rujungan PERAN CRUSTACEA 1.Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi 2.Sebagai zooplankton, misalnya anggota Brachiopoda, Ostracoda dan Copepoda 3.Merusak galangan kapal misalnya Isopoda 4.Parasit pada ikan dan kura-kura, misalnya anggota Cirripedia dan Copepoda 5.Merusak pematang sawah atau saluran irgasi, misalnya ketam

80 3. ARACHNOIDEA  Tubuh bersegmen terdiri atas sefalotoraks dan abdomen yang tak beruas  Pada sefalotoraks trdapat organ-organ -Empat pasang kaki -Delapan buah mata sederhana di bagian depan -Satu pasang kelisera (taring pisau mengandung racun berbetuk gunting atau catut untuk melumpuhkan mangsa) -Sepasang pedipalpus  sebagai indera, tangan maupun alat untuk melakukan kopulasi -Suatu organ di depan anus yang menghasilkan sutra disebut spineret; terdapat pada berbagai arachnida -Organ pernapasan berupa paru-paru buku yang terletak di daerah perut depan  Alat pencernaan : mulut  perut  usus halus  usus besar  kantong feses  anus  Alat pencernaan dilenglapi dengan 5 pasang usus buntu yang terletak di bagian depan dan hati di bagian abdomen  Sistem saraf berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut dengan sisem saraf tangga tali

81  Sistem peredaran darah terbuka dan menggunakan jantung pembuluh serta arteri, jantung pembeluh terdiri dari kantong otot yang memiliki ostium di setiap ruas  Alat indera terdiri atas 8 buah mata sederhana dan sepasang pedipalpus yang fungsinya mirip antena  Sistem reproduksi : seksual  persatuan ovum dan sperma yang terjadi di dalam tubuh betinanya (fertilisasi internal). hewna jantan dan betina terpisah. Ada yang ovipar, ovovivipar dan vivipar  habitat ; di darat  Bersifat kanivor sekaligus predator

82 Struktur tubuh Arachnoidea Sefalotoraks Jantung Abdomen Tubula Malpighi Usus Anus Spineret dengan lubang disebut spigot Trakea Kelenjar penghasil benang halus Saluran genetalis Paru-paru buku Aorta anterior Usus buntu Mulut Kalisera Pedipalpus Mata Kelenjar racun Perut pengisap

83 KLASIFIKASI ARACHNOIDEA Di bagi menjadi 3 ordo 1.Scorpiones o Tubuh terbagi menjadi 2 : sefalotoraks (prosoma) dan bagian perut (opisthosoma), perut dibagi menjadi nesosoma dan etasoma o Pedipalpus berbentuk seperti capit besar, sedangkan kelisera-keliseranya kecil o Segmen terakhir, pada bagian posterior memiliki alat penyengat o Ekor biasanya melengkung di atas punggung  melumpuhkan mangsa o Contoh : kalajengking, kala buku dan kala laba-laba 2.Araneae o Mencakup jenis laba-laba o Bersifat predator o Tubuh terdiri 2 segmen, 8 kaki, dan tidk memiliki sayap serta bagian mulut untuk mengunyah o Semua laba-laba meghasilkan sutra, yaitu lembaran protein kuat yang dikeluarkan melalui spineret, biasanya terdapat di bagian ujung abdomen

84 o Kegunaan sutra : untuk merangkap serangga dalam jaring, untuk memeanjat, membuat kantong telur o Laba-laba jantan yang siap berkopulasi memintal jaring kecil dan menaruh setitik spermanya di dalam jaring, kemudian memasukkannya ke dalam labu-labu kecil pada pedipalpusnya. Pada saat kawin, sperma tersebut dimasukkan ke dalam tubuh betinanya o Contoh macam-macam laba-laba  Laba-laba jaring kubah (terdapat di Botswana, afrika selatan)  Laba-laba primitif Liphistinus (dirimba asia Tenggara)  Laba-laba penjerat ( di Malaysia)  Laba-laba penjaring Thalassius (hidup di dekat air)  Laba-laba pemburu (mis : laba-laba loncat di Meksiko)  Laba-laba serigala  Laba-laba beracun Lactrodectus natans dan Loxoscoles reclusa  Laba-laba bukit pasir Leucorchestris  Laba-laba raksasa Mastigopractus giganteus

