Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teknik Penyusunan Laporan / Metodologi Penelitian Created by: Lili Syafitri, SE.,Ak M.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teknik Penyusunan Laporan / Metodologi Penelitian Created by: Lili Syafitri, SE.,Ak M.Si."— Transcript presentasi:

1 Teknik Penyusunan Laporan / Metodologi Penelitian Created by: Lili Syafitri, SE.,Ak M.Si

2 Bab 7 Pemilihan Sampel

3 Terminologi yang sering digunakan: (1) Elemen: Unit dimana data yang diperlukan akan dikumpulkan Populasi: Kelompok elemen yang lengkap, di mana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian atau Wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Unit pengambilan sampel: Sekelompok elemen yang tidak tumpang tindih dengan populasi Kerangka sampel: Representasi fisik dari objek, individu, kelompok, yang sangat penting dalam penentuan sampel Sampel: himpunan bagian (subset) dari unit populasi

4 Terminologi yang sering digunakan: (2) Parameter: Ringkasan variabel dalam populasi Statistik: Ringkasan dalam sampel Kesalahan sampel: kesalahan prosedur dan kesalahan penggunaan statistik untuk estimasi parameter Efisiensi statistik: Ukuran perbandingan dari desain sampel dengan besar sampel yang sama, yang menghasilkan standar kesalahan yang lebih kecil Perencanaan sampel: Spesifikasi formal dari metode dan prosedur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi sampel yag dipilih dalam penelitian

5 Alasan pemilihan sampel: Kendala sumberdaya: kendala waktu, dana, dan sumber daya lain yang terbatas jumlahnya Ketepatan: melalui pemilihan desain sampel yang baik, peneliti akan memperoleh data yang akurat, dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah. Pengukuran destruktif: kadang-kadang pengukuran yang dilakukan merupakan pengukuran destruktif

6 Karakteristik sampel yang baik meliputi: (1) Sampel yang baik memungkinkan peneliti untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan besaran sampel untuk memperoleh jawaban yang dikehendaki. Sampel yang baik mengidentifikasikan probabilitas dari setiap unit analisis untuk menjadi sampel.

7 Karakteristik sampel yang baik meliputi: (2) Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung akurasi dan pengaruh (misalnya kesalahan) dalam pemilihan sampel daripada harus melakukan sensus. Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung derajat kepercayaan yang diterapkan dalam estimasi populasi yang disusun dari sampel statistika

8 Kesalahan yang biasa terjadi: Sampling Frame Error: Kesalahan yang terjadi bila elemen sampel tertentu tidak diperhitungkan, atau bila seluruh populasi tidk diwakili secara tepat oleh kerangka sampel. Random Sampling Error: Kesalahan akibat adanya perbedaan antara hasil sampel dan hasil sensus yang dilakukan dengan prosedur yang sama. Nonresponse Error: Kesalahan akibat perbedaan statistik antara survei yang hanya memasukkan mereka yang merespon dan juga mereka yang gagal (tidak) merespon

9 Ilustrasi jenis kesalahan yang biasa terjadi

10 Proses pemilihan sampel meliputi: Penentuan Populasi: Pemilihan suatu keompok dari elemen penelitian, dimana elemen adalah unit terkecil yang merupakan sumber dari data yang diperlukan. Penentuan Unit Pemilihan Sampel: kelompok elemen. Penentuan Kerangka Pemilihan Sampel: daftar elemen dari setiap unit pemilihan sampel. Penentuan Desain Sampel: metode untuk memilih sampel dari populasi yang ada Penentuan Jumlah Sampel Pemilihan Sampel

11 Ilustrasi Tahap pemilihan Sampel

12 Zikmund (2000: 389) mengusulkan formula perhitungan sampel sebagai berikut Dimana n = jumlah sampel, Z = nilai yang sudah distandarisasi dengan derajat keyakinan; S = deviasi standar sampel atau estimasi deviasi standar populasi; E = tingkat kesalahan yang ditolerir, plus minus faktor kesalahan

13 Jumlah sampel yang sesuai untuk suatu penelitian dipengaruhi oleh: (1) Homogenitas: Semakin homogen suatu unit pemilihan sampel, semakin kecil jumlah penelitian yang diperlukan. Derajat kepercayaan: Mengukur seberapa jauh peneliti yakin dalam mengestimasi parameter populasi secara benar. Presisi: Mengukur kesalahan standar estimasi yang dilakukan.

14 Jumlah sampel yang sesuai untuk suatu penelitian dipengaruhi oleh: (2) Prosedur analisis: Peneliti perlu mempertimbangkan jumlah sampel yang diperlukan sesuai dengan model analisis yang dipergunakan. Kendala sumberdaya: keterbatasan waktu, dana, dan juga sumberdaya manusia sering menjadi pembatas yang sangat menentukan dalam penentuan jumlah sampel yang layak

15 Desain sampel terdiri dari: (1) 1. Sampel Probabilitas: Setiap sampel dipilih berdasarkan prosedur seleksi dan memiliki peluang yang sama untuk dipilih:  Sampel random sederhana (Simple Random Sampling)  Sampel Sistematis (Systematic Sampling)  Sampel Stratifikasi (Stratified Sampling)  Sampel Kluster (Cluster Sampling)  Sampel daerah Multitahap (Multistage Area Sampling)

16 Desain sampel terdiri dari: (2) 2.Sampel Nonprobabilitas  Convenience sampling  Judgement sampling  Quota Sampling  Snowball Sampling: Prosedur pengambilan sampel di mana responden pertama dipilih dengan metode probabilitas, dan kemudian responde selanjutnya diperoleh dari informasi yang diberikan oleh responden yang pertama.

