1 PERAN PENDIDIK DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Oleh : HUSAIN MUSA Disampaikan pada Diklat Pendidik PAUD, di SKB Kab. Bone Bolango,

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BAB VI PGRI SEBAGAI ORGANISASI PROFESI
Advertisements

Drs. H.SYAFRUDDIN AMIR, MM
KOMPETENSI DAN KUALIFIKASI GURU PROFESIONAL
KUALIFIKASI AKADEMIK GURU
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
STANDAR KOMPETENSI GURU
PENGARUH KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA
HANDOUT 1 TUGAS, KOMPETENSI, DAN PERAN GURU
Prof. Dr. Hj. Rahayu Kariadinata,M.Pd Drs. Firmansyah Noor, M.Pd.
STANDAR KOMPETENSI GURU
ETIKA PROFESI KEGURUAN Dosen Rosidah, M.Si
ETIKA PROFESI KEGURUAN Dimodifikasi dari Rosidah, M.Si
Ruang Lingkup Profesi Kependidikan
Tugas keprofesian untuk Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Adriy.weebly.com.
Etika Guru Profesional
PROFESIONALISME GURU PLB Oleh Ravik Karsidi ( Dosen PLB UNS )
PENGEMBANGAN KURIKULUM PAUD
STANDAR KOMPETENSI GURU
KODE ETIK PROFESI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
ETIKA PROFESI KEGURUAN
MEMPERSEmBAHKAN.
PERAN DAN FUNGSI GURU PEMBIMBING KHUSUS (GPK)
KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA.
ETIKA PROFESI KEGURUAN
KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN GURU
ETIKA PROFESI PENDIDIK ANAK USIA DINI
GURU Guru : pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta.
PERLINDUNGAN PROFESI GURU DAN SISWA
TUGAS, KOMPETENSI, DAN PERAN GURU
PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK
ETIKA PROFESI KEPENDIDIKAN GURU
ETIKA PROFESI KEGURUAN Drs. Iskandar Ladamay, M. Pd
Standar Proses Pendidikan
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PTK)
Bab 9 Usaha-usaha Pengembangan Guru Sebagai Tenaga Pendidik
1. Mengenal karakteristik peserta didik
STANDAR KOMPETENSI GURU
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
STANDAR KOMPETENSI GURU
FAKTOR PENENTU MUTU PENDIDIKAN
Materi dan Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
GURU SEBAGAI PENDIDIK PENGERTIAN GURU
STANDAR KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN
KONSEP DASAR PROFESI KEGURUAN ATAU KEPENDIDIKAN
Kelompok 2 Pascasarjana uninus bandung
SISTEM PEMBINAAN PROFESIONAL
KUALIFIKASI PROFESI PROFESI (S1/S2/S3/Spesialis)
PROFESIONALISME GURU DAN MUTU PENDIDIKAN Oleh La Tahang 1.
Undang Undang Sisdiknas no. 20 Tahun 2003
Ravik Karsidi, Profesionalisme guru, UNNES 2010
KONSEP DASAR PROFESI KEGURUAN ATAU KEPENDIDIKAN
PERAN GURU DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR
Bahruddin, Profesionalisme Guru, STISNU 2017
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tentang STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL.
KONSEP PROFESI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
STRATEGI PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA AKTIVITAS SISWA (PBAS)
PROFESI KEPENDIDIKAN Nama kelompok: Welly Juli Ariesta Nita Triana
Ravik Karsidi, Profesionalisme guru, UNNES 2010
STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU
INDIKATOR KOMPETENSI GURU BY. MOH. YANI S.Ag,MM,M.PdI
ETIKA PROFESI KEGURUAN Dosen Rosidah, M.Si
Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan.
UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan dosen Bab I pasal 1 no. 1 : Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU
PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK
STANDAR KOMPETENSI GURU
Analisis Instrumen PKG PAI
PROFESI KEPENDIDIKAN ARVINDA C. LALANG. KOMPETENSI DASAR Mahasiswa memahami hakikat profesi kependidikan.
N a m a: Dra. NINIK SRI WIDAYATI,M.Pd Jabatan: Widyaiswara Madya Pangkat/Golongan: Pembina Utama Muda / IV c Spesialisasi: Pendidikan Kimia Instansi:
Dhani Harda Setiaji, M.Pd HP /
Transcript presentasi:

