Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEMANUSIAWIKAN MANUSIA PEMAHAMAN KONSEP – KONSEP MANUSIAWI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEMANUSIAWIKAN MANUSIA PEMAHAMAN KONSEP – KONSEP MANUSIAWI"— Transcript presentasi:

1 MEMANUSIAWIKAN MANUSIA PEMAHAMAN KONSEP – KONSEP MANUSIAWI
Manusia dan Keadilan Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Berbicara tentang keadilan pada dasarnya tidak bisa terlepas dari kata “hak“ dan “kewajiban“. Kata “hak” pada hakikatnya merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau kelompok yang satu terhadap yang lain atau terhadap masyarakat, yang dianggap sah atau dapat dibenarkan. Kata “hak” dalam perkembangannya memiliki beberapa jenis pengertian, antara lain : hak legal dan hak moral; hak khusus dan hak umum; hak positif dan hak negatif; hak individual dan hak sosial; dan hak sifat absolut

2 Manusia dan Keadilan Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Berbicara tentang keadilan pada dasarnya tidak bisa terlepas dari kata “hak“ dan “kewajiban“. Kata “hak” pada hakikatnya merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau kelompok yang satu terhadap yang lain atau terhadap masyarakat, yang dianggap sah atau dapat dibenarkan. Kata “hak” dalam perkembangannya memiliki beberapa jenis pengertian, antara lain : hak legal dan hak moral; hak khusus dan hak umum; hak positif dan hak negatif; hak individual dan hak sosial; dan hak sifat absolut

3 Hak legal adalah hak yang didasarkan atas hukum dalam satu bentuk.
Hak moral adalah hak yang didasarkan atas prinsip atau aturan etis. Hak khusus hak yang timbul dalam suatu relasi khusus antara beberapa manusia atau karena fungsi yang dimiliki orang satu terhadap orang lain. Hak umum adalah hak yang dimiliki semua manusia tanpa terkecuali. Hak positif adalah jika saya berhak bahwa orang lain berbuat sesuatu untuk saya, misalnya anak kecil yang jatuh berhak diselamatkan Hak negatif adalah kewajiban orang lain untuk tidak melakukan sesuatu Hak individual adalah hak yang mengikuti hati nurani Hak sosial adalah hak manusia sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota – anggota lainnya Hak bersifat absolut adalah jika ada hak berlaku mutlak tanpa pengecualian, berlaku dimana – mana, tak berpengaruh keadaan.

4 Berdasarkan keadilan dapat dibedakan menjadi 3 macam, Yaitu
Keadilan legal Keadilan distributif Keadilan komunikatif

5 A.1. Kejujuran Jujur atau kejujuran berarti apa yang dikatakan seseorang akan sesuai dengan hati nuraninya. Jujur dapat pula diartikan seseorang yang bersih hatinya dari perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Orang yang menepati janji atau menepati kesanggupan baik yang telah terlahir dalam kata – kata maupun yang masih dalam hati (niat) dapat pula dikatakan jujur. Sedangkan, bagi orang yang tidak dapat menepati niatnya berarti mendustai dirinya sendiri. Maka niat yang telah terlahir dalam kata – kata jika tidak ditepati dapat disebut kebohongan Berbagai faktor yang menyebabkan manusia berbuat tidak jujur, antara lain karena tidak rela / iri hati, pengaruh lingkungan, sosial ekonomi, ingin populer, demi sopan santun atau mendidik.

6 A.2. Kecurangan Kecurangan artinya apa yang dikatakan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang apabila orang sekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang jika ada orang lain yang melebihi kekayaannya dan senang dipuji. Ada beberapa sebab mengapa orang itu melakukan kecurangan – kecurangan. Jika dilihat dari hubungan manusia dari alam sekitar, amka ada empat aspek yang menyebabkan manusia berbuat curang, antara lain: Aspek Ekonomi Aspek Kultural Aspek Peradaban Aspek Teknik

