Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

2 1.Penetapan Instruksi Gubernur No.9 Tahun 2014 tentang Implementasi GAP (Gender Analysis Pathway) dan GBS (Gender Budget Statement) dalam Rencana Kerja.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "2 1.Penetapan Instruksi Gubernur No.9 Tahun 2014 tentang Implementasi GAP (Gender Analysis Pathway) dan GBS (Gender Budget Statement) dalam Rencana Kerja."— Transcript presentasi:

1

2 2 1.Penetapan Instruksi Gubernur No.9 Tahun 2014 tentang Implementasi GAP (Gender Analysis Pathway) dan GBS (Gender Budget Statement) dalam Rencana Kerja Anggaran di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat  Berlaku pada seluruh SKPD Provinsi 2.Penetapan Keputusan Gubernur Sumatera Barat No tentang Pembentukan Pokja PUG dan Focal Point Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tahun Penetapan Keputusan Gubernur Sumatera Barat No tentang Pembentukan Tim Penggerak PPRG Provinsi Sumatera Barat 4.Rapat Persiapan Pelaksanaan PPRG tanggal 19 Juni 2015  khusus Tim Penggerak PPRG 5.Rapat Penjelasan Pelaksanaan PPRG tanggal 24 Juni 2015 kepada seluruh SKPD Provinsi Sumatera Barat 6.Review / Verifikasi GAP dan GBS pada DPA SKPD Provinsi Sumbar mulai tgl 1-10 Juli 2015

3

4 PROVINSI Angka Harapan Hidup ( Tahun ) Angka Melek huruf ( Persen ) Rata-rata lama Sekolah ( Tahun ) Pengeluaran riil per kapita yg disesuaikan ( Rp. 000 ) I P MRangking NAD68,8068,9496,9596,998,908,93615,60618,7972,1672,5173, SUMUT69,6569,8197,4697,518,919,07640,23643,6374,6575,1375, SUMBAR69,7670,0297,1697,238,578,60638,73641,8574,2874,7075, RIAU71,5571,6998,4298,458,638,64650,83654,4876,5376,9077, JAMBI69,2569,2569,4496,1696,208,058,20637,60640,8273,3073,7874, SUMSEL69,8070,0597,4497,507,847,99633,57637,4773,4273,9974, BENGKULU70,1670,3995,4095,4095,698,338,48631,86634,7473,4073,9374, LAMPUNG69,7570,0595,0295,137,827,87621,77625,5271,9472,4572, BABEL69,0569,0569,2195,8395,887,587,68645,37648,4973,3773,7874, KEPRI69,8569,9197,6797,809,739,81644,96648,9275,7876,2076, DKI Jakarta73,3573,4999,1599,2110,9510,98632,17635,2977,9778,3378, YOGYA73,2773,3391,4992,029,209,21650,16653,7876,3276,7577, KALTIM71,4071,5897,2197,559,199,22646,01649,8576,2276,7177, SULUT72,3372,4499,4699,538,929,00639,57643,2076,5476,9577,36223 INDONESIA 69,6569,8792,9993,257,948,08638,05641,0472,7773,2973,81 Sumber : BPS,

5 PROVINSI` Angka Harapan Hidup ( Tahun ) Angka Melek huruf ( Persen ) Rata-rata lama Sekolah ( Tahun ) Pengeluaran riil per kapita yg disesuaikan ( Rp. 000 ) I P M Rangking (Provinsi) Rangking (Nasional) Kep. Mentawai68,5468,63 68,72 93,6793,69 93,88 6,52 6,76 609,56611,43 613,89 69,0669,26 69, Pesisir Selatan67,5967,88 67,92 95,0196,00 96,56 8,128,23 8,43 632,30634,99 638,20 71,7772,43 72, Kab.Solok66,9567,30 67,33 97,2197,24 97,30 8,038,04 8,06 631,02633,78 637,14 71,7372,15 72, Sijunjung67,2567,58 67,63 94,7994,80 94,83 7,507,51 7,59 636,58639,31 642,70 71,4071,80 72, Tanah Datar71,3071,67 71,75 97,2597,27 97,41 8,408,41 8,43 632,89635,60 638,22 74,5875,00 75, Pdg Pariaman69,0169,38 69,44 94,5194,53 94,86 7,317,46 7,47 634,09637,05 640,82 71,9872,53 72, Agam69,2369,43 97,8697,87 98,36 8,598,61 8,63 633,28636,57 640,06 73,7474,11 74, Lima Puluhkota68,8169,18 69,20 98,9999,01 99,08 8,008,01 8,02 613,39616,54 620,00 71,7872,24 72, Pasaman67,7768,11 68,17 98,8298,84 98,93 7,667,87 642,90646,09 649,47 73,1973,78 74, Solok Selatan64,7464,88 64,94 97,6097,63 97,72 7,847,86 8,17 616,62616,84 623,15 69,3469,69 70, Dharmasraya66,2566,50 66,55 97,2797,29 97,33 8,24 8,26 610,06612,72 615,50 69,8970,25 70, Pasaman Barat65,4165,68 65,77 98,2998,32 98,37 8,038,06 624,64628,04 631,43 70,6271,07 71, Padang71,1471,39 71,44 99,5099,51 99,52 10,9210,94 649,62652,88 656,01 78,1578,55 78, Kota Solok69,8670,03 70,05 98,5299,21 99,32 10,4810,49 10,51 638,63641,79 645,09 76,0476,54 76, Sawahlunto71,8672,0872,08 72,11 98,6298,63 98,64 9,239,42 627,79630,20 633,06 75,4175,87 76, Pdg Panjang71,6672,01 72,08 99,3199,32 99,35 10,7310,74 10,76 647,98650,36 653,52 78,1278,51 78, Bukitinggi71,6971,85 71,89 99,93 99,94 10,5810,59 655,31658,39 660,99 78,7379,0779,07 79, Payakumbuh70,7870,94 70,96 99,1999,20 99,36 9,729,91 640,51643,67 646,09 76,2976,76 76, Pariaman69,2569,48 69,54 98,9398,94 99,05 9,929,93 10,04 632,35634,90 636,08 74,8975,23 75, SUMATERA BARAT 69,7670,0270,0997,1697,2397,388,578,608,63638,73641,85644,5974,2874,7075, Sumber : BPS Provinsi Sumaera Barat, 8 Agustus 2014

