Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sesi : 6 & 7 EFISIENSI DAN OPTIMASI ALOKASI INPUT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sesi : 6 & 7 EFISIENSI DAN OPTIMASI ALOKASI INPUT."— Transcript presentasi:

1 Sesi : 6 & 7 EFISIENSI DAN OPTIMASI ALOKASI INPUT

2 Efisiensi Teknis Indikator efisiensi teknis adalah ratio antara produk dengan input yang diukur dengan satuan fisik atau Y/X atau APP. Efisiensi teknis akan mencapai maksimum pada saat Produksi Rata-Rata (APP) mencapai maksimum Pada saat efisiensi teknis mencapai maksimum, besarnya : − APP mencapai max −MPP = APP ( buktikan). −Ep = 1 (batas antara daerah irrational I dengan daerah rational (bukan pada inflection point) Pada saat efisiensi teknis mencapai maksimum, belum tentu keuntungan produsen paling tinggi

3 Kurva TPP, APP & MPP :

4

5 Efisiensi ekonomis tertinggi/ mencapai maksimum pada saat keuntungan (selisih antara penerimaan dengan biaya) paling besar. Untuk mengetahui letak titik efisiensi ekonomis maksimum diperlukan persyaratan : – Syarat keharusan (necessary condition) yaitu hars diketahui hubungan fisik antara input dengan output (yang bisa ditampilkan dalam bentuk table/matrik curve fungsi produksi, persamaan model matematis atau fungsi produksi : Y = f (x). – Syarat kecukupan (sufficien condition), yaitu dengan mengetahui hubungan harga input dan harga output (Px dan Py). Efisiensi Ekonomis

6 Dalam suatu proses produksi, selama nilai tambahan input yang dikeluarkan masih lebih kecil dari nilai tambahan output, maka produsen yang rasional dan mengejar keuntungan maksimum, akan selalu menambah lagi penggunaan inputnya, karena penambahan input berati menambah keuntungan. Dia baru akan berhenti menambah input apabila tambahan input tersebut tidak menambah keuntungan baginya. Dengan kata lain pada saat itu nilai tambahan input sama dengan nilai tambahan output sehingga tidak terjadi penambahan keuntungan, sehingga penambahan input harus dihentikan. Efisiensi Ekonomis

7  Apabila penambahan input menyebabkan ongkos tambahan input keuntungan naik ∆ X. Px keuntungan naik  Ongkos tambahan input = Nilai tambahan penerimaan --> keuntungan tidak naik/tidak turun ∆X. Px = ∆Y. Py --> keuntungan tetap  Ongkos tambahan input > Nilai tambahan penerimaan --> keuntungan turun ∆X. Px > ∆Y. Py --> keuntungan turun  Dengan demikian penambahan penggunaan input harus dihentikan pada saat : Ongkos tambahan input = Nilai tambahan penerimaan --> tidak menyebabkan keuntungan naik lagi dan juga tidak turun, atau : ∆X. Px = ∆Y. Py --> keuntungan tidak naik, juga tidak turun

8  Kondisi efisiensi ekonomis maksimum : ∆X. Px = ∆Y. Py ∆Y/ ∆X = Px/Py MPP = Px/Py (Marginal Physical Product = Ratio harga input/harga output)  MPP. Py = Px  MPP. Py /Px = 1 MVP = Px → Marginal Value Product = harga input Nilai Tambahan Produk = Nilai per satuan input MR = MC → Marjinal Revenue = Marjinal Cost

9  Efisiensi Ekonomi Maksimum Juga bisa ditentukan dari fungsi keuntungan : Keuntungan (∏) = Total Penerimaan - Total Biaya. Produksi x Harga produk - (Biaya tetap + Biaya Variabel) = Y. Py - (X. Px + TFC) Keuntungan mencapai maksimum saat turunan pertama fungsi keuntungan = 0. ∂ ∏ /∂ X = 0  ∂ Y/ ∂ X. Py – Px = 0 ∂ Y/ ∂ X. Py = Px → MPP. Py = Px  MPP. Py /Px = 1  Elastisitas Produksi ∂ y/ Y x 100 % = ∂ y x X = MPP ∂ x/ X x 100% ∂ x Y APP

