Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Autism Spectrum Disorders (ASD)  Pervasive Developmental disorders.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Autism Spectrum Disorders (ASD)  Pervasive Developmental disorders."— Transcript presentasi:

1

2  Autism Spectrum Disorders (ASD)  Pervasive Developmental disorders

3 ASD Pola-pola perilaku repetitif & stereotip Interaksi Sosial Kemampuan Komunikasi

4 1. Autisme : penarikan diri yg ekstrim dari lingk.sosialnya, gg dlm berkomunikasi, serta tingkah laku yg terbatas & berulang (stereotipik) yg muncul sbelum usia 3 th. 2. Asperger Syndrome (AS) : abnormalitas yg secara kualitatif sama spt autisme tetapi lebih ringan (mild autism). Memiliki tingkat inteligensi & kemampuan komunikasi yg lebih tinggi drpd autis. Kesulitan utama dlm in-sos.

5 3. Rett Syndrome : kemunduran perkembangan berupa hilangnya kemampuan gerakan tangan yg bertujuan,ketrampilan motorik yg telah terlatih, kehilangan/ hambatan pd kemampuan berbahasa, gerakan spt mencuci tangan yg stereotipik lalu membasahi tangan scr stereotipik dg air liur, serta hambatan dlm fungsi mengunyah makanan. Muncul pd usia 7-24 bl, umumnya anak perempuan.

6 4. Childhood Disintegrative Disorder : perkemb.normal hingga usia 2-10 th (umumnya anak laki-laki), kemudian diikuti kehilangan kemampuanyg signifikan dlm ketrampilan terlatih pd bbrp bid.perkemb. Adanya gg yg khas dari fungsi sosial, komunikasi & perilaku. Bersifat progresif & menetap. 5. Pervasive Developmental Disorder not Otherwise Specified (PDD-NOS) : individu menampilkan perilaku autis tp pd tingkat yg lebih rendah, muncul setelah usia 3 th.

7 Ketidakmampuan/cacat perkemb yg mempengaruhi komunikasi verbal & nonverbal serta in-sos. Terlihat < usia 3 th, yg mempengaruhi kinerja anak. Keterlibatan dlm kegiatan repetitif & gerakan stereotip. Resisten thd perubahan lingkungan atau perubahan rutinitas harian & respon yg tidak biasa dengan pengalaman sensorik. Defisit kognitif yg parah

8 1. Gangguan Interaksi Sosial a. Bayi/ balita tdk berespon normal ketika diangkat/ dipeluk b. Anak tdk menunjukkan perbedaan respon ketika berhadapan dg ortu, saudara kandung, guru atau orang asing c. Enggan berinteraksi scr aktif dg orang lain  asyik sendiri d. Tdk tersenyum pd situasi sosial, tp tersenyum ketika tdk ada sesuatu yg lucu e. Tatapan mata berbeda f. Tidak bermain spt layaknya anak normal g. Tidak dpt berempati h. Terkesan tidak ingin berteman

9 2. Gangguan Komunikasi a. Tdk ingin berkomunikasi utk tujuan sosial. b. Tidak nampak gumaman pd anak autis sebelum dpt berkata-kata c. Abnormalitas dlm intonasi, rate, volume & isi bahasa. d. Sering tdk memahami ucapan yg ditujukan e. Sulit memahami bahwa 1 kata memiliki banyak arti f. Menggunakan kata2 aneh/ kiasan g. Terus mengulangi pertanyaan atau memperpanjang pembicaraan ttg topik yg disukai h. Mengulang kata2 yg baru saja didengar tanpa maksud berkomunikasi i. Gg dlm komunikasi non verbal, tdk menggunakan grk tubuh dlm berkomunikasi

10 3. Gangguan Perilaku a. Repetitif. Ex: twirling, memutar2 objek, flapping, rocking b. Asyik sendiri/ preokupasi dg objek & memiliki rentang minat yg terbatas c. Mungkin sulit dipisahkan dari suatu benda yg tdk lazim & menolak meninggalkan rumah tanpa benda tsb d. Tdk suka dg perubahan yg ada di lingkungan/ perubahan rutinitas e. Sensitif terhadap suara keras, cahaya yg tll terang, makanan yg bertekstur, dan bahan pakaian

11  Neurobiologis: ukuran otak & kepala indiv. autis lebih besar dari ukuran normal.  Hereditas: keluarga anak autis berpeluang X lebih besar; kembar monozigot > dizigot

12  Lembar observasi tingkah laku (checklist) dengan menggunakan kriteria dari APA, yg berfokus pd kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan pola2 tingkah laku repetitif & stereotip

13  Visual Thinking : ingatan akan berbagai konsep tersimpan dlm bentuk file “video” atau gambar.  Processing Problem : kesulitan dlm memroses data. Terbatas dlm penalaran.  Sensory Sensitivities : sensitivitas yg tdk biasa thd stimulus dr lingkungan (sound sensitivity, touch sensitivity, rythm difficulties).  Communication Frustration : frustrasi dg tuntutan dr lingk.  Social & Emotional Issues : fiksasi pd sesuatu  cenderung berpikir kaku  sulit beradaptasi & berempati.

