Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DASAR DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN Kode mk: FP 5325 Sem/sks: V/3 sks PRODI AGROTEKNOLOGI/AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DASAR DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN Kode mk: FP 5325 Sem/sks: V/3 sks PRODI AGROTEKNOLOGI/AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA."— Transcript presentasi:

1 DASAR DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN Kode mk: FP 5325 Sem/sks: V/3 sks PRODI AGROTEKNOLOGI/AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA 2013

2 REFERENSI Agrios,G.N Plant Pathology 4 th edition. Aldrich,R.J Weed Crop Ecology. Principles in Weed Management. Fry, W.E Principles of Plant Diseaser Management. IRRI Insect Pest Management in Rice. Martin,H.& Woodcock, D The scientific Princip in Crop Protection. Soeryani,M. Fostermans,AJGHS.& Tjitrosoepomo,G Weed of Rice in Indonesia. Tjitrosudirdjo, SU Pengelolaan Gulma di Perkebunan.

3 SILABI I.PENDAHULUAN A. Arti Dasar Perlindungan Tanaman B. Arti Gangguan Bagi Masyarakat C. Masalah Perlindungan D. Kaitan Perlind di Dalam Pertanian II. KONSEP TIMBULNYA GANGGUAN A. Macam Konsep Gangguan B. Lingkungan Tropika III. INDIKASI GANGGUAN A. Gejala Gangguan Hama

4 B. Gejala Gangguan Pathogen C. Gejala Gangguan Gulma IV. PENGGANGGU TANAMAN A. Hama B. Pathogen C. Gulma V. EPIDEMIOLOGI PATHOGEN A. Epidemi B. Penyebaran Pathogen C. Daur Hidup Pathogen D. Terjadinya Epidemi

5 E. Rumus Epidemi F. Ramalan Datangnya Epidemi G. Simulasi Komputer VI. PENGENDALIAN GANGGUAN TERPADU A. Pengendalian Sesuai Kebijaksanaan B. Pengendalian Secara Tehnik Budidaya C. Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik D. Pengendalian Secara Biologi E. Pengendalian Secara Kimiawi VII. PESTISIDA A. Pestisida Dalam Arti Luas B. Fungisida & Bakterisida C. Insectisida D. Herbisida

6 I.PENDAHULUAN A. Arti Dasar Dasar Perlindungan Tanaman Dasar Perlindungan: adl usaha utk menghindarkan/mengurangi gangguan pd tnm meningkatk ketahanan, menurunk /menghilangk virulensi opt / memanipulasi lingkungan. Pengertian gangguan berarti ada faktor & unsur yaitu tanaman, pengganggu & lingkungan. Supaya tnm tdk terganggu mk tnm hrs ketahanan tinggi, pengganggu hrs lemah (virulensi rendah) & lingkungan hrs sesuai, opt tdk sesuai.

7 Gangguan dpt terjadi pd : hasil ( akar, batang,daun, bunga&buah), ekonomi, gizi, obat, keindahan. Perlindungan ditujukan pada tanaman. Pengendalian ditujukan pada opt. Pengganggu dikendalikan berdasarkan merugikan ( ambang ekonomi = Economic threshold level) yg artinya besarnya biaya pengendalian = besarnya nilai ekonomi tambahan hsl dg adanya biaya pengendalian tsb. B. Arti Gangguan Bagi Masyarakat Beberapa contoh gangguan opt:

8 1.Gangguan Hama a. Serangan belalang di Afrika Semula bersifat poliphag menghabiskan semua tanmn. b. Serangan kutu anggur pd kuncup daun dan kuncup bunga (Phylloxera vastatrix) di Perancis. c. Nematoda puru akar (Heterodera skacktis) pd tnm bit gula ( Beta vulgaris) di Jerman, umbi tdk terbentuk. d. Serangga penghisap buah kakao, sehingga biji tdk terbentuk. e. Hama tikus pd tanm padi di Jawa, akibat penggunaan DDT menyebabkan musuh alami tikus mati, tikus berkembang pesat f. Serangga ulat Arthona pd tnm kelapa di Jawa & D.I.Y. sbg penghasil kelapa utama sbg kopra. g. Hama wereng pd tnm padi di Indonesia, jenis padi rentan dpt gagal panen, muncul jenis baru VUTW.