85 3.Acarina  Contohnya : caplak dan tungau  Tubuh tidak berbuku-buku  Larvanya memiliki 3 pasang kaki  Daur hidup : telur  larva  nimfa  dewasa  Nimfa dan hewan dewasa caplak memiliki empat pasang kaki, gigi hipostom, dan alat Haller (lubang perasa pada kaki), kecuali pada tungau  Termasuk kelompok hewan yang hidupnya parasit dan mnyebarkan penyakit pada hewan, manusia dan tanaman Peran Arachnoidea 1.Saccopetes, menyebabkan gatal atau kudis pada manusia 2.Psoroptes equi, menyebabkan kudis pada domba, kelinci dan kuda 3.Octodectes cynotis, (tungau kudis telinga) meyerang anjing dan kucing 4.Dermancentor variabilis sebagai vektor demam Rocky Montain

86 Contoh-contoh Arachnoidea Uroctonus mondax (kalajengking) Pardosa amenata (laba-laba serigala) Dermatophagoides sp. (tungau debu rumah) Laba-laba

87 4. MYRIAPODA  Hewan yang memiliki banyak kaki  Tubuh terdiri dari kepala (sefalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (toraks), dan beruas-ruas; terdiri atas 10 hingga 200 segmen  Bagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (oselus)  Eksoskeleton tersusun dari zat kitin  melindungi alat-alat dalam, sebagai tempat melekatnya otot dam memeberi bentuk tubuh  Kulit kitin mengalami ekdisis  Saluran pencernaan lengkap da mempunyai kelenjar ludah  Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas  Sistem peredaran darah terbuka  Organ transportasi berupa jantung yang panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh  Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang larut dalam plasma  Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen dan kembali ke jantung hemosoel (rongga tubuh yang berperan dalam peredaran darah)

88  Alat ekskresi berupa dua pasang pembuluh malphigi yang bertugas mebgeluarka cairan yang mengendung unsur nitrogen  Sistem sarafnya disebut sistem saraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba  Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasi internal). Ada yang vivipar dan ada yang ovipar

89 Struktur tubuh Myriapoda Antena Sefalotoraks Abdomen Telson Uropod Kaki renang (pleopod) Kaki jalan (periopod) Seliped Maksileped Mata faset Rostrum Antenula

90 KLASIFIKASI MYRIAPODA 1.CHILOPODA  Contoh : lipan (kelabang), misalnya Scolopendridae (kelabang yang mendiami gua di Malaysia)  Tubuh pipih  Memiliki sepasang kaki disetiap segmen  Bersifat karnivor 2.DIPLOPODA  Contohnya : lengkibang (luing),misalnya luing raksasa yang hidup di hutan Asia Tenggara  bertubuh bulat panjang  Disetiap segmen tubuh terdapat dua pasang kaki  Hidup di tempat-tempal lembab dan gelap  Makanan : sayur-mayur, vegetasi yang sudah mati atau lumut  Diplopoda tidak beracun, bila merasa terancam, diplopoda menggulung diri seperti cakrem atau seperti bola bulat

91 Peran Myriapoda Memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus Serasah  lapisan daun dan ranting-ranting di dasar hutan atau kebun Proses penghancuran serasah tidak langung ditangani oleh mikroorganisme, karena mikroorganisme justru menguraikan kotoran hewan-hewan seperti Myriapoda dan sebagainya

