Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kredit UMKM di Tengah Krisis Ekonomi Global Peringatan Hari Koperasi Ke-62 Forum Wartawan Koperasi Hotel Bidakara Jakarta, 28 Juli 2009 A. Tony Prasetiantono.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kredit UMKM di Tengah Krisis Ekonomi Global Peringatan Hari Koperasi Ke-62 Forum Wartawan Koperasi Hotel Bidakara Jakarta, 28 Juli 2009 A. Tony Prasetiantono."— Transcript presentasi:

1 Kredit UMKM di Tengah Krisis Ekonomi Global Peringatan Hari Koperasi Ke-62 Forum Wartawan Koperasi Hotel Bidakara Jakarta, 28 Juli 2009 A. Tony Prasetiantono Chief Economist BNI

2 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 2 Agenda  Pendahuluan  Perkembangan kredit UMKM  Prospek di tengah krisis ekonomi global  Kesimpulan

3 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 3 Kredit UMKM  Kredit mikro  kredit dengan plafon sampai dengan Rp50 juta  Kredit kecil  kredit dengan plafon lebih dari Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta  Kredit menengah  kredit dengan plafon lebih dari Rp500 juta sampai dengan Rp5 miliar  Kredit MKM tidak termasuk kartu kredit yang pada posisi Desember 2008 mencapai Rp29,7 triliun  Kredit MKM sudah termasuk penyaluran kredit oleh BPR Konvensional dan pembiayaan oleh Bank Umum Syariah dan BPRS

4 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 4 Kredit UMKM  Net ekspansi kredit MKM hingga Q1/2009 baru mencapai Rp3,4 triliun atau 2,6% dari Rencana Bisnis Bank (RBB) Rp129,4 triliun.  Angka ini jauh menurun dibandingkan Q1/2008 yang mencapai Rp16,6 triliun.  Hal ini diindikasikan sebagai dampak krisis keuangan global yang mengakibatkan makin selektifnya perbankan dalam menyalurkan kredit  Net ekspansi kredit perbankan pada Q1/2009 masih negatif, yaitu sebesar Rp-2,4 triliun.

5 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 5 Baki debet UMKM  Baki Debet Kredit MKM pada akhir Triwulan I 2009 sebesar Rp663,8 triliun, tumbuh 22,7% dibandingkan akhir Triwulan I 2008 (Rp540,8 triliun).  Pertumbuhan baki debet kredit MKM pada Triwulan I 2009 (yoy) sebesar 22,7% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan baki debet kredit MKM pada Triwulan I 2008 sebesar 24,5%.  Total baki debet kredit perbankan pada akhir Triwulan I 2009 sebesar Rp1.332,1 triliun

6 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 6 Baki debet UMKM  Berdasarkan plafon kredit pada akhir Triwulan I 2009, sebagian besar kredit MKM merupakan kredit mikro yaitu 35,5% (Rp235,7 triliun), selebihnya merupakan kredit kecil sebesar 34,5% (Rp229,1 triliun) dan kredit menengah sebesar 30,0% (Rp199,0 triliun).  Jenis kredit MKM yang mengalami pertumbuhan terpesat pada Triwulan I 2009 (yoy) adalah kredit kecil yakni sebesar 38,1% diikuti oleh kredit menengah dan kredit mikro masing-masing sebesar 16,0%

7 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 7 Baki debet UMKM  Berdasarkan jenis penggunaan, pada akhir Triwulan I 2009, sebesar Rp349,1 triliun (52,6%) dari kredit MKM merupakan kredit konsumsi, selebihnya sebesar Rp258,4 triliun (38,9%) digunakan sebagai kredit modal kerja dan Rp56,4 triliun (8,5%) sebagai kredit investasi.

8 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 8 Perkembangan NPL

9 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 9 Krisis ekonomi global  Meski belum ada konsensus mengenai kapan krisis ekonomi global akan berakhir, namun banyak pihak yang mulai meyakini, sudah ada tanda-tanda kondisi terburuk sudah terjadi.  Negara-negara maju menderita krisis lebih parah daripada emerging markets. Penyebabnya, sektor finansial negara maju lebih sophisticated, sehingga ketika terkena krisis juga menjadi lebih complicated. Sedangkan pada emerging markets, sektor finansialnya umumnya masih konvensional, sehingga dampak krisisnya minimal.  Emerging markets yang paling yang paling terkena krisis adalah Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan, karena karakteristik sektor finansialnya mirip dengan negara-negara maju, serta ketergantungan ekonominya yang besar pada ekspor.  Sesudah bom Marriott-Ritz Carlton, belum ada respons negatif di pasar uang dan pasar modal, justru sebalilknya. Apakah ini anomali?

10 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 10 ‘High expectations’  Sesudah pilpres sukses, perekonomian Indonesia dihinggapi ekspektasi tinggi.  Cover story majalah Newsweek dapat mewakili persepsi internasional terhadap Indonesia.  Faktor plus: reformasi ekonomi level moderat, tenaga kerja banyak dan murah, sumber daya alam melimpah.  Tapi problemnya: “1 juta koruptor dipenjara, di luar masih ada 2 juta lainnya”.

11 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 11 Kinerja ekonomi makro, Q1/2009 Sumber: Bloomberg, Juni NegaraPDB (USD miliar) Pertumbuhan yoy (%) Inflasi yoy (%) Pengangguran (%) Jepang 4.384,26-9,7-0,15,0 China 3.205,51+6,1-1,59,0 India 1.176,89+5,8+8,76,8 Korea Selatan 969,79-4,3+2,73,7 Indonesia 432,82+4,4+6,048,4 Thailand 245,35-7,3-3,31,9 Malaysia 186,72-6,2+3,03,0 Singapura 161,35-10,1-0,73,2 Filipina 144,06+0,74,87,7 Vietnam 68,64+3,19,23--

12 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 12 Economic outlook, (%) 2009* (%) Indonesia6.14,0 Malaysia Singapore Thailand Philippines China India Sumber: diolah dari berbagai lembaga, Juni * proyeksi.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 diperkirakan sekitar 4%.  Ini merupakan yang terbaik di kawasan Asia Tenggara, karena yang lain mengalami kontraksi (pertumbuhan ekonomi negatif), seperti Singapura, Thailand dan Malaysia.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya kalah dibandingkan China dan India.

13 Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa Page 13 Terima kasih


Download ppt "Kredit UMKM di Tengah Krisis Ekonomi Global Peringatan Hari Koperasi Ke-62 Forum Wartawan Koperasi Hotel Bidakara Jakarta, 28 Juli 2009 A. Tony Prasetiantono."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google