Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan III Materi 3 Batasan Normal, Abnormal & Patologis Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu mengetahui batasan perilaku.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan III Materi 3 Batasan Normal, Abnormal & Patologis Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu mengetahui batasan perilaku."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan III Materi 3 Batasan Normal, Abnormal & Patologis Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu mengetahui batasan perilaku manusia yg normal, abnormal & patologis.

2 Materi 3 Batasan Normal, Abnormal & Patologis Tujuan Instruksional Khusus : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu : - Mengetahui batasan perilaku manusia yang normal; - Mengetahui batasan perilaku manusia yang abnormal; - Mengetahui batasan perilaku manusia yang patologis;

3 Batasan Normal, Abnorml & Patologis Normal : Suatu keadaan yg hampir seluruh populasinya memiliki gejala, ciri & sifat yang sama. Abnormal : Tidak normal, Menyimpang dari suatu standar yg bisa berarti diatas normal atau dibawah normal. Patologi : Keadaan sakit, tidak sehat at mengalami kerusakan. Biasanya mrpkn suatu tinjauan dr sudut medis.

4 Abnormal lanjutan Seseorang abnormal secara statistik tidak selalu patologis, bisa terjadi : * Ssor memiliki kreativitas berlebih = AbN Tetapi tidak patologis * Ssor hiperaktif memiliki potensi beraktivitas berlebih yg AbN dalam arti menyimpang dr rata2 orang umum, tetapi tidak patologis, tidak menganggu kesehatan, dan tidak merugikan.

5 Pendekatan Menentukan Normalitas Dua Pendekatan Normalitas : * Kuantitatif * Kualitatif

6 Pendekatan Kuantitatif Didasarkan pd sering at tidak seringnya sst terjadi, yg diperkirakan secara subyektif mengikuti pemikiran awam. Ex. Anggapan ssor berjenggot ad normal, biasa atau hampir semua or ber”jenggot” ad normal, bukan teroris. Anggapan ini didasarkan atas perkiraan subyektif, yt, kita sering melihat hal tsb Perkiraan dpt dilakukan dg prhitungn sec teliti & menghasilkan suatu angka rata2 Ex. Penghasilan penduduk Ind / 2012 Tinggi rata2 Wanita Indonesia

7 Pendekatan Kualitatif Didasarkan pd penegakan pedoman2 normatif, tidak dg perhitungan atau tidak dg pemikiran awam, tetapi atas observasi empirik pd tipe2 ideal Batasan kualitatif didsrkn pada : * Tipe ideal dibidang biologis * Tipe ideal dibidang kultural * Tipe ideal dibidang sosial

8 Pendekatan dg Pertimbangan lain » Stern, » Gladstone, » Ulmann & Krasner

9 Stern 4 Aspek menilai Normal atau Abnormal pd seseorang : 1. Daya Integrasi; 2. Simtom Gangguan; 3. Kriteria Psikoanalisis; 4. Determinan Sosio-kultural

10 Daya Integrasi - Stern adalah fungsi ego dalam mempersatukan, mengkoordinasi kegiatan ego kedalam & keluar diri. Makin terkoordinir & terintegrasi  maka perilaku at pemikiran makin baik.

11 Simtom Gangguan - Stern Simtom Gangguan : Ada tidaknya simtom atau gejala gangguan merupakan pegangan yg paling jelas dalam mengevaluasi kesehatan jiwa sec kualitatif Biasa dilakukan pd pendekatan medis. Kesulitan : Pd kasus ttt spt gangguan kepribadian seringkali simtomnya tdk jelas & subyek tidak mempunyai keluhan.

12 Kriteria Psikoanalisis - Stern 2 Patokan dari kesehatan jiwa yt : * Tingkat kesadaran * Jalannya perkembangan psikoseksual Makin tinggi tingkat kesadaran ssor, maka makin baik & makin sehat jiwanya Jika banyak dikuasai ol alam tidak sadar, berarti kurang sehat jiwanya Jalannya perkemb psi.seksual berhub erat dg perkemb fisik & perkemb libido.

13 Kriteria Psikoanalisis lanjutan Perkemb tidak optimal frustrasi /kepuasan ber>an, akan mempengaruhi masa dewasanya. * Terhambat/ terfiksasi pd tahap ttt * Kadang Regresi * Seor bermimpi melakukn kesalahan dlm bertindak /dlm bicara, lupa hal2 kecil dlm kehid sehari2, mengungkapkan  St hasrat terpendam, St perasaan tertekan sec tidak sadar = simtom psikopatologi pd or skt Pd or Normal, Simtom jauh lebih ringan.

14 Kriteria Psikoanalisis lanjutan Kekuatan Pendekatan Psikoanalisis : Mendalami & memperhatikan hal2 khusus pada seseorang. Kelemahan : - Fungsi alam tdk sadar terlalu diagungkn, arti positif dlm alam sadar tdk diperhatikan - Penyederhanaan dlm menerangkan masa dewasa dg mengembalikan ke masa lalu.

