Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NeoLiberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NeoLiberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal,"— Transcript presentasi:

1 NeoLiberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, ,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan FAO, MS Encarta 2006

2 Apa itu Neoliberalisme? Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. “Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas) adalah prioritas utama Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus) Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 T/tahun untuk pemilik SBI/SUN Memberikan “kebijakan” pinjaman hutang dengan syarat agenda Neoliberalisme bagi dunia Penghargaan diberikan bagi negara yang taat dan hukuman bagi yang membangkang

3 Neoliberalisme di Indonesia Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan ”Kurs Mengambang” (Floating Rate) Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60 Trilyun setiap tahun ke pemegang SBI dan ORI Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp /1 USD akibat ”Kurs Mengambang” dari Neoliberalisme Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang menaikan harga. Bensin tahun 1998 sekitar Rp 700/liter jadi Rp di 2008 (Naik 76%/tahun) Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat, Telkom, Krakatau Steel dijual ke Swasta/Asing. RS Pemerintah ke Swasta Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta per semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun)

4 Monopoli Modal oleh Pengusaha Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal tanah, uang, Pertambangan. Rakyat nyaris tidak dibagi. 69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha/BUMN Mayoritas petani lahannya < 0,4 hektar (Bank Dunia) 90% Migas Indonesia dikuasai Perusahaan Asing Tambang Emas dan Tembaga Papua dikuasai Freeport Pemerintah beri Bunga SBI dan ORI Rp 60 Trilyun/tahun UKM hanya dapat pinjaman < Rp 7 trilyun/tahun Dari Rp Trilyun perdagangan saham di BEI -> Rp hanya Rp 44,37 T ke Sektor Riel (2,24%). 97% lebih tersedot untuk Spekulasi Saham. US$: Negara Berkembang harus usaha. AS tinggal “Print”!

5 Akibat Globalisasi/Neoliberalisme Penghasilan 1,3 Milyar penduduk (1/6) < US$ 1/hari Lebih dari 80 negara tahun 1999 income per capitanya < income per capita tahun 1989 Tahun 1980: Pendapatan 20% teratas = 45 x 20% Terbawah Tahun 2000: Pendapatan 20% teratas = 75 x 20% Terbawah (Tabb, William K. "Globalization." Microsoft® Encarta® 2006) Sejak , nilai kekayaan 200 orang terkaya di dunia bertambah dari US$ 40 Milyar jadi > US$ 1 Trilyun Aset 3 orang terkaya di dunia > GNP 48 negara terbelakang (The United Nations Human Development Report, 1999) ”Ekonomi Islam Vs Ekonomi Neo-Liberal”, M. Arif Adiningrat dan Farid Wadjdi NegaraPendapatan thn % Teratas86% 60% Menengah13% 20% Terbawah1%

6 Keserakahan Pasar Komoditas Inilah contoh keserakahan Kartel dan spekulan Pasar Minyak yang mempermainkan harga dan tak terkontrol. Harga minyak dari US$ 20/brl (2002) jadi US$ 147/brl (2008). Naik 7x lipat dalam 6 tahun! Solusi: Beli minyak langsung ke negara/perusahaan minyak!

7 Pasar Miskinkan Rakyat Indonesia Tahun spekulan valas seperti George Soros dengan Quantum Fund hancurkan Rupiah Indonesia. Rupiah dijatuhkan dari Rp (Juli 2007) hingga Rp /USD 1. Rakyat Indonesia dimiskinkan 4,8 kali dalam waktu 1 tahun oleh spekulan ”Pasar” yg tidak terkontrol. Solusi: Patok rupiah dan pajak 1% untuk transaksi Valas

8 Mata Uang Islam vs Sekuler Islam Memakai Sistem Bimetal, Dinar Emas dan Dirham Perak sebagai mata uang. AS memakai sistem Bimetal hingga tahun Saat Sistem Bretton Woods jatuh (1973), mata uang mengambang thd yg lain & jadi spekulasi pelaku pasar uang. Harga naik-turun sesuai spekulan pasar. 1 Dinar Emas (4,25 gram emas 22 karat) zaman Nabi Muhammad (wafat tahun 633 M) dapat membeli 1 ekor kambing (Bukhari). Tahun 2008 dengan harga 1 gram emas Rp , 1 Dinar Emas (Rp ) tetap bisa beli 1 ekor kambing. Selama hampir tahun nilainya stabil!

