Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Tantangan Bangsaku.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Tantangan Bangsaku."— Transcript presentasi:

1

2 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Tantangan Bangsaku

3 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 “ INDONESIA “ TANAH AIR KU

4 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 INDONESIA Penduduk Indonesia saat ini mendekati angka 220 juta orang.

5 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Kita buka mata, telinga, hati dan perhatian kita untuk melihat negeri yang kita cintai ini, agar bertambah rasa cinta dan kesadaran kita akan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

6 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Negeri serba “Ter” Bernama INDONESIA

7 Negeri “Ter”: Hasil Alam Penghasil bahan tambang terbesar: Timah : No. 1 di dunia Batu bara: No. 3 di dunia Tembaga: No. 4 di dunia Nikel: No. 5 di dunia Emas: No. 7 di dunia Penghasil 80% minyak di Asia Tenggara Penghasil 35 % gas alam cair di dunia (PriceWaterhouseCoopers)

8 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Negeri “Ter”: Hayati Salah satu yang terkaya dalam luas hutan dan keanekaragaman hayati: Memiliki 515 jenis mamalia (urutan kedua, hanya kalah tipis dari Brazil); 397 jenis burung hanya dapat ditemukan di Indonesia; Memiliki jenis ikan air tawar (hanya dapat disaingi oleh Brazil); memiliki jenis terumbu karang dan ikan laut yang luar biasa, termasuk 97 jenis ikan karang yang hanya hidup di perairan laut Indonesia; Memiliki 477 jenis palem (terbanyak di dunia). (Sinar Harapan, 2003)

9 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Negeri “Ter”: Pulau Terbanyak jumlah pulaunya. jumlah pulau (yang pasti) di Indonesia masih simpang siur. (Bagaimana bisa yaa…) Jumlah pulau yang ada di Indonesia saat ini adalah , sedangkan jumlah pulau bernama dan belum bernama sejumlah buah. (informasi terakhir tahun 2004) (Kompas, 13 Nopember 2004)

10 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Negeri “Ter”: Penduduk Salah satu negara berpenduduk terbanyak. No. 4 setelah China, India, dan Amerika Serikat; Tahun 2000 sebanyak 203,4 juta jiwa. Pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 273,65 juta jiwa. Dengan tingkat pertumbuhan 1,35% per tahun, diperkirakan akan menjadi 400 juta jiwa pada tahun (Badan Kependudukan Nasional, 2002)

11 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Negeri “Ter”: Muslim Mempunyai jumlah penduduk yang 84 % Muslim dan terbesar di dunia

12 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Negeri “Ter” DAN IRONIS?

13 IRONIS: Korupsi Salah satu yang terbesar tingkat korupsinya - bersama Kenya, merupakan negara no. 6 terkorup di dunia (Transparency International)

14 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 IRONIS: EKONOMI Pendapatan per capita Indonesia hanya 830 dolar AS (2002), jauh dari Thailand (US$ 1.987) atau Malaysia (US$ 3.400) yang juga sama-sama terkena krisis ekonomi ; Terdapat 62 juta jiwa (28,44 %) penduduk miskin (BPS, 2005). Jumlah pengangguran terbuka per Oktober 2005 sebanyak 11,6 juta orang atau 10,84 % (BPS, Kompas 19/12/05)

15 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 IRONIS: PENGANGGURAN Jumlah pengangguran terbuka per Oktober 2005 sebanyak 11,6 juta orang atau 10,84 % (BPS, Kompas 19/12/05) Angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari (Ditjen Dikti, Depdiknas, 2000).

16 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 IRONIS: EKSTASI Mempunyai pabrik ekstasi terbesar nomer tiga (setelah yang ada di Fiji dan Cina) di dunia. Di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Serang, Banten ditemukan pabrik yang dapat memproduksi ekstasi sebanyak 100 kilogram per pekan. Harga 1 kg ekstasi dapat menghasilkan 10 ribu pil dengan harga Rp 100 ribu per butir, maka pabrik tersebut dapat menghasilkan Rp 1 triliun per pekannya.

