Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Double Fertilization in Gnetum gnemon: Relationship between Cell Cycle and Sexual Reproduction Kelompok 6: 1. Nidaul Hikmah (111810401039) 2. 2. Arina.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Double Fertilization in Gnetum gnemon: Relationship between Cell Cycle and Sexual Reproduction Kelompok 6: 1. Nidaul Hikmah (111810401039) 2. 2. Arina."— Transcript presentasi:

1 Double Fertilization in Gnetum gnemon: Relationship between Cell Cycle and Sexual Reproduction Kelompok 6: 1. Nidaul Hikmah ( ) Arina Amalia Putri ( ) Amin Sri Pipitasari ( ) Ana Fifitratin ( )

2  Tidak seperti tanaman berbiji yang berbunga, terdapat mode fertilisasi yang unik dan berbeda pada Gnetum gnemon.  fertilisasi terjadi di dalam sebuah coenocytic gametofit betina  Sel telur belum terdefinisi dengan jelas, namun kesemuanya berukuran dan berstruktur sama dan fertil.  Di dalam setiap tabung polen, dua sel sperma dibentuk oleh pembelahan mitosis dari inti sel generatif  Dihasilkan 2 zigot  ukuran DNA dari gamet jantan (2C), betina(2C), dan zigot(4C).  embrio dinutrisi jaringan polipoid pada gametofit betina, hasil peleburan sel gamet betina yang tidak difertilisasi

3 Formasi sperma  A. Tahap longitudinal melalui sebuah ovul yang berpolinasi menunjukkan inti sel generatif(GCN), dan sebuah tabung nukleus (TN) dalam tabung polen.  B. Inti sel generatif pada profase  C. Inti sel generatif pada metafase  D. Dua sel sperma (SN) terbentuk dari pembelahan mitosis dari inti sel generatif dalam tabung polen. Sel sperma binukleat.

4 ISI DNA DARI SEL GAMET JANTAN DALAM TABUNG POLEN A. Pada tahap profase dan metafase, sel generatif biasanya distandarisasi sebagai 2C DNA C. Isi DNA dari sel sperma pada tabung polen selama tahap intermediet melalui nucellus B. Sel sperma baru terbentuk pada tahap telofase, yang berisi 1C DNA

5 E. Isi dari tabung vegetatif diukur dalam tabung polen dari permulaan hingga tabung polen tumbuh D. Isi DNA pada sperma sebelum fertilisasi. Sperma dalam tabung polen yang telah memasuki gametofit betina

6 PERKEMBANGAN GAMETOFIT BETINA A.Panah-panah kecil menunjukkan sel- sel telur bebas dalam nusellus dimana fertilisasi terjadi. Panah yang lebih besar juga menunjukan daerah chalazal sebagai penutrisi embrio. B.Gambar dua megaspora yang baru terbentuk. Setiap megaspora memulai pertumbuhan gametofit betina, tapi hanya satu yang bisa bertahan dan matang. C.Gametofit betina memasuki tahap profase D.Gametofit betina memasuki metafase E.Sel gametofit betina dengan membran selama perkembangan mitosis

7 Isi DNA dari gametofit betina dan zigot A. Isi DNA dari tahap interfase dalam dua gametofit betina. Inti sel dalam gametofit berada pada tahap yang sama pada standar deviasi B. Isi DNA dari gametofit betina, pada profase dan metafase C. Isi sel gamet betina didekat tabung polen pada saat sperma dilepaskan

8 D. Isi DNA dari zigot yang terbentuk dari fertilsiasi ganda E. Isi DNA dari sel gamet betina yang tidak terfertilisasi didekat zigot F. Isi DNA dari sel gamet betina yang tidak terfertilisasi yang biasanya terbentuk disekitar zigot

9 Fertilisasi ganda A.Tabung polen yang banyak, tiap-tiapnya membawa sel sperma binukleat dalam coenocytic gametofit betina. Tidak ada sel telur yang berdiferensiasi menjadi sel telur tapi kesemuanya fertil. B.Tabung polen dalam coenocytic gametofit betina. Garis pinggir sel gamet betina. C.Tabung polen dikelilingi oleh sel gamet betina yang potensial. Sperma binukleat tidakk terlihat. D.Dua sel sperma yang matang dalam tabung polen baru dilepaskan. Catat karateristik pola kromatin bulan sabit E.Dua sel sperma dilepaskan dari tabung polen menuju coenocytic gametofit betina. F.Dua zigot terbentuk dari peleburan setiap sperma dari dua sperma dengan sel gamet betina. G.Gametofit betina difertilisasi oleh dua tabung polen. Dua zigot terbentuk. Jaringan seluler betina terbentuk disekitar zigot.

10 Perbedaan skematik dari siklus sel dan reproduksi seksual

11 Permulaan gametofit betina penutrisi embrio A dan B. Daerah sel bebas chalazal dari gametofit betina sebelum fertilisasi C dan D. Multiseluler, multinukleat daerah chalazal dari gametofit betina yang terbentuk pada saat fertilisasi E dan F. Multiseluler, uninukleat daerah chalazal dari gametofit betina yang terbentuk dari peleburan sel-sel multinukleat. Jaringan ini yang berkembang pesat untuk menutrisi perkembangan embrio.

12


Download ppt "Double Fertilization in Gnetum gnemon: Relationship between Cell Cycle and Sexual Reproduction Kelompok 6: 1. Nidaul Hikmah (111810401039) 2. 2. Arina."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google