Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Namo Buddhaya. Orientasi Guru Sekolah Minggu Buddha Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 20 s.d 22 April 2015 se Provinsi Kepulauan Bangka.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Namo Buddhaya. Orientasi Guru Sekolah Minggu Buddha Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 20 s.d 22 April 2015 se Provinsi Kepulauan Bangka."— Transcript presentasi:

1 Namo Buddhaya

2 Orientasi Guru Sekolah Minggu Buddha Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 20 s.d 22 April 2015 se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

3 Manajemen Pengelolaan Sekolah Minggu Buddha

4 PENGERTIAN  Sekolah Minggu Buddhis (SMB) adalah satuan pendidikan keagamaan Buddha pada jalur pendidikan nonformal yang merupakan bagian dari lingkungan Vihara/Cetiya.

5 TUJUAN  Tujuan diadakannya SMB adalah untuk memberikan pendidikan keagamaan bagi kalangan masyarakat Buddhis dengan mengedepankan pengertian, pola tingkah laku, dan perubahan pola pikir pada masyarakat buddhis pada umumnya dan anak-anak (Buddhis) pada khususnya

6 PENGELOLAAN  Pengelolaan Sekolah Minggu Buddhis (SMB) meliputi: (a) Peserta didik (b) Guru dan tenaga kependidikan lainnya (c) Kurikulum (d) Sarana dan prasarana (e) Administrasi Sekolah Minggu Buddhis (SMB) (f) Ketertiban dan keamanan.

7 Peserta didik  Taman Kanak-Kanak Pendidikan Anak Usia Dini (TK/PAUD).  Sekolah Dasar (SD)  Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K)

8 Guru dan Tenaga Kependidikan  Tenaga kependidikan pada Sekolah Minggu Buddhis (SMB) terdiri dari: Kepala SMB, dan seorang atau lebih wakil Kepala 5MB, Wali Kelas, guru mata pelajaran, guru pembimbing  Pada Sekolah Minggu Buddhis (SMB) juga diadakan guru inti, koordinator bidang studi, dan ahli sumber belajar

9 Kurikulum  lsi kurikulum Sekolah Minggu Buddhis (SMB) merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran Sekolah Minggu Buddhis (SMB) dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional  lsi kurikulum Sekolah Minggu Buddhis (SMB) wajib memuat sekurang-kurangnya bahan kajian dan pelajaran:

10  Riwayat Buddha Gotama  Kitab Suci Tripitaka  Sila  Samadhi  Sejarah agama Buddha  Pendidikan seni  Tata Cara Puja Bhakti  Cerita Jataka

11 Sekolah Minggu Buddhis (SMB) dapat menambah mata pelajaran sesuai dengan keadaan lingkungan Sekolah Minggu Buddhis (SMB) yang bersangkutan dengan tidak mengurangi kurikulum yang berlaku

12 Sekolah Minggu Buddhis (SMB) dapat menjabarkan dan menambah bahan kajian dan mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan setempat

13 Sarana dan Prasarana  Pengadaan, pemanfaatan, dan pengembangan guru serta tenaga kependidikan 1ainnya  Pengadaan, pemanfaatan buku pelajaran dan perpustakaan  Pengadaan, pemanfaatan dan pengembangan peralatan dan sarana pendidikan  Pengadaan, pemanfaatan tanah, gedung dan ruang belajar

14  Perawatan dan pemeliharaan tanah, gedung, dan ruang belajar  Pemeliharaan keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kekeluargaan, dan perindangan lingkungan sekolah serta suasana keagamaan;  Penyediaan dana/biaya penyelenggaraan pendidikan

15 Administrasi  Pengadministrasian dilakukan sesuai dengan ketentuan dari pihak penyeleggara pendidikan nonformal atau sesuai dengan kebutuhan dari penyelenggara pendidikan nonformal dengan tidak menyalahi peraturan yang telah ditetapkan dalam penyelenggaraan.  Dilakukan secara berkala.  Arsip

16 PENILAIAN LEMBAGA  Penilaian bertujuan untuk memperoleh keterangan tentang kegiatan dan kemajuan belajar siswa, pelaksanaan kurikulum, guru, dan tenaga kependidikan lainnya, dan Sekolah Minggu Buddhis (SMB) sebagai satu kesatuan dalam rangka pembinaan, pengembangan

17  Penilaian meliputi segi administrasi, kelembagaan, tenaga kependidikan, kurikulum, siswa, sarana dan prasarana, serta keadaan sekolah secara umum.

18 BIMBINGAN  Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, cara mengatasi hatnbatan, dan merencanakan masa depan.

19 Bimbingan diberikan oleh guru kepada siswa agar siswa mampu:  Bertindak selaras dengan ketentuan dan keadaan Iingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat;  Memahami diri, memahami nilai-nilai baik lingkungan dunia kerja maupun pendidikan dan faktor-faktor yang menyertainya, sehingga mereka memiliki sikap positif terhadap dunia anak- anak/kerja dan pendidikannya, memahami cara pemecahan masalah dan mampu menentukan masa depan.  Bagi tingkat SMA/K dapat mengembangkan karier yang dipilih sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kebutuhan masyarakat

20 PENGEMBANGAN  Sekolah Minggu Buddhis (SMB) dapat melaksanakan uji coba untuk mengembangkan gagasan-gagasan baru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan  Sekolah Minggu Buddhis (SMB) dapat memberikan kesempatan kepada para peneliti dan pengembang di bidang pendidikan untuk melakukan penelitian dan atau uji coba dalam rangka penyempurnaan sistem pendidikan

21 Syarat-syarat untuk melakukan uji coba meliputi  Mempunyai program yang jelas  Tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi syarat  Tersedia tenaga ahli dan tenaga pelaksana yang memenuhi syarat  Tersedia dana yang cukup dan  Tidak mengganggu kelangsungan penyelenggaraan proses belajar mengajar

22 Uji coba dan/atau penelitian sebagaimana dimaksud adalah  Kurikulum  Guru dan tenaga kependidikan lainnya  Sarana dan prasarana pendidikan  Organisasi dan manajemen Sekolah Minggu Buddhis (SMB)  Kegiatan belajar mengajar  Kerja sama dengan lingkungan masyarakat

23 EVALUASI Tujuan dari evaluasi adalah untuk melakukan pengawasan terhadap Sekolah Minggu Buddhis (SMB) dalam rangka pembinaan, pengembangan, perlindungan, peningkatan mutu, dan pelayanan terhadap Sekolah Minggu Buddhis (SMB) yang bersangkutan.

24 Sesi 2 Pengelolaan SMB (a) Peserta didik

25 (b) Guru dan tenaga kependidikan lainnya

26 (c) Kurikulum

27 (d) Sarana dan prasarana

28 (e) Administrasi Sekolah Minggu Buddhis (SMB)

29 (f) Ketertiban dan keamanan.

30  Akhir Sesi I dan II Terimakasih


Download ppt "Namo Buddhaya. Orientasi Guru Sekolah Minggu Buddha Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 20 s.d 22 April 2015 se Provinsi Kepulauan Bangka."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google