92 Contoh-contoh Myriapoda Scutigera sp. Iulus sp. Lobster Kepiting Cyclops sp.

93 9. Echinodermata (hewan berkulit duri)  Pada rangka bagian dalam (endoskeleton) terdapat duri yang menembus kulit  Bentuk tubuh simetri birateral (larva) dan simetri radial (dewasa)  Hewan troploblastik celomata  Alat pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung dan usus  Tidak memiliki sistem ekskresi  Memiliki sistem pembuluh/saluran air yang disebut dengan sistem ambulakral untuk mengatur pergerakan kaki ambulakral atau kaki tabung. Mekanisme gerak melalui sistem kaki ambulakral adalah sebagai berikut : air masuk melalui madreporit (lempeng berpori)  turun kesaluran cincin  masuk kedalam saluran radial  air masuk ke kaki-kaki tabung  air disemprotkan  kaki tabung muncul tekanan hidrolik dari air  kaki tabung menjulur keluar, akibatnya ampula melekat pada benda lain sehingga bisa berpindah tempat  Sistem pernapasan : ada yang menggunakan kai tabung (ambulakral), insang kecil

94  Sistem reproduksi secara aseksual dengan regenerasi atau dengan pembelahan sel. Secara seksual dengan fertilisasi telur dan sperma di dalam air (fertilisasi ekternal).  Fertilisasi ekternal, dihasilkan larva yang mikroskopis, bersilia dan bersifat medusa (berenang bebas) larva telah memilliki alat pencernaan yang lengkap  Alat kelamin terpisah  Sistem saraf berupa cincin di sekitar mulut dan berupa sistem saraf redial  Habitat : di air laut KLASIFIKASI ECHINODERMATA Berdasarkan bentuk tubuhnya, diklaifikasikan menjadi 5 yaitu : 1.Asteroidea (bintang laut) 2.Ophiuroidea (bintang ular) 3.Echinoidea (landak laut) 4.Holothuroidea (timun laut/teripang) 5.Crinoidea (lili laut)

95 Struktur tubuh Echinodermata Perut bagian atas Madreporit Osikula (penyokong struktur tubuh) Duri Selom Organ reproduksi Kelenjar pencernaan Kaki ambulakral Osikula Anus Kaki tabung Duri Perut bagian bawah

96 a.Asteroidea (bintang laut)  Habitat : daerah pantai atau dasar laut yang tidak terlalu dalam  Di seluruh tubuhnya terdapat duri-duri degan berbagai ukuran  Permukaan tubuh bagian dorsal berkulit duri tumpul dan tersusun dari zat kapur. Bagian dasar di antara duri-duri terdapat caput/jepit (pediselaria) merupakan modifikasi dari duri. Fungsinya menangkap mangsa, melindungi insang dermal, dan mencegah agar tubuh tidak tertimbun kotoran  Sistem pencernaan makanan dimulai dari mulut yang berhubungan dengan kerongkongan yang sangat pendek, keudian bersambungan dengan kantong yang berperan sebagai lambung.  Sistem ekskresi di lakukan oleh sel-sel amebosit yang terdapat dalam cairan selom  Sistem pernapasan terjadi dalam branchia dermalis, yaitu kantong berbulu halus yang dilengkapi dengan silia  Sistem saraf berupa batang, saraf radial yang terdapat pada setiap lengan dengan letak memanjang di atas ambulakral yang akhirnya bertemu dengan cincin saraf oralis yang meligkari mulut

97  Sistem reproduksi ; bersifat diesis. Alat reproduksi bercabang- cabang dan terletak di setiap lengan. Betina menghasilkan sel telur (2,5 juta setiap 2 jam), jantang menghasilkan spermatozoa yang lebih banyak daripada ovu. Larva bipinaria  Contoh : Astropecten irregularis, Crossaster papposus, Acanthaster planci dan bintang laut biri (Linckia laevigatus)

98 Struktur tubuh bintang laut Sistem ambulakral pada bintang laut Madreporit Saluran radial Saluran cincin Ampula Testa Pediselaria Kaki ambulakral Ampula

99 b. Ophiuroidea (bintang ular)  Hidup di laut dangkal hingga laut dalam  Makanannya berupa molusca dan sisa –sisa organisme  Tubuh berbentuk cakram kecil dengan lima lengan bulat panjang  Sisitem pernapasan dilakukan oleh 5 pasang kantong kecil yang bercelah disekitar mulut. Alat ini berhubungan dengan saluran alat reproduksi (gonad)  Sistem pencernaan makanan terdapat dalam bola cakram, dimulai dari mulut yang terletak dipusat tubuh kemudian lambung yang berbentuk kantong  Sistem reproduksi : jenis kelamin terpisah. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersilia, disebut dengan Pluteus. Pluteus mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular  Contoh : Ophiothrix sp.

