Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Alat Ukur dan Instrumentasi Bab 4. Instrumen Pengukuran Arus dan Tegangan Searah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Alat Ukur dan Instrumentasi Bab 4. Instrumen Pengukuran Arus dan Tegangan Searah."— Transcript presentasi:

1 Alat Ukur dan Instrumentasi Bab 4. Instrumen Pengukuran Arus dan Tegangan Searah

2 Instrumen Pengukur Arus DC Instrumen Pengukur arus listrik ampermeter memiliki keterbatasan untuk dapat mengukur arus. Tahanan dalam meter Rm membatasi kemampuan batas ukur. Untuk menaikkan batas ukur dilakukan dengan memasang tahanan paralel R p dengan ampermeter (Gambar 4.1). Tahanan R p akan dialiri arus sebesar I p, arus yang melalui meter R m sebesar I m. Gambar 4.1 Tahanan paralel ampermeter

3 Instrumen Pengukur Arus DC (Lanjutan) Tahanan paralel R p tetap dialiri arus I p, sedangkan arus yang melewati (R m + R v ) sebesar I m.Tahanan paralel R p dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut: dimana : R p = Tahanan paralel U = Tegangan I = Arus yang diukur I m = Arus melewati meter I p = Arus melewati tahanan paralel R m = Tahanan dalam meter,,

4 Instrumen Pengukur Arus DC (Lanjutan) Contoh 1: Ampermeter dengan tahanan dalam Rm = 100, arus yang diizinkan melewati meter I m = 0,6 mA. Ampermeter akan mengukur arus I = 6 mA. Hitung tahanan paralel R p. Penyelesaian: U = I m · R m = 0,6 mA · 100 = Atau dengan cara yang lain, didapatkan harga Rp yang sama, menggunakan rumus berikut:

5 Instrumen Pengukur Tegangan DC Pengukur tegangan voltmeter memiliki tahanan meter Rm (Gambar 4.2). Tahanan dalam meter juga menunjukkan kepekaan meter, disebut Ifsd (full scale deflection) arus yang diperlukan untuk menggerakkan jarum meter pada skala penuh. Untuk menaikkan batas ukur voltmeter harus dipasang tahanan seri sebesar RV

6 Instrumen Pengukur Tegangan DC (Lanjtn) Gambar 4.2 Rangkaian Voltmeter untuk menentukan nilai tahanan pengali (multiplier)

7 Instrumen Pengukur Tegangan DC (lanjutan) Dari rangkaian voltmeter pada Gambar 4.2 didapat persamaan: dimana: R V = Tahanan seri meter R m = Tahanan dalam meter U = Tegangan U m = Tegangan meter I m = Arus meter

8 Instrumen Pengukur Tegangan DC (lanjutan) Contoh 2 : Pengukur tegangan voltmeter memiliki arus meter 0,6 mA dan tegangan meter 0,3V. Voltmeter akan digunakan untuk mengukur tegangan 1,5 V. Hitung besarnya tahanan seri meter Rv. Penyelesaian:

9 Voltmeter Rangkuman Ganda Penambahan sejumlah pengali beserta sebuah saklar rangkuman (range switch) membuat instrumen mampu digunakan bagi sejumlah rangkuman tegangan. Pada Gambar 4.3 ditunjukkan tahanan-tahanan pengali dihubungkan secara seri dan saklar pemilih di setiap posisi menghasilkan sejumlah tahanan tertentu yang seri dengan R m..