9 Stabilitas Emas vs Rupiah Periode Nilai Rupiah turun 126% UMR Rupiah meski nominal naik 53%, secara riel turun 73% Emas hanya turun 1% untuk 3 komoditas di atas Item Kenaikan Beras % Minyak Goreng % Angkutan Umum % Rata2 Kenaikan 126% UMR % Emas %

10 Pemiskinan Massal via Kenaikan Harga BBM Harga barang meroket melebihi kenaikan penghasilan rakyat = Pemiskinan Massal Rata2 kenaikan harga barang 168% > kenaikan UMR 53% Kenaikan BBM 30% -> Pengangguran naik 16,92% Peneliti LIPI, Dr Wijaya Adi, tingkat kejahatan naik 16% (jadi kasus) setelah kenaikan harga BBM tahun 2005 (Kompas, ). BarangHarga 2005Harga 2008Kenaikan Premium % Beras % Angkutan Umum % Minyak Goreng % UMR %

11 Kriminalitas dan Perang Meningkat Neoliberalisme membuat sebagian besar harta bertumpuk pada segelintir pemilik Multi National Company. Sebagian besar rakyat dihimpit kemiskinan Terjadi pertumpahan darah rebutan rezeki antara supir angkutan plat kuning dan plat hitam, perebutan lahan parkir, dan sebagainya Pertambahan Kriminalitas 16% lebih/tahun>pertambahan penduduk 1,5%. Sebagian krn faktor ekonomi memburuk. Penjajahan terjadi di Afghanistan dan Iraq untuk merebut migas di sana (War for Oil) yang disponsori MNC migas. Bakso Tikus, Makanan Formalin, Daging Busuk dijual krn harga barang normal di atas daya beli rakyat.

12 Uang Disedot Spekulan Tahun 2007 di BEI dari Rp Trilyun transaksi saham, hanya Rp 18,87 T untuk Modal Emiten Baru dan Rp 25,5 T untuk tambahan modal Emiten lama. Hanya 2,24% uang ke Sektor Riel. Industri bisa macet! 97,76% uang tersedot ke Spekulan Saham Solusi: Kenakan PPN 1% atau Hapus Pasar Sekunder (Antar Spekulan Saham) Web/Print&ContainerSrc=%5BL%5DContainers/JSX-Web/Print&dnnprintmode=true Total Saham 2007IPORight IssueTotal RielRiel % T18,87 T25,5 T44,37 T2,24% Transaksi Saham BEI 2007 (Trilyun)

13 Bubble dan Rapuhnya Emiten Hingga tahun 2007 rasio antara perusahaan yang IPO vs Delisting (kemungkinan besar bangkrut) mencapai>32% ENRON dgn aset Rp 1000 Trilyun hancur karena perkembangan modal melebihi daya serap pasar Deviden kecil. Orang ”Investasi” bukan u/ Deviden, tapi gain dari penjualan saham ID&mid=602&SkinSrc=%5BL%5DSkins/JSX-Web/Print&ContainerSrc=%5BL%5DContainers/JSX- Web/Print&dnnprintmode=true Transaksi Saham BEI 2007 (Trilyun) TahunIPODelistingDelisting % % %

14 Akibat Neoliberalisme Deputi Operasi BP Migas Dodi Hidayat: Bagi hasil 85:15 dikurangi dulu dengan “Cost Recovery” hingga jadi 60:40 (Suara Pembaruan 10/11/2007). Dengan harga minyak US$ 125/barrel, operator dapat 365 juta brl x 40% x US$ 125 = US$ 18,25 milyar (Rp 167,9 trilyun) setiap tahun Upah pompa minyak US$ 18,25M : 365 juta brl/tahun = US$ 50/brl Ongkos pompa yang wajar US$ 4/barrel Indonesia rugi: (50-4) x 365 juta brl = US$ 16,8 M = Rp 154,5/tahun Akibat Neoliberalisme Indonesia dirugikan Rp 154 trilyun lebih per tahun hanya dari minyak! Operator/hariHarga/brlJumlah US$/HariUS$/tahunRp/tahun ,25 M 167,9 T

15 Tidak Ikuti Harga “Pasar” Ketika seorang Yahudi menjual air dengan harga tinggi ke pada rakyat Madinah, Nabi meminta sahabat untuk membeli sumur air milik Yahudi tersebut. Sumur air tersebut dibeli, kemudian airnya dibagikan gratis untuk rakyat Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara UUD 45 Pasal 33 ayat 2 Dalam Islam, negara memenuhi kebutuhan vital bagi rakyatnya secara gratis. Bukan menjual dengan harga ”Pasar” yang dipermainkan oleh para spekulan!

16 Motor Globalisasi/Neoliberalisme 1.IMF: International Monetary Fund 2.World Bank: Bank Dunia 3.WTO: World Trade Organization 4.Pemerintah AS (USAID) sebagai Project Manager Setiap pinjaman IMF dan World Bank memiliki syarat: 1.Privatisasi/Penjualan BUMN 2.Deregulasi, pembebasan tarif dan pencabutan ”subsidi” 3.Perdagangan Bebas 4.Pengurangan Layanan Masyarakat (Public Service) oleh Negara

17 Kekayaan Alam Milik Bersama Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). (HR. Ahmad dan Abu Dawud) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat UUD 45 Pasal 33 ayat 3 Menurut Pancasila dan Islam Kekayaan Alam yang merupakan kebutuhan vital rakyat banyak dikelola negara. Bukan MNC yang menjual ke rakyat Indonesia dengan harga setinggi-tingginya atau Harga Dunia!