17 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Pemuda adalah tulang punggung masa depan bangsa

18 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 IRONIS: HUTANG Total hutang LN Indonesia hampir US$ 150 milyar (setara dengan Rp triliun) sedangkan hutang DN Rp 650 triliun, sehingga total hutang Indonesia Rp triliun (Revrisond Baswir, 2003)

19 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 REALITAS SOSIAL INDONESIA

20 RUMAH TANGGA TIDAK HARMONIS

21 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 KENAKALAN REMAJA

22 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 KEAMANAN SOSIAL

23 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Moralitas Anak Bangsa

24 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Realitas: HIV AIDS Diperkirakan epidemi HIV/AIDS akan terus mengalami peningkatan, ada juta orang rawan untuk terkena HIV dan diperkirakan ada penduduk yang tertular HIV (Depkes, 2004). Faktor yang sangat berpengaruh pada penularan HIV/AIDS adalah perilaku seks berisiko tinggi. Dengan semakin maraknya industri seks, kian banyak pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) suntik. Di Jakarta, kasus baru infeksi HIV mencapai lebih dari 100 pasien per bulannya.

25 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Realitas: NARKOBA Estimasi pengguna narkoba adalah 1,3-2 juta orang Estimasi pengguna narkoba suntik lebih dari 1 juta orang (Reid G, 2002). Dari 30-93% pemakai narkotika terinfeksi HIV, terutama pengguna narkotika suntik. (Reid & Costigan, January 2002).

26 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Realitas: PORNOGRAFI Indonesia berada di urutan kedua setelah Rusia sebagai surga bagi pornografi. (Associated Press/Republika, 17/07/2003). Bisnis prostitusi, bahkan yang melibatkan anak-anak di bawah umur 16 tahun sekitar 1 juta anak di Asia, terbanyak ada di Thailand dan Indonesia (Data ECPAT/End Child Prostitution and Trafficking)

27 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Realitas: PORNOGRAFI Di Jawa Barat saja, dalam kurun waktu Oktober 2001-Maret 2002 telah terjadi 116 kasus kekerasan seksual kepada anak-anak, meliputi 57 kasus perkosaan, 25 kasus pencabulan, 9 kasus disodomi, 1 kasus dibawa lari dan disetubuhi, 6 kasus dilacurkan, 9 kasus pelecehan seksual, dan 9 kasus usaha perkosaan. (Polda Jabar) Jumlah real kasus yang tidak maupun belum terungkap bisa jadi jauh lebih besar lagi.

28 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Kecemasan Publik di Indonesia terbanyak teror bom yang meledak setelah Irak dan Afghanistan. Realitas: BOM

29 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Realitas: Mutu SDM Tahun 2000 (70 %) & Tahun 2004 (60 %) penduduk Indonesia hanya lulus SD, bahkan tidak tamat SD. (Ryas Rasyid)

30 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Fakta Tentang SDM Kita Rapuh Dalam Pengetahuan dan Teknologi Rendah Kreativitas Kurang Disiplin Cenderung Tidak Efisien Kurang Gigih Tidak Konsisten Tidak Dapat Menghargai Waktu Tidak Dapat Menghargai Orang Lain Lemah Dalam Semangat Team Kurang Tanggung Jawab Dan Kredibilitas KONNAS/PMBS/GA/

31 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 PeringkatNegaraNilai 1KOREA SELATAN3.09 2SINGAPORE3.19 3JAPAN3.50 4TAIWAN3.96 5INDIA4.24 6CHINA4.27 7MALAYSIA4.41 8HONGKONG4.72 9THAILAND PHILIPINA VIETNAM INDONESIA6.56 Peringkat Pendidikan Beberapa Negara KONNAS/PMBS/GA/

32 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 DAYA SAING INDONESIA 37 Negara Tetangga : MALAYSIA 16 THAILAND 30 PHILIPINA 33 Indikator Daya Saing di ASEAN VS KONNAS/PMBS/GA/0206 7

33 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, sungguh tidaklah sanggup kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS Ibrahim 14 :34)

34 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 INDONESIA Indonesia tanah air beta Pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala Tetap di puja-puja bangsa Di sana tempat lahir beta Dibuai dibesarkan bunda Tempat berlindung dihari tua Sampai akhir menutup mata

35 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Peran dan Kepedulian Sebagai umat Islam dan khalifah Allah di muka bumi ini, kita sangat peduli akan masalah-masalah diatas, namun apa peran dan kontribusi kita untuk menjadikan Indonesia ini ” menjadi negara yang makmur, sejahtera dan madani ?.

36 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 BAGAIMANA GERAKAN PRAMUKA MENYIKAPINYA?

37 Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 REVITALISASI GAGASAN KONSEP KEPUTUSAN KOMITMEN IMPLEMENTASI EVALUASI


Download ppt "Redesigned by: Joko Mursitho, 2008 Tantangan Bangsaku."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google