Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bangunan Tanam Anas D. Susila, Ph.D Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bangunan Tanam Anas D. Susila, Ph.D Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor."— Transcript presentasi:

1 Bangunan Tanam Anas D. Susila, Ph.D Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

2 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 2 Manfaat Bangunan Tanam Melindungi tanaman dari kondisi lingkungan yang sangat ekstrim. Memberikan lingkungan tumbuh yang cocok bagi tanaman. Dapat mengatur pemanenan produk lebih awal atau lebih lambat dibanding penanaman di lapang.

3 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 3 Jenis Bangunan Tanam Greenhouses atau Glasshouses (Rumah Kaca) Plastic houses (Rumah Plastik) Shade houses Lathhouses (Rumah bilah) Hot Bed Cold Frame Plant Container

4 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 4 Greenhouse-Rumah Kaca Budidaya tanaman dalam GH disebut ‘plant forcing’ yang merupakan budidaya tanaman paling intensive. Tanaman dapat ditanam secara rapat, dalam waktu yang berurutan tanpa jeda, memerlukan investasi yang besar, irigasi dan nutrisi dapat diatur, temperatur dapat dikontrol, suplai cahaya dapat dimodifikasi. Dapat menghasilkan yield dang kualitas yang tinggi

5 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 5 Type Greenhouse Lean to (single span) Even-span (two span equal) Disusun sebagai single unit (detached houses), atau bergabung dengan gutter connected (ridge and furrow) Single unit: ventilasi dan cahaya baik, biaya pengaturan suhu lebih mahal. Ridge and Furrow: sulit pemeliharaan, eficient pemanfaatan energy.

6 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 6 Disain dan Instalasi Greenhouse-1 Seleksi Lokasi Pertimbangan fisik disain dalam membangun GH: - Structure - Glazing - Polylock system - Horticultural consideration - Ground cover - Sealing the Greenhouse - Adjacent facilities

7 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 7 Disain dan Instalasi Greenhouse-2 Pertimbangan lingkungan disain GH: - Energy Exchange - Heat Loss - Ventilation - Evaporate Cooling - Horizontal air flow fans - CO2 injection

8 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 8 Seleksi Lokasi-1 Pertimbangan perencanaan tata ruang. Pertimbangan sarana dan prasarana: konstruksi, listrik, jalan, transportasi. Pertimbangan ketersediaan dan kualitas air. Air permukaan dapat membawa: nematoda, bakteri, jmur, alga, dan biji gulma ke dalam sistem GH. Analisis air meliputi: pH, EC, bicarbonates, Fe, S, Ca, dan magnesium.

9 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 9 Seleksi Lokasi-2 Syarat fisik lokasi: - Tidak ternaungi - Kondisi datar yang memungkinkan pembuatan GH ukuran besar  ekonomis pengelolaan. - Drainase baik, 2-3% slope dari GH - Tanah berat/clay dihindarkan. - Kedekatan dengan area produksi harus dihindarkan (air borne inoculum). - Dihindarkan dari tempat penimbunan sampah

10 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 10 Pertimbangan fisik-Disain GH-1 Struktur : - GH kecil dan terpisah: murah biaya awal, tapi mahal (tidak efisien) untuk penganturan temperature dibanding GH besar. - Ukuran single GH 8 – 12 m lebar dan 30 – 40 m panjang, ukuran yang ideal untuk pemasang- an plastik yang tersedia di pasaran. - Khusus untuk daerah tropik harus dibuat konstruksi ventilasi yang memadai. - Harus mampu menahan beban : angin, hujan, pot gantung, atau peralatan yang terpasang pada struktur.

11 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 11 Pertimbangan fisik-Disain GH-2 Struktur : - Untuk produksi sayuran bila GH tidak dirancang untuk menopang sistem training tanaman, maka perlu dibuar ajir secara terpisah. - Menurut NGMA (The National Greehouse Manufacturers Association) GH setidaknya bisa menahan agin sampai kecepatan 90 mph.

12 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 12 Pertimbangan fisik-Disain GH-3 Struktur - Frame: - Aluminum : tahan lama, tahan karat, ringan, dapat di glazed, pemeliharaan ringan, biaya awal tinggi, perlu spesial tenaga peng-instal, dapat di – prefabricated - Galvanized Steel : lebih kuat, tahan lama, lebih murah walau pemeliharaan lebih mahal daripada aluminum, memungkinkan konstruksi ringan sehingga mengurangi efek naungan karena frame, kehilangan panas karena konduktor yang baik.

13 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 13 Pertimbangan fisik-Disain GH-4 Struktur - Frame: - Kayu : biaya awal rendah, pemeliharaan tinggi, mudah terbakar, kayu harus di treatment supaya tahan, bahan yang baik untuk treatment Chromated cooper arsenate (CCA) atau ammonium cooper arsenate (ACA).

14 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 14 Pertimbangan fisik-Disain GH-5 Struktur- Glazing Material: - Kaca: pertama kali dipakai, exellent material, harga mahal, tahan lama (25 tahun), pemeliharaan rendah, transmisi cahaya baik, memerlukan frame yang kuat (menghalangi cahaya), spesial instalator, tidak tahan beban. - Syntetic Sheets: Polyethylene film (banyak dipakai), ringan, murah, transmisi cahaya baik, tidak tahan lama (9 bulan), UV-plastik (19 bulan), biasanya meneruskan infrared, beberapa jenis baru dapat memblok infra red.