6 NoKAB/KOTALAKI-LAKIPEREMPUAN JUMLAH Sex Rasio Kepadatan Jiwa/Km 2 Jiwa% 1Kep. Mentawai ,58107,55 13,06 2Pesisir Selatan ,8397,81 75,52 3Solok ,1697,14 94,99 4Sijunjung ,1899,72 66,27 5Tanah Datar ,9294,88 256,73 6Padang Pariaman ,0196,38 298,68 7Agam ,3596,23 207,73 8Limapuluh Kota ,1897,96 106,11 9Pasaman ,2297,74 58,22 10Solok Selatan ,99101,20 44,36 11Dharmasraya ,01107,16 67,07 12Pasaman Barat ,60101,58 111,15 13Padang ,2397, ,33 14Solok ,2397, ,93 15Sawahlunto ,1798,78 212,35 16Padang Panjang ,9793, ,09 17Bukittinggi ,3198, ,08 18Payakumbuh ,4296, ,26 19Pariaman ,6398, ,37 JUMLAH ,0098,16117,21 JUMLAH PENDUDUK SUMATERA BARAT TAHUN 2012  (SBDA 2013) 6 Bertempat tinggal di :- Kabupaten = 73,10% - Kota = 26,90%

7 NoKAB/KOTALAKI-LAKIPEREMPUAN JUMLAH Sex Rasio Kepadatan Jiwa/Km 2 Jiwa% 1Kep. Mentawai ,63107,91 13,91 2Pesisir Selatan ,7098,10 77,05 3Solok ,0497,52 96,60 4Sijunjung ,2699,97 69,82 5Tanah Datar ,7095,16 257,39 6Padang Pariaman ,8696,64 303,68 7Agam ,2296,50 211,89 8Limapuluh Kota ,1298,38 108,93 9Pasaman ,2098,19 60,01 10Solok Selatan ,06101,59 46,89 11Dharmasraya ,23107,18 73,26 12Pasaman Barat ,83101,90 118,55 13Padang ,3399, ,02 14Solok ,2698, ,55 15Sawahlunto ,1698,51 217,99 16Padang Panjang ,9899, ,96 17Bukittinggi ,3594, ,81 18Payakumbuh ,4598, ,73 19Pariaman ,6397, ,72 JUMLAH ,00 98,80 121,33 PROYEKSI PENDUDUK SUMATERA BARAT TAHUN Sumber :

8 LAJU PERTUMBUHAN KEPADATAN PENDUDUK TAHUN

9 9

10 BUKAN ANGKT KERJA(Org) - NAS : 55,85 juta (14) - SUMBAR: (09) (10) (11) (12) (13) (14) PDDK USIA KERJA > 15 th - NAS : 181,17 juta (14) - SUMBAR: (09) (10) (11) (12) (13) (14) Sumber : Berita Resmi BPS Sekolah Mengurus RT Lainnya PENDUDUK (Orang) - NAS : 237,56 juta (10) - SUMBAR : (11) (12) BEKERJA (Org) - NAS : 120,85 juta (15) - SUMBAR : (09) (10) (11) (12) (13) (14) (15) ANGKATAN KERJA(Org) - NAS : 128,30 juta (15) - SUMBAR : (09) (10) (11) (12) (13) (14) (15) 10

11 Perkembangan Tingkat Pengangguran Tahun 2005 – 2015 (Februari) 11

12 12 Perkembangan Komponen IPG,

13  Hubungan antara IPM dengan IPG Dari hasil analisis kuadran terlihat bahwa ada beberapa daerah yang memiliki gap yang besar antara IPM 2010 dan IPG 2010 terutama pada daerah-daerah yang berada di kuadran II dan IV. KUADRAN II : IPM di atas rata-rata nasional dan IPG di bawah rata- rata nasional. Provinsi yang berada di kategori ini mengindikasikan bahwa secara umum capaian pembangunan manusia di daerah tersebut sudah cukup bagus, namun terjadi kesenjangan antara capaian laki-laki dan perempuan sehingga angka IPGnya menjadi rendah. KUADRAN IV : IPM di bawah rata- rata nasional tetapi IPG di atas rata-rata nasional. Satu-satunya provinsi yang masuk ke dalam kategori ini adalah Maluku. IPG

14  Hubungan Antara IPM dan IDG Kuadran II : IPM tinggi dan IDG rendah. Pembangunan manusia pada provinsi di kuadran ini sudah berjalan baik yang ditandai dengan nilai IPM yang tinggi namun tidak diikuti oleh pemberdayaan gender yang tercermin dari nilai IDG nya yang rendah. Kuadran IV : IPM rendah dan IDG tinggi. Provinsi pada kuadran ini merupakan daerah dengan capaian pembangunan manusia yang masih rendah. Namun demikian, kapabilitas laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai aspek kehidupan cukup tinggi. IDG

15  Hubungan Antara IPG dan IDG Kuadran II : IPG rendah dan IDG tinggi. Provinsi pada kuadran ini menunjukkan kondisi masih rendahnya pembangunan manusia berbasis gender tetapi tidak dibarengi rendahnya pemberdayaan gender yang tercermin pada nilai IDG nya yang tinggi. Kuadran IV : IPG tinggi dan IDG rendah. Pembangunan manusia berbasis gender pada provinsi di kuadran ini sudah berjalan baik yang ditandai dengan nilai IPG yang tinggi. Namun kondisi tersebut tidak diikuti oleh pemberdayan gender yang tercermin dari nilai IDG nya yang rendah. IPG IDG

16 16  Panduan Inpres No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional  Perencanaan  Penyusunan  Pelaksanaan  Pemantauan  Evaluasi  Permendagri No. 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Daerah.  Bappeda mengkoordinasi penyusunan RPJMD, Renstra SKPD, dan Rencana Kerja SKPD berspektif Gender.  Badan, Dinas yang membidangi tugas pemberdayaan masyarakat sebagai koordinator penyelenggaraan pengarusutamaan gender di daerah.  Analisis Gender terhadap rencana kerja SKPD dilakukan oleh masing-masing SKPD bersangkutan. Atas kebijakan & program pembangunan Nasional yang perspektif gender dalam rangka Kesetaraan & Keadilan Gender (KKG)

