Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DASAR DAN FILOSOFI MANUALTERAPI SPINE Oleh: Sugijanto Disampaikan pada: Kuliah Reguler Manual terapi Juli-2009.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DASAR DAN FILOSOFI MANUALTERAPI SPINE Oleh: Sugijanto Disampaikan pada: Kuliah Reguler Manual terapi Juli-2009."— Transcript presentasi:

1 DASAR DAN FILOSOFI MANUALTERAPI SPINE Oleh: Sugijanto Disampaikan pada: Kuliah Reguler Manual terapi Juli-2009

2 TUJUAN INSTRUKSIONAL Mahasiswa memahami manualterapi dgn cara : – Mampu mendefinisikan manualterapi dan neuromusculoskeletalvegetative mechanism – Mampu merinci tentang proses asuhan manualterapi spine – Mampu menghubungkan anatomi terapan dalam kajian histologis struktur jaringan spesifik dengan fungsi anggota gerak atas – Mampu merinci proses asesmen manualterapi spine: anamnesis, inspeksi, pemeriksaan gerak dasar, tes khusus, pemeriksaan lain dan diagnosis. – Mampu merinci prosedur intervensi manualterapi spine: analisis program, perencanaan, pemilihan metoa/teknik dan prosedur intervensi.

3 Pertanyaan studi Jelaskan pengertian manualterapi. Jelaskan proses asuhan manualterapi. Apa yg harus dipelajari dlm anatomi terapan? Jelaskan. Jelaskan tentang struktur jaringan spesifik: kapsuloligamenter, muskulotendinogen, radix, medula spinalis, diskus intervert, facets, osteogen dan integumen. Jelaskan tentang patologi inflamasi pd jar.spesifik dan proses penyembuhan luka. Jelaskan tentang patologi inaktifitas dan immobilisasi dan komplikasinya pada jaringan spesifik. Jelaskan konsep posisi dan sikap tubuh. Jelaskan konsep gerak tubuh dan anggota

4 Pertanyaan studi (lanjutan) Jelaskan proses asesment manualterapi spine meliputi: – Anamnesis – Inspeksi/observasi – Tes cepat – Pemeriksaan fungsi gerak dasar – Tes khusus dan data lain – Diagnosis dan prognosis Bagaimana anda membuat analisis program? Jelaskan tentang: – Muscle mobilization, Joint mobilization, Joint manipulation, Transverse friction, Venous & lymph drainage massage, Muscle stretching, Joint stabilization Jelaskan penilaian proses dan output.

5 DASAR-DASAR MANUALTERAPI Pengertian : Asuhan kesehatan yang berorientasi pada neuro-musculo-sceletal-vegetative mechanism – Nervosum: Mengkaji sistem saraf pusat dan perifer sbg inti kehidupan dipilah dlm somatic- sensoric-motoric. – Musculosceletal: mengkaji alat pemelihara sikap dan pembentuk gerak, termasuk sendi-tulang- otot-jar lunak lain – Neurovegetative: Mengkaji sistem autonom sympathic-parasymphatic system kaitannya gangguan alat pemelihara sikap dan gerak

6 Patologi morphologis Patologi fungsi Klien Normal Assess & diagn Metoda & ketrampilan Patologi anatomi, kinesio-/fisiologi Patologi NMSV Analisis Strategi perencanaan Kemampuan akademis/ilmiah Prosedur intervensi Kemampuan profesional Penilaian hasil instrument Gang NMSVM Keluhan gangguan gerak dan fungsi

7 ASUHAN MANUALTERAPI Assessment utk menegakan diagnosis MT: – Analisis Gangguan NMSVM – Analisis Struktur jaringan spesifik – Analisis Patologi morfologis & fungsi Strategic Planning utk menetapkan – Analisis akademis diagnosis kasus – Rencana target & tujuan pengelolaan, – Menetapkan program intervensi. – Inform concern Pelaksanaan prosedur intervensi meliputi – Pemilihan metoda & teknik yg tepat, – Menetapkan dosis intervensi. Reevaluasi untuk – Penilaian hasil intervensi – Analisis input-proses - output. Recording: – Dgn format & prosedur tetap – Instrumen baku

8 DASAR PEMAHAMAN & KETRAMPILAN Pemahaman akademis profesional ttg: – Anatomi terapan/Struktur jar spesifik Anatomi-Fisiologi-Kinesiologi-Biomekanik – Patologi morphologis - fungsional: Patofisiologi-Patokinesiologi-Patologi fungsional – Assessment: Metoda-teknik dan ketrampilan Analisis dan hipotesis data. – Intervensi: Metoda-teknik dan ketrampilan profesional – Manajemen pelayanan: Pelayanan, pendidikan, penelitian, pemasaran, dll:

9 PEMAHAMAN ANATOMI TERAPAN Analisis Model sendi – Histologis – Fisiologi/kinesiologis – Aspek sindesmologi – Kesatuan kinesiologis – Neuroanatomi-fisiologi Sendi intervertebralis mrpk three joint compl, facet sepasang jenis plan joint.

