Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

COMMUNITY & ORGANIZATION Oleh : Dra. Helly Ocktilia, MP.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "COMMUNITY & ORGANIZATION Oleh : Dra. Helly Ocktilia, MP."— Transcript presentasi:

1 COMMUNITY & ORGANIZATION Oleh : Dra. Helly Ocktilia, MP.

2 COMMUNITY & ORGANIZATION TONIES COMMUNITY → FEELING & SENTIMEN ORGANIZATION → PERTIMBANGAN RASIONAL PERJANJIAN FORMAL / KONTRAK A. COMMUNITY SBG SUATU SISTEM JENIS-JENIS COMMUNITY FUNGSI COMMUNITY 1.PLACE COM. = LOCALLITY COM. 2.NON PLACE COM = MIND COM. 3.KINSHIP(KEKERABATAN) 4. GEMEINCHAFT 5. GESELLSCHAFT 1.MEMELIHARA KELANGSUNGAN SISTEM 2.MEMENUHI KEBUTUHAN 3.MENCIPTAKAN “WE-NESS” → SOCIAL AWARNESS → SOCIAL IDENTITY 4.MEMBERIKAN KESEMPATAN UTK PENGENBANGAN DIRI SUB SISTEM SUPRA SISTEM 1.MENYESUAIKAN DIRI 2.MEMENUHI KEBUTUHAN

3 ASPEK-ASPEK COMMUNITY EVOLUSIONER : PLACE COM. STRUKTURAL : VERTIKAL, HORIZONTAL → INSTITUSI BEHAVIORAL : KONTROL SOSIAL, SOSIALISASI, KOMUNIKASI

4 B. ORGANISASI SBG SUATU SISTEM TEORI-TEORI ORGANISASI 1.TEORI / MODEL KLASIK = MESIN – FISIOLOGIS STRUKTUR FORMAL 2.TEORI / MODEL HUMAN RELATION → TDK FORMAL, MOTIVASI EMOSIONAL = ASPEK NON RASIONAL 3.TEORI STRUKTURALIS MENGAKUI ADANYA STRUKTUR FORMAL & INFORMAL EMOSIONAL 4.TEORI NEO KLASIK / PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIFFERENSIASI DLM PENGAMBILAN KEPUTUSAN → VERTIKAL & HORIZANTAL KEBIJAKAN TUGAS

5 KOMUNITI DAN ORGANISASI  Komuniti (community) dan organisasi (organization) merupakan sistem makro dr family and small group  Keluarga (family) dan kelompok kecil (small group) merupakan sistem mikro dr community and organization  Community dan organization mrp perantara antara society dan small group  Holon  Perbedaan community dan organization : Komunitas terbentuk krn adanya ikatan perasaan dan setimen Organisasi terbentuk krn adanya pertimbangan2 rasional yg secara eksplisit dinyatakan dlm perjanjian formal dan tertulis serta berorientasi lebih kepada tujuan (Ferdinand Tonies)

6 KOMUNITI SEBAGAI SISTEM  Community adalah populasi yang secara sadar membentuk kesatuan dengan berbagai kebutuhan dan kepentingan bersama. Jenis-jenis Community (Tonies) : 1. Place community (locallity Communities) - habitat dan kepemilikan kekayaan bersama atau geografis dan keruangan (spacial) bersama. Ex. Masyarakat Jawa Barat 2. Non place community (mind communities) - kegiatan- kegiatan kerjasama yang berorientasi pada tujuan yang sama. Ex. IDI, masy. akademik 3. Kinship (kekerabatan) – hubungan darah. Ex. Extended family dan nuclear family

7 4. Gemeinchaft community – rasa persatuan (implicytbond) yg mengikat dan menyatukan masy ( nilai-nilai, keyakinan, kepercayaan, saling menghormati, saling tergantung serta kesadaran akan adanya hierarkhi kedudukan dan status). Aturan relasi antar anggota masy tidak dinyatakan secara formal melainkan didasarkan pada tradisi serta kesamaan harapan (expectasi). Ex. Masyarakat paguyuban (masy. Pedesaan) 4. Gesellschaft community – ikatan (bond) yg diatur dan dinyatakan secara formal dan eksplisit. Anggotanya berhubungan satu sama lain mll hubungan peran yang tersusun secara formal dalam institusi (lembaga). Ex. Organisasi kerja, profesi, masyarakat patembayan (masy perkotaan)