17 Mempromosikan dan memfasilitasi PUG kepada masing-masing SKPD; Melaksanakan sosialisasi dan advokasi PUG kepada Pemerintah Kab/Kota; Menyusun program kerja setiap tahun; Mendorong terwujudnya perencanaan dan penganggaran yang responsif gender; Menyusun rencana kerja Pokja PUG setiap tahun; Merumuskan rekomendasi kebijakan kepada Bupati/Walikota; Menyusun Profil Gender Provinsi; Melakukan pemantauan pelaksanaan PUG di masing-masing instansi; Menetapkan tim teknis untuk melakukan analisis terhadap anggaran daerah; Menyusun Rencana Aksi Daerah (RANDA) PUG di Provinsi; Mendorong dilaksanakannya pemilihan dan penetapan focal point di masing-masing SKPD lingkup Pemerintah Provinsi 17 - Permendagri 67/ SK Gubernur Sumbar No

18  Mempromosikan pengarusutamaan gender pada unit kerja;  Memfasilitasi penyusunan rencana kerja dan penganggaran SKPD yang responsif gender;  Melaksanakan pelatihan, sosialisasi, advokasi pengarusutamaan gender kepada seluruh pejabat dan staf di lingkungan SKPD;  Mendorong pelaksanaan analisis gender terhadap kebijakan, program, dan kegiatan pada unit kerja;  Memfasilitasi penyusunan data gender pada masing-masing SKPD 18

19 TUGAS TIM PENGGERAK PPRG PROVINSI SUMATERA BARAT 19 1.Meneliti / review/ verifikasi kepastian pelaksanaan PPRG dalam penyusunan RKA/DPA­ SKPD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015 yang dibuktikan lembar Gender Budget Statement (GBS) dengan Instrumen Gender Analisys Pathway (GAP); 2.Meneliti / review/ verifikasi dalam menetapkan program/kegiatan utama SKPD untuk dimasukkan pada penerapan PPRG; 3.Melakukan pelatihan analisis gender dan penyusunan lembar Anggaran Responsif Gender (ARG); 4.Menyusun Peraturan/Instruksi Kepala Daerah tentang Pelaksanaan PPRG dalam penyusunan RKA/DPA SKPD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015; 5.Melakukan sosialisasi kepada seluruh pejabat eselon 2 dan 3 di seluruh SKPD mengenai PUG dan PPRG; 6.Melakukan peningkatan kapasitas SDM bidang perencana di setiap SKPD dalarn pelaksanaan PUG dan PPRG di daerah; 7.Meneliti dan memastikan pengintegrasian PUG dalam penyusun RPJMD, Renstra SKPD, RKPD dan Renja SKPD. 8.Memonitor realisasi pelaksanaan PUG dan PPRG di daerah. 9.Melakukan pembinaan dan pengawasan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota berkaitan dengan pelaksanaan Strategi Nasional Percepatan Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui Perencanaan dan Penganggaran Yang Responsif Gender (PPRG). 10.Melaporkan pelaksanaan PPRG di Kabupaten/Kota

20 20 Struktur Tim Penggerak Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015  Keputusan Gubernur No. 050–424–2015 tgl 8 Juni 2015 I.I.Pembina:- Gubernur Sumatera Barat - Wakil Gubernur Sumatera Barat II.Pengarah:Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat III.Ketua Pelaksana Harian:Asisten Sekretaris Daerah bidang Ekonomi dan Kesra Provinsi Sumatera Barat -Wakil Ketua I:Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat -Wakil Ketua II:Inspektur Provinsi Sumatera Barat -Wakil Ketua III:Kepada DPKD Provinsi Sumatera Barat IV.Sekretaris:Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Sumatera Barat -Anggota Sekretariat:Pejabat Eselon III Provinsi Sumatera Barat pada SKPD Inspektorat, Bappeda, DPKD dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB :Pejabat Eselon IV Provinsi Sumatera Barat pada SKPD Inspektorat, Bappeda, DPKD dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB :Staf Provinsi Sumatera Barat pada SKPD Bappeda dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB

21

22 22 1.Perempuan dan Kemiskinan 2.Perempuan dan Pendidikan & Pelatihan 3.Perempuan dan Kesehatan 4.Kekerasan terhadap Perempuan 5.Perempuan dan Politik dan Pengambilan Keputusan 6.Perempuan dan Ekonomi 7.Hak Asasi Perempuan 8.Perempuan dan Media 9.Perempuan dan Lingkungan Hidup 10.Anak Perempuan 11.Perempuan dan Konflik Bersenjata 12.Kelembagaan Nasional untuk Memajukan Perempuan 22

23 234/30/2012 SASARAN PEMBANGUNAN 2015: IPM 75,84 PERT. EKONOMI 7,46% PENDPT/K 28,44 JUTA KEMISKINAN 6,95% PENGANGGURAN 5,13% LAMA SKLH 10,75 TH HRP HIDUP 72,56 TH 2010: IPM 73,78 PERT. EKONOMI 5,93% PENDPT/K 17,96 JUTA KEMISKINAN 9,50% PENGANGGURAN 6,95% LAMA SKLH 8,48 TH HRP HIDUP 69,5 TH IMPLEMENTASI AGENDA, PRIORITAS, PROGRAM/KEGIATAN 2014: IPM 75,84 PERT. EKONOMI 7,13% PENDPT/K 28,44 JUTA KEMISKINAN 7,35% PENGANGGURAN 5,50% LAMA SKLH 10,40 TH HRP HIDUP 72,20 TH IMPLEMENTASI AGENDA, PRIORITAS, PROGRAM/KEGIATAN

