Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

By : Joicenda. N. What is a business combination ??? A business combination is the bringing together of separate entities or businesses into one reporting.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "By : Joicenda. N. What is a business combination ??? A business combination is the bringing together of separate entities or businesses into one reporting."— Transcript presentasi:

1 By : Joicenda. N

2 What is a business combination ??? A business combination is the bringing together of separate entities or businesses into one reporting entity. The result of nearly all business combinations is that one entity (the acquirer), obtains control of one or more other businesses (the acquiree). Sources : Merliyana Syamsul (DSAK IAI), SAK Workshop of IAI, Sby, Nov 26,

3 Definition [IFRS 3.Appendix A]  Business combination : suatu transaksi atau peristiwa dimana pihak acquirer (pengakuisisi) memperoleh control (pengendalian) atas satu bisnis atau lebih  Note : − pihak pengakuisisi = acquirer (The entity that obtains control of the acquiree) – Pihak yg diakuisisi = acquiree (The business or businesses that the acquirer obtains control of in a business combination )  Control ( pengendalian) adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tsb.  Business (bisnis) : rangkaian terpadu dari aktivitas & aset yg mampu diadakan dan dikelola dengan tujuan memberikan hasil (return) langsung kpd investors atau kepada owners (pemilik), members (anggota) dan participants (peserta) lainnya  Non-Controlling Interest (NCI) ( kepentingan Non Pengendali ) adalah Ekuitas pada entitas anak yang tidak dpt diatribusikan secara langsung atau tidak langsung ke entitas induk 3

4  Intangible asset ( Aset tidak berwujud ) : aset nonmoneter yg dapat diidentifikasi tanpa wujud fisik.  Goodwill : aset yg mencerminkan manfaat ekonomi ms. depan yang timbul dari aset lainnya, yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis yang tidak dapat diidentifikasi sec. individual & diakui sec. terpisah.  Equity Interests ( kepentingan ekuitas ) : kepentingan kepemilikan atas entitas,yang dimiliki investor dan pemilik, anggota atau peserta dari entitas bersama.  Mutual entity (Entitas bersama) : suatu entitas,(selain entitas yg dimiliki investor), yg memberikan dividen, biaya lebih rendah, atau manfaat ekonomi lain, kpd pemilik, anggota, atau peserta. Contoh : perusahaan asuransi bersama, credit union, dan koperasi. 4 Definition [IFRS 3.Appendix A]

5 Objective [IFRS 3.1]  Tujuan : untuk meningkatkan relevance, reliability, dan comparability informasi yang disajikan entitas pelapor (reporting entity) dalam LK nya mengenai business combination dan dampaknya.  Untuk mencapai tujuan diatas, IFRS 3 mengatur prinsip dan persyaratan tentang bagaimana pihak acquirer : (a) mengakui dan mengukur dlm LK nya : – aset teridentifikasi yang diperoleh, – liabilitas yang diambil-alih dan – Non Controlling Interest (kepentingan non pengendali ) dari pihak acquiree (b) mengakui dan mengukur – goodwill yg diperoleh dari Business Combination atau – keuntungan dari bargain purchase (pembelian dengan diskon) (c)menentukan jenis informasi yang akan diungkapkan  shg memungkinkan users LK mengevaluasi sifat & dampak keu. Business combination 5

6 Identifying a business combination  u/ menentukan apkh suatu transaksi / peristiwa mrpk business combination atau bukan, dengan menerapkan defnisi sesuai IFRS 3 yg mensyaratakan bhw : aset yg diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih mrpk suatu bisnis  Jika aset yang diperoleh bukan suatu bisnis, maka entitas pelapor (reporting entity) hrs mencatat transaksi / peristiwa tsb sebagai akuisisi aset. [IFRS 3.6] 6

