Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 1 BAB II FABRICATION, ASSEMBLY AND ERECTION BAB II FABRICATION,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 1 BAB II FABRICATION, ASSEMBLY AND ERECTION BAB II FABRICATION,"— Transcript presentasi:

1 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 1 BAB II FABRICATION, ASSEMBLY AND ERECTION BAB II FABRICATION, ASSEMBLY AND ERECTION

2 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 2 Istilah fabrikasi dalam sistem perpipaan adalah membuat dan merangkai (assembly) beberapa komponen sehingga menjadi suatu sistem yang komplit dengan cara las. Fabrikasi dapat dilakukan di lapangan dan dapat dilakukan juga di bengkel (workshop). Beberapa keuntungan fabrikasi di bengkel, a.l ongkos tenaga kerja yang lebih murah, tidak tergantung cuaca dan memungkinkan untuk menerapkan teknologi fabrikasi yang mutakhir. Keputusan untuk melakukan fabrikasi di lapangan dan di bengkel tergantung dari beberapa faktor,seperti : ukuran, konfigurasi, tekanan kerja dan temperatur kerja. Istilah fabrikasi dalam sistem perpipaan adalah membuat dan merangkai (assembly) beberapa komponen sehingga menjadi suatu sistem yang komplit dengan cara las. Fabrikasi dapat dilakukan di lapangan dan dapat dilakukan juga di bengkel (workshop). Beberapa keuntungan fabrikasi di bengkel, a.l ongkos tenaga kerja yang lebih murah, tidak tergantung cuaca dan memungkinkan untuk menerapkan teknologi fabrikasi yang mutakhir. Keputusan untuk melakukan fabrikasi di lapangan dan di bengkel tergantung dari beberapa faktor,seperti : ukuran, konfigurasi, tekanan kerja dan temperatur kerja. 2.1 Pendahuluan

3 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 3 Gambar 2.1 Shop fabrication of pipework

4 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan On Site Fabrication. Umumnya untuk pipa dengan dia-nominal 50 mm kebawah. Untuk Screwed pipa. Dibutuhkan beberapa peralatan spesifik. - Oxy-acetilene gear - Electric arc-welding plant - Transformer - Rotary pipe cutter - Manual /hydraulic bending equipment - Screwing machines - Power saw - Scaffolding - Ladder - Lifting equipment - dll Umumnya untuk pipa dengan dia-nominal 50 mm kebawah. Untuk Screwed pipa. Dibutuhkan beberapa peralatan spesifik. - Oxy-acetilene gear - Electric arc-welding plant - Transformer - Rotary pipe cutter - Manual /hydraulic bending equipment - Screwing machines - Power saw - Scaffolding - Ladder - Lifting equipment - dll

5 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 5 Gambar 2.2 Shop fabrication of pipework Gambar 2.2 Shop fabrication of pipework

6 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan Beberapa Proses Khusus Penting yang Harus Diperhatikan dalam Fabrikasi. 2.3 Beberapa Proses Khusus Penting yang Harus Diperhatikan dalam Fabrikasi. Hot and cold bending. Induction bending. Mitre/gusseted bends. Branch connection. Swaging. Hot and cold bending. Induction bending. Mitre/gusseted bends. Branch connection. Swaging.

