Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Metode Perancangan Program Pert 8 – Kohesi dan Kopling.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Metode Perancangan Program Pert 8 – Kohesi dan Kopling."— Transcript presentasi:

1 Metode Perancangan Program Pert 8 – Kohesi dan Kopling

2 Kohesi: Keeratan hubungan elemen-elemen di dalam suatu modul Macam-macam Kohesi CoincidnetalJelek/lemah CoincidnetalJelek/lemah Logical Logical Temporal Temporal Procedural Procedural Communicational Communicational Sequential Sequential Functional baik/kuat Functional baik/kuat

3 Kohesi Functional: Mempunyai satu tugas Mempunyai satu tugas Menghasilkan satu hasil/satu parameter output Menghasilkan satu hasil/satu parameter output Bisa satu atau lebih parameter input Bisa satu atau lebih parameter input

4 Contoh : Menghitung_pajak_penjualan IF harga > 5000 THEN pajak = harga * 0.25 ELSE IF harga > 4000 THEN pajak = harga * 0.2 pajak = harga * 0.2ELSE IF harga > 3000 THEN IF harga > 3000 THEN pajak = harga * 0.15 ELSE ELSE IF harga > 2000 THEN pajak = harga * 0.1 pajak = harga * 0.1ELSE pajak = 0 pajak = 0ENDIF ENDIF ENDIFENDIFENDIFEND

5 Kohesi Sequential: Mempunyai pekerjaan yang beruntun Mempunyai pekerjaan yang beruntun Kegiatan yang dilakukan lebih dari satu Kegiatan yang dilakukan lebih dari satu Hasil dari kegiatan sebelumnya menjadi masukan bagi kegiatan selanjutnya Hasil dari kegiatan sebelumnya menjadi masukan bagi kegiatan selanjutnya Dapat dipecah menjadi Functional Dapat dipecah menjadi Functional

6 Contoh : Menghitung_penjualan IF JB > 300 THEN POT = JB * HB * 0.15 ELSE IF JB > 200 THEN POT = JB * HB * 0.1 POT = JB * HB * 0.1ELSE IF JB > 100 THEN IF JB > 100 THEN POT = JB * HB * 0.05 POT = JB * HB * 0.05 ELSE ELSE POT = 0 POT = 0 ENDIF ENDIFENDIFENDIF P = JB * HB – POT TP = TP + P END

7 Kohesi Komunikasional: Kegiatan lebih dari satu Kegiatan lebih dari satu Menggunakan data yang sama Menggunakan data yang sama Dapat dijadikan Functional Dapat dijadikan FunctionalContoh:Proses_perhitungan C = A + B D = A – 1 E = A * B F = A / B G = A mod B END

8 Kohesi Procedural: Satu kegiatan dengan kegiatan lain tidak berhubungan Satu kegiatan dengan kegiatan lain tidak berhubungan Hubungan antara elemen yang satu dengan yang lainnya karena urutan statement Hubungan antara elemen yang satu dengan yang lainnya karena urutan statement Dapat dipecahkan menjadi Functional Dapat dipecahkan menjadi FunctionalContoh:Read_student_record_and_total_student_Ages set number_record to zero set total_age to zero read student_record DO WHILE more records exist add age to total_age add 1 to number_records read student_record ENDDO print number_record, total_age END

9 Kohesi Temporal: Elemen-elemen terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempunyai hubungan dalam waktu Elemen-elemen terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempunyai hubungan dalam waktu Urutan tidak penting Urutan tidak pentingContoh:Initialisation buka file transaksi total_transaksi = 0 total_pen = 0 baris = 30 no = 0 hal = 0 END

10 Kohesi Logical: ELemen-elemen melakukan kegiatan dengan kategori yang sama ELemen-elemen melakukan kegiatan dengan kategori yang sama Parameter masukan menentukan kegiatan yang dilaksanakan Parameter masukan menentukan kegiatan yang dilaksanakan Tidak semua kegiatan dikerjakan Tidak semua kegiatan dikerjakanContoh:Read_all_files(file_code) CASE if file_code 1 : read customer_transaction record IF not EOF THEN IF not EOF THEN increment cust_trans_count 2 : read customer_master record IF not EOF THEN IF not EOF THEN increment cust_master_count 3 : read product_master record IF not EOF THEN IF not EOF THEN increment product_master_count ENDIF ENDIFENDCASEEND