24 MISIAGENDAPRIORITAS 1.Mewujudkan tata kehidupan yang harmonis, agamais, beradat, dan berbudaya berdasarkan falsafah ”Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” 1.Peningkatan Penerapan Ajaran Agama dan Budaya Daerah 1.Pengamalan Agama dan ABS-SBK Dalam Kehidupan Masyarakat 2.Mewujudkan tata-pemerintahan yang baik, bersih dan profesional 2.Perbaikan Tatakelola Pemerintahan Daerah 2.Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Dalam Pemerintahan 3.Mewujudkan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, beriman, dan berkualitas tinggi; 3.Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Pengembangan IPTEKS 3.Peningkatan Pemerataan dan Kualitas Pendidikan 4.Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat 4.Mewujudkan ekonomi masyarakat yang tangguh, produktif, berbasis kerakyatan, berdayasaing regional dan global 4.Pengembangan Kegiatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat 5.Pengembangan Pertanian Berbasis Kawasan dan Komoditi Unggulan 6.Pengembangan Industri Olahan, Perdagangan, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi, dan Iklim Investasi 7.Pengembangan Kawasan Wisata Alam dan Budaya 8.Percepatan Penurunan Tingkat Kemiskinan, Pengangguran dan Daerah Tertinggal 5.Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan 5.Perbaikan Kualitas Lingkungan Hidup 9.Pembangunan Infrastruktur Penunjang Ekonomi Rakyat 10.Penanggula ngan Bencana Alam, dan Pelestarian Lingkungan Hidup

25 TUJUANSASARANSTRATEGIARAH KEBIJAKANPROGRAM 1.Terwujudnya sumberdaya manusia yang cerdas dan sehat 1.Meningkatnya angka partisipasi sekolah 2.Meningkatnya rata- rata lama bersekolah 3.Meningkatnya prestasi pemuda dan olah raga 4.Meningkatnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak 1.Meningkatkan akses pendidikan usia dini, dasar, dan menengah 2.Meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah 3.Meningkatkan kualitas pembinaan pemuda dan olah raga 4.Meningkatkan kualitas pendidikan perempuan dan anak 1.Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan usia dini 2.Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan dasar 3.Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan menengah 4.Mengembangkan organisasi pembina pemuda & olah raga 5.Meningkatkan pendidikan gender 1.Gerakan Terpadu peningkatan SDM 2.Pendidikan Anak Usia Dini 3.Wajib Belajar Pendidikan 9 Tahun 4.Pendidikan Menengah 5.Pendidikan Luar Biasa 6.Pendidikan Non Formal 7.Pengembangan Organisasi Pemuda dan Manajemen Olah Raga 8.Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga 9.Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga 10.Peningkatan Peranserta Kepemudaan 11.Peningkatan Penyadaran Kepemudaan 12.Pengembangan Kepemimpinan Pemuda 13.Keserasian kebijakan peningkatan kualitas perempuan dan Anal 14.Peningkatan Kesejahteraan dan perlindungan anak Misi 3 :Mewujudkan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, beriman, dan berkualitas tinggi 25

26 TUJUANSASARANSTRATEGIARAH KEBIJAKANPROGRAM 1.Meningkatnya umur harapan hidup dan berkurangnya kematian bayi dan ibu melahirkan 2.Menurunnya persentase prevalensi gizi kurang 3.Meningkatnya kualitas kesehatan perempuan dan Anak 1.Meningkatkan pelayanan kesehatan 2.Penurunan persentase prevalensi gizi kurang 3.Mengembangka n pelayanan kesehatan terhadap perempuan dan anak 1.Meningkatkan kesehatan ibu dan anak 2.Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pelayan kesehatan 3.Meningkatkan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan 4.Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan 5.Meningkatkan kualitas gizi masyarakat 6.Meiningkatkan pelayanan keluarga berencana 1.Gerakan Terpadu Peningkatan SDM 2.Obat dan Pembekalan Kesehatan 3.Perbaikan Gizi Masyarakat 4.Pembinaan Upaya Kesehatan Masyarakat 5.Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 6.Pengembangan Lingkungan Sehat 7.Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular/Tidak Menular 8.Pengadaan Sarana Prasarana Rumah sakit/RS. Paru/ RS Jiwa/RS. Mata 9.Pengembangan Sumberdaya Kesehatan 10.Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan 11.Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 12.Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin 13.Standarisasi Pelayanan Kesehatan 14.Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/RS. Paru/ RS Jiwa/RS. Mata 15.Peningkatan Keluarga Berencana 16.Pelayanan alat kontrasepsi 17.Kesehatan Reproduksi Remaja 18.Promosi Kesehatan Ibu, Bayi, dan Anak 19.Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga Balita 20.Keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan 21.Peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak Misi 3 :Mewujudkan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, beriman, dan berkualitas tinggi 26

27 27 StrategiArah Kebijakan Indikator Kinerja (Outcome) Satuan Capaian Kinerja Program Pembangunan Daerah Kondisi Awal Kondisi Akhir 1.Terwujudnya kesejahteraan perempuan dan perlindungan anak 2.Meningkatnya peran serta wanita dalam proses pembangunan 3.Meningkatnya pengarus utamaan gender dan hak anak 1.Meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak 2.Meningkatkan peran serta wanita dalam proses pembangunan 3.Meningkatkan pengarus utamaan gender dan anak Terlaksananya pemantauan terhadap KDRT dan KPA Meningkatnya peran serta wanita dalam proses pembangunan Pembinaan terhadap peran serta gender dalam pembangunan Meningkatnya pengarusutamaan gender Meningkatnya kaulitas hidup dan peran perempuan dalam segala bidang pembangunan Terselenggarannya pengarusutamaan hak anak (PUHA) % Kali rakor Org perempuan aktif Kali pertemuan Sistem informasi N/A (t) 16 (K) 43 (k) 1 (t) Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan Peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan Penguatan kelembagaan pengarus utamaan gender dan anak Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan Peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak Sasaran 1 : Meningkatnya Indeks Pembangunan Gender & Pemberdayaan Gender

