Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem Penunjang Fasilitas Kelompok 3 : Violetta, Yuvatias, Rizki Ardhya, Sarah Mutiara Kelompok 8 : Adiputra, Zakharia, Eka, Desi Kelompok 9 : Intan,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem Penunjang Fasilitas Kelompok 3 : Violetta, Yuvatias, Rizki Ardhya, Sarah Mutiara Kelompok 8 : Adiputra, Zakharia, Eka, Desi Kelompok 9 : Intan,"— Transcript presentasi:

1 Sistem Penunjang Fasilitas Kelompok 3 : Violetta, Yuvatias, Rizki Ardhya, Sarah Mutiara Kelompok 8 : Adiputra, Zakharia, Eka, Desi Kelompok 9 : Intan, Yogi, Denny, Lisgumantika

2 Sistem Penunjang Fasilitas Pada sistem penunjang fasilitas dibagi menjadi 6, yaitu: Structural System Perfomance Enclosure System Athmospheric Systems Electrical & Lightening Systems Life Safety Systems Sanitation System

3 Definisi Kinerja Terdapat beberapa badan standar yang mengeluarkan defenisi kinerja, antara lain : – Standar industri Jerman DIN55350, Kinerja terdiri dari semua karakteristik dan aktivitas penting yang dibutuhkan dalam suatu produksi, yang meliputi perbedaan kuantitatif dan kualitatif produksi atau aktivitas keseluruhan. – Standar IEEE untuk kinerja perangkat lunak (IEEE Std ) ; Kinerja adalah tingkatan untuk memenuhi kombinasi perangkat lunak yang diinginkan. Secara umum dapat didefenisikan sebagai semua karakteristik dan aktifitas penting yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan yang akan dicapai.

4 Konsep Kinerja Sistem Stuktural Kinerja (performance) terdiri dari indeks-indeks yang dapat melambangkan kemudahan, kenyamanan, kestabilan, kecepatan dan lain-lain. Setiap indeks memiliki kuantitas dan kemudian menjadi obyek evaluasi. Suatu indeks performance dapat dievaluasi dengan berbagai cara, antara lain : Dapat diukur (measured) Dapat dihitung (calculated) Dapat diperkirakan (estimated) Evaluasi tersebut merupakan kuantitatif (=sesuatu yang dapat dijabarkan dalam angka). Namun demikian banyak faktor dari sistem yang dipilih adalah merupakan kualitatif yang sukar untuk dikuantisasi.

5 Structural System Performance Didalam perencanaan fasilitas pabrik ada hal pokok yang penting yaitu adalah perancangan fasilitas produksi (facilities design) yang akan meliputi perancangan (sistem) fasilitas, perancangan tata letak fasilitas produksi (facilities plant layout design) dan perancangan sistem pemindahan material.

6 Structural System Performance Perancangan (sistem) fasilitas Unsur-unsur utama perancangan fasilitas adalah jenis masukan (bahan baku dan penunjang, barang, pembeli, bahan makanan, makanan jadi, dst), produksi atau kegiatan transformasi (pengolahan dan manufaktur, pelayanan dan pembeli, pengolahan bahan makanan, dst), keluaran yang dihasilkan (produk dan sisaan, barang yang dibeli, makanan yang dihidangkan, dst).

7 Structural System Performance Perancangan tata letak fasilitas produksi Tata letak fasilitas : kumpulan unsur-unsur fisik yang diatur mengikuti aturan atau logika tertentu yang lebih fokus pada pengaturan unsur-unsur fisik (mesin, peralatan, meja, bangunan, dsb). Tata letak mencakup desain dari bagian-bagian, pusat kerja dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisien dan efektif sehingga dapat tercapainya suatu proses produksi dengan biaya yang paling ekonomis.

8 Structural System Performance Perancangan sistem pemindahan material Material Handling : salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan dalam perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Pemilihan jenis alat angkut didasari pada besar beban material yang harus dipindahkan, dimana jenis alat angkut yang dipergunakan bergantung pada spesifikasi alat angkut dalam melakukan operasinya (forklift, hand pallet, trolley,dll)

9 Sistem Struktur Fasilitas Penunjang Personel Merupakan fasilitas untuk kegiatan yang terutama menunjang fungsi produktif Fasilitas Penunjang Pabrik Merupakan fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan fasilitas fisik

10 Fasilitas Penunjang Administrasi Merupakan fasilitas yang mendukung kebutuhan personil yang bekerja dipabrik perusahaan Fasilitas Penunjang Produksi Merupakan fasilitas yang berfungsi untuk mendukung keseluruhan perusahaan, yang terdiri dari sebagian besar dari area kantor dan kegiatan yang terkait

11 Enclosure System Adalah Sebuah Struktur yang terdiri dari area yang telah tertutup untuk beberapa tujuan dan ruang tertutup secara alami. Enclosure system merupakan sistem yang bersifat memagari lahan. Sistem pemagaran tanah (enclosure) telah mampu meningkatkan produktifitas pabrik, pertanian dan peternakan sehingga mampu meningkatkan ekonomi. Namun demikian, akibat dari sistem tersebut telah banyak petani yang kehilangan lahan garapannya dan meningkatnya urbanisasi.