7 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 7  Hot and Cold Bending. Tipe las butt welding fitting banyak digunakan pada proses hot and cold bending, karena sudah terbukti dapat menahan bocor dengan baik, estetikanya baik dan mudah saat pemasangan insulasi.  Induction Welding. Proses bending dilakukan dengan pemanasan arus induksi (eddy current) dan dibantu oleh hidrolik ram. Radius bending yang dihasilkan dapat diatur dengan mudah dengan mengatur posisi hidrolik ram.  Gusseted Bends. Teknik Gusseted bend dilakukan jika proses bending pipa dengan hot atau cold bending tidak dapat dilakukan, karena radius bending terlalu kecil relatif terhadap diameter pipa,.  Hot and Cold Bending. Tipe las butt welding fitting banyak digunakan pada proses hot and cold bending, karena sudah terbukti dapat menahan bocor dengan baik, estetikanya baik dan mudah saat pemasangan insulasi.  Induction Welding. Proses bending dilakukan dengan pemanasan arus induksi (eddy current) dan dibantu oleh hidrolik ram. Radius bending yang dihasilkan dapat diatur dengan mudah dengan mengatur posisi hidrolik ram.  Gusseted Bends. Teknik Gusseted bend dilakukan jika proses bending pipa dengan hot atau cold bending tidak dapat dilakukan, karena radius bending terlalu kecil relatif terhadap diameter pipa,.

8 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 8  Branch Connections. Tipe set-on, lubang dibuat pada pipa utama dengan ukuran yang sama dengan diameter pipa cabang. Tipe set-in, lubang dibuat pada pipa utama dengan ukuran sedikit lebih besar dari pipa cabang. Untuk tekanan tinggi kedua tipe harus diberi penguat semacam ring atau sejenisnya.  Swaging. Swaging adalah suatu metoda pengecilan diameter pipa agar bisa disambung dengan pipa lainnya yang diameternya lebih kecil. Proses pengecilan diameternya bermacam-macam, tetapi penyambungan dengan pipa lainnya tetap dengan pengelasan.  Branch Connections. Tipe set-on, lubang dibuat pada pipa utama dengan ukuran yang sama dengan diameter pipa cabang. Tipe set-in, lubang dibuat pada pipa utama dengan ukuran sedikit lebih besar dari pipa cabang. Untuk tekanan tinggi kedua tipe harus diberi penguat semacam ring atau sejenisnya.  Swaging. Swaging adalah suatu metoda pengecilan diameter pipa agar bisa disambung dengan pipa lainnya yang diameternya lebih kecil. Proses pengecilan diameternya bermacam-macam, tetapi penyambungan dengan pipa lainnya tetap dengan pengelasan.

9 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 9 Gambar 2.3 Cold bending

10 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 10 Gambar 2.4 Hot bending

11 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 11 Gambar 2.5 Induction bending

12 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 12 Gambar 2.6 Cut & shut gusseted bend Gambar 2.6 Cut & shut gusseted bend

13 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 13 Gambar 2.7 Mitre bend Gambar 2.8 Segmen-segmen dilas

14 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 14 Gambar 2.9 Mitre bend yang telah jadi

15 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 15 Gambar 2.10 Branch connections

16 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan Pengelasan  Proses terpenting pada fabrikasi sistem pipa adalah pengelasan.  Proses pengelasan pada fabrikasi sistem pipa distandardkan.  Standar pengelasan pada fabrikasi sistem pipa meliputi. - Welding responsibility - Welding qualification (termasuk inspeksi) - Welding materials - Preparation for welding - Welding requirements - Weld repair  Proses terpenting pada fabrikasi sistem pipa adalah pengelasan.  Proses pengelasan pada fabrikasi sistem pipa distandardkan.  Standar pengelasan pada fabrikasi sistem pipa meliputi. - Welding responsibility - Welding qualification (termasuk inspeksi) - Welding materials - Preparation for welding - Welding requirements - Weld repair

17 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 17  Preheating.  Bending and forming.  Brazing and soldering.  Assembly and soldering.  Preheating.  Bending and forming.  Brazing and soldering.  Assembly and soldering. Disamping standard welding di atas distandardkan pula