15 Determinan Sosiokultural - Stern Lingkungan (sos&bud) memp peranan besar dlm penilaian st gejala Normal at Abnormal Men Psikiatri, Gejala halusinasi mrpkn gejala patologis namun gejala tsb Normal at suci di Am. ‘Hysterical Reaction’ adlh gejala neurotik tp pd suku Indian sbg seor kemasukan roh & suatu peristiwa suci ‘Kesurupan’ di desa Indonesia tidak sama dg ‘depersonalisasi’ pd kasus psikotis

16 Ulmann & Krasner TL manusia tdk dpt dilihat sec Normal at AbNormal, tetapi harus dilihat dg prinsip sbb : “TL = Hasil keadaan masa lalu & masa kini” Abnormal selain didefinisikan secara Statistik, Medis, Psikoanalitis & Sosiokultural. Jg penting Def Legal/Hukum ttg Abnormalitas. Yt. Menghubungkan TL manusia dg * Kompetensi * Tanggung Jawab * Komitmen Yg menentukan Apakah ssor masuk ke RSJ, Penjara, Institusi Khusus atau Tidak.

17 Kompeten – Ulmann & Krasner Seseorang dg IQ rendah, Pikun, Anak dibawah umur apakah kompeten dalam melakukan aktivitas / bekerja?

18 Tanggung Jawab Ulmann&Krasner IQ Normal dg - Sakit Ringan, - Mabuk, - Minum Alkohol, - Mengidap Epilepsi, jika melakukan tindakan kriminal, Sec hukum dianggap bertanggung jawab. Bgm Seorang dg kelainan Jiwa ?

19 Komitmen - Ulmann&Krasner Jika seseorang membahayakan diri sendiri atau orang lain perlu dipisahkan dari lingkungan masyarakat

20 Definisi TL Abnormal - Ulmann TL Abnormal ad Jenis TL menyimpang, yg memerlukan perhatian profesional dr Psikiater, Psikolog at Tenaga Prof lain dibidang kesehatan jiwa. Sec Implisit : Jk ssor menunjukkn suatu TL yg berbeda, - tidak mengikuti aturan yg berlaku, - tidak pantas, - mengganggu & - tdk dapat dimengerti dg kriteria yg biasa maka TL tsb dianggap Abnormal

21 William Gladstone Normalitas ditentukn ol Aspek TL Penyesuaian Diri dg profil menrt Tingkatan Pernilaian TL tsb. 7 Aspek Tingkah Laku Penyesuaian Diri, yaitu : * Ketegangan; * Suasana hati; * Pemikiran; * Kegiatan / Aktivitas; * Organisasi diri; * Hubungan antar manusia; * Keadaan fisik.

22 William Gladstone lanjutan 5 Tingkatan penilaian pd TL, yt : * Penyesuaian diri normal; * Penyesuaian ‘darurat’ * Penyesuaian ‘neurotik’ * Keprib atau karakter neurotik * Gangguan berat

23 Profil Kes Mental - William Gladstone Profil kesehatan mental ssor dpt darurat pd ketegangan, suasana hati, kegiatan / aktivitas & hubungan antar manusia normal pd pemikiran & keadaan fisik patologis pd aspek organisasi diri. Tes ini tidak begitu dikenal & tidak banyak dilakukan penelitian di Indonesia, namun dr profil tersebut menunjukkan bhw Penilaian Normal & Abnormal dr Tingkah Laku seseorang cukup kompleks

24 Latihan Soal 3 Jawablah pertanyaan berikut ini ! 1. Sebutkan dua pendekatan dlm membuat pedoman tentang Normalitas ?Jelaskan dasar2 dari salah satu pendekatan tsb ! 2. Bagaimana Stern menilai Normalitas ?Jelaskan pendapatnya! 3. Seseorang yg menggoyang2-kan kaki bila sulit menghadapi masalah.Apakah keadaan ini normal?Jelaskan pendapat Sdr! 4. Kasus seorang bapak yg melalui air di mangkok dapat melihat kelainan pada orang sakit yg telah didiagnosa dokter tidak dapat sembuh. Apakah keadaan ini normal ? Jelaskan pendapat Saudara dan dari sudut pandang apa hal ini dapat dikategorikan normal ? 5.Seseorang dg kelainan jiwa telah berbuat kriminal dibebaskan dari hukuman penjara. Prinsip apa yg dapat membebaskannya ? dan menurut siapa prinsip tersebut ? 6.Kesehatan mental seseorang dapat digambarkan dlm suatu profil aspek tingkah laku penyesuaian diri menurut tingkatan penilaian normalitas pada tingkah laku tsb. Gambarkan profil tsb dan Menurut siapakah pendapat ini ?


Download ppt "Pertemuan III Materi 3 Batasan Normal, Abnormal & Patologis Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu mengetahui batasan perilaku."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google