8 Fungsi-fungsi Community : 1. Bagi sub sistem (komponennya)  Upaya memelihara cara-cara hidup atau kebudayaan.  Memenuhi kebutuhan, kepentingan serta cita-cita bersama.  Menciptakan kesadaran (awareness) anggota akan perasaan kekitaan (we-ness) dan kesadaran sosial sbg bagian dari komunitas  Memberikan kesempatan yang memadai kpd anggotanya untuk mengembangkan diri  Menjaga kelangsungan hidup komunitas  Mampu mengidentifikasikan diri serta menemukan tujuan- tujuan bersama yang selaras dgn cara-cara hidup komunitas

9 2. Bagi supra sistem (Lingkungannya) :  Memenuhi kebutuhan lingkungannya  Menyediakan cadangan energi bagi lingkungannya maupun komponennya berupa orang dan produk yg diperlukan oleh sistem tsb. ASPEK-ASPEK COMMUNITY SEBAGAI SISTEM Aspek Evolusioner  Komuniti sebagai suatu sistem tidak statis tapi mengalami perubahan- perubahan (evolusioner)  Place community mungkin dahulu hanya mrp tempat bertemunya orang-orang untuk mempertukarkan hasil produksi mereka, untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya mereka mendirikan tempat menginap, tempat ibadah, pasar, tempat tinggal dll, shg lama- kelamaan banyak orang yang tinggal dan menetap di wilayah tsb.

10 Aspek Struktural  Didalam komunitas terdapat aspek struktur baik vertikal maupun horisontal. Boundary, institusionalisasi, kelas sosial dan kasta merupakan aspek struktural penting.  Struktur vertikal adalah pola-pola hubungan dari berbagai unit sub sistem komunitas dengan sistem-sistem diluarnya (extra community system).Hubungan-hubungan yg terjadi pada struktur ini menunjukan tingkatan hierarkhis dan kekuatan dari extra-community.  Struktur horisontal adalah pola-pola hubungan diantara berbagai unit sosial dan sub sistem satu sama lain di dalam satu komunitas  Komunitas memiliki locatable boundary (batas-batas ranah) yang menunjukan bahwa proses pertukaran energi antar sub-sub sistemnya lebih intensif jika dibandingkan dengan proses pertukaran yg terjadi antara sistem tersebut dengan sistem-sistem diluarnya.  Untuk membedakan fungsi-fungsi kedalam sub-sub sistem yg terspesialisasi mengakibatkan terjadinya evolusi institusi-institusi komunitas yang pengaruhnya mengikat semua komunitas (institusionalisasi). Ex. Sekolah, mesjid dll

11  Bentuk-bentuk institusi bervariasi tergantung komponen- komponen dan kondisi-kondisi keseimbangan didalam komuniti ybs. Ex.masy menyediakan sekolah untuk masy, tetapi bentuk sekolah berbeda-beda tergantung kebutuhan dan kemampuan masyarakat.  Perubahan bentuk institusi pada umumnya disebabkan karena institusi cenderung untuk mengadaptasikan diri kepada situasi-situasi masa lampau (morphostatis) dan menyelaraskan diri dengan tuntutan-tuntutan masa kini (morphogenesis)  Kelas Sosial : stratifikasi sosial yang ditandai oleh gaya hidup, tingkat ekonomi dan akses untuk mencapai pelayanan yg tersedia  Kasta : kelas-kelas sosial yang memiliki batas-batas yang relatif jelas dan tertutup. Ex.adanya status-status tertentu yang hanya dapat diduduki oleh orang yang memiliki karakteristik tertentu, mis warna kulit/ras, jenis kelamin, usia dll.

12 Aspek Behavioral  Aspek behavioral adalah aspek perilaku dari komunitas. Social control (sosial kontrol), community power, socialization (sosialisasi), comunication (komunikasi) merupakan aspek perilaku yang penting.  Kontrol sosial : upaya komunitas mll jaringan kerja nilai-nilai dan tujuan-tujuan komunitas yg dipegang oleh institusi untuk memelihara sistem.  Community power merupakan aspek perilaku penting yang erat hubungannya dgn kontrol sosial. Community power adalah kelompok orang-orang kuat yg ada dalam komunitas. Orang-orang kuat ada dalam kelompok pembuat kebijakan ada juga yang tidak. Mereka ini mempunyai pengaruh besar terhadap kontrol dan pengambilan keputusan dalam komunitasnya

13 Sosialisasi  Sosialisasi penting dalam kehidupan suatu komunitas.Sosialisasi ditujukan untuk anggota2 komunitas yang baru agar penyediaan energi komunitas dapat terjamin selama-lamanya.  Sosialisasi sering juga dilaksanakan dengan cara- cara yang formal. Misalnya melalui upacara2, seperti perayaan memperingati hari kemerdekaan, memperingati hari lahirnya Nabi/Rasul dan upacara2 keagamaan lainnya.