7 Kata Hati sering juga disebut hati nurani, yang artinya penghayatan tentang baik atau buruk berhubungan dengan tingkah laku konkret kita. Ada dua bentuk hati nurani, yaitu hati nurani retrospektif dan hati nurani prospektif. Hati nurani retropekstif memberi penilaian tentang perbuatan – perbuatan yang telah berlangsung dimasa lampau. Sedangkan hati nurani prospektif melihat ke masa depan dan menilai perbuatan – perbuatan kita yang akan datang. Berdasarkan sifatnya hati nurani dapat bersifat Personal dan adi- personal. Hati nurani bersifat personal, artinya selalu berkaitan erat dengan pribadi yang bersangkutan. Sedangkan hati nurani adi-personal seolah – olah melebihi pribadi kita. Sehingga ada yang menyebutkan suara hati, kata hati, suara batin yang memiliki aspek transendent. Bagi orang yang beragama, kata hati disamakan dengan suara Tuhan atau Tuhan berbicara melalui hati nurani

8 A.3. Keutamaan Nama Baik Kemulian manusia itu terletak pada iman dan amalnya, sehingga orang yang dapat berbuat amal shaleh selama hidupnya maka amalan tersebut tidak akan terputus pahalanya. A.4. Pembalasan Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, atau tingkah laku yang seimbang. Pembalasan yang bersifat positif ialah pembalasan yang dilakukan atas dasar saling menjaga dan menghargai hak serta kewajiban masing – masing, misalnya : saling tukar menukar kado, saling bertukar makanan antar tetangga, dll Pembalasan dapat juga bersifat negatif, misalnya : saling baku hantam, saling memfitnah dan saling menjatuhkan

9 Hak adalah suatu kekuasaan yang secara sah dimiliki seseorang, baik atas pribadi, orang lain, maupun harta benda yang diluar dirinya. Dalam hal ini komponen hak asasi manusia disebutkan meliputi : Hak untuk hidup Hak untuk kemerdekaan hidup Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum Hak untuk memiliki sesuatu Hak untuk memperoleh nama baik Hak untuk berfikir dan mengeluarkan pendapat Hak untuk menganut agama atau aliran kepercayaan Hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran Hak untuk memperoleh pekerjaan Kewajiban adalah tugas yang harus dijalankan oleh setiap manusia untuk mempertahankan dan membela haknya. Empat macam kewajiban yang harus dijalankan, yaitu :

10 Kewajiban terhadap diri sendiri
Kewajiban terhadap orang lain Kewajiban terhadap negara

11 Manusia dan Penderitaan
Kata penderitaan berasal dari kata derita ( dhara dalam bahasa sansakerta ), artinya : menahan atau menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan, baik itu secara lahir maupun batin. Penderitaan tidak pernah dipisahkan dari kehidupan manusia, yang berupa keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan dan lain – lain. Penderitaan sebagai fenomena Penderitaan sebagai anak penguasaan B.1. Siksaan Berbagai bentuk ancaman siksaan tersebut dalam al-qur’an banyak ditunjukkan bagi orang – orang yang musyrik, sirik, makan riba, dengki, pemfitnah, pencuri, pembunuh, penzina, dan berbagai perilaku buruk. Semua siksaan itu akan didapat manusia, baik ketika berada didunia maupun setelah berada dialam baka.

12 Adapun bentuk siksaan di dunia dapat berupa bencana dan siksaan hati, siksaan badan, penyakit dan lain – lain. B.2. Rasa Sakit Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi penderita rasa sakit dapat menimpa siapa saja, tidak memandang kaya – miskin, besar – kecil, tua - muda, bodoh atau pintar. Rasa sakit atau penyakit tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari – sehari. Dalam pengalaman sehari – hari manusia dikenal adanya tiga macam rasa sakit, yaitu sakit hati, syaraf atau jiwa, dan sakit fisik. Ada beberapa penyebab sakit hati, antara lain : Gosip / celoteh / Sindiran Perbuatan sikap dan tingkah laku Adapun beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya sakit saraf adalah faktor lingkungan, keturunan, frustasi karena kegagalan dalam hidup.