15 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 15 Pertimbangan fisik-Disain GH-6 Struktur- Glazing Material: - Beberapa Jenis Syntetic Sheets: Polyvinil Chloride (PVS) film dan sheet, Polyvinyl Floride film (Tedlar), Acrylic shets (Plexiglass), Polyester film(Mylar), dan Polycarbonates sheets(Lexar). - Fiberglass reinforced plastic (FRP): lebih murah dibanding kaca, ringan, tahan beban, transmisi lebih rendah daripada kaca dan polyethylene, terdegradasi oleh ultraviolet.

16 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 16 Pertimbangan fisik-Disain GH-7 Polylock System: - Adalah sistem pengunci polyethylene (plastik) - Sangat mempengaruhi kualitas atau harga greenhouse. - Bagian dari polylock system adalah: Base board (kayu), Polylock base, Insert - Bentuk masing-masing bagian bervariasi, dan mempengarhi proses pemasangan Polyethylene.

17 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 17 Pertimbangan fisik-Disain GH-8 Ground cover : - Untuk produksi tanaman dalam wadah, harus ada pembatas permanen antara tanaman dengan tanah, sebab tanah merupakan sumber patogen. - Produksi tanaman di tanah: direncanakan konstruksi yang memudahkan sterilisasi tanah. - Walkway harus disemen/dicor untuk meningkatkan sanitasi.

18 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 18 Pertimbangan fisik-Disain GH-9 Sealing the GH: - Air lock – untuk mengurangi bahaya angin - Kasa/Screen – untuk melindungi dari insect, tanah, dan spora patogen. - Pintu ganda – untuk mengurangi masuknya air borne patogen - Keset-pestidia – mengurangi patogen yang terbawa sepatu.

19 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 19 Pertimbangan fisik-Disain GH-10 Horticultural Condiseration : - Lebar sinle GH untuk tomat, mentimun harus cukup 5 – 6 double row, dan cukup tinggi 1.5 – 2 m. - Sistem pengariran diperlukan untuk beberapa tanaman - Sayuran daun yang diproduksi secara hydroponics memerlukan bench untuk menjaga kebersihan produk. - Fleksibilitas disain irigasi, dan sistem pengajiran.

20 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 20 Pertimbangan fisik-Disain GH-10 Adjacent Facilities: - Beberapa fasilitas tambahan harus disediakan misalnya: ruang penyimpanan dan persiapan media. - Alat sterilisasi media - Perlu media mixer - Bila GH dimanfaatkan untuk produksi bibit, fasilitas total sterilisasi harus dibangun.

21 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 21 Pertimbangan lingkungan -Disain GH-1 Awal mulanya, GH didisain untuk menyediakan suhu dan cahaya yang cocok untuk pertumbuhan tanaman. Akhirnya, petani mengetahui aspek penting proses pendinginan (cooling) untuk produksi tanaman pada musim panas. Saat ini, hortikulturis mengetahui bahwa masing-masing varietas tanaman (walaupun sama spesies) memberikan respon yang berbeda terhadap suhu tertentu.

22 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 22 Pertimbangan lingkungan -Disain GH-2 Energy exchange Suhu GH tergantung pada keseimbangan aliran energi antara GH dan lingkungan luar GH. Pertukaran energi lewat proses: conduction, convection, dan radiation. Conduction: lewat benda padat Convection: panas mengalir karena beda temperatur (gradient) Radiation: panas mengalir antar objek tanpa kontak fisik.

23 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 23 Pertimbangan lingkungan -Disain GH-3 Ventilasi Metode ekonomis untuk mendinginkan GH adalah dengan ventilasi, yakni pertukaran udara dalam GH dengn udara luar GH. Ventilasi bisa alamiah, atau dengan kipas angin. Unit sistem ventilasi biasanya dinyatakan dalam jumlah air yang mengalir per menit. Kecepatan aliran udara meningkat, maka peningkatan suhu GH menurun dan perbedaan antara udara dalam dan luar GH berkurang

24 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 24 Pertimbangan lingkungan -Disain GH-4 Evaporative Cooling Dengan ventilasi udara saja, suhu GH hanya akan mendekati suhu ambient, akan tetapi dengan evaporative cooling suhu GH bisa lebih rendah dari pada suhu ambient. Prinsip: temperature udara tertentu dapat menahan sejumlah uap air. RH adalah jumlah uap air yang dapat ditahan oleh udara. RH <100 bila kontak dengan air akan mengubahnya menjadi uap dengan energi dari udara, yang memnyebabkan suhunya turun.

25 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 25 Pertimbangan lingkungan -Disain GH-5 Evaporative Cooling : Wetted Pad System : porous material 2-6 inci diinstall di dinding GH berlawanan dengan exhaust fans Fog system: menhasilkan droplet air yang dapat tertahan di udara Shade System : mengurangi kenaikan suhu GH dengan mengurangi intensitas cahaya.

26 Manajemen Greenhouse - Anas D. Susila 26 Pertimbangan lingkungan -Disain GH-6 Horizontal Air Flow Fans Fans tube system: mengambil udara dari luar GH dialirkan kedalam GH melalui tabung plastik yang berlubang, lebih merata penyebaran RH dan T, juga untuk CO2 High Volume Low sped fan system: satu atau lebih fans untuk mengalirkan udara sepanjang GH


Download ppt "Bangunan Tanam Anas D. Susila, Ph.D Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google