Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kimia Air Laut Materi Kuliah 5. Hidrasi NaCl dalam air, maka gaya tarik elektrostatik antara Na dan Cl menurun, sehingga mudah terdesosiasi. Desosiasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kimia Air Laut Materi Kuliah 5. Hidrasi NaCl dalam air, maka gaya tarik elektrostatik antara Na dan Cl menurun, sehingga mudah terdesosiasi. Desosiasi."— Transcript presentasi:

1 Kimia Air Laut Materi Kuliah 5

2 Hidrasi NaCl dalam air, maka gaya tarik elektrostatik antara Na dan Cl menurun, sehingga mudah terdesosiasi. Desosiasi ion akan tertarik ke kutub molekul air. Saat gaya elektrostatik melemah, ion tsb akan dikelilingi kutub-kutub molekul air (Hidrasi) : NaCl dalam air, maka gaya tarik elektrostatik antara Na dan Cl menurun, sehingga mudah terdesosiasi. Desosiasi ion akan tertarik ke kutub molekul air. Saat gaya elektrostatik melemah, ion tsb akan dikelilingi kutub-kutub molekul air (Hidrasi) : NaCl(s) + (n+m)H 2 O(l) Na(H 2 O) n+ + Cl(H 2 O) m- Atau NaCl(s)Na + (aq) + Cl - (aq) NaCl dalam air, maka gaya tarik elektrostatik antara Na dan Cl menurun, sehingga mudah terdesosiasi. Desosiasi ion akan tertarik ke kutub molekul air. Saat gaya elektrostatik melemah, ion tsb akan dikelilingi kutub-kutub molekul air (Hidrasi) : NaCl dalam air, maka gaya tarik elektrostatik antara Na dan Cl menurun, sehingga mudah terdesosiasi. Desosiasi ion akan tertarik ke kutub molekul air. Saat gaya elektrostatik melemah, ion tsb akan dikelilingi kutub-kutub molekul air (Hidrasi) : NaCl(s) + (n+m)H 2 O(l) Na(H 2 O) n+ + Cl(H 2 O) m- Atau NaCl(s)Na + (aq) + Cl - (aq)

3

4 Pengaruh garam thd sifat fisika air Meningkat: Meningkat: Densitas, viskositas, tekanan uap, kompresibilitas, tegangan permukaan. Menurun: Menurun: Suhu Densitas maximum, titik beku.

5 Sumber Senyawa Kimia Siklus Air

6

7 Pelapukan Hidrothermal Aktifitas Manusia

8 Proses Pelapukan: Air hujan mengandung CO 2 dan SO 2 (asam), bereaksi mineral tanah dan bantuan. CaCO 3 (s) + CO 2 (g) + H 2 0 (calcite) (air hujan) Ca 2+ (s) + 2HCO 3 - (terlarut) 2NaAlSi 3 O 8 (s) + CO 2 (g) + H 2 0 (albite) (air hujan) Al 2 Si 2 O 5 (OH) 4 (s) + 2Na + (aq) + 2HCO 3 - (aq) + 4SiO 2 (aq.s) (kaolinit, clay) (terlarut)

9 Oksigen Terlarut (DO)

10 Faktor-faktor menentukan konsentrasi gas di air (O 2 dan CO 2 ) FaktorPengaruhnya Gelombang dan arus Pertukaran gas air laut vs atmosfer meningkat Perbedaan konsentrasi Terjadi difusi gas antar muka air dan udara dari konsentrasi tinggi ke rendah hingga kondisi setimbang Suhu Suhu turun, daya larut menurun Salinitas Salinitas meningkat, daya larut turun Tekanan Tekanan meningkat, daya larut meningkat Fotosintesa Oksigen meningkat, CO2 menurun Respirasi CO2 meningkat, Oksigen menurun Dekomposisi pH Mengendalikan spesiasi CO2 dalam air

11

12 Fotosintesa Tanaman: energi mata hari mengubah CO 2 dan H 2 O menjadi carbohidrat dan O 2 via Fotosintesa: 106 CO HNO 3 + H 3 PO H 2 O  C 106 H 175 O 42 N 16 P O 2 Hewan melakukan respirasi: O 2 + carbohydrates → CO 2 + H 2 O + energy

13 Mikronutrien (unsur hara) Unsur utama : Nitrogen dan fosfor Unsur utama : Nitrogen dan fosfor Unsur tambahan : silica (bagi organisme pmbentuk cangkang, mis. Diatom) Unsur tambahan : silica (bagi organisme pmbentuk cangkang, mis. Diatom) Unsur lain : Fe, Mn, Cu, Zn, Co dan Mo (tidak menghambat pertumbuhan) Unsur lain : Fe, Mn, Cu, Zn, Co dan Mo (tidak menghambat pertumbuhan)

14 Blooming

15 Fosfor di Laut Bentuk : terlarut dan partikel Bentuk : terlarut dan partikel Komponen : anorganik dan organik Komponen : anorganik dan organik Distribusi fosfat di laut Dipengaruhi oleh proses biologi dan fisika perairan. Dipengaruhi oleh proses biologi dan fisika perairan. Dipermukaan perairan, fosfat dimanfaatkan melalui proses fotosintesa Dipermukaan perairan, fosfat dimanfaatkan melalui proses fotosintesa