13 B.3 Neraka Jika manusia ingat akan dosa maka terbayangkan neraka, sehingga terlintas dalam alam pikiran manusia adalah siksaan, rasa sakit dan penderitaan yang hebat. Hal ini menandakan bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan mempunyai hubungan sebab akibat yang tidak dapat dipisah – pisahkan. Banyak penderitaan manusia yang dialami didunia, karena hebatnya penderitaan maka sering dikatakan bagai neraka. Bunuh diri sering didasarkan pada teori – teori tertentu, seperti : Teori Psikologi ( bunuh diri karena sakit jiwa ) Teori Gabriel Tarde ( Bunuh diri karena peniruan / imitasi ) Teori Ras ( bunuh diri karena ras ) Teori iklim ( bunuh diri karena alkoholisme ) Teori kemiskinan ( bunuh diri karena kemiskinan )

14 Teori diatas dibantah oleh Emile Durkheim, karena banyak kasus bunuh diri justru banyak terjadi di negara – negara yang tidak miskin dan negara yang rakyatnya tidak banyak menderita sakit jiwa. Menurut penelitian Durkheim kasus bunuh diri sering terjadi di dalam kesatuan agama, politik, dan keluarga. Adapun jenis bunuh diri meliputi : Egoistic suicide yaitu suatau tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang, karena merasa kepentingannya sendiri lebih besar dari pada kepentingan kesatuan sosialnya Anoime Suicide yaitu suatu tindakan bunuh diri yang dilakukan dalam situasi dan kondisi yang tidak teratur atau kacau, dimana kesadaran tidak berfungsi lagi Altruisti suicide yaitu melakukan bunuh diri karena merasa kepentingan masyarakat lebih tinggi daripada kepentingannya sendiri ( bunuh diri sebagai kewajiban, misalnya hara-kiri )

15 Manusia dan Cinta Kasih
Cinta adalah paduan rasa simpati anatara dua mahluk, yang tidak hanya terbatas antara wanita dan pria. Untuk mengalaminya harus terjatuh dialamnya Cinta didasarkan dari berbagai pendapat : Orang melihat cinta pertama – tama sebagai masalah dicintai dan bukan masalah dicintai Orang memandang masalh cinta adalam masalah objek bukan masalah bakat Cinta tidak perlu dipelajari Kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta yang unsur – unsurnya meliputi : Tanggung jawab Pengorbanan Kejujuran Saling percaya Saling pengertian Saling terbuka

16 Perasaan cinta dapat dipengaruhi oleh dua sumber yaitu :
Perasaan cinta yang digerakkan oleh akal dan budi Perasaan cinta yang digerakkan oleh nafsu C. 1. Kemesraan Kemesraan merupakan perwujudan kasih yang telah mendalam C. 2. Pemujaan Adalah perwujudan cinta manusia kepada tuhan Pemujaan disamping sebagai bentuk ungkapan rasa cinta juga perwujudan dari rasa takut manusia kepada tuhan Menurut Talcott Parson ada tiga masalah yang selalu menghantui manusia

17 Menurut Talcott Parson ada tiga masalah yang selalu menghantui manusia
Ketidak mengertian manusia menghadapi kematian, bencana alam, kesakitan, dll Kemampuan manusia yang terbatas dalam menghadapi masalah tersebut Kelangkaan akan hal – hal yang dapat memberikan kepuasan hidup Tempat manivestasi pemujaan : Masjid, Gerja, Candi, Pura, dll Fungsi tempat pemujaan Memberikan dukungan emosional dan moral Memberi sarana hubungan transendental Mengkeramatkan nilai – nilai dan norma – norma masyarakat Memberi identitas kepada individu dankelompok

18 Memberi identitas kepada individu dankelompok
Erat hubungannya dengan siklus pertumbuhan C. 3. Memahami Belas Kasihan Ada beberapa macam konsep cinta, antara lain : Cinta ideal Cinta fungsional Cinta platonis Cinta ketengan Menurut surat Yohanes ( Kitab Injil ) ada tiga macam cinta : Cinta Agape ( cinta manusia kepada Tuhan ) Cinta Philia ( cinta kepada orang tua dan anak ) Cinta Eros atau Amor ( Cinta antara pria dan wanita )


Download ppt "MEMANUSIAWIKAN MANUSIA PEMAHAMAN KONSEP – KONSEP MANUSIAWI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google