14 Komunikasi  Komunikasi merupakan aspek tingkah laku sistem komuniti yang penting juga.  Kegiatan komunikasi dilakukan melalui tatap muka, atau melalui media masa seperti surat kabar, majalah, radio, televisi,dsb. Bisa juga dilakukan dengan menggunakan alat2 seperti kentongan,bedug,pengeras suara, sirene,spanduk,dsb.Jadi dapat dikatakan esensi komuniti sebenarnya adalah komunikasi. Karena tanpa komunikasi maka tidak ada interaksi, dan tanpa interaksi maka tidak akan terbentuk pengertian2 bersama,kehidupan bersama serta nilai2 bersama.  Komponen2 dari sistem komuniti dapat saling memonitor penampilan mereka satu sama lain dan memperoleh pengarahan melalui jaringan umpan balik seperti surat2 kabar yang meliput pertemuan2 yang dilakukan oleh pemerintah, dewan2 perwakilan,maupun yang meliput peristiwa2 kontroversial dsb. Di dalam komuniti yg masih sederhana, umpan balik itu bisa dilakukan melalui pertemuan2 berkala seperti rapat2 mingguan,percakapan2 di surau,warung,pasar, dsb.

15 ORGANISASI SEBAGAI SISTEM Organisasi adalah kesatuan atau unit sosial (atau kelompok- kelompok manusia) yang dengan sengaja disusun guna mencapai tujuan-tujuan spesifik. Organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Adanya pembagian kerja, kekuasaan, dan tanggung jawab komunikasi b. Adanya beberapa pusat kekuasaan yang dapat menguasai kerjasama organisasi dan mengarahkannya kepada tujuan- tujuan yang hendak dicapai c. Adanya substitusi personil

16

17 TEORI/MODEL KLASIK: Disebut juga sebagai teori mesin, (Dubin), Asumsinya : bahwa suatu organisasi pada dasarnya merupakan kesatuan fisiologis. Anggota organisasi salah satu bagian dari mesin. Model ini memberikan tekanan pada struktur formal. Prinsip-prinsip organisasi formal adalah sebagai berikut:  Adanya pembagian kerja, setiap unit memiliki tugas-tugas yang spesifik.  Kesatuan pengawasan, yakni pengawasan yang disentralisasikan  Piramida kontrol, yakni setiap unit menjadi bawahan dari unit yang ada di atasnya di dalam hierakhi  Pusat kekuasaan (authority) berada pada puncak piramida Ciri utama model ini : Adanya pengawasan atau kontrol dan pengaturan mekanik, serta aspek rasional dari organisasi, (aspek kontrol dan rasionalisasi)

18 MODEL RELASI KEMANUSIAAN (HUMAN RELATIONS)  Reaksi terhadap teori mesin. (Elton Mayo, KurtLewin, Dewey).  Memberikan tekanan pada struktur formal, serta motivasi-motivasi emosional maupun aspek- aspek non-rasional yang beroperasi di dalam organisasi.  Komunikasi, partisipasi, dan kepemimpinan memperoleh tekanan dalam pandangan ini. Asumsinya : ada faktor-faktor lain selain motivasi rasional dan impersonal yang mempengaruhi produktivitas para pekerja dalam suatu organisasi kerja.

19  Motivasi yang paling tinggi muncul bukan karena uang ataupun kondisi-kondisi kerja, melainkan karena kenyataan bahwa mereka merupakan suatu kelompok yang memiliki suasana emosional khusus antara anggota-anggotanya.  Teori human relations beranggapan bahwa para pekerja tidak melakukan fungsi-fungsinya secara terpisah-pisah atau sebagai unit-unit yang terpisah- pisah, melainkan sebagai anggota-anggota suatu kelompok. Pengaruh kelompok-kelompok kecil menjadi nyata.  Disebut aliran sistem sosial, karena menekankan aspek-aspek sistematik (saling berkaitan) di dalam organisasi.

20 TEORI STRUKTURALIS  Karl Marx dan Max Weber menyajikan sintese antara kedua teori, mengakui struktur formal maupun informal serta interaksi antara keduanya sebagai sesuatu yang amat penting di dalam organisasi.  Adanya keseimbangan antara aspek-aspek formalitas dan rasionalitas dengan aspek-aspek informalitas dan emosionalitas.  Kebahagiaan harus diusahakan jika suatu organisasi ingin mencapai produktivitas yang setinggi-tingginya.  Perbedaan utama dengan kedua teori yang terdahulu bahwa kedua teori terdahulu tersebut mengakui ketidak- mungkinan dihindarkannya konflik di dalam organisasi. Teori strukturalis melihat organisasi sebagai sebuah unit sosial yang luas dan amat kompleks, yang di dalamnya terdapat orang-orang yang berasal dari berbagai kelompok sosial, saling berinteraksi, shg dapat bekerjasama atau dapat saling bersaing.

