Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDIDIKAN KESEHATAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW S E K S B E B AS SMKN 3 BLITAR ILMU KEPERAWATAN FKUB.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDIDIKAN KESEHATAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW S E K S B E B AS SMKN 3 BLITAR ILMU KEPERAWATAN FKUB."— Transcript presentasi:

1 PENDIDIKAN KESEHATAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW S E K S B E B AS SMKN 3 BLITAR ILMU KEPERAWATAN FKUB

2 APAKAH SEKS BEBAS ITU? Adalah hubungan seks pranikah yang dilakukan laki- laki dan wanita yang belum terikat perkawinan, yang nantinya mereka akan menikah satu sama lain atau masing-masing akan menikah dengan orang lain Kegiatan seksual yang melibatkan dua orang yang saling menyukai atau mencintai yang dilakukan sebelum pernikahan Adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hastrat seksual dengan lawan jenisnya melalui perbuatan yang tercermin dalam tahap-tahap perilaku seksual yang paling ringan sampai tahap yang paling berat, yang dilakukan sebelum pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama

3 FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN REMAJA MELAKUKAN SEKS BEBAS Perilaku seks bebas mulai terjadi jika seseorang sudah berusia 16 tahun atau seseorang yang mengalami pubertas lebih cepat Dapat dikatakan bahwa semakin meningkatnya usia seseorang maka tingkat perilaku seksnya juga semakin meningkat USIA Pria lebih tidak mampu menahan dorongan seksual dimasa remaja Pria lebih mementingkan keintiman fisik tanpa memperhatikan keterlibatan emosional dalam hubungan heteroseksual JENIS KELAMIN Sekuat-kuatnya mental seseorang remaja jika terus mengalami godaan dalam kondisi yang bebas dan tidak terkontrol, tentu saja suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Godaan akan lebih berat jika benteng mental agamanya atau sistem religiusnya tidak kuat dalam diri individu sehingga akan semakin menenggelamkan remaja untuk masuk ke dunia pergaulan bebas. AGAMA

4 FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN REMAJA MELAKUKAN SEKS BEBAS Pengetahuan yang tidak memadai tentang pendidikan seks menyebabkan anak-anak akan mencoba-coba sesuatu yang tidak pernah dimengerti akibat dari apa yang dilakukan Jadi pendidikan seks lebih mengarah pada pemahaman alat reproduksi dan akibat apa yang ditimbulkan bila masuk dalam pergaulan seks bebas, salah satu contoh bisa tertular penyakit HIV/AIDS. KURANG PENGETAHUAN Dengan kehidupan yang serba kecukupan akan mudah melakukan perjalanan ke tempat yang rawan untuk memungkinkan melakukan hubungan seksual. Sedangkan untuk kelompok yang ekonomi lemah karena banyak tuntutan akan memanfaatkan dorongan seksnya demi mendapatkan sesuatu. KELAS SOSIAL Bebasnya pergaulan dan bimbingan atau pola asuh orang tua yang tidak peduli atau tidak terbuka membicarakan seks akan memacu perilaku seks bebas. Dengan pergaulan dunia remaja yang semakin bebas, pada keluarga yang tinggal di kota besar sudah merupakan suatu pola kehidupan dimana ayah dan ibu bekerja sehingga anak-anak mereka kurang mendapat perhatian dan pengawasan yang cukup serta memiliki kebebasan. KETIDAKHADIRAN ORANG TUA

5 Individu yang pernah menjalin hubungan afeksi atau pacaran lebih cenderung berperilaku seks bebas demikian pula individu yang telah banyak berpacaran dengan individu yang berusia sebaya. PENGALAMAN PACARAN

6 PENGARUH DAN BAHAYA SEKS BEBAS YANG HARUS DIKETAHUI

7 DAMPAK FISIK 1. Penyakit Kelamin (Penyakit Menular Seksual) Adalah infeksi apapun yang terutama didapat melalui hubungan seksual (heteroseksual dan homoseksual) menyebabkan infeksi alat reproduksi yang bisa menyebabkan penderitaan, kemandulan dan kematian. Cara penularannya  Hubungan seksual yang tidak aman baik pervaginal, oral maupun anal  Gonta-ganti pasangan seks  Prostitusi Gejala PMS Gejala PMS pada laki-laki lebih mudah dikenali, dilihat dan dirasakan daripada pada perempuan. Bahkan pada perempuan gejalanya sering tidak disadari.