9 h. Serangga penggerek pucuk tnm tebu, berakibat tdk membentuk batang. i. Serangga menyerang biji, membentuk bubuk (pasca panen), biji yg disimpan di gudang hancur menjadi bubuk. 2. Gangguan berupa pathogen diantaranya: a. Penyakit hawar daun pd tnm kentang oleh fungi (Phytophtora investan), penghasil kentang gagal panen. b. Penyakit karat daun kopi fungi (Hemilea vastatrix), kopi arabika kurang tahan, jenis robusta lebih tahan di Indon banyak tumbh di datr tinggi virulensi pathogen menurun. c. Penyakit sereh pd tnm tebu virus (Nanus sachari) di Jawa, batang tebu tdk terbentuk, tumbh kerdil spt tnm sereh. d. Penyakit panama/layu fungi (Fusarium oxysporium) pd tnm pisang, mdh menular melalui aliran air dalam tanah (soil borne pathogen ).

10 e. Penyakit darah pd tnm pisang oleh bakteri ( Pseudomonas solanacearum), bila batang dipotong keluar cairan berwarna merah darah. f. Penyakit Citrus Vein Phloem Degeration(CVPG), dulu diduga krn virus, ternyata bakteri (Librobacteri asiaticum) pd tnm jeruk, berakibat buah mengecil & jumlah buah menurun. g. Penyakit Cacar daun cengkeh(CDC) fungi (Phyllosticta sezygii) berakibat daun & bunga gugur. h. Penyakit tungro virus pd tnm padi, dulu disebut mentek, vektornya wereng coklat & hijau ().

11 i. Penyakit busuk batang tnm panili oleh jamur (Fusarium oxysporium), dilakukan vaksinasi dgn pathogen avirulen, menggunakan tnm hasil dr biji & kultur jaringan. j. Penyakit antraknos fungi (Colletrichum gloeosparioides), menyerang buah pasca panen menurunkan mutu. 3. Gangguan berupa gulma diantaranya: a. Gulma ilalang (Imperata cylindrica), gulma ganas berkemb biak dgn biji & rimpang, terjd alellopathy, herb sistemik. b. Gulma teki (Cyperus rotundus)= ilalang. c. Bayam berduri (Amaranthus spinosum), tjd kompetisi hara, air & cahaya. d. Wedusan (Ageratum conyzoides), selain sbg gulma juga sbg inang berbagai virus.

12 e.Kembang telekan (Lantana camara) f. Enceng Gondok (Eichornia crasipes), = L. camara, awalnya sebagai tanaman hias. C. Masalah Perlindungan Tanaman Perlunya dilaksanakan perlindungan krn: kenaikan jumlah penduduk, produksi menurun, menyusutnya/perubahan fungsi lahan, maka perlu intensifikasi, slh satu pestisida. Efek samping: - resistensi hama, pestisa berlebihan. - pencemaran lingkungan, keracuanan konsumen. D.Kaitan Perlindungan dalam Pertanian Tugas pemerintah dibebankan kpd DepTan Yg utama: a. Memenuhi kebutuhan bhn pangan utk seluruh masyarakat

13 di negara Indonesia. b. Menyadiakan bhn baku utk keperluan industri terutama dalam negeri. c. Menghasilkan bhn pertanian utk keperluan ekspor agar meningkatkan devisa negara. Untuk meningkatkan produksi tanaman melalui intesifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi. II. KONSEP TIMBULNYA GANGGUAN A. Macam-macam konsep gangguan Gangguan dpt tjd bila paling ada 3 faktor, tnm inang rentan, pengganggu yg virulen dan lingk yg sesuai. Berdasarkan konsep faktor penyebab tjdnya gangguan: a. Pest Triangel Cocept (tnm, pengganggu, lingk).

14 b. Pest Squaire Concept (tnm, penggangu, lingkungan dan manusia). c. Pest Pyramidal Concept (tnm, pengganggu, manusia, lingkungan dan waktu). B.Lingkungan Tropika Daerah tropika adl daerah yg terletak antara 23,5o L.U. dan 23,5 o L.S. Oki Ind memplingk yg khas grs katulistiwa, suhu & kelembapan tunggi baik siang malam, pd musim penghujan/ kemarau.Tingginya suhu, kelembapan sepanj thn yg disbt hujan katulistiwa, mrpk kondisi yg cocok utk kehdpn bbg mcm fauna& flora, mikro&makroorg baik yg menguntungkan /merugikan. OPT yg besar akan disertai dgn musuh alami yg besar shg tjd keseimbangan biologi yg sangat mantap. Sbg contoh kejadian South of American Leaf Blight pd tnm karet.

