Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kelompok 3 : Tanti yosefa C 011 07 092 Harun C 511 09 153 Mochammad Mulia Haryanto C 511 09197 Ursula guntur c 511 09 159 Misnawati c 511 09 92 Febriana.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kelompok 3 : Tanti yosefa C 011 07 092 Harun C 511 09 153 Mochammad Mulia Haryanto C 511 09197 Ursula guntur c 511 09 159 Misnawati c 511 09 92 Febriana."— Transcript presentasi:

1

2 Kelompok 3 : Tanti yosefa C Harun C Mochammad Mulia Haryanto C Ursula guntur c Misnawati c Febriana D.( Tidak hadir) Alita C

3 Latar belakang Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM. [1]tanamanperadabanpadi liarIndiaIndocina [1] Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.serealiajagung gandum Hasil dari pengolahan padi dinamakan berasberas

4 Padi Gogorancah Awal Gogo yaitu tidak digenagi Pertengahan dan akhir yaitu digenangi Jadi gogorancah Sistem bertanam padi gogorancah salah adalahUpaya yang dilakukan untuk mengatasi ancaman kekeringan pada lahan sawah tadah hujan. Sistem ini berarti bercocok tanam padi di sawah pada musim hujan, dengan menerapkan gabungan antara sistem gogo dan padi sawah. Sistem ini juga cocok untuk lahan beririgasi yang mendapat pengairan terlambat.

5 Penyiapan lahan 1. Tanpa olah tanah : Tanpa olah tanah adalah suatu sistem olah tanah untuk budidaya pertanian dimana solum tanah dibiarkan seperti semula tanpa disentuh alat olah tanah. Dalam sisten ini tanah dibiarkan tidak terganggu kecuali untuk sekedar membuat alur kecil atau lobang tegalan untuk menempatkan benih. 2. Pengolahan tanah sempurna: Waktu mengolah tanah sebaiknya dilakukan sebelum hujan turun atau segera turun satu sampai dua kali tanah segera dihaluskan dan kemudian diratakansetelah tanaman padi gadu atau palawija. Tanah diolah dengan menggunakan bajak dan cangkul, dengan kedalaman cm. Setelah hujan Di buat saluran pembuangan air setiap jarak 5 m atau menurut kebutuhan memanjang sesuai dengan petakan sawah..

6 Penanaman 1. Waktu tanam Waktu penugalan benih yaitu pada awal musim hujan, kira- kira setelah turun hujan 2-3 kali, atau apabila kelembaban tanah telah memungkinkan Apabila sebelumnya masih ada tanaman palawija, penugalan benih dapat dilakukan yaitu bulan menjelang palawija di panen. 2. Cara tanam Dapat dilakukan secara tugal ataupun larikan Agar penugalan / larikan lurus gunakanlah bantuan tali 3.Jarak tanam : Cara tugal 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm - cara larik, jarak antar barisan cm Setelah benih dimasukkan lobang egera ditutup dengan tanah yang gembur.

7 Penyiangan Penyiangan dilakukan seawal mungkin sesuaikan dengan keadaan gulma Penyiangan secara kering dapat dilakukan pada umur 15 dan 30 hst. Penyiangan secara basah dilakukan pada minggu pertama dan minggu ketiga setelah penggenangan. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida yang sesuai rekomendasi setempat

8 Pemupukan Pemupukan pertama 50 kg urea, 50 kg ZA, 50 kg SP-36 dan 50 kg KCI diberikan pada saat tanaman berumur 7 hari setelah tumbuh. Sisa dosis (50 kg urea) diberikan pada saat primordia bunga, yaitu umur hari untuk umur genjah dan umur hari untuk umr sedang Cara pemupukan yaitu disebarkan kedalam alur atau larikan yang dibuat diantara barisan tanaman padi Setelah pupuk ditabur kedalam larikan, segera ditutup dengan tanah dan diusahakan pemupukan pada keadaan tanah cukup lembab. Jika air telah cukup untuk menggenangi pertanaman, pemupukan dapat dilakukan dengan cara ditebar merata.

9 Penggenangan atau perancahan Pada tahap permulaan selam hari tanaman padi dipelihara dengan sistem gogo. Apabila curah hujan diperkirakan telah mencukupi untuk penggenangan sawah secara terus- menerus, pertanaman digenangi setinggi 5-10 cm atau disesuaikan dengan tinggi tanaman dan padi dipelihara dengan sistem padi sawah.

10 Pengendalian organisme pengganggu Tanda- tanda serangan organisme pengganggu sama dengan tanda- tanda serangan pada padi sawah. Demikian pula cara- cara pengendaliannya mengikuti anjuran setempat

11 Panen Dilakukan sebaiknya pada fase masak panen dengan ciri kenampakan 90% gabah sudah menguning. Panen pada fase masak lewat panen, yaitu saat jerami mulai mengering, pangkal malai mulai patah, dapat mengakibatkan banyak gabah rontok saat panen. Sebaiknya panen dilakukan dengan sabit bergerigi dan perontokan dengan pedal tresher. Perontokan dengan memukul-mukul batang padi pada papan sebaiknya dihindari, karena menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar sampai 3,4%.

12 Kesimpulan 1. Padi gogorancah adalah padi yang ditanam dengan menerapkan gogo dan sawah. 2. Teknik budidaya padi gogo rancah yaitu: penyiapan lahan/pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, penyiangan, penggenangan/perancahan, pengendalian organisme pengganggu dan pemanenan.

13 GOGORANCAH

14

15 TERIMA KASIH SEE YOU NEXT TIME


Download ppt "Kelompok 3 : Tanti yosefa C 011 07 092 Harun C 511 09 153 Mochammad Mulia Haryanto C 511 09197 Ursula guntur c 511 09 159 Misnawati c 511 09 92 Febriana."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google