12 Enclosure system dapat diartikan sebagai suatu sistem pengendalian terhadap kontaminasi (contamination-control system) yang meliputi area kerja, holding area, ruangan wastafel, dan area steril.

13 Dalam sistem enclosure biasanya terdapat ruangan-ruangan atau area personal yang digunakan oleh pegawai sebagai area yang bebas dari kontaminasi. Seperti, shower room, clean room, dan juga ruang loker. Juga terdapat ruang peralatan yang digunakan untuk menyimpan alat-alat ataupun pakaian dari pekerja setelah melalui proses dekontaminasi dengan filter vaccum dsb.

14 Stop Noise Acoustical Enclosures Menggunakan Baja tahan lama pada bangunan STC Values Up To 55 NRC Values.90 to 1.10 Complete Systems – With Doors, Windows, Louvers, Air Conditioning

15 TYPICAL SILENT-MOD ACOUSTIC ENCLOSURE ASSEMBLY

16 4 WAYS TO QUIET A NOISY MACHINE 1.Treat the Room Maximum Noise Reduction: 6-9 decibels (30- 40% decrease in loudness) Advantage : tidak ada ke tidak nyamanan pad apara pekerja Disadvantage : Almost all of the room must be treated regardless of the size of the noise source.

17 2. Treat the Wall Behind the Noise Maximum Noise Reduction: 1-2 decibels if noise source sprays noise out into room, 4-6 decibels if noise is sprayed directly onto wall (such as noisy vent on the back of a machine). Advantages: tidak ada ke tidak nyamanan pad apara pekerja

18 3. Build a Barrier or Partial Enclosure Maximum Noise Reduction: 6-15 decibels Advantages: Very good noise reduction Concerns: May have to incorporate view windows for visibility and/or sliding panels for access. What Size? At a minimum, 8′ high. Typically they should be double the height of the noise source. “BSC” or “BBC” sound absorption/noise barrier composites

19 4. Build a Complete Enclosure Noise Reduction: Up to decibels Advantages: Maximum noise reduction Concerns: May have to incorporate view windows for visibility and/or sliding panels for access as well as ventilation baffle(s) for air flow. “BSC” or “BBC” sound absorption/noise barrier composites.

20 Acoustical Enclosures Acoustically custom tuned for your noise problem Enclose or isolate noisy equipment or operations Enclose or isolate personnel, operators and technicians Create controlled test and measurement environments

21 Enclosure System Enclosure system merupakan sistem yang bersifat memagari lahan. Sistem pemagaran tanah (enclosure) telah mampu meningkatkan produktifitas pabrik, pertanian dan peternakan sehingga mampu meningkatkan ekonomi. Namun demikian, akibat dari sistem tersebut telah banyak petani yang kehilangan lahan garapannya dan meningkatnya urbanisasi.

22 Athmospheric Systems Dalam kondisi normal, tiap anggota tubuh manusia mempunyai temperatur yang berbeda-beda. Tubuh manusia selalu berusaha untuk mempertahankan kondisi normal ini dengan menyesuaikan diri terhadap setiap perubahan yang terjadi. Kondisi atmosfir yang nyaman akan mempengaruhi kinerja para operator dan umur ekonomis fasilitas tersebut. Untuk kondisi panas, perubahan temperatur tidak lebih dari 20% dan untuk kondisi dingin, perubahan temperatur tidak lebih dari 35% dari kondisi normal tubuh.

23 Athmospheric Systems Suhu udara yang dingin dengan cepat juga dapat mempengaruhi perfomansi kerja fisik. Karena suhu dingin mampu mengurangi kemampuan tangan dalam meraba sehingga kegiatan perakitan dan perbaikan menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Namun, secara umum pendinginan secara lambat justru akan menghasilkan penurunan perfomansi yang lebih besar dibandingkan dengan pendinginan secara cepat, untuk suhu akhir yang sama.