17 Tabel diatas menunjukkan perbandingan antara Sampel Probabilitas dan Nonprobabilitas

18 Teknik Penyusunan Laporan / Metodologi Penelitian Created by: Lili Syafitri, SE.,Ak M.Si

19 Bab 8 Pengumpulan data

20 Data Sekumpulan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (1) A. Data kuantitatif vs Kualitatif 1.Kuantitatif: Data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). Data jenis ini dapat dibedakan menjadi: Data interval: data yang diukur dengan jarak di antara dua titik pada skala yang diketahui. Data rasio: data yang diukur secara proporsi.

21 Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2) 2.Kualitatif: Data yang tidak dapat diukur di dalam skala numerik. Data jenis ini digolongkan menjadi: Data Nominal: data yang dinyatakan dalam bentuk kategori Data ordinal: data yang dinyatakan dalam bentuk kategori, namun posisi data tidak sama derajatnya karena dinyatakan dalam skala peringkat.

22 Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2) B.Data menurut dimensi waktu 1.Data runtut waktu (time-series): data yang secara kronologis disusun menurut waktu pada suatu variabel tertentu. Data ini dibedakan menjadi: Data harian Data mingguan Data bulanan Data kuartalan Data tahunan

23 Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2) 2.Data silang tempat (cross-section): data yang sikumpulkan pada suatu titik waktu 3.Data pooling: kombinasi antara data runtut waktu dan silang tempat C.Data menurut sumber Data internal: berasal dari dalam organisasi tersebut; dan Data eksternal: berasal dari luar organisasi. Data primer: data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original; dan Data sekunder: data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data

24 Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2) C.Data menurut sumber 1.Data internal: berasal dari dalam organisasi tersebut; dan Data eksternal: berasal dari luar organisasi. 2.Data primer: data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original; dan Data sekunder: data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data

25 Dua alasan penggunaan data sekunder dalam penelitian bisnis dan ekonomi, yaitu: Efektivitas biaya Penghematan waktu Metode pencarian data sekunder dilakukan dengan cara: (1)  Pencarian data secara manual: Data Internal: data sekunder yang sudah tersedia di dalam perusahaan Data eksternal: data sekunder yang berasal dari berbagai institusi di luar perusahaan

26 Metode pencarian data sekunder dilakukan dengan cara: (2)  Pencarian data melalui kontak langsung Alasannya adalah: Penghematan waktu Kecermatan Kenaikan relevansi Efektivitas biaya

27 Kriteria yang harus di pertimbangkan dalam evaluasi data sekunder yaitu: Ketepatan waktu Relevansi Akurasi

28 Metode Pengumpulan Data Primer (PDP) dibedakan berdasarkan 3 dimensi:  Derajat kesamaran (Degree of disguise): memperhatikan apakah tujuan studi diketahui atau tidak oleh responden  Derajat struktur: memusatkan perhatian pada formalisasi proses pengumpulan data  Metode pengumpulan: menunjukkan cara bagaimana data diperoleh dari unit-unit analisis dalam penelitian

29 PDP dibedakan menjadi: (1) 1.PDP pasif. Metode observasi yang memiliki ciri: Mewujudkan tujuan penelitian Dikumpulkan dan dicatat secara sistematis Validitas dan reliabilitasnya selalu dicek dan dikontrol 2.PDP aktif. Metode PDP yang di tempuh dengan metode: a.Wawancara personal: wawancara antar orang, yaitu antara peneliti dengan responden yang diarahkan oleh pewawancara untuk tujuan memperoleh informasi yang relevan

30 PDP dibedakan menjadi: (2) Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi yaitu: Kesalahan tidak merespon: kesalahan karena responden yang dimasukkan dalam disain studi tidak dapat dicapai/ ditemui. Kesalahan merespon: kesalahan yang muncul karena terdapat perbedaan antara data yang dilaporkan dengan nilai variabel yang sebenarnya

31 PDP dibedakan menjadi: (3) Kesalahan semacam ini dapat digolongkan menjadi empat macam, yaitu Keanekaragaman Wawancara (Interview Variablity): berkaitan dengan perbedaan dalam situasi wawancara dan karakter si pewawancara Struktur dan Urutan pertanyaan: muncul karena format dan urutan-urutan pertanyaan dapat menimbulkan bias pada hasil studi.

32 PDP dibedakan menjadi: (5) Persyaratan agar wawancara personal dapat berjalan dengan baik yaitu: 1.Akses: kemampuan responden untuk menyampaikan informasi yang ditanyakan oleh pewawancara 2.Kepercayaan/ niat baik: pewawancara agar membina hubungan baik dengan responden 3.Keahlian: keahlian pewawancara yang menyebabkan hasil wawancara dapat dipercaya, memperoleh legitimasi, dan dapat dipertanggunjawabkan 4.Motivasi: kemauan dan hasrat pihak yang di wawancarai untuk memberikan informasi yang diminta oleh pewawancara

33 PDP dibedakan menjadi: (6) b.Wawancara telepon: komunikasi antra pewawancara dan responden dengan menggunakan telepon sebagai alat untuk mencapai tujuan penelitian. c.Wawancara lewat pos: wawancara dengan menggunakan kuesioner tertulis yang dikirim lewat pos untuk mencapai tujuan penelitian tertentu. d.Wawancara lewat komputer: metode PDP yang menggunakan proses secara elektronik atau komputer.


Download ppt "Teknik Penyusunan Laporan / Metodologi Penelitian Created by: Lili Syafitri, SE.,Ak M.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google