18 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 18 Umum Inspeksi dilakukan oleh personil yang berkompeten (inspektor) Tanggung jawab inspeksi Merupakan tanggung jawab pemilik yang dilimpahkan kepada inspektor agar inspeksi yang dilakukan sesuai dengan prosedur Hak inspektor Inspektor harus punya akses ke tempat instalasi perpipaan, termasuk di dalamnya manufacture, fabrication, heat treatment, assembly, erection, examination, dan testing. Inspektor punya hak untuk mengaudit, mereview semua sertifikasi dan records untuk memenuhi tanggung jawab pemilik Umum Inspeksi dilakukan oleh personil yang berkompeten (inspektor) Tanggung jawab inspeksi Merupakan tanggung jawab pemilik yang dilimpahkan kepada inspektor agar inspeksi yang dilakukan sesuai dengan prosedur Hak inspektor Inspektor harus punya akses ke tempat instalasi perpipaan, termasuk di dalamnya manufacture, fabrication, heat treatment, assembly, erection, examination, dan testing. Inspektor punya hak untuk mengaudit, mereview semua sertifikasi dan records untuk memenuhi tanggung jawab pemilik 2.5 Inspection

19 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 19 Kualifikasi inspektor Inspektor dipilih oleh owner, merupakan pekerja dari owner, atau pekerja dari organisasi engineering/scientific, atau pekerja dari perusahaan asuransi/perusahaan inspeksi sebagai agen owner. Inspektor tidak boleh merupakan pekerja dari bagian manufaktur, fabrikasi, kecuali bagian tersebut adalah owner Inspektor harus mempunyai pengalaman lebih dari 10 tahun dalam design, fabrikasi, dan inspeksi terhadap industri pipa bertekanan. Inspektor bertanggung jawab menentukan orang yang qualified (sebagai inspector’s delegates) untuk menjalankan inspeksi Inspektor dipilih oleh owner, merupakan pekerja dari owner, atau pekerja dari organisasi engineering/scientific, atau pekerja dari perusahaan asuransi/perusahaan inspeksi sebagai agen owner. Inspektor tidak boleh merupakan pekerja dari bagian manufaktur, fabrikasi, kecuali bagian tersebut adalah owner Inspektor harus mempunyai pengalaman lebih dari 10 tahun dalam design, fabrikasi, dan inspeksi terhadap industri pipa bertekanan. Inspektor bertanggung jawab menentukan orang yang qualified (sebagai inspector’s delegates) untuk menjalankan inspeksi

20 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 20 Umum Dilakukan sebagai quality control oleh pembuat (manufacturer), fabricator, atau erector. Tanggung jawab examination Umum Dilakukan sebagai quality control oleh pembuat (manufacturer), fabricator, atau erector. Tanggung jawab examination 2.6 Examination Menyediakan material, komponen, dan proses produksi sesuai dengan kebutuhan Melakukan pemeriksaan (examination) sesuai yang dibutuhkan Menyiapkan catatan pemeriksaan untuk kebutuhan inspektor Menyediakan material, komponen, dan proses produksi sesuai dengan kebutuhan Melakukan pemeriksaan (examination) sesuai yang dibutuhkan Menyiapkan catatan pemeriksaan untuk kebutuhan inspektor

21 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 21 Kebutuhan Examination Mengacu pada kondisi operasi awal masing-masing instalasi pipa, termasuk komponen dan pembuatannya (workmanship) Jenis dan tambahan examination perlu dispesifikasikan Sambungan (joints) yang tidak termasuk dalam kebutuhan examination lolos pemeriksaan jika melewati tes kebocoran Untuk material P-Nos 3, 4, dan 5, examination dilakukan setelah proses perlakuan panas Untuk sambungan lasan, examination dilakukan sebelum reinforcing pad atau saddle ditambahkan Mengacu pada kondisi operasi awal masing-masing instalasi pipa, termasuk komponen dan pembuatannya (workmanship) Jenis dan tambahan examination perlu dispesifikasikan Sambungan (joints) yang tidak termasuk dalam kebutuhan examination lolos pemeriksaan jika melewati tes kebocoran Untuk material P-Nos 3, 4, dan 5, examination dilakukan setelah proses perlakuan panas Untuk sambungan lasan, examination dilakukan sebelum reinforcing pad atau saddle ditambahkan  Umum

