Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FUEL SYSTEM (CONVENTIONAL TYPE) TEKNIK KENDARAAN RINGAN XI SEMESTER 4 TH SMKN 1 MUARA UYA Terampil & Ulet (SMKN 1 MUTU)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FUEL SYSTEM (CONVENTIONAL TYPE) TEKNIK KENDARAAN RINGAN XI SEMESTER 4 TH SMKN 1 MUARA UYA Terampil & Ulet (SMKN 1 MUTU)"— Transcript presentasi:

1 FUEL SYSTEM (CONVENTIONAL TYPE) TEKNIK KENDARAAN RINGAN XI SEMESTER 4 TH SMKN 1 MUARA UYA Terampil & Ulet (SMKN 1 MUTU)

2 TUGAS BAHAN BAKAR BENSIN Salinlah slide no. 3 – 48 (tugas 1 hanya slide 3 – 20) Untuk gambar, gunting dan tempelkan di buku catatan. Kumpulkan tugas ini di meja guru untuk dijadikan nilai tugas 1. Materi ini dapat diunduh di

3 FUEL SYSTEM FUNGSI Untuk mensuplai kebutuhan bahan bakar kedalam silinder sesuai dengan kebutuhan mesin.

4 Fuel Tank Tangki bahan bakar terbuat dari pelat besi, dipasangkan dibagian belakang kendaraan untuk menghindari bocor pada saat terjadi tabrakan. Pada bagian dalam dilapisi dengan lapisan anti karat, Sparator dipasangkan didalam tangki untuk mencegah bahan bakar turun – naik pada saat mobil berjalan. Ujung pipa hisap bahan bakar, diletakkan dengan jarak 2 – 3 cm dari dasar tangki, untuk mencegah terhisapnya air dan kotoran.

5 Fuel Line Ada 3 saluran bahan bakar Saluran utama untuk mengirimkan bahan bakar ke pompa bahan bakar Saluran pengembali, untuk mengembalikan kelebihan bahan bakar ke tangki Saluran untuk emisi bahan bakar ( untuk menyalurkan gas HC ke charcoal canister )

6 Fuel Filter Fungsi Untuk memisahkan air dan debu yang terkandung didalam bensin. Saringan berfungsi untuk menurunkan kecepatan aliran sehingga partikel – partikel yang lebih berat dari bensin akan tertinggal didasar saringan Catatan : Untuk mobil mobil tertentu saringan bensin diletakkan didadalam tangki bensin dan dijadikan satu dengan pompa bensin

7 FUEL PUMP Catatan : Ada 2 jenis fuel pump, Machanical & Electric MECHANICAL FUEL PUMP

8 Cara kerja pompa jenis mekanis : Pada saat rocker arm ditekan, maka arm akan menarik diaphragm ke bawah, sehingga katup inlet terbuka, dan bensin terhisap. Pada saat arm tidak ditekan pegas akan mengembalikan arm ke posisi semula, sehingga diaphragm akan kembali keposisi semula karena dorongan pegas. Bensin yang ada diatas diaphragm akan mendorong katup outlet untuk terbuka dan katup inlet untuk menutup. Pada saat bensin dikarburator penuh pegas tidak dapat mengembalikan diaphragm ke posisi semula sehingga pemompaan bahan bakar terhenti

9 ELECTRIC FUEL PUMP Plunger type electric fuel pump Pompa bensin ini terpasang jauh dari mesin untuk mencegah terjadinya vapour lock PLUNGER TYPE FUEL PUMP

10 Cara kerjanya : Bila arus listrik mengalir ke coil, maka akan terjadi kemagnetan sehingga plunger akan tertarik dan menekan pegas, inlet valve terbuka dan bensin akan masuk ke ruang “ A “, jika arus listrik terputus, plunger akan kembali ke posisi semula karena adanya dorongan pegas pembalik. Outlet valve akan terbuka oleh tekanan bahan bakar, dan bahan bakar akan mengalir keluar. Pada saat yang sama inlet valve akan terbuka dan bahan bakar akan terhisap masuk kedalam plunger melalui inlet port. Jika tekanan pada sisi outlet melebihi 0,25kg/cm 2 maka plunger tidak dapat bekerja. PLUNGER TYPE FUEL PUMP