28 28 StrategiArah Kebijakan Indikator Kinerja (Outcome) Satuan Capaian Kinerja Program Pembangunan Daerah Kondisi Awal Kondisi Akhir 1.Meningkatnya jumlah akseptor KB 2.Tersedianya informasi yang ckup ttg KB kepada masyarakat 3.Meningkatnya ketersediaan tenaga pendamping terampil 1.Meningkatkan jumlah akseptor KB terutama pasangan usia subur 2.Meningkatkan kualitas dan kuantitas informasi ttg KB 3.Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pendamping terampil Tersedianya informasi KB pada masyarakat % KetersediaanN/A100 Keluarga berencana Informasi KBKaliN/A90 (k) Tersedianya pelayanan informasi kontrasepsi Kali sosialisasiN/A10 (k) Pelayanan alat kontrasepsi Menurunnya perkawinan %N/A100 Kesehatan reproduksi remaja Meningkatnya keluarga bahagia sejahtera KaliN/A5 (k) Promosi kesehatan ibu, bayi, dan anak melalui kelompok kegiatan di masyarakat Tersedianya tenaga pendamping terampil %N/A100 Penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga balita Sasaran 2 : Menurunnya Laju Pertumbuhan Penduduk

29 Indikator Kinerja Peningkatan ( ) Per Tahun % Perubahan Angka Pembangunan Gender Angka pemberdayaan gender ,

30 Meningkatnya UHH dari 66.2 thn menjadi 70,6 thn Menurunnya AKB dari 35 menjadi 26 per 1000 KH Menurunnya AKI dari 307 menjadi 226 per kh Menurunnya prevalensi gizi- kurang pada anak balita dari 25,8% menjadi 20%. 1.Menanggulangi kemiskinan & kelaparan 2.Memenuhi pendidikan dasar untuk semua 3.Mendorong kesetaraan jender & pemberdayaan perempuan 4.Menurunkan Angka kematian Balita 2/3nya antara Menurunkan Angka Kematian Ibu 3/4nya antara Memerangi HIV/ AIDS, malaria & penyakit menular lain 7.Menjamin kelestarian lingkunganhidup 8.Mengembangkan kemitraanglobal untuk pembangunan 30

31 Target 2A:Menjamin pada 2015 semua anak-anak, laki-laki maupun perempuan dimanapun dapat menyelesaikan pendidikan dasar MDGS PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN Sumber : Pergub No.48/2011

32 Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005, dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015.

33 Target 4A:Mengurangi 2/3 angka kematian balita dalam kurun waktu 1990 dan 2015

34 Target 5A:Menurunkan Angka Kematian Ibu hingga tiga perempat dalam kurun waktu 1990 – 2015

35 Target 5B:Mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua pada tahun 2015

36 Kesepakatan Gubernur Sumatera Barat dengan Bupati/Walikota se-Sumatera Barat dalam rangka Percepatan Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Pencapaian Target MDGs Tahun 2015

37 Capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Provinsi, 2012

38 38 Kab/Kota Angka Harapan Hidup (tahun)  2012 Angka Melek Huruf (persen)  2012 Rata-rata Lama Sekolah (tahun)  2012 Sumbangan Pendapatan (persen) 2012 IPG L PL PL PL P Kep. Mentawai 66,6170,5996,3590,877,546,4570,7829,22 60,3861,33 62,03 62,48 62,97 Pesisir Selatan 65,6769,6398,2093,678,328,0966,1933,81 64,7465,11 65,79 66,56 67,43 Solok 65,0468,9798,1596,308,077,7462,1337,87 65,9166,80 68,03 68,46 69,00 Sijunjung 65,3369,2896,9192,007,747,3373,1326,87 58,6759,53 60,50 60,85 61,40 Tanah Datar 69,4073,3498,2996,748,468,1167,4332,57 66,2866,67 67,4467,86 68,30 Padang Pariaman 67,0871,0796,7293,137,767,3069,3230,68 61,8562,93 63,90 64,39 65,06 Agam 67,3171,2898,9897,238,668,2261,5738,43 68,5869,44 70,1170,68 71,42 Lima Puluh Kota 66,8870,8799,0697,088,127,8073,8126,19 58,5759,03 60,14 60,62 61,13 Pasaman 65,8569,8299,3697,668,107,8335,5064,50 67,1867,82 68,73 69,51 70,24 Solok Selatan 62,8866,7299,0896,917,947,8366,0533,95 63,1363,67 64,45 64,80 65,56 Dharmasraya 64,3668,2698,5696,008,457,7974,3125,69 57,3058,27 59,2259,96 60,74 Pasaman Barat 63,5467,4198,7896,548,087,6264,3235,68 64,9565,29 66,2766,69 67,28 Padang 69,2373,1699,8999,2711,0410,8667,0132,99 69,7270,34 71,41 72,36 72,86 Solok 67,9371,9099,5198,8610,3110,7265,3334,67 69,1769,51 70,2871,30 71,83 Sawahlunto 69,9873,8799,0098,279,789,1773,9226,08 61,9562,74 63,63 64,23 64,75 Pdg Panjang 69,7573,6799,7798,8810,7610,4154,4145,59 76,0276,55 77,16 77,53 78,07 Bukitinggi 69,8073,7099,9799,7710,5910,5162,1837,82 73,3373,45 74,42 74,93 75,27 Payakumbuh 68,8672,8099,6599,109,889,9363,8036,20 70,4970,96 71,63 72,52 72,90 Pariaman 67,3171,2999,4298,2710,059,6170,6029,40 64,0864,79 65,5166,06 66,57 SUMBAR 67,83 71,8098,4996,46 8,698,5564,45 35,55 67,7468,50 69,5570,11 70,57

