Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Institusi Pendidikan dan pengembangan ilmu kimia yang bertumpu pada sumber daya lokal, memiliki nilai tambah dan wawasan lingkungan UNIVERSITAS JEMBER.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Institusi Pendidikan dan pengembangan ilmu kimia yang bertumpu pada sumber daya lokal, memiliki nilai tambah dan wawasan lingkungan UNIVERSITAS JEMBER."— Transcript presentasi:

1 Institusi Pendidikan dan pengembangan ilmu kimia yang bertumpu pada sumber daya lokal, memiliki nilai tambah dan wawasan lingkungan UNIVERSITAS JEMBER

2 ANALISIS SIKLIK INJEKSI ALIR DENGAN DETEKSI SPEKTROFOTOMETRI UNTUK MENGUJI KEASAMAN DALAM JUS BUAH-BUAHAN DAN MINUMAN RINGAN JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2015 TUGAS MATA KULIAH KIMIA ANALISIS MODERN Oleh : Agus Wedi Pratama( ) Shella Ariska( ) M. Agung Fitrianto( ) Lailatul Hikmah( )

3 PENDAHULUAN

4 Asam Sitrat Keasaman Buah dan soft drink Keasaman Buah dan soft drink Titrasi basis standar Bahan habis terpakai Waktu dan kesalahan FIA Efisiensi Bahan Siklik FIA

5  Bagaimana menguji keasaman pada buah- buahan dan minuman ringan dengan menggunakan Siklik FIA?

6  Menentukan keasaman pada jus buah dan minuman ringan dengan metode siklik FIA yang efisien, sederhana dan cepat.

7 TINJAUAN PUSTAKA

8 Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasa dan pengawet makanan dan minuman, terutama minuman ringan (wikipedia, 2015).

9 asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat (wikipedia, 2015)

10 Metil Orange (Methyl Orange) MO adalah senyawa organik dengan rumus C 14 H 14 N 3 NaO 3 S dan biasanya dipakai sebagai indikator dalam titrasi asam basa. Indikator MO ini berubah warna dari merah pada pH dibawah 3.1 dan menjadi warna kuning pada pH diatas 4.4 jadi warna transisinya adalah orange (Wikipedia, 2015).

11 Struktur indikator ini adalah sebagai berikut:

12 METODOLOGI PENELITIAN

13 AlatBahan Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1.FIA siklik yang terdiri dari pipa bermulut banyak, pompa peristaltik, katup rotary injeksi, spektrometer visibel, strip grafik perekam, dan konektor. 2.Wadah 3.Pengaduk magnetik (stirer) 4.Penyaring (membran) Bahan yang digunakan yaitu: 1.Metil jingga (MO) 2.Buffer asetat 3.Asam sitrat 4.Sukrosa 5.Jus buah apel, jeruk, dan anggur. 6.Soft Drink A dan B

14

15

16  Buffer Asetat, berfungsi untuk mempertahankan pH larutan sehingga membuat MO tetap berwarna kuning  Sukrosa, untuk membuat mengimbangi viskositas antara carrier dengan sampel sehingga tanpa proses pelarutan sampel.  Metil Orange (MO), sebagai indikator pH

17 Carrier (MO, Sukrosa, dan buffer asetat) Metil Orange pada pH 4,5 berwarna kuning Sampel di injeksi kedalam valve Metil Orange bereaksi dengan asam sitrat menjadi warna merah Backpressure untuk mendispersi sampel sehingga mengembalikan warna MO Pengaduk stirer untuk menghomogenkan Kembali menjadi carrier ke penampung

18 HASIL PENELITIAN

19 Kurva standar dibuat dengan menggunakan asam sitrat dengan konsentrasi 0 - 1,5 % (v/w) dan dihasilkan kurva hubungan linear antara konsentrasi dan absorbansi dengan regresi, r = 0,9964.

20 Untuk mengetahui reprodusibilitas dan repeatabilitas pengukuran, penentuan konsentrasi asam sitrat 0,3 % (v/w) dengan menggunakan analisis siklik dilakukan dengan 100 kali pengulangan. Arus sinyal yang dihasilkan dari penentuan larutan standar digambarkan pada gambar berikut :

21

22 Presisi (sebagai relatif standar deviasi) dari pengukuran larutan standar dengan metode siklik FIA ini juga dihitung. Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa presisinya yaitu sebesar 1,5 %. Hal ini menunjukkan bahwa metode siklik FIA ini memiliki presisi yang sangat baik, karena presisi yang diijinkan harus < 2 %.

23

24 Berdasarkan hasil metode siklik FIA dengan dibandingkan dengan metode titrasi standar pada tabel diatas dapat dinyatakan bahwa hasilnya bagus kecuali pada jus jeruk. Hal ini karena jus jeruk biasanya berwarna kuning sehingga dapat menganggu pengukurannya.

25

26 KESIMPULAN

27 Siklik FIA merupakan metode yang sederhana, cepat dan berulang-ulang untuk penentuan keasaman dalam jus buah dan minuman ringan. Metode ini dapat diterapkan pada hampir proses quality control terus menerus dari keasaman jus buah dan minuman ringan pada suatu pabrik dengan menginjeksikan langsung larutan sampel ke sistem aliran.

28 TERIMA KASIH

29 1. Bagaimana bisa warna MO setelah melewati detektor berubah dari merah menjadi warna semulanya yaitu kuning ? (Handariatul M) 2. Apakah ada pengaruh terhadap grafik yang dihasilkan dengan sistem siklik FIA ini ? (Benny Akhmat S.) 3. Berapa kali putaran maksimum spesi yang dapat digunakan ? (Linda Faiqotul)

30 1. Adanya sampel (asam sitrat) akan mengubah warna MO dari kuning menjadi merah dan melewati detektor. Kemudian setelah itu, sampel akan melewati pipa backpreesure yang sangat panjang yang membuat larutan buffer kembali mengikat ion H + dari asam sitrat sehingga perubahan pH hanya sedikit dan MO kembali menjadi warna kuning. Hal ini juga dikarenakan proses penghomogenan dengan pengaduk magnetik (stirer)

31 2. Penggunaan proses siklik FIA ini tentu akan berpengaruh terhadap grafik yang dihasilkan. Karena penggunaan spesi-spesi kimia yang digunakan yaitu MO, larutan gula sukrosa dan buffer asetat secara terus menerus dan sampel terus ikut berada disana. Pengaruhnya yaitu semakin naiknya base line dari grafik tersebut, karena semakin besar konsentrasi ion H + didalam carrier yang mengalir.


Download ppt "Institusi Pendidikan dan pengembangan ilmu kimia yang bertumpu pada sumber daya lokal, memiliki nilai tambah dan wawasan lingkungan UNIVERSITAS JEMBER."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google