11 EMERGENCY FUEL STOP SYSTEM ( EFSS ) DIAGRAM KERJA RANGKAIAN EFSS Fungsi : Untuk mencegah tumpahnya bahan bakar pada saat terjadi kecelakaan, dalam kondisi mesin mati & kunci kontak dalam posisi on

12 Setelah mesin hidup Jika putaran mesin lebih besar dari 100 +/- 50rpm, sensor akan mematikan transistor Akibatnya arus yang mengalir ke coil akan terputus dan kontak point akan kembali ke posisi “ b “ dan pompa akan bekerja terus selama kunci kontak on. Bila putaran mesin kurang dari 100 +/- 50rpm, maka transistor akan menjadi “on “. Akibatnya koil akan mendapatkan arus sehingga timbul kemagnetan dan menarik kontak ke posisi “a”, jika kunci kontak tidak pada posisi “ST “ maka pompa tidak dapat bekerja ( mati ) EMERGENCY FUEL STOP SYSTEM ( EFSS )

13 CARBURETOR Fungsi Untuk membentuk / menyediakan campuran bahan bakar yang sesuai dengan kondisi kerja mesin.

14 PERBANDINGAN UDARA - BAHAN BAKAR DAN KEMAMPUAN MESIN Teori perbandingan bahannbakar 14,7 : 1 Perbandingan Ekonomis : 1 Power air fuel ratio : 1

15 Power air fuel ratio : 1 PERBANDINGAN ENERGI UDARA DAN BAHAN BAKAR Catatan : Campuran udara & bahan bakar paling kecil yang masih dapat terbakar = 20 : 1

16 SISTIM PELAMPUNG Fungsi : Untuk mempertahankan ketiggian permukaan bahan – bakar diruang pelampung tinggi ini diperhitungkan jaraknya dengan ketinggian main nozle ( h ) Pengaturan pelampung Jika bensin dari pompa bahan bakar melalui katup jarum dan masuk kedalam ruang pelampung maka pelampung akan mengangkat katup dan katup akan menghentikan aliran bahan bakar, jika bahan bakar turun maka katup akan terbuka lagi. Dengan demikian ketinggian bensin pada ruang pelampung tetap konstand

17 PENYETELAN PELAMPUNG Penyetelan Ketinggian pelampung Penyetelan ini dimaksudkan untuk mendapatkan ketinggian “h” Caranya dengan mengukur jarak body carburator dengan pelampung menggunakan “ measuring block “ Jika alat ini tidak tersedia funakan vernier caliper sambil meniupnya melalui saluran inlet, rasakan tenaga tiupannya, jika terasa berat hentikan dan baca ukurannya atau dapat juga menggunakan mata bor yang diameternya sesuai dengan spesikasi tingginya pelampung “ Sesuaikan dengan spesifikasinya “ PENGUKURAN KETINGGIAN PELAMPUNG

18 Penyetelan celah nedle valve ( katup jarum ) Penyetelan ini dimaksudkan untuk mendapatkan lebar pembukaan celah katup nedle Caranya dengan mengukur jarak antara nedle valve dengan lips Spring pada nedle valve berfungsi untuk menyerap getaran mesin agar nedle tidak bocor PENYETELAN PELAMPUNG PENGUKURAN CELAH KATUP JARUM

19 PENYETELAN PELAMPUNG Cara melakukan penyetelan Untuk mendapatkan celah nedle tekuklah pada posisi “ A “ Untuk mendapatkan ketinggian pelampung yang benar tekuklah pada bagian “ B “ Perhatian Jangan merubah posisi lip, jika posisi ini dirubah akan mendapatkan penyetelan yang salah BAGIAN YANG DIRUBAH

20 PIPA VENTILASI UDARA ( AIR VENT TUBE ) Jumlah bahan bakar yang dikeluarkan oleh main nozle tergantung dari perbedaan tekanan antara daerah “ A “, “ B “ dan “ C “ Tekanan antara “ B “ ruang pelampung & “ C “ air horn harus sama, sedangkan tekanan pada daerah “ C “ lebih rendah dari tekanan udara luar ( atmosfer ) Catatan : Jika saringan udara tersumbat ( mampet ), paking ruang pelampung bocor, pipa ventilasi tersumbat maka karbuartor akan menjadi banjir.

