Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEJAHATAN TERHADAP TUBUH FINES FATIMAH, SH.MH.. KEJAHATAN TERHADAP TUBUH Tujuan dibentuknya KTT: Memberikan perlindungan kepastian hukum dari perbuatan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEJAHATAN TERHADAP TUBUH FINES FATIMAH, SH.MH.. KEJAHATAN TERHADAP TUBUH Tujuan dibentuknya KTT: Memberikan perlindungan kepastian hukum dari perbuatan."— Transcript presentasi:

1 KEJAHATAN TERHADAP TUBUH FINES FATIMAH, SH.MH.

2 KEJAHATAN TERHADAP TUBUH Tujuan dibentuknya KTT: Memberikan perlindungan kepastian hukum dari perbuatan yang dapat mengakibatkan sakit atau luka, atau bahkan yang dapat mengakibatkan kematian.

3 Atas Dasar Unsur Kesalahan KTT ada 2 macam: 1.KTT yang dilakukan dengan sengaja diberi kwalifikasi sebagai penganiayaan, diatur/dimuat dalam buku II, bab XX, Pasal 351 s/d Pasal 358 KUHP 2. KTT yang dilakukan karena kelalaian diberi kwalifikasi karena kelalaian menyebabkan luka, diatur dalam buku II, bab XXI Pasal 360 KUHP

4 KTT dilakukan dengan sengaja Pasal 351 s/d Penganiayaan ringan 353 Penganiayaan biasa berencana 354 Penganiayaan berat 356 Dengan cara dan terhadap orang dengan kualitas tertentu (objek khusus) 358 (turut serta dalam penyerangan dan perkelahian) 351 Penganiayaan biasa 355 Penganiayaan Berat berencana 360 (karena kelalaiannya menyebabkan luka)

5 KTT DILAKUKAN DENGAN 352 Penganiayaan ringan 353 Penganiayaan biasa berencana 354 Penganiayaan berat 356 Dengan cara dan terhadap orang dengan kualitas tertentu (objek khusus) 358 (turut serta dalam penyerangan dan perkelahian) 351 Penganiayaan biasa 355 Penganiayaan Berat berencana 360 (karena kelalaiannya menyebabkan luka)

6 Penganiayaan Pengertian penganiayaan?

7 22-Apr-157 PENGERTIAN PENGANIAYAAN 1.Doktrin: sebagai perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk menimbulkan rasa sakit (pijn) atau luka pada tubuh orang lain (Satochid) unsur-unsur:  adanya kesengajaan  adanya perbuatan  adanya akibat perbuatan yang dituju yakni rasa sakit pada tubuh dan atau luka pada tubuh

8 PENGERTIAN PENGANIAYAAN 2. Hoge Raad (HR) tanggal 25 Juni 1894: Penganiayaan itu adalah kesengajaan menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan luka pada tubuh orang lain. dengan demikian untuk menyebut seseorang telah melakukan penganiayaan terhadap orang lain, maka orang tersebut harus mempunyai opzet atau kesengajaan untuk:  menimbulkan rasa sakit pada orang lain  menimbulkan luka pada tubuh orang lain  merugikan kesehatan orang lain

9 PENGANIAYAAN???

10 Penganiayaan???

11 PENGANIAYAAN???

12

13 PASAL 351 KUHP

14 PENGERTIAN LUKA BERAT Pasal 90 merumuskan tentang macamnya luka berat, yaitu: -Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya maut; -Tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencaharian -Kehilangan salah satu pancaindra -Mendapat cacat berat -Menderita sakit lumpuh -Terganggunya daya pikir selama 4 minggu atau lebih -Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan

15 PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT (psl 351 ayat 2) Pasal 90 merumuskan tentang macamnya luka berat, yaitu: -Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya maut; -Tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencaharian -Kehilangan salah satu pancaindra -Mendapat cacat berat -Menderita sakit lumpuh -Terganggunya daya pikir selama 4 minggu atau lebih -Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan 22-Apr-1515

16 22-Apr-1516 PENGANIAYAAN RINGAN (352) Pengertiannya (syarat-2nya): Bukan penganiayaan berencana (353) Bukan penganiayaan yg dilakukan pada orang-orang yang memiliki kualitas tertentu (356) dgn memasukkan bahan yg berbahaya bagi nyawa & kesehatan Tidak menimbulkan: penyakit atau halangan menjalankan jabatan atau pencaharian pada penganiayaan ringan ada faktor pemberat pidana (+ 1/3 dari pidana yang diancamkan) tergantung pada kualitas korban dalam hubungan dengan petindak.