24

25

26 Athmospheric Systems Manfaat adanya Athmospheric Systems:  Untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan pembuatan produk  Memastikan produksi yang bermutu  Memberikan lingkungan kerja yang nyaman bagi personil  Memberikan perlindungan pada Iingkungan di mana terdapat bahan berbahaya melalui pengaturan sistem pembuangan udara yang efektif dan aman dari bahan tersebut.

27 Athmospheric Systems Menurut Stahl, terdapat beberapa faktor yang termasuk dalam kondisi fisik yang baik yang dapat mempengaruhi pekerjaan : 1.Ventilasi (oksigen yang normal, temperatur dan udara bebas) 2.Penerangan yang baik sehingga tidak mempengaruhi pandangan 3.Keramaian yang tidak mengganggu pekerjaan, seperti suara mesin tik dan mesin lain 4. Kesenjangan dan peralatan, seperti ruangan kerja yang terpisah dengan ruang rapat sehingga bunyi mesin ketik atau bunyi telepon tidak mengganggu rapat sebaliknya ketika sedang membutuhkan ketenangan membuat konsep tidak terganggu oleh pembicaraan di dalam rapat 5. Sanitasi yang bersih

28 Athmospheric Systems Lingkungan dan suasana kerja termasuk kedalam iklim kerja dimana, iklim kerja ini dapat diartikan menjadi 3 yaitu : 1. Iklim kerja merupakan suasana dan kondisi yang dirasakan oleh anggota organisasi 2. Suasana tersebut tercipta dari hubungan antara pribadi kerja organisasi 3. Suasana tersebut mempengaruhi perilaku para anggota organisasi

29 Electrical & Lighting System

30 Sebelum penerangan listrik menjadi umum di awal abad ke-20, orang menggunakan lilin, lampu gas, lampu minyak, dan kebakaran. Kemajuan teknologi Electrical & Lighting System

31 Electrical & Lighting Systems Sistem distribusi elektrikal adalah suatu sistem yang didesain dan dibangun untuk memasok daya listrik bagi sekelompok beban, dan hal tersebut merupakan suatu sistem yang cukup kompleks, dimulai dari instalasi sumber / source sampai instalasi beban/load).

32 Kebutuhan listrik merupakan salah satu hal penting bagi suatu bangunan untuk mendukung sebagian besar kegiatan yang ada di dalamnya. Sumber listrik didapat dari :  Melalui Perusahaan Listrik Negara ( PLN ).  Generator set yang kapasitasnya disesuaikan dengan kawasan ini.

33 Aliran Listrik

34 Sistem yang menghasilkan cahaya tampak oleh aliran arus listrik. Sistem Pencah ayaan Buatan

35 Pencahayaan yang menerangi suatu pabrik atau bangunan terdiri dari beberapa sumber diantaranya : 1. Matahari Matahari adalah sumber cahaya atau penerangan alami yang paling mudah didapat dan banyak manfaatnya.

36 Tujuan pemanfatan cahaya matahari sebagai penerangan alami dalam bangunan adalah sebagai berikut : a. Menghemat energy dan biaya operasional bangunan b. Menciptakan ruang yang sehat

37 2. Cahaya Buatan Cahaya buatan dikelola atau diperoleh dari perusahaan listrik adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Daya penerangan yang masuk dalam panel-panel pembagi (Sub Panel) dibagi dalam 2 bagian : a. Pencahayaan/daya yang langsung Pencahayaan yang berupa titik-titik lampu penerangan yang diatur secara merata ada mandapat cahaya yang baik.

38 b.Daya yang tidak langsung Daya ini digunakan untuk menghidupkan alat-alat tertentu seperti computer dan mesin ketik.

39 Sistem Pencahayaan Merata Sistem Pencahayaan Buatan Sistem Pencahayaa n Terarah Sistem Pencahayaa n Setempat

40 Sistem pencahayaan di ruangan Pencahayaan Difus (general diffus lighting) Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting) Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting) Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting Pencahayaan Langsung (direct lighting)

41 Electrical & Lighting System Kontrol system pencahayaan digunakan pada saat mendesain suatu ruang untuk mencapai energi yang memiliki kualitas tinggi pada system pencahayaan yang efisien. Pada saat kontrol penerangan listrik digunakan dengan benar, maka energy akan disimpan dan kehidupan lampu menjadi lebih panjang.