21 SALURAN PADA CARBURATOR Putaran rendah ( barel I )

22 PUTARAN RENDAH Hubungan Antara jumlah bahan bakar bensin yang dikeluarkan melalui Idle Port & Slow Port seperti ditunjukkan pada grafik disamping Pada saat mesin berputar rendah Kevacuuman dibawah katup throtlle lebih besar dibandingkan diatas katup throtlle, sehingga bahan bakar keluar melalui saluran yang ada dibawah katup throtlle

23 Pada putaran rendah, throtle valve belum terbuka, Pada saat seperti ini kevacuuman akan terjadi dibawah katup throtle sehingga bahan bakar akan keluar melalui “ Idle Port “ Pada putaran rendah, throtle valve terbuka sedikit, Udara yang masuk kedalam silinder bertambah, kevacuuman dibawah throtle berkurang Bahan bakar disuplai melalui “ Idle Port & Slow Port “ JUMLAH BAHAN BAKAR YANG DIKELUARKAN MELALUI IDLE PORT & SLOW PORT

24 IDLE MIXTURE ADJUSTING SCREW Fungsi : Untuk mengatur perbandingan capuran bahan bakar yang dikeluarkan oleh “ slow jet “ dengan udara ( menyetel CO ) agar perbandingan udara dan bahan bakarnya 12:1 pada saat Idle Catatan: Jangan mengencangkan idle mixture screw terlalu keras, karena akan meyebabkan Idle Screw menjadi cacat Akibatnya kita akan kesulitan untuk mendapatkan penyetelan perbandingan udara dan bahan bakar pada saat idle.

25 PEMILIHAN SCREW DRIVER ( OBENG ) Catatan : Untuk menghindari kerusakan pada komponen yang akan kita buka, Gunakan obeng yang sesuai dengan lebar dan besarnya komponen yang kita buka, Jika kita menggunakan obeng yang terlalu kecil akan menyebabkan komponen menjadi rusak

26 SLOW JET Fungsi Untuk mengontrol jumlah bahan bakar yang mengalir pada saluran utama Primer

27 EKONOMIZER JET, AIR BLEEDER & SOLENOIDE VALVE Ekonomizer Jet Fungsi : untuk mempercepat aliran udara agar didapat campuran bensin dan udara yang baik, dengan cara memperkecil diameter lubang, Air Bleeder Fungsi : untuk Membantu proses atomisasi bensin agar mudah bercampur dengan udara. Jika air bleeder tersumbat maka campuran udara dan bahan bakar akan menjadi terlalu kaya ( bensin akan menetes pad idle & slow port ) Solenoide valve Fungsi : untuk menghentikan suplai bahan bakar melalui saluran primer kecepatan rendah pada saat kunci kontak dimatikan, supaya tidak terjadinya diseling

28 Main jet Fungsi main jet : Untuk membatasi jumlah bahan bakar yang disalurkan oleh kecepatan tinggi primer / sekunder MAIN JET

29 Fungsi : Untuk Membantu proses atomisasi bensin agar mudah bercampur dengan udara. Jika air bleeder tersumbat maka campuran udara dan bahan bakar akan menjadi terlalu kaya ( bensin akan menetes pad idle & slow port ) AIR BLEEDER

30 SALURAN KECEPATAN TINGGI PRIMER Fungsi : Saluran ini dirancang untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara dengan perbandingan sebesar : 1 ( campuran udara & bahan bakar ekonomis ) Kondisi ini dilakukan pada saat kendaraan berjalan pada kecepatan sedang dan tinggi selama kondisi mesin normal. Untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar pada kondisi ini disediakan oleh saluran akselerasi / acceleration circuit dan penambah tenaga / power circuit Diagram aliran udaranya