11 Kohesi Koinsidental Elemen-elemen tidak mempunyai hubungan Elemen-elemen tidak mempunyai hubunganContoh: File Processing Open employee updates file read employee record print_page heading open employee master file set page_count to one set error_flag to false End

12 Kopling : Keeratan hubungan antar modul. Tingkat saling ketergantungan di antara dua modul. Faktor yang mempengaruhi kopling: 1. Jumlah data yang disalurkan 2. Jumlah kontrol data yang disalurkan 3. Jumlah elemen data global yang digunakan bersama-sama oleh beberapa modul

13 Jenis-jenis Kopling: Data baik/lemah Data baik/lemah Stamp Stamp Kontrol Kontrol External External Commonjelek/kuat Commonjelek/kuatKeterangan: Makin baik kopling, makin rendah ketergantungan suatu modul terhadap modul lain Makin baik kopling, makin rendah ketergantungan suatu modul terhadap modul lain Modul dengan kopling yang baik adalah modul independence Modul dengan kopling yang baik adalah modul independence

14 Kopling Data: Komunikasi diantara modul menggunakan data. Diinginkan jumlah data minimal Komunikasi diantara modul menggunakan data. Diinginkan jumlah data minimal Parameter data yang disalurkan semakin sedikit semakin baik Parameter data yang disalurkan semakin sedikit semakin baik Modul A Modul B Elementary data item

15 Contoh: A. Process_customer_record …… calculate_sales_tax(total_price, sales_tax) …… B. Calculate_sales_tax IF total_price > 5000 THEN sales_tax = total_price * 0.25 Else If total_price > 4000 THEN sales_tax = total_price * 0.2 Else sales_tax = total_price * 0.15 ENDIFENDIF ENDIF ENDIF

16 Kopling Stamp: Dua modul melakukan pass struktur data non global yang sama Dua modul melakukan pass struktur data non global yang sama Struktur data: record, array Struktur data: record, array Timbul bahaya bila modul memeriksa struktur data tetapi hanya menggunakan sebagian Timbul bahaya bila modul memeriksa struktur data tetapi hanya menggunakan sebagian Modul A Modul B Data structure

17 Contoh:Proses_transaction_record…. proses_male_student (current_record) …END Proses_male_student (current_record) increment male_student_count (current_record) If student_age > 21 THEN increment_mature_male_countENDIF….….END

18 Kopling Kontrol: Dua modul melakukan passing parameter menggunakan data kontrol (flag/switch) Dua modul melakukan passing parameter menggunakan data kontrol (flag/switch) Modul A Modul B Parameter Kontrol

19 Contoh:Process_input_code read input_code choose_appropriate_action (input_code) ……END Choose_appropriate_action (input_code) CASE OF input_code 1: read employee record 2: print_page_heading 3: open employee master file 4: set page_count to zero 5: error_message =‘Employee number not numeric’ ENDCASEEND

20 Kopling External: Dua modul atau lebih menggunakan data global yang sama Dua modul atau lebih menggunakan data global yang sama Tidak ada parameter yang digunakan dari modul pemanggil ke subordinate dan sebaliknya Tidak ada parameter yang digunakan dari modul pemanggil ke subordinate dan sebaliknya Global Data Elementer Variabel Modul A Modul B

21 Contoh:Calculate_sales_tax IF product is sales exemt THEN sales_tax = 0 ELSE IF product_price < $50 THEN sales_tax = sales_price * 0.25 sales_tax = sales_price * 0.25….…ENDIFENDIFCalculate_amount_due… amount_due = total_amount + sales_tax …END

22 Kopling Common Dua modul atau lebih menggunakan struktur data global yang sama Dua modul atau lebih menggunakan struktur data global yang sama Struktur data global Modul AModul B

23 Contoh:Read_customer_record read customer record IF EOF THEN set EOF_flag to true ENDIFENDValidate_customer_record IF customer_number is NOT numeric THEN error_message = ‘invalid customer number’ ENDIF…….END


Download ppt "Metode Perancangan Program Pert 8 – Kohesi dan Kopling."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google