8 Gejala Yang Muncul Pada perempuan  Adanya cairan yang tidak biasa keluar dari alat kelamin perempuan warnanya kekuning-kuningan dan berbau tidak sedap.  Menstruasi atau haid tidak teratur  Rasa sakit diperut bagian bawah  Adanya bintil-bintil berisi cairan  Lecet, atau borok pada alat kelamin  Rasa gatal yang berkepanjangan di sekitar kelamin yang tidak biasa. Pada laki-laki  Rasa sakit atau panas saat kencing  Keluarnya darah saat kencing  Keluarnya nanah dari alat kelamin  Adanya luka dan gatal pada alat kelamin  Kehilangan berat badan secara drastis  Diare terus-menerus  Sering demam serta berkeringat pada malam hari Upaya Pencegahannya  Bagi yang belum menikah, tidak melakukan hubungan seksual  Menghindari hubungan seksual yang tidak aman atau beresiko  Bila sudah menikah tetaplah setia pada pasangannya  Hindari penggunaan handuk dari penderita PMS  Tawakal pada Tuhan Yang Maha Esa  Dan bila ada gejala-gejala PMS segera ke dokter atau petugas kesehatan setempat

9 2.HIV/AIDS  AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Cara penularannya  Berganti-ganti pasangan seksual, atau berhubungan dengan orang positif terinfeksi virus HIV  Menerima transfusi darah yang tercemar HIV  Pemakaian jarum suntik atau alat tusuk lain secara bersama-sama  Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV akan menularkannya kepada janinnya Media penularannya  Sperma/air mani  Darah termasuk darah haid dan darah plasenta  Cairan vagina (cairan yang berada pada alat kelamin perempuan )

10 Gejala Yang Muncul  Gejala awal seperti flu biasanya sembuh dalam 2-3 hari.  Panas dan berkeringat pada malam hari  Nafsu makan berkurang dan berat badan turun dalam 3 bulan  Diare terus-menerus  Infeksi bakteri  Pembengkakan kelenjar getah bening Pencegahan dan pengurangan terhadap resiko terkena HIV/AIDS Memberikan informasi tentang penyakit HIV/AIDS, transmisi dan pencegahannya Mendemontrasikan penggunaan kondom untuk kelompok beresiko tinggi Tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah Memberikan terapi dan konsultasi pada remaja yang beresiko Tindakan untuk membantu teman yang terkena HIV/AIDS Tetap memperlakukannya sebagai teman Tidak mengubah sikap karena penyakitnya Memberikan dorongan semagat Memperhatian keterbatasan keadaan fisiknya dalam bergaul. Memberikan kesempatan untuk menunjukkan kelebihannya Ingat !! Pengobatan dan Perawatan HIV/AIDS Sampai Sekarang Belum Ditemukan Ingat !! Pengobatan dan Perawatan HIV/AIDS Sampai Sekarang Belum Ditemukan

11 3.Infertilitas atau kemandulan  Terjadinya kemandulan salah satunya diakibatkan aborsi/pengguguran kandungan yang dilakukan sebagai jalan pintas karena hamil diluar nikah  Aborsi dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase/pembersihan janin secara tidak steril yang akhirnya infeksi ini yang menyebabkan kemandulan 4. Kanker Leher Rahim Merupakan penyakit kanker ganas yang banyak diderita oleh wanita. Tanda dan gejalanya Keluhan haid yang berlebihan Haid tidak teratur Keputihan yang berwarna putih atau purulen yang berbau dan tidak gatal Perdarahan spontan dan bau busuk yang khas Cara pencegahannya terutama pada usia remaja Menjaga tidak melakukan hubungan seksual dini atau seks bebas Jika sudah pernah melakukan harus segera ke pelayanan kesehatan untuk memeriksakan diri agar mengindari kejadian yang lebih buruk Jika hubungan seksual dilakukan sebelum usia 17 tahun maka akan beresiko terkena kanker serviks 4-5 kali lipat Jika hubungan seksual dilakukan sebelum usia 17 tahun maka akan beresiko terkena kanker serviks 4-5 kali lipat

12 5. Kehamilan Tidak Dikehendaki (KTD)  Adalah suatu kehamilan yang oleh karena suatu sebab maka keberadaannya tidak diinginkan atau diharapkan oleh salah satu atau kedua-duanya calon orang tua bayi tersebut Tanda – tanda kehamilan  Kehilangan periode menstruasi  Mual atau muntah, yang disebut "morning sickness", meskipun hal ini bisa terjadi sepanjang hari  Kebencian mendadak atau suka terhadap makanan tertentu, terutama daging atau lemak, makanan yang digoreng  Nyeri pada puting atau payudara  Mudah lelah  Sering buang air kecil  Perubahan suasana hati yang tidak biasa  Dan tes kehamilan positif Dampak KTD Kesehatan fisik ibu antara lain dapat menimbulkan kesulitan dalam persalinan sehingga terjadi perdarahan bahkan sampai kematian Secara psikologis akan berdampak pada terjadinya rasa takut, kecewa, menyesal, dan rendah diri terhadap kehamilannya sehingga terjadi usaha untuk menghilangkan kehamilannya dengan jalan pengguguran (aborsi). Secara sosial ekonomi yang terjadi adalah berhenti/putus sekolah atas kemauan sendiri atau dikeluarkan pihak sekolah, menjadi obyek perbincangan, kehilangan masa remaja yang harus dinikmati dan terkena cap buruk karena melahirkan anak “diluar nikah” Kerugian dan bahaya KTD Karena tidak diinginkan dan tidak siap untuk hamil maka biasanya tidak mengurus dengan baik kehamilannya Masa depan anak yang dilahiran mungkin saja terlantar