7 Scope IFRS 3 diterapkan untuk transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi Business Combination Perkecualian : IFRS 3 tidak diterapkan pada [IFRS 3.1] 1.pembentukkan joint venture 2.Akuisisi aset atau kelompok aset yg bukan mrpk suatu bisnis. Dalam hal ini, acquirer mengidentifikasi & mengakui setiap aset teridentifikasi yg diperoleh (tmsk Intangible asets yg memenuhi definisi & kriteria pengakuan) dan liabilitas yg diambil alih. Biaya perolehan (Cost) kelompok aset tsb dialokasikan kepada msg-msg aset teridentifikasi dan liabilitas berdasarkan relative fair values pada tanggal pembelian.  Transaksi / peristiwa semac ini tidak menimbulkan goodwill. 3.Kombinasi entitas atau bisnis sepengendali (under common control) 7

8 Accounting for Business Combinations  The Acquisition Method  Business Combination Achieved in Stages (kombinasi bisnis secara bertahap)  Provisional Accounting  Acquisition-related costs  Pre - existing Relationships and Reacquired Rights  Other Issues  Parent's Disposal of Investment or Acquisition of Additional Investment in Subsidiary 8

9 Acquisition method  Semua kombinasi bisnis menggunakan Acquisition method (metode akuisisi, dulu disebut : 'purchase method' ) [IFRS 3.4]  Langkah2 penerapan acquisition method : 1.Mengidentifikasi pihak acquirer – yi: entitas yg memperoleh control atas acquiree [IFRS 3.7] Syarat : Pihak acquirer (pengendali) harus diidentifikasi untuk semua jenis kombinasi bisnis [IFRS 3.6] 2.Menetapkan 'acquisition date‘ (tgl akuisisi) – yi: tanggal dimana acquirer memperoleh control atas acquiree [IFRS 3.7] 3.Pengakuan (recognition) dan pengukuran (measurement) aset teridentifikasi yg diperoleh, liabilitas yg diambil alih, dan setiap non-controlling interest (NCI) pihak acquiree (NCI sblmnya disbt minority interest) 4.Pengakuan (recognition) dan pengukuran (measurement) Goodwill atau keuntungan dari bargain purchase 9

10 Acquisition method  Measurement of acquired assets and liabilities  Measurement of acquired assets and liabilities. Aset dan liabilitas diukur at fair value pada tgl akuisisi ( dg bbrp perkecualian tertentu ) [IFRS 3.18] Note : untuk Intangible asets selain goodwill harus diakui & diukur at fair value tanpa pekecualian.  Measurement of NCI  Measurement of NCI Untuk mengukur NCI dapat dipilih kebijakan akuntansi sbb : 1.Fair value (sering disbt : the full goodwill method) atau 2.Proporsi pembagian net asset NCI pihak acquiree ( available on transaction by transaction basis ) Example: P membayar 800 u/ membeli 80% saham S. Nilai wajar 100% net assets S yg teridentifikasi adalah 600. Jika P mengukur NCI berdasar proporsi pembagian net asset S yakni sejml 120 (20% x 600), maka LK konsolidasi akan menampakkan Goodwill senilai 320 ( ). Jika P memilih mengukur NCI pada nilai wajar, dan menetapkan nilai wajar 185 maka goodwill diakui senilai 385 ( ). Nilai wajar 20% NCI nya S tidak akan proporsional thd harga yg dibyrkan P untuk 80% pemilikkannya, terutama thd kewajiban u/ mengendalikan premium atau discount sbgm dijelaskan pada paragraf B45. [IFRS 3.19] 10

11 Acquisition method  Measurement of Goodwill Goodwill merupakan selisih lebih (a) atas (b) : (a) Nilai agregat dari : (i)jumlah imbalan yg diserahkan /dialihkan ( at fair value tgl akuisisi ) (ii)Jumlah setiap NCI, dan (iii) u/ business combination yg dilakukan sec bertahap (paragraf 41-42)  kepentingan ekuitas yg sblmnya dimiliki acquirer ( at fair value tgl akuisisi ) (b) Jumlah neto ( selisih ) antara aset teridentifikasi yg diperoleh dan liabilitas yg diambil-alih pd tgl akuisisi. [IFRS 3.32] Jika selisih nilai diatas ( (a) atas (b) ) adl negatif, maka keuntungan yg dihslkan diakui dlm Lap L/R (dianggap sbg bargain purchase) [IFRS 3.34] 11