22 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 22  Kriteria yang Diterima Dicantumkan di engineering design dan paling tidak memenuhi kriteria berikut:  Cacat pada Komponen dan Proses Pembuatan, barang yang diperiksa dengan satu atau lebih cacat melebihi kriteria dari Code harus diperbaiki atau diganti, dan kemudian diperiksa ulang  Progressive Sampling untuk Examination  Cacat pada Komponen dan Proses Pembuatan, barang yang diperiksa dengan satu atau lebih cacat melebihi kriteria dari Code harus diperbaiki atau diganti, dan kemudian diperiksa ulang  Progressive Sampling untuk Examination a.Dua sampel dari jenis yang sama diperiksa dengan pemeriksaan yang sama b.Jika barang yang diperiksa pada (a) dapat diterima, yang cacat harus diperbaiki atau diganti c.Jika hasil pemeriksaan ada yang cacat, maka dua sampel lagi diambil untuk pemeriksaan selanjutnya d.Jika semua yang diperiksa pada (c) diterima, yang cacat harus diperbaiki atau diganti e.Jika ada yang cacat pada (c), semua barang: (1) diperbaiki atau diganti dan diperiksa ulang (2) diperiksa secara keseluruhan dan diperbaiki atau diganti sesuai kebutuhan a.Dua sampel dari jenis yang sama diperiksa dengan pemeriksaan yang sama b.Jika barang yang diperiksa pada (a) dapat diterima, yang cacat harus diperbaiki atau diganti c.Jika hasil pemeriksaan ada yang cacat, maka dua sampel lagi diambil untuk pemeriksaan selanjutnya d.Jika semua yang diperiksa pada (c) diterima, yang cacat harus diperbaiki atau diganti e.Jika ada yang cacat pada (c), semua barang: (1) diperbaiki atau diganti dan diperiksa ulang (2) diperiksa secara keseluruhan dan diperbaiki atau diganti sesuai kebutuhan a.Untuk lasan, lihat tabel 2.1 dan gambar 2.1 b.Untuk coran a.Untuk lasan, lihat tabel 2.1 dan gambar 2.1 b.Untuk coran

23 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 23 Tabel 2.1 Kriteria yang diterima untuk lasan

24 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 24 (lanjutan)

25 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 25 (lanjutan)

26 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 26 Gambar 2.1 Macam-macam cacat pada lasan

27 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 27 Lebih Jauh tentang Kebutuhan Examination  Kebutuhan examination normal Visual examination - material dan komponen yang cukup - paling sedikit 5% dari fabrikasi - 100% fabrikasi untuk las longitudinal - pemeriksaan acak pada ulir, baut, dan sambungan lainnya - pemeriksaan acak selama pembangunan/instalasi sistem - pemeriksaan pipa tegak untuk data kerusakan Visual examination - material dan komponen yang cukup - paling sedikit 5% dari fabrikasi - 100% fabrikasi untuk las longitudinal - pemeriksaan acak pada ulir, baut, dan sambungan lainnya - pemeriksaan acak selama pembangunan/instalasi sistem - pemeriksaan pipa tegak untuk data kerusakan

28 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 28 -tidak kurang dari 5% dari las butt circumferential dan miter groove harus diperiksa dengan radiografi atau ultrasonic secara acak -tidak kurang dari 5% dari semua brazed joints harus diperiksa dengan in-process examination -tidak kurang dari 5% dari las butt circumferential dan miter groove harus diperiksa dengan radiografi atau ultrasonic secara acak -tidak kurang dari 5% dari semua brazed joints harus diperiksa dengan in-process examination Other examination (pemeriksaan lainnya) Sertifikasi dan records -pemeriksa (examiner) harus menjamin bahwa material dan komponen adalah grade yang dispesifikasikan telah menerima perlakuan panas (heat treatment), pemeriksaan (examination), dan pengujian (testing) dengan sertifikasi (certifications), catatan (records) atau data lainnya -examiner harus menyediakannya kepada inspektor bahwa kebutuhan quality control telah diselenggarakan -pemeriksa (examiner) harus menjamin bahwa material dan komponen adalah grade yang dispesifikasikan telah menerima perlakuan panas (heat treatment), pemeriksaan (examination), dan pengujian (testing) dengan sertifikasi (certifications), catatan (records) atau data lainnya -examiner harus menyediakannya kepada inspektor bahwa kebutuhan quality control telah diselenggarakan

