Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Oleh: Dr. Sri Rahmi, MA Disajikan Pada: Seminar Tehnik Instruksional Aula Universitas Serambi Mekkah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Oleh: Dr. Sri Rahmi, MA Disajikan Pada: Seminar Tehnik Instruksional Aula Universitas Serambi Mekkah."— Transcript presentasi:

1

2 STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Oleh: Dr. Sri Rahmi, MA Disajikan Pada: Seminar Tehnik Instruksional Aula Universitas Serambi Mekkah Tanggal 13 Juni 2015

3 Kegiatan Akademis Pada Proses Belajar Mengajar di PT:  Kuliah  Cara Membaca Buku  Praktikum  Diskusi  Seminar  Penulisan Karya Ilmiah

4 Learning PERUBAHAN PERAN DOSEN BUKAN LAGI BAGAIMANA DOSEN MENGAJAR DENGAN BAIK (TEACHER CENTERED) TAPI …. BAGAIMANA MAHASISWA BISA BELAJAR DENGAN BAIK DAN BERKELANJUTAN (Student Centered Learning)

5 mahasiswa

6 KEBERMAKNAAN BELAJAR BACA 10 % DENGAR 20 % LIHAT 30 % LIHAT DAN DENGAR 50 % KATAKAN 70 % KATAKAN DAN LAKUKAN 80%

7

8 PENGERTIAN CTL Pembelajaran/pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu mahasiswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga mahasiswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/-konteks lainnya.

9 KOMPONEN CTL Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful connections) antara perguruan tinggi dan konteks kehidupan nyata, sehingga mahasiswa merasakan bahwa belajar penting untuk masa depannya. Melakukan pekerjaan yang siginifikan (doing significant work). Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan, memiliki kepedulian terhadap orang lain, ikut serta dalam menentukan pilihan, dan menghasilkan produk.

10 Pembelajaran mandiri (self-regulated learning) yang membangun minat individual mahasiswa untuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna dengan mengaitkan antara materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari. Bekerjasama (collaborating) untuk membantu mahasiswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka untuk mengerti bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak apa yang ditimbulkannya.

11 Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking); mahasiswa diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam pengumpulan, analisis dan sintesa data, memahami suatu isu/fakta dan pemecahan masalah. Pendewasaan individu (nurturing individual) dengan mengenalnya, memberikan perhatian, mempunyai harapan tinggi terhadap mahasiswa dan memotivasinya.

12 Pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi mahasiswa untuk mencapainya. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) yang menantang mahasiswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru dan keterampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan.

13 IMPLEMENTASI CTL Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkem- bangan mental (developmentally appropriate) mahasiswa. Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups). Mempertimbangan keragaman mahasiswa (disversity of students). Sesuai dengan faktor kebutuhan individual mahasiswa, maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual dosen seharusnya;

14 Menyediakan lingkungan yang mendukung pembe-lajaran mandiri (self-regulated learning) dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran berpikir, peng-gunaan strategi dan motivasi berkelanjutan). Memperhatikan multi-intelegensi (multiple intelli-gences) mahasiswa. Menggunakan teknik bertanya (quesioning) yang meningkatkan pembelajaran mahasiswa, perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

15 Mengembangkan pemikiran bahwa mahasiswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja, menemukan, dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru (contructivism). Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta). Mengembangkan sifat ingin tahu mahasiswa melalui pengajuan pertanyaan (quesioning).

16 Menciptakan masyarakat belajar (learning community) dengan membangun kerjasama antar mahasiswa. Memodelkan (modelling) sesuatu agar mahasiswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan tentang apa yang sudah dipelajari. Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment).

17 Sedangkan berkaitan dengan faktor peran dosen, agar proses pengajaran kontekstual dapat lebih efektif, maka dosen seharusnya; Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh mahasiswa. Memahami latar belakang dan pengalaman hidup mahasiswa melalui proses pengkajian secara seksama. Mempelajari lingkungan kampus dan tempat tinggal mahasiswa, selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas.

18 Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman mahasiswa dan lingkungan kehidupannya. Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong mahasiswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari, serta mendorong mahasiswa untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman mahasiswa terhadap konsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Melakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang memungkinkan mahasiswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya, sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya.

19

20 Materi 10 - Model-model Pembelajaran19 CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN Langkah-langkah : 1.Dosen mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2.Dosen menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3.Dosen memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4.Melalui diskusi kelompok 2-3 orang mahasiswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6.Mulai dari komentar/hasil diskusi mahasiswa, dosen mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7.Kesimpulan

21 Materi 10 - Model-model Pembelajaran20 Langkah-langkah : 1.Dosen menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.Menyajikan materi sebagai pengantar 3.Dosen menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4.Dosen menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5.Dosen menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6.Dari alasan/urutan gambar tersebut dosen memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7.Kesimpulan/rangkuman

22 Materi 10 - Model-model Pembelajaran21 (DANSEREAU CS., 1985) Langkah-langkah : 1.Dosen membagi mahasiswa untuk berpasangan 2.Dosen membagikan wacana/materi tiap mahasiswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3.Dosen dan mahasiswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar Skrip kooperatif : metode belajar dimana mahasiswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian- bagian dari materi yang dipelajari

23 Materi 10 - Model-model Pembelajaran22 4.Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5.Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas. 6.Kesimpulan mahasiswa bersama-sama dengan dosen 7.Penutup

24 Materi 10 - Model-model Pembelajaran23 (ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978) Langkah-langkah : 1.mahasiswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim 2.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4.Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5.Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6.Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7.Dosen memberi evaluasi 8.Penutup

25 Materi 10 - Model-model Pembelajaran24 (PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) Langkah-langkah : 1.Dosen menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi mahasiswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2.Dosen membantu mahasiswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3.Dosen mendorong mahasiswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4.Dosen membantu mahasiswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 5.Dosen membantu mahasiswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

26 Materi 10 - Model-model Pembelajaran25 Langkah-langkah : 1.Dosen membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra 2.Dosen memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua dosen kelompok diatas 3.Setelah selesai membaca materi. Dosen menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar mahasiswa bisa mengemukakan pendapatnya. 4.Sementara mahasiswa menyampaikan gagasannya dosen menulis dosen menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan dosen terpenuhi 5.Dosen menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6.Dari data-data di papan tersebut, dosen mengajak mahasiswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai

27


Download ppt "STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Oleh: Dr. Sri Rahmi, MA Disajikan Pada: Seminar Tehnik Instruksional Aula Universitas Serambi Mekkah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google