Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 01 SEDIAAN OBAT HERBAL Sediaan yang diperoleh dari tanaman, melalui proses ekstraksi, destilasi, fraksinasi pemurnian, pemekatan dan fermentasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 01 SEDIAAN OBAT HERBAL Sediaan yang diperoleh dari tanaman, melalui proses ekstraksi, destilasi, fraksinasi pemurnian, pemekatan dan fermentasi."— Transcript presentasi:

1

2 Pertemuan 01

3 SEDIAAN OBAT HERBAL Sediaan yang diperoleh dari tanaman, melalui proses ekstraksi, destilasi, fraksinasi pemurnian, pemekatan dan fermentasi. Termasuk rajangan atau serbuk, tincture, ekstrak, minyak atsiri, minyak lemak, jus dan eksudat

4 Ekstraksi Cara dingin Cara dinginMaserasiPerkolasi Cara panas Cara panasRefluksSoxhletSFEDestilasiMAE

5

6

7 Phytopharmaceutical Preparation Sample  sample preparation  QC Sample  sample preparation  QC Extract  Standardization extract Extract  Standardization extract Production methods Production methods Adjusment Quality Adjusment Quality Analytical Quality Control Analytical Quality Control

8

9 STANDARDISASI Sangat penting, hanya diterapkan untuk ekstrak - Kualitas reprodusibel - Membandingkannya terhadap produk dengan senyawa baku yang dikenal atau menyatakan jumlah minimum senyawa atau beberapa senyawa atau golongan senyawa

10

11

12

13

14

15

16

17

18 Tipe Ekstrak Ekstrak Terstandar (Tipe A): ekstrak distandardisasi terhadap senyawa berkhasiatnya Ekstrak Terkuantifikasi (Tipe B): ekstrak distandardisasi terhadap kandungan yang ikut berperan dalam khasiatnya Ekstrak Lain (Tipe C): ekstrak yang distandisasi terhadap senyawa penuntun (secara farmakologi tidak diketahui)/ marker

19 Esktrak Terstandar Daun digitalis (Digitalis folium), glikosida digitalis sampai 5% Ekstrak kering senna: distandardisasi mengandung 5,5- 8,0% glikosida hidroksiantrasene, dihitung sebagai sennosid B Ekstrak kering daun belladonna (Belladonnae Folium dari Atropa belladona) distandardisasi mengandung 0,95-1,05% alkaloid dihitung sebagai hiosiamin

20

21

22 Ekstrak Terkuantifikasi Ginkgo biloba L, daun, kandungan: Flavonoid (0,5-1%): flavon dan flavonol glikosia, biflavonoid, glikosida flavonol terasetilasi Terpen lakton (0,03-0,25%) Kandungan yg tidak diinginkan (polifenol, polisakarida, asam ginkgolat) direduksi  flavonoid glikosida (16-26%) dan terpen lakton (5-7%) Hypericum perforatum L, bagian di atas tanah (herba St John`s wort)

23 Ekstrak Lain Senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktifitas tidak diketahui diperlukan marker untuk kualitas Crataegus, bagian di atas tanah (Crataegi folium cum flore, howthorn) Passiflora incarnata L, bagian di atas tanah (Passiflorae herba, passion flower): Kualitatif KLT dengan baku rutin atau hiperosida Kuantitatif : spektrofotometri atau KCKT sidik jari

24

25

26

27

28 Produk Jadi Siap diedarkan di pasar, dikemas siap digunakan konsumen Sediaan cair:Sediaan padat: TinctureGranul SirupTablet bersalut Medicinal oilTablet takbersalut Medicinal spiritKapsul JusLozenges Medicinal tea

29 Stability The shelf life or the stablitity limits of phytopharmaceuticals which cannot or cannot yet detected and determined chemically or biologically also cannot detemined The shelf life or the stablitity limits of phytopharmaceuticals which cannot or cannot yet detected and determined chemically or biologically also cannot detemined The use of indicative substances ? The use of indicative substances ? No one substance or group substances  whole extract to be responsible for the action No one substance or group substances  whole extract to be responsible for the action

30 Stability Labile/susceptible compounds Labile/susceptible compoundsHydrolyseOxidizeLightCharacteristicOrganoleptic Chemical and physical alteration

31 Stability Determination DeterminationDensity Refractive index Sedimentation TLC chromatogram

32

33 Problem Preparasi Sediaan Padat Multi komponen Multi komponen Problem preparasi variasi individu bahan Problem preparasi variasi individu bahan Pembuatan soft gelatin capsul jarang menghadapi kendala Pembuatan soft gelatin capsul jarang menghadapi kendala Kapsul keras atau tablet kendala laju alir kurang baik, voluminous, higroskopis Kapsul keras atau tablet kendala laju alir kurang baik, voluminous, higroskopis

34

35 Sediaan Cair Problems : SedimentationStability Pemecahan : Pemilihan pelarut Co-solventSurfactantsPengawet

36 Pustaka Hornok, L., 1992, Cultivation and Processing of Medicinal Plants, John Wiley Hornok, L., 1992, Cultivation and Processing of Medicinal Plants, John Wiley List, P.H., Schmidt, P.C., 1989, Phytopharmaceutical Technology, CRC Press, List, P.H., Schmidt, P.C., 1989, Phytopharmaceutical Technology, CRC Press, Wijaksera, ROB, The medicinal Plant Industry, CRC Press, Wijaksera, ROB, The medicinal Plant Industry, CRC Press, Ekinazi, D, et al, 1999, Botanical Medicine, Mary Ann Liebert Inc Ekinazi, D, et al, 1999, Botanical Medicine, Mary Ann Liebert Inc Gaedke, F and Steinhoff, B, Herbal Medicinal Products, CRC Press. Gaedke, F and Steinhoff, B, Herbal Medicinal Products, CRC Press. Schultz et al, Rational Phytotherapy; A reference guide for Physicians and Pharmacists. Springer, 5th ed, Berlin. Schultz et al, Rational Phytotherapy; A reference guide for Physicians and Pharmacists. Springer, 5th ed, Berlin. EMEA, Guideline on specification: Test procedures and acceptance criteria for herbal substances, herbal preparation and herbal medicinal products/Traditional herbal medicinal products. EMEA, Guideline on specification: Test procedures and acceptance criteria for herbal substances, herbal preparation and herbal medicinal products/Traditional herbal medicinal products. International Conference on Harmonisation (ICH), dan WHO guideline International Conference on Harmonisation (ICH), dan WHO guideline


Download ppt "Pertemuan 01 SEDIAAN OBAT HERBAL Sediaan yang diperoleh dari tanaman, melalui proses ekstraksi, destilasi, fraksinasi pemurnian, pemekatan dan fermentasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google