31 SALURAN KECEPATAN RENDAH SECUNDER ( SECONDARY LOW SPEED CIRCUIT ) Fungsi : Untuk mengatasi keterlambatan suplai bensin ke mesin pada saat awal saluran kecepatan tinggi secunder bekerja, Cara kerjanya : Pada saat throtle valve secunder mulai membuka, aliran udara yang melewati venturi sekunder bergerak lambat, akibatnya bensin yang keluar dari main nozle sedikit, campuran udara dan bahan bakar menjadi kurus. Untuk mengatasi hal ini maka throtle primer membuka sedikit throtle sekunder, dengan secondary toutch angel oleh mekanisme kickup akibatnya timbul kevacuuman pada secondary slow port dan menyebabkan bensin dapat mengalir

32 SALURAN KECEPATAN TINGGI SECUNDER ( SECONDARY HIGH SPEED CIRCUIT ) Catatan Untuk membuka sekundari throtle dipergunakan diaphragm atau bandul pemberat Saluran kecepatan tinggi sekunder dirancang untuk bekerja jika mesin membutuhkan out put yang lebih tinggi maka ukuran venturi, main jet, nozle & jet – jetnya dibuat lebih besar

33 Contacts Lever “ A “ Lever “ B “ Lever “ C “ Rod “ D “ Spring Secondary Throtle Secondary touch angle SECONDARY TOUCH ANGLE Secondary touch angle Adalah mekanisme yang dibuat sedemikian rupa sehingga throtle valve akan mulai membuka jika throtle valve primer membuka pada 55 o – 65 o ( sudut ini disebut Secondary touch angle ) Cara kerjanya : Jika throtle primer membuka kurang dari 55 o – 65 o maka lever B akan terangkat oleh pegas, akibatnya meskipun diapragm menarik rod D keatas lever C tidak akan berputar. Apabila throtle primer membuka lebih dari 55 o – 65 o maka lever A akan berputar berlawanan arah jarum jam dan mendorong lever B, sehingga lever C bergerak bebas dan throtle secondary throtle dapat terbuka

34 KICK – UP MEKANISM Fungsi : Untuk menjaga agar secondary throtle valve tidak macet oleh adanya endapan karbon ( carbon deposit ) Pengukuran celah ini dilakukan antara body karburator dan secondary throtle valve

35 POWER CIRCUIT ( SALURAN TENAGA ) Saluran Tenaga ( Power Circuit ) Saluran kecepatan tinggi Primer dirancang untuk perbandingan ekonomis Jika mesin harus menghasilkan tenaga yang lebih besar maka harus ada penambahan bahan bakar yang disuplai ke saluran kecepatan tinggi Primer hinga perbandingan udara dan bahan bakar menjadi 12-13:1

36 ACCELERATION CIRCUIT ( SALURAN AKSELERASI / PERCEPATAN ) Bila pedal gas diinjak secara tiba – tiba udara yang masuk kemesin akan bertambah cepat dan bensin akan terlambat, hal ini dikarenakan bensin lebih berat dari pada udara, Untuk mengatasi hal tersebut, pada karburator dibuatlan saluran pecepatan agar perbandingan bahan bakar dan udara menjadi 8:1 Catatan Disamping pompa akselerasi model piston terdapat pula pompa akselerasi model diaphragm seperti yang dipasang pada Daihatsu Zebra, maupun Ceria

37 CHOOKE SYSTEM ( SISTIM CHOOKE ) Fungsi : Ketika mesin masih dingin, bensin tidak dapat menguap dengan baik dan menempel pada dinding intake manifold, sehingga campuran bahan bakar dan udara yang masuk kedalam silinder menjadi kurus, akibatnya mesin menjadi sulit untuk dihidupkan. Sistim chooke membuat campuran udara dan bahan bakar dengan perbandingan 1:1, Katup chooke ada 2 macam Model biasa ( manual ), dioperasikan dengan cara menarik kabel Chooke otomatis, katup chooke jenis ini akan beroprasi dengan sendirinya jika mesin dingin, Katup chooke otomatis ada 2 macam yaitu : Dioperasikan dengan menggunakan air pendingi dan dioperasikan secara elektrik

38 CHOOKE SYSTEM Sistim air pemanas: Chooke otomatis model wax, cara kerjanya menggunakan air panas dari air pendingin mesin. Pembukaan katup chooke berdasarkan pemuaian wax ( lilin ) yang kemudian mendorong tuas chooke sesuai dengan naiknya suhu air pendingin mesin.