29 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 29  Examination – Category D Fluid Service Pipa dan elemennya untuk Category D Fluid Service yang didesain bagian engineering harus diperiksa secara visual sebagai kebutuhan lebih jauh untuk meyakinkan examiner bahwa komponen, material, dan proses pembuatan memenuhi code dan engineering design  Examination – Severe Cyclic Condition a.Visual examination, dilakukan kecuali semua fabrikasi, proses penyambungan, dan instalasi pipa telah diperiksa b.Other examination, semua sambungan lasan diperiksa dengan 100% radiography atau dengan 100% ultrasonic. Socket welds dan branch connection welds diperiksa dengan magnetic particle atau liquid penetrant c.In-process examination d.Certification dan records a.Visual examination, dilakukan kecuali semua fabrikasi, proses penyambungan, dan instalasi pipa telah diperiksa b.Other examination, semua sambungan lasan diperiksa dengan 100% radiography atau dengan 100% ultrasonic. Socket welds dan branch connection welds diperiksa dengan magnetic particle atau liquid penetrant c.In-process examination d.Certification dan records

30 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 30 Examination Tambahan  Spot Radiography Longitudinal welds Circumferential butt welds & other welds Sampling kemajuan untuk examination Lasan yang harus diperiksa Longitudinal welds Circumferential butt welds & other welds Sampling kemajuan untuk examination Lasan yang harus diperiksa  Uji Kekerasan (Hardness Test)  Examination untuk Mengatasi Keraguan  Uji Kekerasan (Hardness Test)  Examination untuk Mengatasi Keraguan

31 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 31 Kualifikasi dan Sertifikasi 2.7 Examination Personnel Orang yang melakukan examination bukan orang produksi Mempunyai pelatihan dan pengalaman yang setaraf dengan kebutuhan dari examination Atasan harus menandatangani records dari examiner, menunjukkan tanggal dan hasil kualifikasi personal Mempunyai pelatihan dan pengalaman yang setaraf dengan kebutuhan dari examination Atasan harus menandatangani records dari examiner, menunjukkan tanggal dan hasil kualifikasi personal Kriteria Khusus

32 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 32 Dilaksanakan sesuai dengan prosedur tertulis pada BPV Code, Section V, Article 1, T-150. Atasan harus menandatangani records dari prosedur examination, menunjukkan tanggal dan hasil dari kualifikasi prosedur Dilaksanakan sesuai dengan prosedur tertulis pada BPV Code, Section V, Article 1, T-150. Atasan harus menandatangani records dari prosedur examination, menunjukkan tanggal dan hasil dari kualifikasi prosedur 2.8 Prosedur Examination

33 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 33 Metode Umum, diuraikan dalam Code, engineering design, atau dari inspektor Metode Khusus, jika tidak tercantum dalam Code Definisi Metode Umum, diuraikan dalam Code, engineering design, atau dari inspektor Metode Khusus, jika tidak tercantum dalam Code Definisi 2.9 Jenis Examination 100% examination Random examination Spot examination Random spot examination 100% examination Random examination Spot examination Random spot examination