16 Nitrogen di Laut Senyawa nitrogen di laut sangat terbatas (~ 1/10 konsentrasi N 2 ) Senyawa nitrogen di laut sangat terbatas (~ 1/10 konsentrasi N 2 ) Bentuk : terlarut dan partikel (organik dan anorganik) Bentuk : terlarut dan partikel (organik dan anorganik) Sumber nitrogen: aktifitas gunung api (NH 3 ); udara (fixasi N 2 ); sungai (pupuk) Sumber nitrogen: aktifitas gunung api (NH 3 ); udara (fixasi N 2 ); sungai (pupuk)

17 Silika di Laut Sumber mineral utama adalah pelapukan batuan, bentuk mineral adalah quartz, feldspar dan clay. Sumber mineral utama adalah pelapukan batuan, bentuk mineral adalah quartz, feldspar dan clay. Di laut, kondisi silica kurang jenuh, partikel silica melarut di perairan dalam, dan proses pelarutan ini berjalan lambat, karenanya profil konsentrasi dengan kedalaman tidak menunjukkan maksimum seperti nitrogen dan fosfor. Di laut, kondisi silica kurang jenuh, partikel silica melarut di perairan dalam, dan proses pelarutan ini berjalan lambat, karenanya profil konsentrasi dengan kedalaman tidak menunjukkan maksimum seperti nitrogen dan fosfor.

18 Salinitas

19 Konsep Salinitas Salinitas sebagai ”nilai massa garam terlarut dalam masa air laut tertentu”. Salinitas sebagai ”nilai massa garam terlarut dalam masa air laut tertentu”. Caranya: pengeringan dan penimbangan Caranya: pengeringan dan penimbangan Kelemahan/kesulitan: Kelemahan/kesulitan: sebagian senyawa hilang saat pemanasan misalnya; –bikarbonat dan karbonat teroksidasi, –Cl 2, Br 2 dan B(OH) 3 menguap

20 Difinisi “berat dalam gram garam terlarut dalam satu kilogram air laut, dimana semua bromida dan iodida digantikan dengan jumlah equivalen chlorida, dan semua karbonat digantikan dengan jumlah equivalen oksida” (Forch, Knudsen dan Sorensen)

21 Prinsip “Marcet” Komposisi unsur utama di air laut adalah relatif tetap. Komposisi unsur utama di air laut adalah relatif tetap. Dasar penentuan chlorinitas sbg teknik analisis salinitas. Dasar penentuan chlorinitas sbg teknik analisis salinitas. Chlorinitas = nilai equivalen chlorin terhadap konsentrasi total halida dalam ppt berat (g Cl/Kg air laut) yang diukur dengan titrasi AgNO 3. Chlorinitas = nilai equivalen chlorin terhadap konsentrasi total halida dalam ppt berat (g Cl/Kg air laut) yang diukur dengan titrasi AgNO 3.

22 Komposisi ion utama Rata-rata air laut Ion‰ berat Cl - 18,980Total anion = 21,861‰ SO ,649 HCO 3 - 0,140 Br - 0,065 H 2 BO 3 - 0,026 F-F- 0,001 Na + 10,556Total kation = 12,621‰ Mg 2+ 1,272 Ca 2+ 0,400 K+K+ 0,380 Sr 2+ 0,013 Total S34,482 ‰ Kondisi Salinitas 35 ‰

23 Hubungan Chlorinitas vs Salinitas No.RumusKeterangan 1.S = 1,812 Cl (‰)Forchhammer 2.S = 1,8056 Cl (‰)Dittmar 3.S = 1,8148 Cl (‰)Lyman dan Fleming 4.S = 1,81537 Cl (‰)Millero dan Sohn 5.S = 1,805 Cl (‰) + 0,03Morris dan Riley 6.S = 1,80655 Cl (‰)JPOTS

24 Komposisi ion-ion air laut dapat berubah pada wilayah-wilayah Daerah tertutup, estuari, dan pengaruh sungai Daerah tertutup, estuari, dan pengaruh sungai Palung, Fjord, dan sirkulasi terbatas Palung, Fjord, dan sirkulasi terbatas Daerah dangkal dan penguapan tinggi Daerah dangkal dan penguapan tinggi Daerah hidrotermal Daerah hidrotermal Dalam sedimen Dalam sedimen

25 Sebaran Salinitas

26 Sebaran Salinitas Menegak

27 asalod 24 Rossette Bottles CTD-O-Nitrate-Chl-a Sensors LADCP: Looker upward LADCP: Looker downward LADCP/CTD (+optional: Chl-a, Nitrate, Oxygen,) LADCP: Lowerred Acoustic Doppler Current Profiler CTD: Conductivity Temperature Depth

28 Penurunan CTD

29 Timur Halmahera (Pasifik)Laut Banda CTD Plot

30 Seawater sampling Using Rossette botles


Download ppt "Kimia Air Laut Materi Kuliah 5. Hidrasi NaCl dalam air, maka gaya tarik elektrostatik antara Na dan Cl menurun, sehingga mudah terdesosiasi. Desosiasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google