Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN PERTEMUAN 4.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN PERTEMUAN 4."— Transcript presentasi:

1 PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN PERTEMUAN 4

2 4/22/ I.TEORI SIFAT (Trait Theory) Individu yang memiliki sifat tertentu yang bisa menjadi pemimpin. Menurut teori ini bahwa beberapa individu dilahirkan dengan sifat tertentu yang secara alami, menjadikan mereka seorang pemimpin.

3 4/22/ TERDAPAT 3 SIFAT PENTING YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN, YAITU : 1.Kepercayaan diri, yang berhubungan dengan keyakinan diri pemimpin akan pertimbangannya, idenya, keputusannya dan kemampuannya. 2.Kejujuran, yang berhubungan dengan keyakinan bahwa pemimpin dapat dipercaya, dapat dipegang janjinya, tidak suka memainkan peran palsu. 3.Dorongan, berkaitan dengan motivasi yang menciptakan usaha tinggi mencapai tujuan.

4 4/22/ Karakteristik fisik : aktif, energik, dinamis. 2.Kecerdasan kemampuan : pengetahuan, pertimbangan, kelancaran berbicara. 3.Kepribadian : waspada, kreatif, integritas diri, percaya diri, punya etika. 4.Karakteristik dunia kerja : motivasi berprestasi, keinginan untuk kesempurnaan, bertanggung jawab, orientasi tugas. 5.Karakteristik sosial : mampu kerja sama, popularitas & kewajiban, diplomasi, partisipasi sosial & ketrampilan interpersonal KARAKTERISTIK PEMIMPIN YG EFEKTIF :

5 4/22/ KEPEMIMPINAN TEORI X DAN Y Pemimpin di dalam proses kepemimpinannya dipengaruhi oleh persepsi dan asumsinya tentang organisasi, bawahan dan lingkungan eksternal, yang digunakan sebagai dasar bagi pemimpin untuk memunculkan reaksi dan perilakunya dalam kepemimpinannya. Efek dari asumsi teori x dan y adalah munculnya fenomena ramalan yg terpenuhi dengan sendirinya (self- fullfiling prophecy), yaitu pemimpin membuat perkiraan, berasumsi sebelumnya, berprasangka atau merumuskan keyakinan yg menjadi kenyataan karena pemimpin meramalkan dan bertindak seakan-akan itu benar.

6 6 TEORI X, PEMIMPIN MEMANDANG BAWAHAN SEBAGAI : Orang yang menganggap bahwa pekerjaan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan dan berusaha dihindari. Orang yang suka diperintah dan harus dipaksa untuk bekerja. Orang yang tidak ambisius, tidak ingin maju, malas & menghindari tanggung jawab. Orang yang dimotivasi terutama oleh kebutuhan pokok, seperti uang dan rasa aman. Orang yang harus dikendalikan dengan ketat dan menganggap bawahan tidak mampu menyelesaikan masalah yg dihadapi dalam organisasi tanpa bantuan pemimpin.

7 4/22/ TEORI Y, PEMIMPIN MEMANDANG BAWAHAN SEBAGAI : Orang yang berpendapat bahwa pekerjaan adalah sesuatu yang menyenangkan dan alamiah, seperti bermain. Orang yang mempunyai pengendalian diri & pengawasan diri jika mereka terlibat pada pekerjaan Orang yang memiliki ambisi, ingin maju dan menginginkan tanggung jawab dan melaksanakannya secara baik. Orang yang dimotivasi, terutama oleh kebutuhan yang lebih tinggi, seperti kebutuhan berprestasi, dsb. Orang yang mampu menyelesaikan masalah secara mandiri, bertanggungjawab & kreatif, sehingga tidak perlu pengawasan yang ketat.

8 4/22/ PENELITIAN UNIVERSITAS IOWA PENELITIAN INI MENGHASILKAN 3 GAYA KEPEMIMPIMAN: Autokratis, yg menggambarkan pemimpin sebagai orang yang memegang kekuasaan secara penuh, sentralistik, menekankan kekuasaan jabatan, dilaksanakan dengan paksa, memegang sistem hadiah dan hukuman. Demokratis, pemimpin yang mendelegasikan wewenang, mendorong partisipasi bawahan, menekankan kemampuan bawahan dalam menyelesaikan tugasnya, memperoleh penghargaan melalui pengaruh. Laizess faire, memberikan kebebasan penuh kepada bawahannya untuk melakukan apa saja.