34 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 34 Definisi  Visual Examination Observasi terhadap bagian dari komponen, sambungan dan elemen perpipaan lainnya yang dapat dilihat sebelum, selama, atau setelah proses manufaktur, fabrikasi, assembly, erection, examination, atau pengujian (testing) Termasuk di dalamnya verifikasi dari kriteria Code dan engineering design untuk material, komponen, dimensi, sambungan, alignment, lasan, bonding, brazing, atau proses penyambungan lainnya, support, assembly, dan erection Observasi terhadap bagian dari komponen, sambungan dan elemen perpipaan lainnya yang dapat dilihat sebelum, selama, atau setelah proses manufaktur, fabrikasi, assembly, erection, examination, atau pengujian (testing) Termasuk di dalamnya verifikasi dari kriteria Code dan engineering design untuk material, komponen, dimensi, sambungan, alignment, lasan, bonding, brazing, atau proses penyambungan lainnya, support, assembly, dan erection Metode, BPV Code, Section V, Article 9

35 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 35  Magnetic Particle Examination Metode, BPV Code, Section V, Article 7  Liquid Penetrant Examination Metode, BPV Code, Section V, Article 6  Radiographic Examination Metode, BPV Code, Section V, Article 2 100% radiography Random radiography Spot radiography 100% radiography Random radiography Spot radiography Jenis-jenis radiography

36 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 36  Ultrasonic Examination Metode, BPV Code, Section V, Article 2

37 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 37 Definisi  In-Process Examination Joint preparation, dan cleanliness Preheating Fit-up, joint clearance, dan internal alignment to joining Parameter pada proses penyambungan, termasuk material filler (untuk lasan) kondisi dari root pass setelah pembersihan, kemudian ditambahkan liquid penetrant / magnetic particle examination (untuk lasan) penghilangan slag pada lasan Joint preparation, dan cleanliness Preheating Fit-up, joint clearance, dan internal alignment to joining Parameter pada proses penyambungan, termasuk material filler (untuk lasan) kondisi dari root pass setelah pembersihan, kemudian ditambahkan liquid penetrant / magnetic particle examination (untuk lasan) penghilangan slag pada lasan Metode, visual

38 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 38 Pada opsi pemilik, sistem perpipaan dalam Category D fluid service boleh dilakukan pengujian kebocoran Ketika pemilik beranggapan bahwa hydrostatic leak test tidak praktis, maka digantikan oleh pneumatic test atau juga kombinasi dari hydrostatic-pneumatic test Jika masih dianggap tidak praktis, maka digunakan jenis pengujian lainnya. Dianggap tidak praktis: Pada opsi pemilik, sistem perpipaan dalam Category D fluid service boleh dilakukan pengujian kebocoran Ketika pemilik beranggapan bahwa hydrostatic leak test tidak praktis, maka digantikan oleh pneumatic test atau juga kombinasi dari hydrostatic-pneumatic test Jika masih dianggap tidak praktis, maka digunakan jenis pengujian lainnya. Dianggap tidak praktis: 2.10 Pengujian (Testing) Pengujian Kebocoran (Leak Test) Hydrostatic test akan merusak linings atau insulasi internal, atau mengkontaminasi proses yang bisa menyebabkan kerusakan, korosi, atau kerusakan lainnya Pneumatic test bisa menyebabkan gagal getas karena rendahnya temperatur selama pengujian Hydrostatic test akan merusak linings atau insulasi internal, atau mengkontaminasi proses yang bisa menyebabkan kerusakan, korosi, atau kerusakan lainnya Pneumatic test bisa menyebabkan gagal getas karena rendahnya temperatur selama pengujian

39 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 39 Pembatasan tekanan Kriteria Umum untuk Leak Test a.Tegangan melebihi kekuatan luluh b.Ekspansi dari fluida c.Persiapan pneumatic test a.Tegangan melebihi kekuatan luluh b.Ekspansi dari fluida c.Persiapan pneumatic test Kriteria Lainnya a.Pemeriksaan kebocoran b.Perlakuan panas (heat treatment) c.Temperatur rendah a.Pemeriksaan kebocoran b.Perlakuan panas (heat treatment) c.Temperatur rendah