100 c. Echinoidea (landak laut/buluh babi)  Hidup di pantai, di atas batu karang, di dasar laut, dalam lumpur atau di daerah sumur-sumuran daerah pantai  Bentuk hewan bundar tak berlengan tetapi memiliki duri yang dapat digerakkan  Sistem pencernaan berupa saluran panjang dan melingkar dalam cangkang.  Sistem saraf nerupa cincin yang melingkari mulut dan selanjutnya bercabang ke saraf radial  Sisitem pernapasan dilakukan oleh 10 insang yang menjorok dari membran peritonium  Sistem reproduksi : memiliki 4-5 gonad yang terletak di daerah permukaan aboral. Dari gonad terdapat saluran ke lubang genital. Sesudah terjadi fertilisasi di air, maka hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi larva  Contohnya : Arbacia punctulata, Tripneuste sp. Eucidaris sp., dan Colobocentrotus sp.

101 d. Holothuroidea (teripang/mentimun laut) Hidup di laut  di dasar laut dengan cara bersembunyi di lumpur atau pasir Tidak berduri dan memiliki banyak endoskeleton yang tereduksi Tubuh bulat memanjang tertutup oleh kulit yang berkutikula dan tidak bersilia Alat pernapasan berupa saluran bercabang-cabang seperti pohon yang sebenarnya merupakan perluasan kloaka ke dalam selom. Saluran ini berfungsi sebagai alat ekskresi Saluran pencernaannya bulat panjang dengan posisi merentang di atas rongga tubuh dalam selom Sistem reproduksi, alat reproduksi terpisah, tetapi ada beberapa jenis hermaprodit. Sel telur maupun sperma dikeluarkan ke air laut dan selanjutnya terjadi fertilisasi eksternal. Zigot tumbuh menjadi larva aurikularia

102 e. Crinoidea Hidup di laut dalam. Hidupnya dengan cara menempel di dasar laut, di barisan koral atau membentuk taman laut Bentuk tubuhnya menyerupai bunga lili, bunga bakung atau bulu burung Sistem saraf terletak di aboral. Pusat saraf berbentuk cincin yang bercabang ke lengan Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual dengan regenerasi baian tubuh Reproduksi seksual dengan fertilisasi eksternal.

103 Contoh-contoh Echinodermata Ophiothrix suemsinii Bulu babi Dolar pasirBohadschia argus Oxycomanthus benneffi

104 VERTEBRATA  Mempunyai chordata dorsalis (notochord) sebagai kerangka sumbu tubuh  Tubuh simetri bilateral  Pusat sarafnya berupa pembuluh yang terdapat di sebelah dorsal notochord  Celah insang berhubungan dengan sistem pernapasan (faring)  Segmentasi organ tubuh sudah jelas, terutama pada susunan otot dan sarafnya  Klasifikasi : dibedakan menjadi 5 kelas : 1.Pisces  Hidup di air  Hewan polikilotermal karena suhu tubuh tidak tetap (berdarah dingin), yaitu berpengaruh suhu lingkungan  Alat gerak aktif berupa otot bersegmen yang disebut miotom. Mmpunyai sirip untuk berenang, berpasangan atau tunggal. Sirip ekor berfungsi sebagai kemudi  Macam-macam sirip ikan : sikloid, stenoid, plakoid, dan ganoid  Sistem pencernaan makanan : mulut – faring – esofagus – asus – anus  Bernapas dengan insang yang memiliki operkulum (tutup insang) dan celah insang sebanyak 4, 5, 6, 7 atau lebih