13 6. Resiko Terjadinya Aborsi  Aborsi adalah berakhirnya suatu kehamilan oleh akibat-akibat tertentu Aborsi atau penguguran kandungan dibagi menjadi  Aborsi spontan (abortus spontane) adalah keguguran yang terjadi secara alamiah atau tidak sengaja.  Aborsi buatan (abortus provokantus) adalah usaha pengguguran yang disengaja. Ada dua cara melakukan aborsi buatan yaitu cara yang aman secara medis dan cara yang tidak aman secara medis (self treatment) Beberapa upaya pengguguran kandungan yang tidak aman (self treatment) Penggunaan ramuan atau jamu-jamuan Penggunaan obat-obatan yang bersifat keras/berbahaya Alat bantu tradisional yang tidak steril/ujung bambu yang diruncingkan Manipulasi fisik/pijatan pada rahim Dampak aborsi Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan Dampak fisik yaitu aborsi yang dilakukan secara sembarangan (oleh mereka yang tidak terlatih) dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil, perdarahan yang terus menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi, Dampak psikologis yaitu adanya perasaan bersalah karena melakukan tindakan aborsi Akibat tindakan aborsi yang tidak aman Menimbulkan perdarahan sampai shock dan kematian Infeksi alat reproduksi sehingga menimbulkan kemandulan, resiko robek dan diangkatnya rahim/uterus Terjadinya fistula genitalis traumatis atau saluran tidak biasa pada alat reproduksi

14 Dampak Kejiwaan  Terjadinya penyakit kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan seks  Berkhayal tentang seksual, menjadi pemalas, sulit konsentrasi, sering lupa, melamun, badan kurus dan kejiwaan menjadi tidak stabil.  Yang dipikirkan hanyalah seks dan keinginan untuk melampiaskan nafsu seksualnya akibatnya jika tidak mendapat teman untuk seks bebas akan pergi ke tempat pelacuran atau melakukan pemerkosaan Dampak sosial Seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak atau memikul sebuah tanggung jawab. Pelaku hanya menginginkan hidup diatas kebebasan semu. Lebih parah lagi jika seorang wanita yang melakukan seks bebas akan terjerumus pada kedalam pelacuran dan prostitusi serta jika mempunyai anak akan ditelantarkan dan tidak jelas siapa ayahnya. Dampak perekonomian Melemahkan perekonomian pelaku karena penurunan produtivitas akibat kondisi fisik dan mental yang menurun Penghamburan harta untuk memenuhi keinginan seksualnya. Dampak agama Jika terjerumus dalam perilaku seks bebas maka akan menurunkan moral dan ahlak atau akidah yang selama ini ditanamkan.

15 BAGAIMANA PENCEGAHAN TERHADAP SEKS BEBAS 1. Tindakan Preventif Tindakan preventif ini mencangkup dua pencegahan yaitu  Pencegahan internal Merupakan upaya pencegahan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Cara yang ditempuh  Membentengi diri dengan iman yang kuat.  Memperkaya diri dengan informasi seksualitas yang sehat dan bertanggung jawab  Meningkatkan pengendalian diri, mengendalikan diri sendiri  Tidak berduaan dengan lawan jenis di tempat sepi.  Memperbanyak kegiatan untuk mengalihkan pikiran dan mendengarkan kata hati. Pencegahan eksternal Yang berperan Orang tua Guru Masyarakat Lembaga pendidikan/sekolah Lembaga-lembaga yang terkait Upaya yang dilakukan dengan menggalakkan sex education Sex education (pendidikan seks) harus dipahami sebagai pendidikan kesehatan reproduksi, bukan sebagai pendidikan seks secara vulgar tetapi sex education ini membicarakan seputar organ reproduksi, bahaya pergaulan bebas dan penyakit menular seksual (PMS) sehingga pendidikan seks ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi, mencegah kegiatan seks bebas, dan menghindarkan dampak-dampak negatif seks bebas bukan belajar mengenai seks atau bagaimana melakukan aktivitas seks.

16 2.Tindakan Preservatif  Dilakukan dengan cara memberikan fasilitas terhadap remaja untuk mengembangkan kelebihan atau hal-hal positif yang dimiliki. 3. Tindakan rehabilitatif  Orang tua dan masyarakat mengidentifikasi kondisi remaja di lingkungannya dan menyelidiki latar belakang terjadinya seks bebas yang dilakukan oleh remaja, apakah faktor keluarga, lingkungan, sekolah, teman atau hal lainnya. 4. Tindakan korektif  Orang tua memberikan penanganan yang tepat dan efektif terhadap permasalahan yang dihadapi remaja, dengan memberikan terapi secara psikologis, spiritual maupun medis.


Download ppt "PENDIDIKAN KESEHATAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW S E K S B E B AS SMKN 3 BLITAR ILMU KEPERAWATAN FKUB."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google