10 Aspek mekanis sendi Kajian sendi aspek Osteokinematic: Diurai dlm jenis gerak pd bidang gerak & sumbu gerak Diukur dlm derajat gerak sendi atau centi meter. Analisis Grk spine per regio dlm 3 bidang tsb, gerak dominan sesuai arah pemukaan sendi.

11 Arthrokinematic Roll-slide Analisis gerak dg memandang grk antar pemukaan sendinya/intra capsular. Analisis gerak dg memandang grk antar pemukaan sendinya/intra capsular. Roll-slide diurai dalam gerak: – Traction-Compression: tarikan-tekanan tegak lurus permukaan sendi (concave) Penerapan pd spine : Gapping-3 dimensi ekstensi. Th LPAVP – Translation: dorongan sejajar permukaan sendi Penerapan pd spine: C0-C1 translasi; – Spin: putaran pada sumbu longitudinal.

12 ANALISIS POSITION AND POSTURE (sikap) Posisi-sikap-gerak  sensomotorik Sikap dipengaruhi: intelegensi, spikologis, sosial, budaya, gender, Gangguan sikap sangat berpengaruh pd struktur jar spine Gabungan posisi sendi2  posture tubuh Posisi tubuh lokal  total Dibentuk oleh aktifitas sensomotorik Posisi normal aktifitas motorik minimalPosisi normal aktifitas motorik minimal

13 MOVEMENT Merupakan integrasi sensoric - motoric vegetative menjadi gerak automatic Gerak mendasar: gerak fungsional Gerak lokal  aktifitas otot simultan Gerak stabilitas posisi trunk - sendi proksimal Gerak: Strength, Endurance, Speed, accuracy Metabolism ergotrophic

14 ANALISIS GERAK SPINE Analisis gerak regional dan total Gerak segmental terjadi pd ‘movement segment’ (segment of Junghann) Gerak segmental melibatkan ‘three joint complex’: discus dan sepasang facet. Untuk cervical spine diarahkan uncinate joint, thoracal spine dibatasi sendi costovetebral-transversal. Gerak spine selalu simultan bbrp segment gerak. Arthrokinematic spine tidak sama dgn sendi perifer.

15 PEMAHAMAN ANATOMI TERAPAN ANATOMI IN VIVO DAN IN VITRO – Pada keadaan hidup dan kadaver. – Integratif spine dan perifer. – DISCRIPTIVE: penamaan, faktor-faktor yg berpengaruh. – TOPOGRAFIS Lokal; regional; segmental; quadrant; total Posisi jar. thd jaringan lain Arah jaringan dan serabut – FUNGSIONAL – MEKANISME NMSV

16 HISTOLOGI - FISIOLOGI JAR. SPES. – Komponen dasar dan penunjang – Struktur cellular – Spesifikasi komponen – Fisiologi jaringan spesifik GERAK DAN FUNGSI – Gerak molecular - cellular - jaringan - organ - sistem - individu - lingkungan – Fungsi sbg. Pemelihara sikap dan pembentuk gerak – Fungsi lokal, segmental dan total

17 JARINGAN IKAT Mrpk komponen dasar dan penyangga jar. tubuh. Komposisi: Cells, Collagen, elastin, GAG, dan matrix serta Miofibroblas Dihasilkan oleh fibroblast Kekuatan oleh collagen, kelenturan oleh elastin dan viscositas matrix

18 STRUKTUR JARINGAN SPESIFIK OSTEOGEN – T.a. collagen, osteoblast, osteocyte, osteoclast dan matrix dg komponen pengisi calcium – Membentuk tubuh – Memelihara posisi/sikap dan ‘mbentuk gerak tubuh secara pasif. – Melindungi organ tubuh – Memproduksi erythrocyte – Menyimpan cadangan calcium – Bersifat lentur terhadap tekanan axial dan tangensial Kekuatan oleh kandungan calcium, kelenturan oleh collagen

19 STRUKTUR JARINGAN SPESIFIK CHODRIUM-MENISCUS-DISCUS – Tanpa kapiler – T.a. collagen, chondroblast, chondrocyte dan matrix dg komponen pengisi utama, GAG’s, proteoglycans, hyalluronic acid. – Fungsi sbg: shock absorber, melicinkan gerak (scratch resistant), mengarahkan gerak. – Terdapat pada facets dan discus intervertebralis Kelenturan oleh kadar GAGs, kekuatan oleh collagen, pertautan oleh proteoglicans