105  Gelembung renang berisi oksigen, N 2, CO 2 dan berfungsi sebagai alat hidrostatatis dan alat bantu pernapasan  Sistem peredaran darah tertutup, jantung beruang 2 : sebuah serambi dan sebuah bilik (ventrikel). Darah mendapat O 2 dalam filamen-filamen insang  Sistem ekskresi : memiliki pronefron atau mesonefron atau ginjal  Reproduksi : kelamin terpisah atau hermaprodit. Fertilisasi eksternal atau internal  Klasifikasi pisces 1.Agnatha (ikan tidak berahang)  Tidak memiliki rahang  Memiliki bentuk badan ramping dan panjang  Hidup di perairan air tawar dan laut  Di bagi menjadi 2 kelas :  Kelas Cehalospidomorphi (lamprey) : hidup di peraira tawar, Petromyzon (ikan lamprey)  Kelas Mycini (hagfish) : hidup di perairan laut, Polistotrema (ikan hag)

106 2.Chondrichthyes (ikan bertulang rawan) Mulut yang berahang kuat terletak di bagian bawah tubuh Memiliki kerangka dari tulang rawan Sebagian besar memiliki celah insang sebanyak 5 pasang Bernapas dengan insang Hati berukuran besar untuk membantu pencernan makanan Fertilisasi terjadi secara internal Bersifat ovipar dan ovovivipar Habitat berada di perairan laut Contoh : Squalus sp., (ikan hiu) dan Hypotremata sp. (ikan pari), chimaera,Narcina sp. 3.Osteichthyes (ikan bertulang sejati)  Mulut terdapat di bagian depan tubuh  Memiliki kerangka dari tulang keras yang mengandung matriks kalsium fosfat  Celah insang ada satu, masing-masing sisi kepala  Usus panjang dan ramping menggulung  Fertilisasi terjadi secara eksternal

107  Bersifat ovipar  Habitat di perairan tawar  Klasifikasi : a.Subkelas Actinopterygii (ikan bersirip duri), ikanmas, gurami, louhan, dan ikan kakap merah, ikan lele, belut, ikan bader, kuda laut, salmon, sarden, ikan paru, tuna, iakn terbang, ikan perak b.Subkelas Sarcopterygii, ikan bersirip lobus dan ikan paru-paru 2.Amphibi  Dapat hidup di dua tempat, yaitu darat da air  Berkulit licin, dan tipis karena memiliki banyak kapiler darah  Alat geraknya berupa kaki  Bernapas dengan paru-paru, kulit dan insang  Menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuh (berdarah dingin)  Jantung terdiri atas 3 ruang (2 ventrikulus dan 1 atrium)  Fertilisasi secara eksternal dean bersifat ovipar  Mengalami metamorfosis  Contoh : golongan katak, rana esculenta (katak) dan salamander

108  Klasifikasi : Dibedakan menjadi 3 ordo : a.urodela, contoh ; salamander b.Anura, contoh : katak c.Apoda, contoh : salamander cacing 3.Reptilia (hewan melata) o Dapat hidup di dua tempat, yaitu darat dan air o Tubuh ditutupi sisik zat tanduk dan memiliki alat gerak berupa kaki o Bernapas dengan paru-paru dan ada juga menggunakan kloaka o Menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya o Jantung 4 ruang (2 ventrikel, 2 atrium, tapi sekat belum sempurna) o Fertilisasi secara internal dan tergolong ovipar adapula yang ovovivipar o Klasifikas : a.Chelonia  memiliki eksoskeleton, contoh ; kura-kura b.Crocodilla  kulit dengan lempeng-lmpeng zat tanduk, contoh : buaya c.Squamata  kulit luar yang menanduk dapat mengelupas, contoh : ular d.Rhynchochephalia  dapat berubah warna (mimikri), contoh : bunglon

109 4.Aves (burung)  Alat gerak berupa kaki dan sayap  Tidak memiliki gigi, kerangka kuat tetapi ringan  Tubuh ditutupi bulu dan memiliki indera peglihata sangat tajam  Bernapas dengan paru-paru, tetapi keika di udara menggunakan pundi- pundi udara  Pada beberapa burung memiliki taju dada, yang berfunsi untuk menyokong otot dada sehingga memberi kekuatan ketika terbang  Jantung 4 ruang (2 ventrikel, 2 atrium)  Fertilisasi secara internal dan tergolong dalam hewan ovipar  Contoh : Columba livia (merpati), dan Streptopelia chinensis (perkutut) 5.Mammalia Memiliki glandula mammae  menghasilkan susu untuk makanan anaknya (terdapat di daerah dada dan perut) Alat gerak berupa kaki dan memilki rambut Bernapas dengan paru-paru Berdaun telinga, kecuali Monotremata, Cetaceae, dan sirenia

