Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

S UHU DAN K ALOR Standar Kompetensi Menerapkan konsep konsep suhu dan kalor dalam memecahkan pesoalan- persoalan sederhana dan mengaitkannya dalam kehidupan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "S UHU DAN K ALOR Standar Kompetensi Menerapkan konsep konsep suhu dan kalor dalam memecahkan pesoalan- persoalan sederhana dan mengaitkannya dalam kehidupan."— Transcript presentasi:

1 S UHU DAN K ALOR Standar Kompetensi Menerapkan konsep konsep suhu dan kalor dalam memecahkan pesoalan- persoalan sederhana dan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. SIM

2  Suhu atau temperatur merupakan ukuran yang menyatakan panas atau dinginnya benda.  Benda yang mempunyai suhu lebih tinggi dikatakan lebih panas.  Alat : termometer  Untuk mengukur suhu secara kuantitatif, perlu didefinisikan semacam skala numerik. Skala-skala numerik yang sudah dikenal ada 4 jenis, yaitu: (1) skala Celcius (C), (2) skala Reamur (R), (3) skala Fahrenheit (F), dan (4) skala Kelvin (K) disebut suhu mutlak. S UHU

3 Perbandingan skala suhu Celsius, Kelvin, Fahrenheit seperti pada gambar berikut Titik didih air Titik beku air 0C0C K 0R0R 0F0F SIM

4 Perbandingan skalanya: 100 : 100 : 80 : 180 5: 5 : 4 : 9 Hubungan skalanya: SIM

5 Contoh C = …. 0 R = …… 0 F = ……….K. Penyelesaian: 200 o C = 4 0 R / 5 0 C x C= R = (9 0 F / 5 0 C x C) F= F = ( )K = 473 K Jadi 200 o C = R = F = 473 K Contoh 1.2 Carilah temperatur dalam skala Celsius yang ekivalen dengan 41 0 F. Penyelesian: 41 0 F = 5 0 C / 9 0 F (41 0 F F)= 5 0 C / 9 0 F (9 0 F) = 5 0 C. Jadi 41 0 F = 5 0 C SIM

6  Kalor (panas) adalah salah satu bentuk energi.  Suhu benda naik, menerima kalor, suhu benda turun melepaskan kalor.  Azas Black: kalor yang diterima suatu benda sama dengan kalor yang dilepaskan oleh benda pemberinya.  Benda melepaskan kalor, tanda negatif, jika menerima kalor tanda positif.  Alat : kalorimeter. SIM K ALOR Satuan kalor dalam satuan internasional (SI) adalah joule (J). 1 J = 0,24 kalori 1 kalori = 4,2 joule 1 kilo kalori =1000 kalori.

7  Kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu benda : Keterangan: Q = kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda (kalori = kal) m = massa benda (gr) c = kalor jenis benda (kal/gr 0 C) = kenaikan suhu benda ( 0 C). SIM

8 P ENENTUAN K ALOR DAN K APASITAS K ALOR 1. Massa benda 2. Jenis Benda 3. Besar kenaikan suhu. Kalor jenis (c) suatu benda adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaik-kan 1 kg benda sebesar 1 0 C. Sedangkan kapasitas kalor (C) suatu benda didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diterima benda itu (Q) dengan kenaikkan suhunya( ). Secara matematis kapasitas kalor dirumuskan:

9 . SIM C = kapasitas kalor suatu benda (kalori/ o C) m = massa benda (gr) = kenaikan suhu benda ( 0 C).

10 Contoh 1.3 Jika teh 200 cm 3 pada 95 0 C dituangkan ke dalam cangkir gelas 150 gr pada 25 0 C, berapa suhu akhir dari campuran ketika dicapai kesetimbangan, dengan menganggap tidak ada kalor yang mengalir ke sekitarnya. (c teh = 4186 J/kg 0 C: c cangkir = 840 J/kg 0 C). Penyelesaian: Menurut azas Black: kalor yang dilepaskan = kalor yang diterima Dalam hal ini yang memberi kalor adalah teh, dan yang menerima kalor adalah cangkir. -Q teh = Q cangkir -m teh c teh (T-T 1 ) = m cangkir c cangkir (T-T 2 ) m teh = = 1000 kg/m 3 x 200 x m 3 = 0,2 kg -m teh c teh (T-T 1 ) = m cangkir c cangkir (T-T 2 ) -0,2 kg x 4186 J/kg 0 C (T-95 0 C) = 0,15 kg x 840 J/kg 0 C (T-25 0 C) – (837,2 J/ o C)T J = (126J/ 0 C)T– 3150 J J = 963,2 J/ o C T T = 85,8 0 C SIM