39 CHOOKE SYSTEM Sistim elektrik: Pada sistim ini chooke dilengkapi dengan bimetal, yang dipanaskan menggunakan elektrik heat coil, Pembukaan katup chooke berdasarkan pemuaian bimetal akibat panasnya heat coil yang dihubungkan ke terminal “L”alternator jika alternator menggunakan IC regulator atau ke terminal “ N “ jika alternator menggunakan voltage regulator model platina. Arus yang masuk ke dalam heat coil dibatasi menggunakan PTC ( positive Temperature Coefisient Thermistor ) untuk mencegah arus berlebih yang masuk.

40 FAST IDLE MECHANISM Fungsi : Untuk menaikkan putaran idling mesin pada saat mesin dingin dan katup chooke beroperasi agar mesin dapat hidup dengan baik. Dengan jalan membuka sedikit katup throttle.

41 UNLOADER Fungsi : Untuk membuka sedikit katup chooke pada saat katup beroperasi dan pedal gas diinjak dalam dalam, tujuannya untuk mencegah campuran bensin dan udara yang terlalu kaya karena kekurangan udara pada saat pedal gas diinjak.

42 THROTTLE POSITIONER ( TP ) Fungsi : Untuk mencegah katup throttle tertutup secara mendadak pada saat pedal gas dilepas mendadak. Tujuannya untuk menurunkan kadar CO & HC dengan cara mencegah katup throttle tertutup secara mendadak. Jika hal ini terjadi maka bensin akan terhisap masuk kedalam silinder melaui idle port & slow port. Selain TP ada juga Dash Pot yang fungsi dan cara kerjanya sama dengan TP Dash Pot

43 Water Jacket CHOOKE OPENER ( UNTUK MODEL TERTENTU ) Sistim ini dipasangkan hanya untuk model – model tertentu. Fungsinya : Apabila terjadi kesalahan pada sistim automatic chooke yang mengakibatkan sistim tidak dapat bekerja, agar campuran udara dan bahan bakar tidak menjadi terlalu kaya, karena sistim chooke tidak dapat bekerja ( membuka ), maka chooke opener akan bekerja untuk membuka katup chooke.

44 CHOOKE BREAKER Fungsi : Untuk membuka sedikit katup chooke setelah mesin hidup agar campuran udara dan bahan bakar tidak terlalu kaya setelah mesin hidup. Cara kerjanya: Sesudah mesin dihidupkan pada temperature dingin, katup chooke masih dalam posisi menutup. Sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi terlalu kaya. Untuk mengatasi hal ini katup choke harus dibuka sedikit berdasarkan temperature kerja mesin. Jika temperature mesin dibawah 17 o C, maka yang bekerja adalah diphragm “A “ sehingga pembukaan katup tidak terlalu lebar, Bila temperature mesin diatas 17 o C maka diaphragm “B” ikut bekerja Hal ini dimungkinkan oleh adanya kerja dari TVSV

45 HOT IDLE COMPENSATOR Fungsi : Untuk menambah udara segar dari air horn ( saringan udara ) pada saat mesin panas agar campuaran udara dan bahan bakar tidak terlalu gemuk akibat dari adanya penguapan bahan bakar didalam karburator yang disebabkan oleh temperature ruang mesin yang tinggi. Cara kerjanya: Jika temperatur ruang mesin mencapai 55 o C atau lebih, maka bimetal akan mengembang dan membuka katup udara, sehingga udara segar dapat mengalir ke intake manifold untuk menambah udara agar campuran bahan bakar tidak menjadi terlalu gemuk.

46 CARBURATER SCEMATIC DIAGRAM ED 10 ENGINE

47 CARBURATER SCEMATIC DIAGRAM HD-C ENGINE

48 CARBURATER SCEMATIC DIAGRAM HC-C ENGINE ( “S” SERIES )

49 Bibliography: Astra International

50 THANK TO ASTRA INTERNATIONAL


Download ppt "FUEL SYSTEM (CONVENTIONAL TYPE) TEKNIK KENDARAAN RINGAN XI SEMESTER 4 TH SMKN 1 MUARA UYA Terampil & Ulet (SMKN 1 MUTU)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google