10 Dengan data angka hipotetis :  Fungsi Produksi : Y = 3 X + 2 X X 3 Harga input (Px)=Rp 100,00/unit, Harga output Py = Rp 20,-/unit, Biaya tetap (TFC) diabaikan.  Produksi Total :Y = 3 X + 2 X X 3  Produk Marjinal : MPP = dy/dx = X X 2  Produk Rata-Rata : APP = Y/X = X X 2  Elastistas Produksi : Ep = MPP/APP Contoh Simulasi

11 Input Produks i APPMPPElastBiaya XNilai YProfitKet. XYY/Xdy/dxEpTVCTR ∏ 0.00 ~ , , MPP max , , , , , , , , APPmax= MPP , , , , , , , , , Profit max , , , , , , , , , TPP max MPP = , , , , , ,408.00

12 MPP Maksimum (Titik balik curve increasing ke decreasing atau inflection point). MPP = dy/dx = X X 2 ---> akan maksimum pada saat : d(MPP)/dx = 0 ---> X = 0 ---> X = 4/0.6 = X = Pada penggunaan X = satuan maka MPP akan mencapai maksimum (lihat simulasi diatas ).

13 APP maksimum. (Efisiensi Teknis maksimum) APP = Y/X = X X 2 ---> akan maksimum pada saat : d(APP)/dx = 0 ---> X = > X = 2/(0.2) --> X = Besarnya APP = (10) – 0.1 (10) > APP = Pada saat APP mencapai angka maksimal, maka besarnya APP max sama dengan besarnya MPP. Besarnya MPP saat APP mencapai Maksimal yaitu pada penggunaan X = 13 adalah : MPP = dy/dx = X X 2 = (10) – 0.3 (10) >MPP= Karena besarnya MPP = APP max, maka pada saat ini Elastisitas Produksinya : MPP/APP = 13/13 = 1 (Perhatikan angka dalam table)

14 TPP Maksimum TPP = Y = 3 X + 2 X X 3 --> akan mecapai maksimum : TPP max -----> d y/dx = 0 atau MPP = 0 TPP max -----> X X +3 = 0 dengan rumus abc : X 1 = - 0,711983, X 2 = 14, TPP max = Y max = (14.045) + 2 (14.045) (14.045) 3 = Perhatikan pada table diatas dimana Y max = pada saat X = 14,05. Pada saat TPP max, besarnya MPP = 0 karena ∆ Y = 0 sehingga ∆ Y/∆X = 0 atau MPP = dy/dx = X X 2 = (14.045) – 0.3 (14.045) 2 = 0 (lihat simulasi)

15 Keuntungan Maksimum (Efisiensi Ekonomis maksimum) Profit = TR – TC ∏ = Y. Py - TVC – TFC ∏ = Y. Py - X.Px – TFC --->TFC besarnya konstan Proft maksimum bila : d profit/dx = 0 d ∏/dx = dy/dx Py – Px = 0 = (3 + 4 X X 2 ) = 0 = ( X - 6 X 2 ) = 0 = X - 6 X2 = 0 dengan rumus abc ---> X1 = X1 =

16 Keuntungan Maksimum/Efisiensi Ek. Maksimum. (Efisiensi Teknis mencapai maksimum) Atau keuntunganmaksimum dicapai pada saat : MVP = Px ---> MPP. Py = Px (3 + 4 X X 2 ) 20 = 100 (3 + 4 X X 2 ) = X X 2 = 0 Dengan rumus ABC : Diperoleh : X 1 = (tidak mungkin) X 2 = (optimum) Coba hitung pada penggunaan X sebesar ini berapa produksi dan berapa keuntungannya.

17

18

19

20


Download ppt "Sesi : 6 & 7 EFISIENSI DAN OPTIMASI ALOKASI INPUT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google