14  Problems of Control : kesulitan mengontrol diri sendiri.  Problems of Tolerance : kepekaan yg berlebihan  menarik diri dari lingkungannya.  Problems of Connection : berbagai masalah yg berhubungan dg kemampuan menalar individu shg tdk sepenuhnya sadar pd apa yg sedang terjadi. Masalah pemusatan perhatian shg terus menerus terdistraksi; masalah proses persepsi shg menghindari org lain; masalah integrasi sistem; masalah belahan kanan-kiri otak.

15  Gg. Kognisi  Hampir 75-80% mengalami RM dg derajat sedang  Kesulitan dlm koding & kategorisasi informasi  Mengingat2 sesuatu bds lokasinya di ruangan drpd pemahaman konsepnya  Ahli dlm menyusun puzzle atau membangun sesuatu dr balok, menggambar replika  Lemah dlm tugas2 yg membutuhkan pemahaman verbal & bhs yg ekspresif

16  Gg. Persepsi Sensori  hyperresponsiveness atau hyporesponsiveness thd stimulus tertentu dlm lingkungan.  Gg. Perilaku Motorik  Grk motorik stereotipi, spt bertepuk tangan & menggoyang2kan tubuh  Hiperaktivitas pd anak pra sekolah (tp ada pula yg hipoaktivitas)  Gg. Pemusatan perhatian & impulsivitas  Terganggunya koordinasi motorik

17  Gg. Tidur dan Makan  Terbaliknya pola tidur, terbangun tengah malam  Enggan thd makanan tertentu krn tdk menyulai tekstur/ baunya  Menuntut hanya makanan yg terbatas  Menolak mencoba makanan baru  Gg. Kejang  10-25% anak autis mengalami kejang epilepsi

18  Gg. Afek & Mood  Perubahan mood yg tiba2  Tertawa sendiri  Takut pd objek yg sebenarnya tdk menakutkan  Cemas atau depresi berat  Tingkah laku Agresif & Membahayakan  Menggigit tangan/ jari sendiri sampai berdarah, membentur2kan kepala, mencubit, menarik rambut/ memukuli diri sendiri  Temper tantrums (ledakan agresivitas yg tanpa pemicu)  Kurangnya perasaan thd bahaya

19 1. Rote Learner : cenderung menghafalkan informasi apa adanya tanpa memahami arti simbol yg dihafalkan 2. Gestalt Learner : melihat sesuatu scr global  anak menghafalkan kalimat2 secara utuh tanpa mengerti arti kata per kata 3. Visual Learner : lebih mudah mencerna informasi yg dpt dilihat daripada hanya didengar

20 4. Hands-On Learner : senang mencoba2 & mendapatkan pengetahuan melalui pengalaman 5. Auditory Learner : senang bicara & mendengarkan orang lain. Namun gaya ini biasanya diganbungkan dg gaya lain oleh anak autis dlm belajar

21  Anak autis yg menunjukkan keterlambatan perkembangan fungsi sosial & intelektual yg serius, tapi memiliki kemampuan/ bakat yg luar biasa (mis: bermusik, menggambar, atau berhitung)  Merepresentasikan proporsi kecil individu autis

22 1. Instruksi langsung utk berbagai kemampuan  Instruksi yg efektif utk ASD adlh instruksi yg terstruktur, pendekatan langsung & menggunakan prinsip dasar psikologi perilaku  Instruksi dlm kelompok2 kecil atau satu per satu  Pengajaran disampaikan dlm bentuk langkah2 kecil

23 2. Manajemen tingkah laku  Tingkah laku bermasalah siswa ASD dpt dihadapi dg menggunakan kombinasi Functional Behavioral Assessment (FBA) & Positive Behavioral Support (PBS)  menurunkan atau mengeliminasi tingkah laku tsb  FBA: penentuan konsekuensi, anteseden, dan setting events yg mempertahankan tingkah laku  PBS: penemuan cara2 utk mendukung tingkah laku positif siswa, daripada menghukum tingkah laku negatif

24 3. Instruksi pd setting alami  Memberikan instruksi pd setting dan interaksi yg dinikmati oleh siswa ASD  Dlm melakukan asesmen pd siswa ASD, dpt menggunakan berbagai cara yg tidak kaku, shg tdk membuat mereka stres  Guru dpt memberikan tugas sesuai minat siswa (biasanya siswa autis memiliki minat yg membuatnya terokupasis slm waktu yg panjang)  Guru dpt menggunakan media visual dlm memberi instruksi atau pengajaran


Download ppt " Autism Spectrum Disorders (ASD)  Pervasive Developmental disorders."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google