110 Memiliki uterus dan plasenta Fertilisasi secara internal dan tergolong vivipar Contoh : kanguru, singa, kambing, orang utan, dan sebagainya Terbagi menjadi 16 ordo : a.Monotremat (mammalia berparuh dan berkloaka), contohnya : Ornithorynchus anatinus, itik platipus di Australia dan Tasmania, Tachyglossus aculeatus di Irian Jaya dan Tasmania b.Insectivora (mammalia pemakan insekta)  Berjari lima dan bergigi runcing  Contoh : tikus pohon (Tupaia javanica), tikus kesturi/celurut (Crocidura brunnea) c.Carnivora (mammalia pemakan daging), contohnya singa (Felis leo), panda merah (Ailurus fulgens), anjing (Canis familiaris), beruang (Ursus horrbilis), rubah merah (Vulpes sp.) d.Rodentia (mammalia pengerat), contoh : tikus mencit (Mus musculus), tikus warok (Bandicota indica setifera), marmut (Cavia cobaya), hamster (Cricetus griseus), landak (Hystrix brachyura) e.Lagomorpha, contohnya : kelinci budi daya (Oryctolagus cuniculus), Nesolagus netscheri di sumatera, Lepus nigricollis di Jawa Barat, pika (Ochotana sp.)

111 f.Sirenia (sapi laut), contohnya : sapi laut (Trichaonus), dugong Australia (Halicore dugong) g.Cetacea (paus), contoh : pesut (Orcaella sp.), paus (Balaenoptera horealis), paus parfum/ikan lodan (Physeter catedon), lumba-lumba (Prodelphinus malayanus), dolpin (Delphinus dellphis), pesut Kalimantan (Sotalia borneensis) h.Chiroptera (mammalia bersayap tangan), contohnya : kalong pemakan buah (Pteropus edulis), kelelawar (Myotis ), kelelawar vampir (desmodus draculae),penghisap darah sapi atau kuda i.Dermoptera (mammalia bersayap kulit), contohnya : kubung (Galeopterus variegatus), Galeopithecus sp. : pemakan daun dan buah-buahan di Asia Tenggara j.Marsupialia (mammalia berkantung), contoh : kuskus (Phalanger sp.), kanguru (Macropus sp.), wombat (Phascolomys sp.), opossum (didelphia marsupialis), koala (Phascolarctos sp.) k.Proboscidea (mammalia berprobosis(modifikasi hidung menjadi belalai)), contohnya : gajah Afrika (Loxodonta cylotis), gajah Sumatera (Elephas maximus), mammoth (Elephas primigenius) l.Pinnipedia, contoh : anjing laut (Pocha vitulina), gajah laut (Mirounga sp.), singa laut (Zalophus sp.)

112 j.Pholidota (mammalia bersisik, tak bergigi), contohnya : trenggiling (Manis javanica) k.Perissodactyla (mammalia berjari ganjil), contohnya : kuda (Equus caballus), zebra (Equus zebra), keledai (Equus asinus), badak bercula satu (Rhinoceros sumatrensis), badak jawa bercula satu (Rhinoceros sondaicus), tapir (Tapirus indicus) l.Artiodactyla (mammalia berkuku genap), contoh : sapi eropa (Bos taurus), banteng (Bos sondaicus), bison (Bison bison), domba (Ovis musimon), anoa Sulawesi (Bubalus depressicornis), jerpah (Giraffacamelopardalis), unta (Camellus dromedarius), kijang (Cervus unicolor equuinus), kancil (Tragulus sp.) m.Primata


Download ppt "BAB IX DUNIA HEWAN. CIRI-CIRI DUNIA HEWAN  Eukariotik, multiseluler  Tidak memiliki dinding sel  Tidak berklorofil  Heterotrof (memperoleh makanan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google