9 4/22/ TEORI KONTINUM KEPEMIMPINAN Teori ini mengindikasikan perilaku pemimpin dapat muncul dalam sebuah kontinum yang merefleksikan jumlah yang berbeda dari partisipasi bawahan. Pusat kontinum berada antara boss-centered sampai subordinate- centered, tergantung pada situasi organisasi & pemimpin menyesuaikan perilaku mereka agar sesuai dengan situasi organisasi. Jika bawahan terlalu lama belajar mengambil keputusan, maka pemimpin bergaya autokratis. Dan jika bawahan mampu mengambil keputusan, maka pemimpin menggunakan gaya partisipatif.

10 4/22/ KONTINUM KEPEMIMPINAN : Pemimpin membuat keputusan dan mengumumkannya. Pemimpin menjual keputusan Pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan Pemimpin menyampaikan keputusan sementara untuk perubahan. Pemimpin menjelaskan masalah, meminta masukan dan membuat keputusan. Pemimpin menjelaskan batasannya dan meminta kelompok membuat keputusan. Pemimpin membolehkan bawahan berfungsi secara penuh dalam batasan yang dijelaskan pemimpin.

11 4/22/

12 4/22/ Pertimbangan (consideration), yang menggambarkan perilaku pemimpin yang empati & sensitif terhadap bawahan, menghormati ide & perasaan mereka, berusaha menciptakan kepercayaan timbal balik dengan bawahan. Inisiasi struktur (initiating structure), menggambarkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada penyelesaian tugas, mengarahkan aktivitas org secara ketat untuk mencapai tujuan tertinggi HASIL PENELITIAN OHIO STATE UNIVERSITY Univ. Ohio melakukan survey untuk memahami perilaku pemimpin dalam mempengaruhi bawahan. Hasil survey mengemukakan 2 kategori luas dari demensi perilaku pemimpin, yaitu :

13 4/22/ P-Pemimpin yang berpusat pada bawahan, lebih Menekankan pemenuhan kebutuhan bawahannya sebagai manusia. Mereka adalah pemimpin yang memberikan dukungan, perhatian dan motivasi pada bawahan, menciptakan hubungan emosional yang dekat, bertindak sebagai fasilitator atau pelatih. -Pemimpin yang berpusat pada tugas, lebih menekankan pada penyelesaian tugas melalui efisiensi, perencanaan kerja, pemberian instruksi dan pengawasan yang ketat. PENELITIAN UNIVERSITY OF MICHIGAN

14 Teori-teori dalam studi Kepemimpinan Teori Great Man dan Teori Big Bang Teori Sifat (Karakteristik) Kepribadian Teori Perilaku (Behavior Theories) Teori Kontingensi atau Teori Situasional

15 Teori Great Man dan Teori Big Bang Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak seseorang lahir Bennis & Nanus (1990) menjelaskan bhw teori ini berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan Kekuasaan berada pd sejumlah org tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin “Asal Raja Menjadi Raja”

16 Teori Big Bang Suatu peristiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut Situasi mrpk peristiwa besar seperti revolusi, kekacauan/kerusuhan, pemberontakan, reformasi dll Pengikut adalah orang yang menokohkan seseorang dan bersedia patuh dan taat

17 Teori Sifat (Karakteristik) Kepribadian Trait Theories Seseorg dpt menjadi pemimpin apabila memiliki sifat yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin Titik tolak teori : keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat kepribadian baik secara fisik maupun psikologis Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai atau ciri kepribadian yang bukan saja bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan hasil belajar

18 Karakteristik kepribadian, Cheser Sifat-sifat Pribadi : Fisik, kecakapan (skill), teknologi, daya tanggap (perpection), pengetahuan (knowledge), daya ingat (memory), imajinasi (imagination) Sifat-sifat pribadi yang merupakan watak yang lebih subyektif,yakni keunggulan seorang pemimpin dalam keyakinan, ketekunan, daya tahan, keberanian dll