21  Teori strukturalis memadukan toeri-teori sistem, dalam arti mengakui adanya konponen-konponen di dalam organisasi yang kadang-kadang memang saling bertentangan. Namun strukturalis melihat pertentangan serupa itu dapat merupakan sumbangan positif yaitu bagi pengujian kekuatan dalam organisasi.

22 TEORI NON-KLASIKAL ATAU TEORI SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN  Etzioni aliran neo-klasikal (neoclassical school) menekankan pada pencapaian pengambilan keputusan yang rasional.  Chester I. Bernard, H A Simon, dan G March mengemukakan tentang apa yang mereka namakan diferensiasi vertikal dan horizontal yang didasarkan pada tingkatan pengambilan keputusan.  Dibedakan antara pengambilan keputusan untuk menentukan kebijakan (vertikal) dengan pelaksanaan atau implementasi kebijakan-kebijakan (horizontal).  Penentuan kebijakan menyangkut kekuasaan (power) dan implementasi kebijakan menyangkut tugas (task).

23  Kualitas teori ini juga memberikan tekanan kepada apa yang disebut sebagai search behavior yaitu konsep yang menekankan bahwa suatu organisasi bukannya terus- menerus berusaha ke arah perilaku rasional yang semakin sempurna, melainkan berusaha ke arah pemecahan masalah-masalah secara semakin “memuaskan”, “dapat diterima” atau akseptabel, dan “secara rasional dapat dianggap baik” (Etzioni, 196, p.30-31).

24 PERBANDINGAN ANTARA MODEL-MODEL (TEORI) YANG TELAH DIBAHAS DI ATAS DENGAN MODEL SISTEM MENGENAI ORGANISASI  Model sistem mengenai organisasi setuju dengan gagasan-gagasan yang mendasari model sistem pengambilan keputusan dalam pengertian bahwa tujuannya bukanlah kesempurnaan. Atau bahwa tingkah laku yang diarahkan untuk mencapai tujuan (goal seeking-behavior) organisasi bukanlah atau tidak selalu merupakan tingkah laku utama bagi suatu sistem.  Model sistem menekankan tingkah laku pengambilan- keputusan dan tingkah laku organisasional.  Pengaruh2 lingkungan, pengaruh2 dari kelompok- kelompok di dalam suatu organisasi mengakui ketidakmungkinan meghindarkan konflik dan kompetisi di dalam dan di antara sistem.

25 ASUMSI MODEL SISTEM (NATURAL-SYSTEM) : a. Organisasi dianggap sebagai natural-whole.Namun demikian realisasi tujuan-tujuan sistem tersebut sebagai kesatuan alamiah hanya merupakan salah satu dari kebutuhan-kebutuhan penting yang harus dilakukan organisasi. b. Struktur-struktur organisasional menurut model ini,dipelihara, baik secara spontan maupun homeostatik.Perubahan2 didalam pola2 organisasional dipandang sebagai hasil dari respon2 yang adaktif, komunikatif, dan tidak terencana terhadap tekanan2 atau gangguan2 terhadap keseimbangan sistem sebagai keseluruhan c. Fokus perhatiannya bukan penyimpangan2 dari rasionalitas, melainkan hancurnya keseimbangan organisasional. d. Secara khas didasarkan pada organismic model yang memberi tekanan kepada interdependensi antara komponen-komponen organisasi.

26 PERBANDINGAN ANTARA ORGANISASI DENGAN KOMUNITAS Menurut Edward O. Moe: a. Komuniti adalah sistem yang terdiri dari sistem-sistem. Suatu komuniti meski kecil sekalipun, di dalamnya tercakup pelbagai macam institusi dan organisasi. Organisasi2 dan kelompok2 sosial merupakan sistem2 yang merupakan sistem sosial dari komuniti tersebut. b. Komuniti secara struktural maupun fungsional tidak tersentralisasi seperti yang terdapat di dalam suatu organisasi formal. c. Komuniti sebagai suatu sistem sosial memiliki hakekat yang implisit, berbeda dengan organisasi formal yang memiliki hakekat eksplisit. d. Organisasi bukan merupakan sistem “yang alamiah”, melainkan kelompok “bentukan” (artificially formed). Organisasi lebih terkoordinasi dan lebih tersentralisasi dan lebih eksplisit dalam hal fungsi-fungsi dan struktur-strukturnya

27 TERIMA KASIH


Download ppt "COMMUNITY & ORGANIZATION Oleh : Dra. Helly Ocktilia, MP."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google