40 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 40 Ketentuan khusus untuk pengujian a.Piping subassemblies b.Flanged joints a.Piping subassemblies b.Flanged joints Pipa bertekanan luar Jacketed piping Pipa bertekanan luar Jacketed piping a.Bagian internal harus mengalami leak test berdasarkan tekanan rancang kritis, baik internal maupun eksternal b.Bagian selubung (jacket) harus mengalami leak test berdasarkan tekanan rancang pada selubung a.Bagian internal harus mengalami leak test berdasarkan tekanan rancang kritis, baik internal maupun eksternal b.Bagian selubung (jacket) harus mengalami leak test berdasarkan tekanan rancang pada selubung Perbaikan atau tambahan setelah leak test Test records Perbaikan atau tambahan setelah leak test Test records a.Tanggal b.Identifikasi sistem perpipaan c.Fluida d.Tekanan e.Sertifikat dari examiner a.Tanggal b.Identifikasi sistem perpipaan c.Fluida d.Tekanan e.Sertifikat dari examiner

41 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 41 Joints exposed, semua sambungan harus terlihat selama pengujian berlangsung Temporary supports, diperlukan untuk menopang berat dari fluida Expansion joints, sambungan ekspansi harus diuji tanpa temporary restraint pada saat tekanan pengujian sebesar di bawah 150% dari tekanan rancang. Jika lebih dari itu, temporary restraint diperlukan Limits of tested piping, peralatan yang tidak dikenai pengujian harus diisolasi selama pengujian Joints exposed, semua sambungan harus terlihat selama pengujian berlangsung Temporary supports, diperlukan untuk menopang berat dari fluida Expansion joints, sambungan ekspansi harus diuji tanpa temporary restraint pada saat tekanan pengujian sebesar di bawah 150% dari tekanan rancang. Jika lebih dari itu, temporary restraint diperlukan Limits of tested piping, peralatan yang tidak dikenai pengujian harus diisolasi selama pengujian Persiapan untuk Leak Test

42 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 42 Fluida, dianjurkan air, tetapi bisa juga nontoxic liquid. Jika fluidanya bersifat mudah terbakar (flammable), titik nyalanya harus di bawah 49 0 C (120 0 F) Tekanan Fluida, dianjurkan air, tetapi bisa juga nontoxic liquid. Jika fluidanya bersifat mudah terbakar (flammable), titik nyalanya harus di bawah 49 0 C (120 0 F) Tekanan Hydrostatic Leak Test a.Tidak boleh lebih dari 1.5kali tekanan rancang b.Untuk temperatur rancang di atas temperatur pengujian, maka tekanan pengujian dihitung dengan a.Tidak boleh lebih dari 1.5kali tekanan rancang b.Untuk temperatur rancang di atas temperatur pengujian, maka tekanan pengujian dihitung dengan P T = maximum (minimum) tekanan relatif pengujian P = tekanan rancang internal relatif S T = tegangan pada temperatur pengujian S = tegangan pada temperatur rancang (tabel A-1) P T = maximum (minimum) tekanan relatif pengujian P = tekanan rancang internal relatif S T = tegangan pada temperatur pengujian S = tegangan pada temperatur rancang (tabel A-1) c. Jika tekanan pengujian akan menghasilkan tegangan yang melebihi tegangan luluh pada temperatur uji, maka tekanan pengujian diturunkan

43 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 43 Hydrostatic test dari pipa dengan bejana sebagai satu sistem a.Jika tekanan uji dari pipa yang menempel pada bejana sama atau kurang dari tekanan uji untuk bejana, maka sistem diuji pada tekanan uji pipa b.Jika tekanan uji dari pipa melebihi tekanan uji bejana, dan dianggap tidak praktis untuk mengisolasi pipa dari bejana, maka sistem diuji pada tekanan bejana a.Jika tekanan uji dari pipa yang menempel pada bejana sama atau kurang dari tekanan uji untuk bejana, maka sistem diuji pada tekanan uji pipa b.Jika tekanan uji dari pipa melebihi tekanan uji bejana, dan dianggap tidak praktis untuk mengisolasi pipa dari bejana, maka sistem diuji pada tekanan bejana