19 Karakteristik kepribadian, Davis Ada 4 sifat umum yang efektif Kecerdasan Kedewasaan dan keluasan pandangan sosial Motivasi diri dan dorongan Sikap-sikap hubungan sosial

20 Karakteristik kepribadian, Collons dalam A Dale Tempe (1993) Sifat yg harus dimiliki pemimpin agar dapat mengefektifkan organisasi adalah Kelancaran berbicara Kemampuan memecahkan masalah Pandangan ke dalam masalah kelompok (organisasi) Keluwesan Kecerdasan Kesediaan menerima tanggung jawab Keterampilan sosial Kesadaran akan diri sendiri dan lingkungannya

21 Karakteristik kepribadian, Yulk dalam Hersey dan Blanchard (1998) Karakteristik pemimpin sukses terdiri dari : Cerdas Terampil secara konseptual Kreatif Diplomatis dan taktis Lancar berbicara Memiliki pengetahuan ttg tugas kelompok Persuasive Memiliki keterampilan sosial Sedangkan Robins (1996) mengatakan bhw teori ini adalah teori yang mencari ciri-ciri kepribadian sosial, fisik atau intelektual yang membedakan pemimpin dan yang bukan pemimpin

22 Karakteristik kepribadian, Bennis dalam Hersey dan Blanchard (1998) Management of Attention (kemampuan mengkomunikasikan tujuan atau arah yg dpt menarik perhatian anggota) Management of Meaning (kemampuan menciptakan dan mengkomunikasikan makna tujuan secara jelas) Management of Trust (kemampuan untuk dipercaya dan konsisten) Management of Self (kemampuan mengendalikan diri dalam batas kekuatan dan kelemahan)

23 Ringkasan dari Sifat Intelegensi (kecerdasan) Kematangan dan keluasan pandangan sosial Memiliki motivasi dan keinginan berprestasi Memiliki hubungan manusiawi

24 Kelemahan Teori Sifat Tidak selalu ada relevansi antara sifat- sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan Situasi dan kondisi tertentu yang ternyata memerlukan sifat tertentu pula berbeda dari yang lain

25 Teori Perilaku (Behavior Theories) Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara menegur dan memberikan sanksi

26 Beberapa Teori Perilaku Teori X dan Y Studi Kepemimpinan Universitas IOWA Studi Kepemimpinan Universitas OHIO Studi Kepemimpinan Universitas Michigan Managerial Grid Empat Sistem Manajemen Likert

27 Teori Kontingensi atau Teori Situasional Resistensi atas teori kepemimpinan sebelumnya yang memberlakukan asas- asas umum untuk semua situasi Teori ini berpendapat bhw tidak ada satu jalan (kepemimpinan) terbaik untuk mengelola dan mengurus satu organisasi

28 Filosofi Teori Contingency Approach Respon atau reaksi yang timbul berfokus pada pendapat bahwa dalam menghadapi situasi yang berbeda diperlukan perilaku atau gaya kepemimpinan yang berbeda Situational Approach Perilaku atau gaya kepemimpinan harus sesuai dengan situasi yang dihadapi oleh seorang pemimpin

29 Model Kepemimpinan Kontingensi atau Situasional Model Kepemimpinan Situasional dari Fiedler Model Kepemimpinan Situasional Tiga Dimensi dari Reddin Model Kepemimpinan Situasional dari Tannenbaum dan Schmidt Model Kepemimpinan Situasional dari Hersey dan Blanchard

30 4/22/

31 Bentuk kelompok terdiri dari 5 orang. Lakukan analisa terhadap jenis organisasi berikut: –Perusahaan Minuman Ringan yang memiliki jaringan luas di Sumatera Selatan –Perusahaan Multi Media nasional yang memiliki cabang di kota-kota besar di Indonesia –Perusahaan keluarga pembuatan Kecap wilayah produksinya Palembang Lakukanlah analisa, tipikal / sifat pemimpin seperti apakah yang diperlukan oleh perusahan tersebut. 31


Download ppt "PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN PERTEMUAN 4."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google