39 Capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Provinsi, 2012

40 40 Kab/Kota Tenaga Manager, Prof, Adm, teknisi (%) Keterwakilan Perempuan di Parlemen (%) Sumbangan Perempuan Dlm Pendapatan Kerja (%) IDG Peringkat IDG LP LP LP Kep. Mentawai64,4435,5699,990,0171,9528,05 43,3644,42 43, Pesisir Selatan 29,4070,6099,990,0166,9533,05 55,1043,93 43, Solok 43,6156,3997,142,8664,0435,96 60,1351,99 54, Sijunjung 33,4466,5692,867,1474,3525,65 46,6950,24 49, Tanah Datar 46,5153,4991,438,5768,3531,65 57,1754,87 57, Padang Pariaman 40,8059,2091,438,5770,1929,81 51,4053,81 55, Agam 46,6953,3192,507,5061,1638,84 60,9458,28 60, Lima Puluh Kota 45,2354,7791,438,5775,4324,57 54,0345,92 51, Pasaman 55,6244,3896,673,3365,1734,83 58,5854,17 54, Solok Selatan 44,5955,4192,008,0066,8933,11 60,7456,36 57, Dharmasraya 33,6666,3496,004,0074,3125,69 51,7844,75 43, Pasaman Barat 41,6858,3297,142,8666,3733,63 48,8751,46 52, Padang 47,2052,8093,336,6769,7630,24 62,9256,10 57, Solok 53,4146,5990,0010,0066,6433,36 49,1454,69 61, Sawahlunto 50,0949,9180,0020,0072,7927,21 55,9461,08 63, Pdg Panjang 43,3756,6380,0020,0054,5645,44 60,2974,93 75, Bukitinggi 45,7654,2484,0016,0063,9036,10 75,5573,78 69, Payakumbuh 42,5657,4492,008,0064,9835,02 68,1959,16 59, Pariaman 33,3266,6895,005,0070,6129,39 44,9356,00 47, SUMBAR 43,8756,1387,2712,7365,8434,16 60,3263,0464,

41 NOSUB URUSANPEMERINTAH PUSATDAERAH PROVINSIDAERAH KABUPATEN/KOTA Kualitas Hidup Perempuan a. Pelembagaan pengarus- utamaan gender (PUG) pada lembaga pemerintah tingkat nasional. b. Pemberdayaan perempuan bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi pada organisasi kemasyarakatan tingkat nasional. c. Standardisasi lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan. a. Pelembagaan PUGpada lembaga pemerintah tingkat Daerah provinsi. b. Pemberdayaan perempuan bidang politik, hukum, sosial & ekonomi pada organisasi kemasyarakatan tingkat Daerah provinsi. c. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan tingkat Daerah provinsi. a. Pelembagaan PUG pada lembaga pemerintah tingkat Daerah kab/kota. b. Pemberdayaan perempuan bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi pada organisasi kemasyarakatan tingkat Daerah kab/kota. c. Penguatan & pengem- bangan lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan tingkat Daerah kab/kota. 2Perlindungan Perempuan a. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan yang melibatkan para pihak lingkup nasional. b. Penyediaan layanan rujukan akhir bagi perempuan korban kekerasan yg memerlukan koordinasi tingkat nasional, lintas provinsi dan internasional. a. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan yang melibatkan para pihak lingkup Daerah provinsi dan lintas Daerah kab/kota. b. Penyediaan layanan rujukan lanjutan bagi Perempuan korban kekerasan yg memerlukan koordinasi tingkat Daerah provinsi dan lintas Daerah kab/kota. a. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan yang melibatkan para pihak lingkup Daerah kab/kota. b. Penyediaan layanan bagi perempuan korban kekerasan yang memerlukan koordinasi tingkat Daerah kab/kota. BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN KONKUREN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Lampiran : UU No.23 Tahun

42 NOSUB URUSANPEMERINTAH PUSATDAERAH PROVINSIDAERAH KABUPATEN/KOTA c.Standardisasi lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan c.Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan tingkat Daerah provinsi. c.Penguatan dan pengem- bangan lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan tingkat Daerah kabupaten/kota. 4Sistem Data Gender dan Anak a. Penetapan sistemdata gender dan anak dalam kelembagaan data di tingkat nasional. b. Pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data gender dan anak dalam kelembagaan data di tingkat nasional. Pengumpulan,pengolaha, analisis dan penyajian data gender dan anak dalam kelembagaan data ditingkat daerah provinsi. Pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data gender dan anak dalam kelembagaan data ditingkat Daerah kab/kota. 5.Pemenuhan Hak Anak (PHA) a. Pelembagaan PHA pada lembagapemerintah, non pemerintah, dan dunia usaha tingkat nasional. b. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedialayanan peningkatan kualitas hidup anaktingkat nasional. a.Pelembagaan PHA pd lembaga pemerintah, non pemerintah, dan dunia usaha tingkat Daerah provinsi. b.Penguatan dan pengembanganlembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak tingkat Daerah provinsi dan lintas Daerah kab/kota. a.Pelembagaan PHA pada lembaga pemerintah, non pemerintah, dan dunia usaha tingkat Daerah kabupaten/kota. b.Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak tingkat Daerah kab/kota. Lanjutan … 42

43 NOSUB URUSANPEMERINTAH PUSATDAERAH PROVINSIDAERAH KABUPATEN/KOTA Perlindungan Khusus Anak a. Pencegahan kekerasan terhadap anak yang melibatkan para pihak Lingkup nasional dan lintas Daerah provinsi. b. Penyediaan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan koordinasi tingkat nasional dan internasional. c. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus tingkat nasionaldan lintas Daerah provinsi. a. Pencegahankekerasa n terhadap anak yang melibatkan para pihak lingkup Daerahprovinsi dan lintas Daerah kab/kota. b. Penyediaan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan koordinasi tingkat Daerah provinsi. c. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus tingkat Daerah provinsi dan lintas Daerah kab/kota. a. Pencegahan kekerasan terhadap anak yang melibatkan para pihak lingkup Daerah kab/kota. b. Penyediaan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan koordinasi tingkat Daerah kab/kota. c. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus tingkat Daerah kab/kota. Lanjutan … 43

44

45

46 46 RPJPD 1.Pendahuluan 2.Gambaran umum kondisi daerah 3.Analisis isu-isu strategis; 4.Visi dan misi daerah 5.Arah kebijakan; dan 6.Kaidah pelaksanaan RPJMD 1.Pendahuluan 2.Gambaran umum kondisi daerah 3.Gambaran pengelolaan keuangan daerah serta kerangka pendanaan 4.Analisis isu-isu strategis; 5.Visi, misi, tujuan dan sasaran 6.Strategi dan arah kebijakan 7.Kebijakan umum dan program Pemb. daerah 8.Indikasi rencana programprioritas yang disertai kebutuhan pendanaan 9.Penetapan indikator kinerja daerah 10.Pedoman transisi dan kaidah pelaksanaan RKPD 1.Pendahuluan 2.Evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu; 3.Rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan; 4.Prioritas dan sasaran pembangunan; dan 5.Rencana program dan kegiatan prioritas daerah RENJA 1.Pendahuluan 2.Evaluasi pelaksaaan Renja SKPD tahun lalu 3.Tujuan, sasaran, program dan kegiatan 4.Indikator kinerja dan kelompok sasaran yang menggambarkan pencapaian Renstra SKPD 5.Dana indikatif beserta sumberdaya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif 6.Sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan 7.penutup RENSTRA 1.Pendahuluan 2.Gambaran pelayan SKPD 3.Isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi 4.Visi, Misi, Strategi dan tujuan sasaran, strategi dan kebijakan 5.Rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pedanaan indikatif 6.Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran SKPD.