17 22-Apr-1517 PENGANIAYAAN (BIASA) BERENCANA (353) ADA 3 MACAM: Penganiayaan berencana biasa/tidak berakibat luka berat (4 th, ayat 1) Penganiayaan berencana berakibat luka berat (7 th, ayat 2) Penganiayaan berencana berakibat kematian (9 th, ayat 3) (kesengajaan bukan ditujukan pada luka berat atau kematian, tapi pada rasa sakit tubuh)

18 DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU MvT: suatu saat untuk menimbang dengan tenang Doktrin: 1.Pengambilan keputusan untuk berbuat atas suatu kehendak dilakukan dalam suasana batin yang tenang 2.Sejak timbulnya kehendak untuk berbuat s/d pelaksanaan perbuatan ada waktu yang cukup 3.Dalam tenggang waktu yang cukup itu dapat digunakan untuk berfikir (apakah perbuatan itu akan dilakukan dengan suatu resiko atau tidak meneruskan apabila ia sudah bulat hati malaksanakan niat jahatnya; bagaimana cara; dengan alat apa; serta menetapkan waktu yang tepat pelaksanaan; bagaimana cara menghilangkan jejak) 4.Dalam melaksanakan perbuatan itu dilakukan dengan tenang, tidak dikuasai emosi, tidak tergesa-gesa.

19 22-Apr-1519 PENGANIAYAAN BERAT (354) Ada 2 bentuk: 1. Penganiayaan berat biasa (ayat 1) – (kesengajaanya semata-mata ditujukan pd luka berat pd tubuh) 2. Penganiayaan berat yg menimbulkan kematian (ayat 2) – (kesengajaan hanya ditujukan pada luka berat, bukan pada matinya korban) 3. Percobaan pada kejahatan dapat dipidana 4. Apa beda Pasal 351 dengan Pasal 354?!

20 22-Apr-1520 PENGANIAYAAN BERAT BERENCANA (355) Kesengajaanya hanya ditujukan pada timbulnya luka berat & berencana (ayat 1) Kesengajaan tidak ditujukan pada kematian korban

21 22-Apr-1521 Pemberat penganiayaan psl 351, 353, 354, 355 (356) Pidana dapat ditambah sepertiganya, jika penganiayaan 3 psl tsb dilakukan terhadap: Ibunya, bpknya, istri, anaknya Pejabat ketika atau sedang menjalankan tugasnya yang sah Dengan memberikan bahan yg berbahaya bagi nyawa dan kesehatan

22 22-Apr-1522 Turut serta dlm penyerangan & perkelahian (358) Unsur objektif: Perbuatan: a. turut serta dlm penyerangan b. turut serta dlm perkelahian dimana terlibat beberapa orang menimbulkan akibat: a. adanya orang luka berat b. ada yang mati Unsur subjektif: dengan sengaja

23 22-Apr-1523 KETERANGAN 358  Pasal ini digunakan dalam hal terjadi penyerangan/perkelahian yang dilakukan oleh beberapa orang yang mengakibatkan ada orang luka parah atau mati, akan tetapi tidak diketahui siapa orang yang melukai parah atau membunuh orang itu  Bila dapat dibuktikan/diketahui siapa diantara orang orang tersebut yang menyebabkan kematian atau luka- luka maka pada orang tersebut dikenakan pula Pasal terkait.  orang-orang yang terpaksa melerai tidak dikenai pasal ini  semua orang yang ikut serta dalam penyerangan/perkelahian ikut dipertanggungjawabkan dan dapat dipidana. Tanggungjawab satu persatu mengenai akibat itu tidak perlu dibuktikan.

24 Contoh kasus A, B, dan C menyerang D, D mati, ternyata yang menyebabkan kematian D adalah A. maka A, B, C telah melakukan tindak pidana penyerangan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 358, dan terhadap A juga diterapkan pasal pembunuhan. 2. A, B, C disatu pihak, menyerang X,Y,dan Z. Dalam penyerangan itu A mati. Dalam hal ini B, C, X, Y, dan Z dapat dituntut ketentuan Pasal 358 (2), walaupun B dan C tidaklah mungkin membnuh kawannya sendiri.

25 Pengertian  penyerangan, maksudnya perkelahian itu dimulai oleh salah satu pihak  perkelahian dimulai sama-sama oleh dua pihak

26 KEALPAAN-360 KUHP Pasal 360 (1)-(2) KUHP Kualifikasi: karena lalai menyebabkan orang luka Ayat (1) unsur-unsur: a.Ada perbuatan b.Karena kurang hati-hati c.Menimbulkan akibat orang luka-luka Ayat (2) unsur-unsur: a.Ada perbuatan b.Karena kurang hati-hati c.Menimbulkan akibat luka yang menimbulkan penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu. Contoh: 22-Apr-1526


Download ppt "KEJAHATAN TERHADAP TUBUH FINES FATIMAH, SH.MH.. KEJAHATAN TERHADAP TUBUH Tujuan dibentuknya KTT: Memberikan perlindungan kepastian hukum dari perbuatan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google