15 III. INDIKASI GANGGUAN Gangguan yg tjd pd tnm dpt berupa hama, pathogen&gulma. Indikasi= tanda/alat pengenal gangguan dpt dibedakan mjd gejala(symtom) brp reaksi yg ditunjukkan oleh tnm & tanda (sign) umunya brp struktur morfologi dr penggngg. Tanda utk hama dpt brp telur, larva, kepompong/imago, utk Pathogen brp partikel bakeri, hipe/miselium jamur yg dihslk scr seksual/aseksual. Bagi orang yg sdh berpengalaman gejala sdh dpt utk mendiagnosis gangguan, bagi yg blm berpenglm membutuhkan gejala juga tanda. A.Gejala Hama a. Gejala hama dipermukaan tanaman, 1. luka bekas gigitan 5. layu menguning 2. gall(puru) 6. hilangnya organ tanaman

16 3. tidak rata, 7.matinya ranting 4. menggulungnya daun, 8.menghilangnya lap epid b. Gejala hama di dalam tanaman, 1. lubang gesekan 2. bintil/ bisul B. Gejala Pathogen a.Berdasarkan penyebarannya 1. Gejala lokal/setempat 2. Gejala sistemik/ menyeluruh b. Berdasarkan letak gejala 1. Gejala primer 2. Gejala sekunder

17 c. Berdsrk gejala sel penyusun jaringan dibedakan, 1. Gejala nekrotik, dibedakan menjadi: 1) Nekrosis ( biasa, bercincin, berlubang) 2) Klorosis 3) Busuk/rot ( busuk basah, busuk kering) 4) Layu ( hilangnya turgor) 5) Rebah semai ( pre/ post emergen) 6) Kanker 7) Pendarahan ( gummosis, latexosis, resinosis) 8) Mati ujung ( die back) 9) Hidrosis 10) Gosong/ terbakar

18 2. Gejala Hiperplastik, dibedakan menjadi: 1) Sapu setan ( withces broom) 2) Tumor ( phytocecidia, zoocecidia) 3) Menggulung, mengombak, mengeriting 4) Facinasi 5) Kudis 6) Pembentukan organ asing ( antholysis, enasi) 7) Rontoknya organ tanaman 3. Gejala Hipoplastik, dibedakan menjadi: 1) Kerdil/bonsai ( dwarf/stunting) 2) Perubahan simetri

19 3) Rosset ( karangan) 4) Etiolasi 5) Klorosis ( biasa,mosaic,moreng,garis, loreng, tulang daun hijau, tulang daun pucat, pola oak) C. Gejala Gulma Gejala akibat gulma karena persaingan air, hara, cahaya, ruang menyebabkan tanaman kerdil, menguning atau mati. Ada gulma yang bersifat parasit, misal rumput setan ( Striga sp) & benalu (Loranthus sp).

20 IV. PENGGANGGU TANAMAN Pengganggu tanaman dibedakan menjadi ; A.Hama B. Pathogen C. Gulma Yang termasuk hama adalah Serangga, tungau, nematoda, siput, burung, tikus dan hewan liar. 1.Serangga, disebut insecta/ hexapoda Tubuhnya terdiri dari tiga bagian yaitu kepala ( caput), dada ( thorax) dan perut ( abdomen). Bag kepala t.d. bbrp ruas padanya tdpt sungut(anthenna), mata tunggal/ majemuk( ocelli/ facet) dan alat pemakan/mulut. Tipe mulut serangga penggigit & penguyah t.d. bibir atas ( labrum), bibir bawah ( labium), mandibula, maxila, cuping, hipparynx, tdpt pd belalang dan jangkrik.