12 Business Combination Achieved in Stages (Step Acquisitions) Kombinasi bisnis yg diperoleh sec. Bertahap : Sebelum control diperoleh, investasi dicatat berdasar IAS 28, IAS 31 atau IAS 39 Pada tanggal dimana control diperoleh, maka diukur (ditetapkan) Fair value dari aset dan liabilitas yg diperoleh termasuk Goodwill. Setiap penyesuaian thd aset & liabilitas yg diakui sebelumnya diakui dalam Lap.L/R.  perolehan control akan menimbulkan (memicu adanya) remeasurement (pengukuran kembali) [IFRS ] 12

13 Provisional Accounting  Jika akuntansi awal untuk business combination hanya dapat ditetapkan secara provisional pada akhir periode pelaporan pertama  maka pencatatan kombinasi bisnis menggunakan provisional values ( nilai provisi).  Penyesuaian-penyesuaian (adjustments) thd provisional value hrs dilakukan dalam jk wkt 1 (satu) tahun sebgm fakta dan kondisi yg ada pd tgl akuisisi [IFRS 3.45].  Stlh 1(satu) tahun tidak diperkenankan adjustments kecuali mengkoreksi kesalahan sbgm diatur IAS 8 [IFRS 3.50] 13

14 Acquisition - related Costs  Measurement Jumlah Imbalan yg dialihkan pihak pengakuisisi kpd pihak yg diakusisi mencakup juga fair value aset & liabilitas dari kesepakatan Imbalan kontinjensi (contingent consideration) pd tgl akuisisi. Perubahan contingent consideration yg dihasilkan dari kejadian setelah tgl akuisisi harus diakui dalam Lap. L/R [IFRS 3.58]  Acquisition costs Cost penerbitan instrument hutang atau ekuitas (debt or equity instruments ) dihitung berdasar IAS 32 dan IAS 39. Semua biaya lain terkait akuisisi harus dibebankan, termasuk reimbusement kpd acquiree krn menanggung sebag. biaya akuisisi. Biaya yg harus dibebankan a.l :  Finder's fees (biaya makelar) ; Proffesional fees (advisory, legal, accounting, valuation dan consulting fees lainnya) ; Biaya administrasi umum (termasuk biaya perawatan dept. akuisisi internal ). [IFRS 3.53] 14

15  Contingent consideration (Imbalan kontinjensi) Contingent consideration diukur at fair value saat kombinasi bisnis. Jumlah Imbalan kontinjensi bisa berubah karena : (a) kejadian stlh tgl akuisisi (mis menentukan target earning)  perlakuan akuntansi tergantung dari klasifikasi additional consideration (imbalan tambahan) Jika imbalan tambahan berupa : – Ekuitas (equity instruments)  tidak dilakukan remeasurement thd jumlah originalnya. – uang tunai (cash) atau aset lain yg dibayarkan / terhutang  jumlah perubahan diakui dalam Lap L/R. (b)Adanya informasi baru ttg fair value juml imbalan kontinjensi pd tgl akuisisi  hrs dilakukan restatement sec retrospektif [IFRS 3.58] Acquisition - related Costs 15

16 Parent's Disposal of Investment or Acquisition of Additional Investment in Subsidiary Pelepasan investasi atau perolehan tambahan investasi perusahaan anak oleh perusahaan induk, a.l :  Acquiring additional shares in the subsidiary after control was obtained. (Memperoleh tambahan saham perusahaan anak setelah memperoleh control )  Hal ini diperhitungkan sebagai transaksi equitas dengan pemilik (seperti akuisisi atas 'treasury shares'). Tidak perlu remeasurement ( pengukuran ulang ) atas Goodwill  Partial disposal of an investment in a subsidiary while control is retained. (Pelepasan sebagaian investasi perusahaan anak, namum tetap memiliki control)  Diperlakukan sebagai transaksi ekuitas dg. pemilik, laba arau rugi tidak diakui  Partial disposal of an investment in a subsidiary that results in loss of control. (Pelepasan sebag. investasi perusahaan anak, dan kehilangan control)  Kehilangan kendali (Loss of control) menimbulkan remeasurement atas sisa bagian investasi at fair value. Laba atau rugi antara fair value dan carrying amount merupakan laba rugi pelepasan, diakui dalam Lap L/R. 16