18 Pasar Komoditas vs Pasar Tradisional Pasar Tradisional: Produsen>Distributor>Pengecer>Pembeli (Max waktu: 6 bulan) Pasar Komoditas: Produsen>Perantara>Bursa>Spekulan>Spekulan>Spekulan.. >Distributor>Pengecer >Pembeli (Max waktu: 72 bulan) Contoh Pasar Komoditas: NYMEX (New York) Pasar Komoditas tidak efisien karena melibatkan banyak spekulan dan waktu yang sangat lama. Pasar Komoditas Kaum Neoliberalis hanyalah tempat mencari untung para spekulan pemilik uang Agar untung, Harga Pasar Neolib harus naik-turun

19 Subsidi untuk Spekulan Pada Pasar Tradisional Pemerintah mengenakan PPN 10% untuk setiap barang yang dibeli Pada Pasar Modal besar pajak hanya 0,01%! Kecilnya pajak menyebabkan spekulan senang ”bermain” di Pasar Modal Setiap tahun pemerintah ”Mensubsidi” para spekulan sebesar Rp 60 trilyun dalam bentuk bunga SBI dan ORI Pemerintah menjual BUMN via Bursa Saham Keuntungan/Deviden BUMN sebesar Rp 23 trilyun/tahun dialihkan dari rakyat ke segelintir pemegang saham Solusi: PPN untuk Transaksi Pasar Modal/Uang >= 1%!

20 Larangan Pasar Komoditas 1 Ibnu Umar Ra berkata: Aku membeli minyak di pasar dan ketika minyak itu telah menjadi milikku aku bertemu dengan seseorang yang akan membelinya dengan keuntungan yang baik. Ketika aku hendak mengiyakan tawaran tersebut, ada seseorang dari belakang memegang lenganku. Aku berpaling dan ternyata ia adalah Zaid Ibnu Tsabit. Ia berkata: Jangan jual di tempat engkau membeli sampai engkau membawanya ke tempatmu, sebab Rasulullah SAW melarang menjual barang di tempat barang itu dibeli. (Ahmad dan Abu Dawud) Pada Spekulasi di Pasar Komoditas, barang tidak berpindah tempat. Hanya berpindah milik antara spekulan ke spekulan lain dengan harga yang terus bertambah selama 72 bulan sebelum sampai ke pemakai!

21 Larangan Pasar Komoditas 2 Dari Ibnu Abbas Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah engkau hadang kafilah di tengah perjalanan untuk membeli barang dagangannya, dan jangan jadi makelar/perantara. Muttafaq Alaihi Pada Pasar Komoditas selama 72 bulan barang hanya bergerak di antara para makelar/spekulan hingga jatuh tempo. Bukan dari penjual ke pemakai. Setiap terjadi perpindahan selalu terjadi perubahan harga (Biasanya meningkat tajam seperti minyak) Solusi: Beli langsung ke produsen atau distributor. Bukan ke Pasar Komoditas/Spekulan!

22 Larangan Pasar Komoditas 3 Dari Ma'mar Ibnu Abdullah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang berdosa." Riwayat Muslim. Pada Pasar Komoditas barang ditimbun selama 72 bulan dan dijadikan alat spekulasi untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Seharusnya barang segera dijual ke pemakai yang membutuhkan (End User)

23 Larangan Privatisasi Air Rasulullah Saw melarang orang menjual air (Mutafaq'alaih) Neoliberalisme memperdagangkan semua barang termasuk air yang merupakan kebutuhan vital manusia dengan harga setinggi-tingginya. Contoh Neoliberalis kuno adalah Orang Yahudi yang menjual air kepada penduduk Madinah Islam melarang jual-beli air. Jika ada yang memprosesnya dari kotor hingga bisa diminum, hanya boleh menjual sekedar mengganti ongkos produksi dan keuntungan ala kadarnya.

24 Berpegang pada Hukum Allah Patutkah ummat Islam mengikuti paham Ekonomi Yahudi dan Nasrani dan meninggalkan Hukum Allah? „Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.“ [Al Baqarah:208] ”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” [Al Maa-idah:50]

25 Mengenai Presentasi Presentasi ini dibuat karena keprihatinan banyaknya ummat Islam yang menganut paham Neoliberalisme / Globalisasi. Paham Neoliberalisme bukan hanya bertentangan dengan UUD 45, tapi juga Islam Neoliberalisme merupakan paham untuk membuat negara berkembang jadi sapi perahan AS/MNC Semoga kita bisa kembali ke sistem ekonomi yang mengutamakan rakyat ketimbang spekulan pasar/MNC Sebarkanlah informasi ini ke yang lain Silahkan kirim update/kritik jika ada kesalahan. Update bisa anda dapat di


Download ppt "NeoLiberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google