47 1. Kebijakan/ program/ kegiatan pokok saat ini 2. Data pembuka wawasan (Data terpilah) 4. Isu Gender 3. Faktor & sebab kesenjangan ANALISIS KEBIJAKAN YANG RG 6. Indikator gender 5. Reformulasi Kebijakan/progra m/kegiatan untuk mengurangi kesenjangan gender FORMULASI KEBIJAKAN YANG RG 8. Target Output & Outcome 7. Rencana Aksi FORMULASI RENCANA AKSI YANG RG GENDER- RESPONSIVE BUDGETING 47 RUTIN & PEMB: Sektoral/SKPD Regional Kab/Kot APBD PENDAPATAN BELANJA

48 48 ANGGARAN RESPONSIF GENDER (GENDER BUDGET)

49 49 TEKNIK & TOOLS UTK MENGANALISIS GENDER BUDGET 1.Penilaian Kebijakan Anggaran yang Sadar Gender 2.Penaksiran Manfaat Berdasarkan Penilaian Gender 3.Analisis Luasnya Akibat yang Ditimbulkan Belanja/Pengeluaran Publik Berdasarkan Pemilahan Gender 4.Analisis Luasnya Akibat yang ditimbulkan oleh Pajak Berdasarkan Pemilahan Gender 5.Analisis Dampak Anggaran Terhadap Penggunaan waktu Berdasarkan Pemilahan Gender 6.Kerangka Kebijakan ekonomi jangka Menengah yang sadar Gender 7.Pernyataan Anggaran yang Sadar Gender

50  Sensus Penduduk (SP)  Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)  Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)  Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)  Potensi Desa (Podes)  Proyeksi Penduduk  Pencatatan Administrasi (dari berbagai Instansi)

51  Data Kependudukan  Data Kesehatan  Data Status Sosial Ekonomi Rumah Tangga  Data Pendidikan  Data Ketenagakerjaan  Data Kepemimpinan Politik dan Pemerintahan  Data Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

52  Hampir seluruh data dapat disajikan menurut laki-laki dan perempuan, seperti:  Penduduk menurut daerah perkotaan/perdesaan dan jenis kelamin  Penduduk menurut status perkawinan dan jenis kelamin  Agama menurut jenis kelamin  Penduduk WNA menurut jenis kelamin  Penduduk migran menurut jenis kelamin  Penduduk menurut tingkat kesulitan melihat/mendengar/berjalan menurut jenis kelamin  Penduduk menurut status sekolah dan jenis kelamin  Penduduk yang bekerja menurut jenis kelamin  Penduduk menurut lapangan usaha dan jenis kelamin  Penduduk menurut status pekerjaan dan jenis kelamin

53  Kepala rumah tangga perempuan  Rata-rata umur perkawinan pertama  Rata-rata umur perempuan melahirkan anak pertama  Perkawinan perempuan dibawah umur  Kematian ibu  Kematian bayi perempuan dan laki-laki  Kematian wanita dewasa  Kesetaraan gender dalam pendidikan  Perbandingan APS perempuan dan laki-laki  Perbandingan anak usia sekolah yang tidak sekolah antara perempuan dan laki-laki  Perbandingan ijazah tertinggi yg dimiliki antara perempuan dan laki-laki  Kesetaraan gender dalam ketenagakerjaan  Perbandingan tenaga kerja perempuan & laki-laki menurut lapangan pekerjaan  Perbandingan pengusaha laki-laki dan perempuan  Banyaknya perempuan dan laki-laki yang mencari pekerjaan  Banyaknya perempuan dan laki-laki yang menganggur

54 54 Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Laki - Laki Perempu an Jumlah Tidak/Belum Pernah Sekolah Tidak/Belum Tamat Sekolah Dasar Sekolah Dasar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Sekolah Menengah Umum Sekolah Menengah Kejuruan Diploma I & II Akademi/Diploma III Universitas/D.IV Strata-2/S Jumlah Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Taahun 2011 Sumber : SBDA Tahun 2012

55 55 Jumlah Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Menurut Partai Politik dan Jenis Kelamin Masa Bakti Tahun 2009 – 2014 Tahun 2011 Sumber : SBDA Tahun 2012 NoFraksi Jenis Kelamin Jumlah Laki-lakiPerempuan 1Partai Demokrat (PD) Partai Golongan Karya (Golkar)819 3Partai Amanat Nasional (PAN)426 4Partai Keadilan Sejahtera (PKS)5-5 5Partai Hanura5-5 6Partai Persatuan Pembangunan 4-4 7Partai Gerindra314 8PDI-P3-3 9Partai Bulan Bintang (PBB)3-3 10Partai Bintang Reformasi (PBR)2-2 Jumlah48755

56

57

58 …, …………… 20.. Kepala SKPD, …………………

59

60 1.Memastikan Pelaksanaan PPRG dalam program/kegiatan masing-masing SKPD 2.Menetapkan program/kegiatan SKPD menjadi program/kegiatan PPRG 3.Meneliti kepastian pelaksanaan PPRG dalam program/kegiatan SKPD melalui analisis Gender Analisys Pathway (GAP) 4.Terkumpulnya Pernyataan Anggaran Responsif Gender atau Lembar Anggaran Responsif Gender atau Gender Budget Statement (GBS) sebagai dokumen pertanggungjawaban spesifik gender yang disusun pemerintah yang menunjukkan kesediaan instansi untuk melakukan kegiatan berdasarkan kesetaraan gender dan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan-kegiatan tersebut.