44 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 44 Tindakan pencegahan, pengujian ini melibatkan resiko dari pelepasan energi yang tersimpan dalam gas terkompresi. Tindakan perlu dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan gagal getas. Perangkat pembebasan tekanan, untuk membatasi besarnya tekanan Fluida, gas, jika bukan udara, harus nonflammable dan nontoxic Tekanan, 110% tekanan rancang Prosedur Tindakan pencegahan, pengujian ini melibatkan resiko dari pelepasan energi yang tersimpan dalam gas terkompresi. Tindakan perlu dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan gagal getas. Perangkat pembebasan tekanan, untuk membatasi besarnya tekanan Fluida, gas, jika bukan udara, harus nonflammable dan nontoxic Tekanan, 110% tekanan rancang Prosedur Pneumatic Leak Test tekanan secara bertahap ditingkatkan sampai tekanan relatif kurang dari 170 kPa (25 psi) tekanan ditingkatkan kembali sampai tekanan uji tercapai ditahan beberapa saat pada setiap tahapnya untuk menghomogenkan strain pada pipa tekanan diturunkan kembali sampai tekanan rancang sebelum pemeriksaan kebocoran tekanan secara bertahap ditingkatkan sampai tekanan relatif kurang dari 170 kPa (25 psi) tekanan ditingkatkan kembali sampai tekanan uji tercapai ditahan beberapa saat pada setiap tahapnya untuk menghomogenkan strain pada pipa tekanan diturunkan kembali sampai tekanan rancang sebelum pemeriksaan kebocoran

45 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 45 Prosedur Hydrostatic-Pneumatic Leak Test tekanan secara bertahap ditingkatkan sampai tekanan operasi tercapai ditahan beberapa saat pada setiap tahapnya untuk menghomogenkan strain pada pipa tekanan secara bertahap ditingkatkan sampai tekanan operasi tercapai ditahan beberapa saat pada setiap tahapnya untuk menghomogenkan strain pada pipa Examination for leaks, diperbolehkan untuk meniadakan pemeriksaan kebocoran dari sambungan sebelumnya Sensitive leak test, sensitivitas pengujian tidak boleh kurang dari atm ml/s Examination for leaks, diperbolehkan untuk meniadakan pemeriksaan kebocoran dari sambungan sebelumnya Sensitive leak test, sensitivitas pengujian tidak boleh kurang dari atm ml/s a.Tekanan pengujian paling kecil 105 kPa (15 psi) relatif, atau 25% tekanan rancang b.Tekanan ditingkatkan secara bertahap sampai tekanan relatif 170 kPa (25 psi) tercapai. Tekanan ditahan beberapa saat pada setiap tahapnya untuk menghomogenkan strain pada pipa a.Tekanan pengujian paling kecil 105 kPa (15 psi) relatif, atau 25% tekanan rancang b.Tekanan ditingkatkan secara bertahap sampai tekanan relatif 170 kPa (25 psi) tercapai. Tekanan ditahan beberapa saat pada setiap tahapnya untuk menghomogenkan strain pada pipa

46 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 46 Pengujian kebocoran alternatif Pemeriksaan lasan a.Circumferential, longitudinal, dan spiral groove 100% diradiografi b.Semua lasan (selain a), diperiksa dengan liquid penetrant a.Circumferential, longitudinal, dan spiral groove 100% diradiografi b.Semua lasan (selain a), diperiksa dengan liquid penetrant Analisis fleksibilitas Metode pengujian, sensitive leak test Analisis fleksibilitas Metode pengujian, sensitive leak test

47 Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 47 END OF CHAPTER 2


Download ppt "Bab 2 Fabrication, Assembly, dan Erection Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 1 BAB II FABRICATION, ASSEMBLY AND ERECTION BAB II FABRICATION,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google