10 Contoh 3: Sebuah gerak d’Arsonval dengan tahanan dalam R m = 100 Ω dan skala penuh I dp = 1 mA akan diubah menjadi voltmeter DC rangkuman ganda dengan batas ukur V, 0 – 50 V, 0 – 250 V, 0 – 500 V,seperti Gambar 4.3 Gambar 4.3 Penyelesaian: V4 V3V2 V1

11 Contoh 3 (lanjutan) Pada rangkuman 10 V (posisi V4) tahanan total rangkaian adalah: R T = = 10 KΩ R 4 = R T - R m = 10 KΩ Ω = Ω Pada Rangkuman 50 V (posisi V3) R T = = 50 KΩ R 3 = R T – (R 4 + R m ) = 50 KΩ - 10 KΩ = 40 KΩ

12 Contoh 3 (lanjutan) Pada Rangkuman 250 V (posisi V2) R T = = 250 KΩ R 2 = R T – (R 3 + R 4 + R m ) = 250 KΩ - 50 KΩ = 200 KΩ Pada Rangkuman 500 V ((posisi V1) R T = = 500 KΩ R 1 = R T – (R 2 + R 3 + R 4 + R m ) = 500 KΩ KΩ = 250 KΩ Dari contoh diatas dapat dinyatakan bahwa sistem ini memiliki keuntungan yaitu semua pengali memiliki nilai tahanan standar dan dapat diperoleh dipasaran dengan toleransi yang tepat Kecuali pengali rangkuman pertama ( R 4 ).

13 Sensitivitas Voltmeter Sesungguhnya sensitivitas S, adalah kebalikan dari defleksi skala penuh alat ukur yaitu: Sensitivitas S dapat digunakan pada metode sensitivitas untuk menentukan tahanan pengali voltmeter DC.

14 Sensitivitas Voltmeter (lanjutan) Dari rangkaian pada Gambar 4.3 diperoleh rumus untuk menentukan tahanan-tahanan pengali sebagai berikut: R T = S x V R S = (S x V) – R m dimana: S= Sensitivitas voltmeter (Ω/V) V= Rangkuman tegangan yang ditentukan oleh posisi saklar R m = Tahanan dalam alat ukur (ditambah tahanan-tahanan seri) R s = Tahanan pengali Contoh 4: sebuah gerak d’Arsonval dengan tahanan dalam Rm = 100 Ω dan skala penuh Idp = 1 mA, akan diubah menjadi voltmeter DC rangkuman ganda dengan batas ukur 0 – 10 V, 0 – 50 V, 0 – 250 V, 0 – 500 V.Gunakan metode sensitivitas untuk menentukan tahanan-tahanan pengali tsb.

15 Contoh 4 (lanjutan) Penyelesaian: Rangkuman 10 V Rangkuman 50 V Rangkuman 250 V Rangkuman 500 V

16 Efek Pembebanan Saat sebuah voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan pada komponen rangkaian, rangkaian voltmeter itu sendiri dalam hubungan paralel dengan komponen rangkaian. Sehingga kombinasi paralel dari dua resistor menjadi lebih kecil saat voltmeter terhubung jika dibandingkan dengan tanpa voltmeter. Dengan demikian tegangan pada komponen berkurang saat voltmeter dihubungkan. Penurunan tegangan mungkin tidak berarti atau mungkin besar, tergantung dari sensitivitas dari voltmeter yang digunakan. Efek ini disebut pembebanan voltmeter, yang digambarkan pada Gambar 4.4

17 Efek Pembebanan (lanjutan) Gambar 4.4 Efek Pembebanan Voltmeter Tegangan sesungguhnya (Vhitung) Tahanan dalam voltmeter dimana : V = rangkuman voltmeter

18 Efek Pembebanan (lanjutan) Tahanan Pararel Tegangan yang terukur Persentase kesalahan pembacaan

19 Contoh 5 : Dua buah tahanan R1 (100KΩ) dan R2 (50KΩ) terhubung seri dengan sumber tegangan 150 Volt, jika ingin mengukur tegangan pada R2 dengan voltmeter 1 (sensitivitas = 1KΩ/v) dan Voltmeter 2 (sensitivitas = 20KΩ/v). Kedua Voltmeter dipakai pada rangkuman 50 V. Tentukanlah (a) pembacaan tiap voltmeter, (b) persentase kesalahan tiap pembacaan

20


Download ppt "Alat Ukur dan Instrumentasi Bab 4. Instrumen Pengukuran Arus dan Tegangan Searah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google