42 Life Safety Systems Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

43 Life Safety Systems Menurut Suma’mur (1981: 2), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Menurut Simanjuntak (1994), keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja

44 Life Safety Systems Fasilitas keamanan yang menunjang sangat penting bagi para pekerja guna memberikan rasa aman dalam bekerja. Fasilitas keamanan tersebut adalah sebagai berikut: Penunjuk arah dan denah evakuasi. Detektor api,panas dan asap. Alat pemadam kebakaran Area evakuasi Tangga darurat

45 Life Safety Systems Empat faktor penyebab kecelakaan kerja yaitu: Faktor manusia, diantaranya kurangnya keterampilan atau pengetahuan tentang industri dan kesalahan penempatan tenaga kerja. Faktor material atau peralatannya, misalnya bahan yang seharusnya dibuat dari besi dibuat dengan bahan lain yang lebih murah sehingga menyebabkan kecelakaan kerja. Faktor sumber bahaya, meliputi: Perbuatan bahaya, misalnya metode kerja yang salah, sikap kerja yang teledor serta tidak memakai alat pelindung diri. Kondisi/keadaan bahaya, misalnya lingkungan kerja yang tidak aman serta pekerjaan yang membahayakan. Faktor lingkungan kerja yang tidak sehat, misalnya kurangnya cahaya, ventilasi, pergantian udara yang tidak lancar dan suasana yang sumpek.

46 Life Safety Systems Solusi mengatasi kecelakaan kerja: Tata ruang kerja yang baik adalah tata ruang kerja yang dapat mencegah timbulnya gangguan keamanan dan keselamatan kerja bagi semua orang di dalamnya Pakaian kerja sebaiknya tidak terlalu ketat dan tidak pula terlalu longgar. Alat pelindung diri dapat berupa kaca mata, masker, sepatu atau sarung tangan. Alat pelindung diri ini sangat penting untuk menghindari atau mengurangi resiko kecelakaan kerja. Lingkungan kerja yang baik meliputi faktor udara, suara, cahaya dan warna.

47 Sanitation System

48 adalah suatu proses multi-langkah, di mana berbagai jenis limbah dikelola dari titik timbulan (sumber limbah) ke titik pemanfaatan kembali atau pemrosesan akhir

49 Sistem sanitasi adalah suatu sistem yang dirancang untuk pembudayaan hidup bersih dan hiene dalam lingkungan pabrik. Sanitation Systems

50 Lima tahapan fungsional suatu sistem sanitasi adalah : 1. Pembuangan (User Interfaces) 2. Pengumpulan & Penampungan dan/atau pengolahan awal 3. Pengangkutan/pengaliran 4. (Semi) Pengolahan Akhir Terpusat 5. Daur ulang dan/atau pemrosesan akhir

51 Sanitation System Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.

52 Sanitation System Beberapa daerah fokus sanitasi yaitu : lokasi pabrik, konstruksi dan tata letak bangunan, rancangan dan tata letak peralatan, instalasi air, dan sistem pembuangan limbah. 1.Lokasi Pabrik Lokasi pabrik atau industri mempunyai pengaruh langsung pada sanitasi, terutama dalam hubungannya dengan kebersihan lingkungan dan pelayanan pembuangan. Lingkungan yang kotor dan tidak tersedia sarana pembuangan akan merupakan sumber pencemaran serta menyulitkan tindakan sanitasi. 2.Bangunan Rancangan konstruksi dan tata letak bangunan memegang peranan penting dalam sanitasi terutama untuk menciptakan kondisi sanitasi dan memudahkan tindakan sanitasi.

53 Sanitation System 3.Peralatan Tata letak peralatan harus memenuhi urutan proses juga perlu memenuhi persyaratan sanitasi yaitu mudah dibersihkan, mudah bongkar pasang dan mudah operasinya. 4.Instalasi Air Instalasi air terdiri dari sumber air, pembersihan air, reservoir, sistem penyambung (pipa-pipa). Tiap-tiap instalasi air perlu dilengkapi dengan sistem sanitasi. Macam-macam jenis air perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan yaitu untuk mencuci, pengolahan, untuk generator uap, sebagai bahan pencampur makanan dan mungkin untuk laboratorium. 5.Sistem Pembuangan Sampah-sampah industri banyak terdiri dari sampah padat yang berasal dari sisa-sisa bahan dan sampah cairan yang berasal dari pencucian. Sampah- sampah ini akan menjadi sumber kontaminasi dan polusi, karenanya perlu penanganan udara sanitasi. Kedua macam sampah itu memerlukan sistem pembuangan yang berbeda.

54

55

56

57


Download ppt "Sistem Penunjang Fasilitas Kelompok 3 : Violetta, Yuvatias, Rizki Ardhya, Sarah Mutiara Kelompok 8 : Adiputra, Zakharia, Eka, Desi Kelompok 9 : Intan,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google