21 Tipe mulut penusuk & pengisap t.d. perubahan labrum, labium, mandibula, maxilla stylet tdpt pd wereng & aphis. Tipe mulut pemarut & pengisap mempunyai semacam gigi yg t.d. khitin tdpt pd …… Tipe mulut pengisap tjd prbhan pd lidah mjd saluran tdpt pd kupu. Bagian dada( thorax) t.d. 3 ruas yi prothorax tdpt elytra atau hemilytra(sayap mengecil mengeras), meso,metathorax tdpt sayap utk terbang. Juga tdpt 3 psng kaki, t.d. koksa, trachanter, femur, tibia, tarsus dan pulvillus. Bagian perut(abdomen)t.d. bbrp ruas padanya tdpt

22 Pendengaran(tympanum), alat vocal yg jantan, alat pernafasan ( spiracel), alat reproduksi( genitalia), alat proteksi pd serangga ttt. Siklus hidup ada 2 macam yi: Metamorphosis sempurna, telur, larva,pupa, imago. contoh ulat pemintal, lalat, nyamuk dan kepik. Metamorphosis tidak sempurna, telur, nimfa/nalat, Imago, contoh capung, jangkrik, rayap, kutu & lebah. Serangga pntng kumbang kelapa=Orectus rhinoceros (Coleoptera), penggerek leher akar= Phasus damor, penggerek daun tebu= Cosmopteryx dulcivera(Lepidoptera), walang sangit=Leptocorica acuta, kepik hijau= Nezara viridis, hama teh= Paecocoris dives, hama tebu= Phaelacanta saccharicida ( Hemiptera)

23 Wereng coklat=Nilaparvata lugen, hama jagung= Aphis maydis, hama mangga= Idisceros niveisparsus, kutu jambu air= Megatriosa vitiensis, kutu kopi= Coccus vieidis (Homoptera), ngengatpadi=Pachidiplosis oryzae, ngengat kacang tanah= Agromyzaphaseoli, penggerek daun kopi= A. coffee, lalat cabai= Dacusdorsalis, lalat ketimun/ semangka= Dacus cucurbitae, lalat cempedak= acus uimbrossus ( Diptera). Parasit ulat kelapa= Geryphus inferus=Apenteles artonae, parasit penggerek padi putih= Tryporizainnotata= Trighogramma japonicum, parasit pucuk tebu= Elasmus zochutneri, parasit hama daun kelapa= Tetra plesispae ( Hymenoptera)

24

25 C. Gulma(Tumbuhan Pengganggu) A. Arti, batasan, definisi Gulma tumbhn yg tmbh pd tempat & waktu yg tdk dikehendaki/ tmbhan yg nilai positifnya lbh rendah drpd nilai negatifnya. 2. Klasifikasi, penggolongan a. berdsrk tempat hdp(habitat): obligat; fakulttp terestrial (ciplukan, wedusan, kirinju ), aquatik ( enceng gondok, kayu apu, jejawan), aereal(benalu, tali putri, rumput setan) b. berdsrk daur hdpnya: semusim(krokot, bayam duri, ciplukan), dua musim(kubisan), tahunan(teki,alang- alang, telekan).

26 c. Berdsrk morfologi & respon thd herbisida: berdaun lebar=broad leaves(ciplukan, bym duri, wedusan), berdaun sempit, rumputan= grasses (grinting, pahitan, kawat), tekian=sedges (teki, udelan, lingi), pakuan=fern(pakis kadal, duwitan). d. Berdsrk sifat botani: monokotil (rumputan, tekian), dikotil (ciplukan, telekan, krokot), pakuan (pakis kadal, duwitan). e. Berdsrk cara/alat berkembang biak: geragih=stolon(tekian ), akar rimpang=rhizoma ( alang-alang), umbi=tuber(teki), umbi lapis=bulbus( brambangan), umbi menggantung=corn(Ranumculus bulbosus), batang menjalar di atas air= runner( enceng gondok), spora ( pakuan, lumutan), biji ( bayam duri, rumputan).

27 3. Cara gulma menimbulkan kerugian: kuantitas, kualitas, inang perantara, toksis, mempersulit pengolahan tanah, mengurangi debit air & bersifat parasit. 4. Interaksi antara tanaman: kompetisi(-’-), amensalisme(-/o), dominasi (-/+), neutralisme (o/o), komensalisme (o/+), simbiose (+/+). 5. Faktor- faktor yg mempengaruhi kompetisi: jenis gulma, populasi & distribusi. 6. Kompetisi antara tanaman: intraspecies, interspe- cies, intraplant & interplant.

28


Download ppt "DASAR DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN Kode mk: FP 5325 Sem/sks: V/3 sks PRODI AGROTEKNOLOGI/AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google