11 Perubahan Wuzud Zat dan Kalor Laten PADAT CAIR GAS melebur menguap membekumengembun deposit menyublim SIM

12 Kalor yang digunakan oleh zat untuk mengubah wujudnya tanpa disertai dengan kenaikan suhu zat (benda) tersebut dinamakan kalor laten. Keterangan: L = kalor laten (kalori/gr, atau J/kg) Q = jumlah kalori yang diterima atau dilepas (kalori atau J) m = massa benda (gr, atau kg) Jenis kalor laten, yaitu kalor laten lebur (dengan notasi Lf; f berasal dari kata ‘” freezing ”), kalor laten beku atau kalor beku yang sama besarnya dengan kalor lebur, kalor laten uap atau kalor uap (dengan notasi Lv, v berasal dari kata “ pavour ”), dan kalor laten embun atau kalor embun yang besarnya sama dengan kalor uap. Kalor lebur = kalor beku (=Lf) Kalor uap = kalor embun (=Lv)

13 Akibat perubahan suhu dapat mengakibatkan perubahan fase benda, seperti pada grafik berikut (temperatur versus waktu) berikut ini: Suhu (0 0 C) Waktu b a c d 25 e f Keterangan -Es bersuhu C di titik a -Titik b titik lebur es 0 0 C -Dari b ke c suhu tetap, terjadi proses peleburan. -Titik c es mencair, seluruh es menjadi air 0 0 C. -Titik c – d proses kenaikan suhu dari 0 0 C sampai C. -Titik d adalah titik didih -Titik e – d proses penguapan suhu tetap. - titik e seluruhnya menjadi uap - Titik f uap

14 Contoh 1.4 Sebuah balok es 30 gr pada 0 0 C dicelupkan ke dalam bejana berisi 200 gr air pada 30 0 C. Jika bejana dianggap tidak menyerap kalor, berapakah suhu akhir campuran ? (kalor lebur es = 336 x 10 3 J/kg, kalor jenis air = 4200 J/kgK). Penyelesaian: Q 3 = m a c a Ta Q 2 = m es c es T es Dik : m es = 30 gr = 0,03 kg ; L f = 336 x 10 3 J/kg; m air = 200 gr = 0,2 kg ; C a = 4200 J/Kg K Dit : T ? Jwb : Menurut azas Black: Kalor yang diterima oleh es = kalor yang dilepas oleh air Q1+Q2= -Q3 m es L f + m es c es (T-T es ) = - m a c a (T-T a ) 0,03kg.336 x 10 3 J/kg +(0,03 kg.4200 J/kgK)(T-0)= -0,2 kg.4200 J/kgK(T-30) (10080 J)+ (126 T J/K) = ( T J/K) + ( J 0 C/K) ( ) T J/K = (25200 – 10080) J 0 C/ K (966 T) J/K = J 0 C/ K → T = C/966 = 15,65 0 C toCtoC Air 30 0 Es 0 0 Air 0 0

15 Perpindahan Kalor KONDUKSI Keterangan: H = laju perpindahan kalor secara konduksi (J/s) K = koefisien konduksi termal (J/smK) A = luas permukaan (m 2 ) l = jarak kedua ujung (m) = kenaikan suhu (K). Konveksi (aliran) H = h A Keterangan: H = laju perpindahan kalor secara konveksi (J/s=W) h = koefisien konveksi (W/m2K-1) A = luas permukaan (m 2 ) = kenaikan suhu (K)

16 Radiasi (pancaran) Hukum Stefan-Boltzmann yaitu: H = e z AT 4 Keterangan: H = laju perpindahan kalor secara radiasi (J/s). e = emisivitas (0≤e≤1) z= konstanta Stefan-Boltzmann = 5,672 x 10-8 watt/m 2 K 4 T = suhu mutlak (K) A = Luas permukaan (m 2 )

17 SELESAI


Download ppt "S UHU DAN K ALOR Standar Kompetensi Menerapkan konsep konsep suhu dan kalor dalam memecahkan pesoalan- persoalan sederhana dan mengaitkannya dalam kehidupan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google