17 Other Issues In addition, IFRS 3 provides guidance on some specific aspects of business combinations including:  business combinations achieved without the transfer of consideration [IFRS ]  reverse acquisitions [IFRS 3.B19]  identifying intangible assets acquired [IFRS 3.B31-34]  the reassessment of the acquiree's contractual arrangements at the acquisition date [IFRS 3.15] 17

18 Disclosure Disclosure of information about : current business combinations adjustments of past business combinations 18

19 current business combinations  Acquirer harus mengungkap informasi yg memungkinkan users LK mengevaluasi sifat & dampak business combination yg terjadi selama periode pelaporan kini atau setelah akhir periode tapi sblm LK disetujui untuk diterbitkan [IFRS 3.59].  Disclosure yang disyaratkan meliputi [IFRS 3.B64-66] : – Nama dan penjelasan mengenai pihak acquiree – Tanggal akuisisi – Prosentasi voting equity interests yg diperoleh – Alasan utama dilakukan business combination dan penjelasan bagaimana acquirer memperoleh kontrol atas acquiree. Penjelasan faktor-faktor sehub dengan pengakuan goodwill. – Penjelasan kualitatif atas faktor-faktor sehub.pengakuan goodwill. Misal sinergi yg diharapkan dari operasi business combination, Intangible assets yg tidak dikualifikasikan untuk pengakuan terpisah. – Fair value Total imbalan yg diserahkan pada tanggal akuisisi. Fairvalue imbalan utama lainnya pada tanggal akuisisi. 19

20 – Rincian piutang yg diperoleh – Nilai yg diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelomp. utama aset yg diperoleh & liabilitas yg diambil alih. – Rincian contingent liabilities yg diakui – Total Jumlah goodwill yang diharapkan dapat dikurangkan untuk tujuan perpajakan – Detail transaksi yg diakui sec. terpisah dari perolehan aset & liabilitas yg diambil alih dlm kombinasi bisnis – Informasi mengenai bargain purchase ('negative goodwill') – Berbagai pengungkapan yang disyaratkan dalam kombinasi bisnis dimana aquirer mnenguasai kurang dari 100% equity interests – Rincian business combination yang diperoleh sec. bertahap (step acquisition) – Informasi mengenai pendapatan dan laba/rugi pihak acquiree – Informasi mengenai kombinasi bisnis dimana tgl akuisisinya adalah setelah akhir periode pelaporan namun sblm LK disetujui untuk diterbitkan. current business combinations 20

21 adjustments of past business combinations  Acquirer harus mengungkap informasi yg memungkinkan users LK mengevaluasi dampak finansial dari adjustments yg dilakukan pada periode ini karena kombinasi bisnis yang terjadi pd periode pelaporan kini atau sebelumnya. [IFRS 3.61].  Disclosure yang disyaratkan meliputi [IFRS 3.B67] : – Rincian detail aset, liabilitas, NCI atau pos-pos imbalan yg tidak lengkap pada awal business combination dan nilai yg diakui dlm LK ( Jadi yang penetapannya hny sec. provisional ) – Informasi leb. Lanjut mengenai imbalan kontinjensi – Informasi leb. Lanjut mengenai liabilitas kontinjensi yang diakui – Rekonsiliasi nilai tercatat Goodwill pada saat awal dan akhir periode pelaporan, yang detail nya diperlihatkan terpisah. – Juml. & penjelasan laba atau rugi yang diakui dalam periode pelaporan kini yang : Berhub dg aset teridentifiasi yg diperoleh, liabilitas yg diambil alih yang dipengaruhi pada periode pelaporan kini atau periode sblmnya. Ukuran, sifat atau insiden yg pengungkapannya relevan dengan pemahaman LK kombinasi 21


Download ppt "By : Joicenda. N. What is a business combination ??? A business combination is the bringing together of separate entities or businesses into one reporting."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google