61 61 WAKTU1 JULI JULI JULI JULI JULI 2015 Pukul : – Istirahat : Jum’at : Pukul : – Istirahat : Dinas Kesehatan 2.RSJ HB Sa’anin 3.RSAM Bukittinggi 4.RSUD Solok 5.RSUD Pariaman 6.Dinas Koperasi dan UMKM 7.Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 8.Dinas Perindustrian dan Perdagangan 9.Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral 10.Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air 1.Badan Kepegawaian Daerah 2.Sekretariat KORPRI 3.Sekretariat DPRD 4.Sekretariat BAKORLUH 5.Satpol PP 6.Biro Umum 7.Biro Pemerintahan 8.Biro Hukum 9.Biro Humas 10.Biro Perekonomian 1.Biro Bina Sosial 2.Biro Organisasi 3.Biro Pengelolaan Aset 4.Biro Adm. Pembangunan dan Kerjasama Rantau 5.Dinas Kehutanan 6.BKPM dan Pelayanan Perizinan Terpadu 7.Dinas Perhubungan dan Kominfo 8.Dinas Kelautan dan Perikanan 9.Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan 10.Kantor Penghubung 1.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2.Dinas Pemuda dan Olahraga 3.Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 4.Dinas Sosial 5.Badan Perpustakaan dan Kearsipan 6.Dinas Peternakan 7.Dinas Perkebunan 8.Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup 9.Badan Ketahanan Pangan 10.Badan Pemberdayaan Masyarakat 1.Badan Kesatuan Bangsa dan Politik 2.Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah 3.Badan Pendidikan dan Pelatihan 4.Inspektorat 5.Badan Penanggulangan Bencana Daerah 6.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 7.Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman 8.Sekretariat Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah 9.Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB

62 1.Memilih Program/kegiatan SKPD yang dijadikan sebagai program/kegiatan PPRG  2 Program 2 kegiatan 2.SKPD juga diminta membawa 2 program 2 kegiatan cadangan 3.Pada saat review PPRG, SKPD diwakili oleh Anggota Focal Point (Sekretaris/Kabag TU bersama dengan Pejabat Eselon III lainnya serta Kasubag Perencanaan/Program) dan atau peserta yang telah mengikuti pelatihan PPRG tahun 2015  maksimal 4 (empat) orang 4.Masing-masing SKPD membawa laptop serta softcopy dan hardcopy DPA SKPD Tahun 2015 yang telah dipilih 5.Penyerahan dokumen GAP dan GBS paling lambat hari Senin tanggal 29 Juni 2015 via (dengan menggunakan format yang diberikan) 6.Setelah pelaksanaan review, hasil dokumen GAP dan GBS disempurnakan kembali di masing-masing SKPD untuk ditandatangani oleh Kepala SKPD 7.GAP dan GBS yang telah ditandatangani Kepala SKPD diserahkan kembali ke Bappeda paling lambat hari Selasa tanggal 14 Juli GAP dan GBS tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur paling hari Jum’at lambat tanggal 24 Juli 2015 sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumatera Barat : Nomor 9/Inst-2014

63 NONAMADINAS/INSTANSI 1ALFIANORIINSPEKTORAT PROV.SUMBAR 2RISKI NOSAROLANDINAS ESDM PROV.SUMBAR 3HERA ARMANBPBD PROV.SUMBAR 4RAHMI KEMALA DASRILBIRO UMUM SETDA PROV.SUMBAR 5RINI OKTAVIANTIBKD PROV.SUMBAR 6ARDHAN YULIANDISHUT PROV.SUMBAR 7EFNI ESLINDAPRASJAL & TARKIM PROV.SUMBAR 8ENDAH LYZA DWINTTAPSDA PROV.SUMBAR 9SURYA ETMIDINAS PERTANIAN PROV.SUMBAR 10NADRA MINDARDPKAD PROV.SUMBAR 11Ir.AFRIDAWATI.m.SiDINAS KELAUTAN DAN PRIKANAN 12H.AMRINRSUD PARIAMAN 13IKKA FITRIANIDINAS SOSIAL PROV.SUMBAR 14ULIL AMRISET DPRD PROV.SUMBAR 15SYAHMENDRADISNAKERTANS PROV.SUMBAR 16YOSI FEBRINARSUD Dr.AM 17BUDI SETIAWANDISPERINDAG PROV.SUMBAR 18RAMLISDAMANDINAS PARIWISATA & KEBUDAYAAN 19RIRI WULANDARIDISPORA PROV.SUMBAR 20MEDIA EFRIANIBIRI ORGANISASI SETDA PROV,SUMBAR

64 NONAMADINAS/INSTANSI 21ARNITA AZIZBA.DIKLAT PROV.SUMBAR 22SYAMSUL HIDAYATBIRO ADM & PEMBANGUNAN 23KASMERITADISNAK KESWAN PROV.SUMBAR 24NS. TAUFIK HIDAYAT.S.KepRS.JIWA PROF.HB SUMBAR 25FIFIE ERLITADISPAREKRAP PROV.SUMBAR 26NOVANDRE SAFNINBIRO HUMAS SETDA PROV.SUMBAR 27YUSNINIDISHUBKOMINFO PROV.SUMBAR 28KUNILLA SOFIANYBIRO ASET SETDA PROV.SUMBAR 29SYLVIA AFWANTI PUTRI.SHSET.DIT.KOPEASI PROV.SUMBAR 30SYUMIARTIDINKES PROV.SUMBAR 31DINA APRILLABKP PROV.SUMBAR 32QADRIANSYAHBIRO PEMERINTAHAN 33MISRALBADAN PEMB.PEREMPUAN & KB 34FITRI CHHIDWIL PROV.SUMBAR 35RAHINI SIDIKBAPEDALDA PROV.SUMBAR 36SISI SAMITABPM PROV.SWUMBAR 37DESPUTRI MAYULIZABADAN PERPUSTAKAAN 38MELLY FITRIDINAS KEHUTANAN

65

66 Contoh :1

67

68 68

69 69

70 70

71 71


Download ppt "2 1.Penetapan Instruksi Gubernur No.9 Tahun 2014 tentang Implementasi GAP (Gender Analysis Pathway) dan GBS (Gender Budget Statement) dalam Rencana Kerja."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google