20 STRUKTUR JARINGAN SPESIFIK CAPSULOLIGAMENTAIR – T.a. tunica fibrosa bag. luar dan membrana sinovialis bag dalam. – Ligament mrpk penebalan tunica fibrosa atau berdiri sendiri. – Terdpt lipatan membr sinovialis facet: Meniscoide – Mrpk stabilisator sendi pasif – Mengarahkan gerak sendi – Memproduksi synovium – Terdapat serabut saraf sensosis, capilair – T.a. srbt collagen sejajar bersilang, elastin; cell fibroblast, dan matrix dg. komponen utama: GAG’s, air,

21 STRUKTUR JARINGAN SPESIFIK MUSCULOTENDINOGEN – Otot rangka melekat pd tulang/fascia melalui tendon. – Otot tonic (red) dan phasic (white). – Terbungkus oleh jar ikat fascia. – Komponen contractile oleh myofrile, komponen penunjang/static oleh jar. ikat – Sbg. stabilisator aktif dan penggerak sendi. – Terdapat serabut saraf motoris. sensosis, dan vegetatif, capilair.

22 STRUKTUR JARINGAN SPESIFIK NEUROGEN: Motoric: A  dlm satu motor unit; synaps spinal cord dan cortex motoric Sensoric: Ujung sensor; A , A , A  dan C; synapstic spinal; cortex sensoric Vegetatif: sympathic dan para sympathic Terdapat integrasi fungsi senso-motoric- vegetatif

23 DERMATOMES ZONE Daerah kulit (pola tertentu) yg secara dominan disarafi dari segment spinal tertentu.

24 NERVINAL ZONE Daerah kulit yang secara spesifik disarafi oleh cabang saraf tertentu Menggambarkan pola berbeda Berasal dari cabang saraf perifer

25 SCLEROTOMES Daerah periost yg secara dominan disarafi dari segment spinal tertentu.

26 STRUKTUR JARINGAN SPESIFIK DERMATOGEN/INTEGUMEN – Bag terluar tubuh sbg isolator, protector, penyangga dan organ sensor. – Tersusun sbg epidermis, dermis dan subcutan. – Pd subcutan terdpt jar ikat penyangga, lemak sbg isolator, saraf sensoris penerima impulse panas dingin, raba, tekan, maupun nyeri, serta pembuluh darah utk nutrisi – Terdapat kelenjar keringat dan lemak. Kelenturan oleh sub cutan collagen & air Radic, jar segmental: Dermatomes, sclerotome dan myotome; saraf perifer: nervinal.

27 PATHOLOGY INFLAMASI – Tissue respons thd injury Jar ikat, Jar otot, Tulang, Jar mitochondria – Regenerasi Collagen wound healing – Aktualitas patologi Tanda2: Tumor, dolor, calor, rubor, dan fungsiolesa. Penting dlm penentuan metoda dan dosis intervensi – Pd spine referred pain luas dan jauh Tanda aktualitas: tumor dolor color rubor fungsiolesa

28 WOUND HEALING PROCESS Injury Tissue damage & haemorrhage Inflamation ProliferasiProduksi Remodeling jam menit <3-4 hr;Cell pertahanan & fibroblast <3 mgg; produksi collagen maksimal <3 bl; resorbsi collagen, penyesuaian bentuk semula Algogene.Fibrin menutup luka Inflamasi primer. Inflamasi neurogenik Gejala radang

29 INFLAMASI JAR OTOT-TENDON Strain, rupture, avulsion. Myositis, tendinitis, myotendinosis, myofascial syndrome. Spasm/guarding spasm, muscle taut band/twisting. Nyeri kontraksi, tenderness. Pd spine  postural deviation, referred pain.

30 INFLAMASI PD JAR. SARAF Infected, injury, Intrapment, stenosis. Neuritis: Neropraxia, axonotmesis, Neurotmesis. Dpt diikuti neurofibrosis Triad symptom pd lesi saraf perifer. Nyeri pd distribusi saraf, paraesthesia, hypoaesthesia. Dermatomal zone (radix = radicular pain), nervinal zone (srbt saraf) Sympathetic reflex dystrophy, trophic changes.

31 INFLAMASI JAR CAPSULE FACET Injury, arthritis, iritasi osteophyte, RA. Sprain, capsulitis/arthritis, spondyloarthrosis Compression pain, Pseudoradicular pain. Diikuti capsular pattern hypomobility. Nyeri gerak segmental, joint play movement positif

32 INFLAMASI LIGAMENTS Sprain, rupture, avulsion. Tergantung kedalaman jar: lokal luas atau pseudoradicular pain. Diikuti tegang/kontraktur, instabilitas atau tumbuh osteophyte. Nyeri regang, joint play movement positif

33 INFLAMASI JAR INTERNAL / PELVIC Referred pain segment somatovegetative Gejala dermatom overlapping Tes alat gerak negatif Pemeriksaan data medik lain

34 INAKTIFITAS & IMMOBILISASI Kontraktur mrpk peristiwa Collagen adhesion: – Immobilisasi menimbulkan circulatory statis dan abnormal cross links. – Bila ada inflamasi jumlah sangat besar shg kontraktur berat – Collagen waving + cross links  kontraktur. – Pd otot spasm dpt timbul sindroma myofascial – Dpt jadi fibrosis

35 INAKTIFITAS & IMMOBILISASI Capsule & Ligament contracture – Collagen waving + cross links – Seluruh capsule sendi  capsular pattern. – Sebagian capsule sendi  non capsular pattern. – Pd aging  jumlah air dlm matrix dan srbt elastin menurun  kelenturan menurun dan rapuh. – Sinovium meningkat nutrisi kurang

36 INAKTIFITAS & IMMOBILISASI Muscle tightness & Contracture – Otot spine umumnya jenis tonic, (  guarding spasm & kontrantur) – Jumlah sarcomer menurun pd posisi memendek. – Dipilah spasm/tightness (myofibrile) dg contracted (connective tissue) Muscle weakness & Atrophy – Otot phasic – Kelemahan & pengecilan. Kelemahan juga terjadi pd tonic ms bila kronik  spine: deviasi postural dan stabilitas.

37 INAKTIFITAS & IMMOBILISASI Bone osteoporosis – Lebih karena menurunnya circulatory, jml fibroblast & osteoblast rendah – Aktifitas osteoclast > osteoblast – Karena beban tulang menurun – Pd aging (senile osteoporositc) atau immobilization porotic. – Pada spine: compression fracture  kyphosis/gibbus. – Ditanggulangi dengan aktifitas pembebanan tulang pd posisi tubuh normal

38 INAKTIFITAS & IMMOBILISASI Circulatory disturbance – Aktifitas turun  COP turun, tensi turun, nadi meningkat. – Stasis dpt timbul deep vein thrombosis/ thrombophlebitis  hati2 imboli – Reflex vasoconsrtiction turun  orthostatic hypotension – Hiperaktifitas simphatic: ketegangan abnormal kulit punggung – Suhu tubuh menurun

39 INAKTIFITAS & IMMOBILISASI Gangguan Neurogenik – Penurunan aktifitas neurotransmiter  Synaps: sleeping neuron – Ambang rangsang  motoneuron turun  reflex turun, muscle contraction lamban-perlu kalori besar. – Ambang rangsang A , A , A  menurun reflex turun, keseimbangan turun – Sifat otot lebih tonic Vegetative Nocisensoric  Micro circulatory: vegetative reflex.

40 INAKTIFITAS & IMMOBILISASI Skin atrophy – Akibat circulasi kulit turun, reflex dilatasi turun  kulit kering, keriput, pucat, dingin. – Gangguan micro circulation: ketegangan sub cutan connective tissue, – Sensasi turun  hati2 decubitus. Gangguan respiratory, ginjal, gastrointestinal, psicologis, dll.

41 ASESSMENT DIAGNOSE PLANNING INTERVENTION REEVALUATION COORDINATION, COMMUNICATION, DOCUMENTATION STANDAR PRAKTEK FISIOTERAPI PROSES FISIO-MANUALTERAPI Temu 2 Assessment and intervension

42 PROSES ASSESSMENT MANUALTERAPI ANAMNESIS  R/sementara INSPECTION  R/sementara QUICK TEST  R/sementara PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR – Active  R/sementara – Passive  R/sementara – Isometric  R/sementara PEMERIKSAAN KHUSUS  R/sementara DATA medik/ profesi kesehatan lain  R/sementara  R/ akhir sbg diagnosis manualterapi

43 ANAMNESIS Pain & sensation: jenis,lokasi-distribusi, provokasi- peringanan Joint mobility: hipo/hiper-mobil, unstable, blockade, Muscle power: Lemah, penurunan krn nyeri Hand function: Power grip, prehension, coordination, dll Gait: balance, nyeri, coordination dll Dll

44 INTERVENSION JOINT MOBILIZATION – Indikasi capsuloligamentair contracture  peregangan – Traction (gapping)-regional/ segmental mobilization dan manipulasi. – Mulai pd MLPP (tanpa nyeri) – Gerakan pd pembatasan tiap ROM dgn intensitas III/IV/IV+. – Teknik gerakan: Oscillation/Stacato/Static – Diakhiri active stabilization


Download ppt "DASAR DAN FILOSOFI MANUALTERAPI SPINE Oleh: Sugijanto Disampaikan pada: Kuliah Reguler Manual terapi Juli-2009."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google