1 PERAN PENDIDIK DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Oleh : HUSAIN MUSA Disampaikan pada Diklat Pendidik PAUD, di SKB Kab. Bone Bolango, 27 Mei 2014

2  PROFESI (S1/S2/S3/Spesialis)  SEMI PROFESI (Diploma)  TERAMPIL (SMA )  TIDAK TERAMPIL

3 1.ILMU PENGETAHUAN TERTENTU 2.APLIKASI KEMAMPUAN/KECAKAPAN 3.BERKAITAN DENGAN KEPENTINGAN UMUM BIDANG USAHA MANUSIA BERDASARKAN PENGETAHUAN, DIMANA KEAHLIAN DAN PENGALAMAN PELAKUNYA DIPERLUKAN OLEH MASYARAKAT DEFINISI DI ATAS MELIPUTI ASPEK

4 MENDIDIK, MENGAJAR, MEMBIMBING, MENGARAHKAN, MELATIH, MENILAI, DAN MENGEVALUASI PESERTA DIDIK (Ps 1 (1) UUGD 2005) GURU ADALAH PENDIDIK PROFESIONAL DENGAN TUGAS UTAMA:

(Permendiknas No 58 Tahun 2009) 5

6 1.KODE ETIK 2.PENGETAHUAN YANG TERORGANISIR 3.KEAHLIAN DAN KOMPETENSI YANG BERSIFAT KHUSUS 4.TINGKAT PENDIDIKAN MINIMAL YANG DIPERSYARATKAN 5.SERTIFIKAT KEAHLIAN 6.PROSES TERTENTU SEBELUM MEMANGKU PROFESI UNTUK BISA MEMANGKU TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB 7.KESEMPATAN UNTUK PENYEBARLUASAN DAN PERTUKARAN IDE DI ANTARA ANGGOTA PROFESI 8.ADANYA TINDAKAN DISIPLIN DAN BATASAN TERTENTU JIKA TERJADI MALPRAKTEK OLEH ANGGOTA PROFESI KARAKTERISTIK PROFESI, YAITU:

Mengapa harus profesional Subyek pendidikan adalah manusia yang mempunyai kemauan, pengetahuan yg dapat dikembangkan, sementara pendidikan dilandasi nilai-nilai kemanusiaan Pendidikan dilakukan secara intens, sadar dan bertujuan maka pendidikan menjadi normatif yang diikat oleh norma dan nilai yang baik secara universal/nas./lokal, yang menjadi acuan pada proses pendidikan Teori-teori pendidikan merupakan kerangka hipotesis dalam menjawab permaslahan pendkk. Inti pendidikan pada proesnya, yaitu situasi dialog antara peserta didik dg guru, yang memungkinkan pserta didik tumbuh kearah yang dikehendaki.

PENDIDIK PROFESSIONAL? Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil pembelajaran; Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan; Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran Menjunjung tinggi peraturan perundang- undangan, dan kode etik guru, serta nilai- nilai agama dan etika; dan Memelihara dan menumpuk persatuan dan kesatuan bangsa.

9 KOMPETENSI:  PEDAGOGIK  KEPRIBADIAN  SOSIAL  PROFESIONAL KUALIFIKASI AKADEMIK: 1.BERPENDIDIKAN S1 atau D4 2.L.B. PENDD. TINGGI DI BID.PAUD 3.BERSERTIFIKASI PENDIDIKAN PROFESI GURU PAUD 4.SEHAT JASMANI DAN ROHANI 5.MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MEWUJUDKAN TUJUAN PENDIDIKAN KOMPETENSI KUALIFIKASI KUALIFIKASI HARUS MEMILIKI :

10 KEMAMPUAN SESEORANG DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK YANG MELIPUTI PEMAHAMAN THDP PESETA DIDIK, PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN EVALUASI HASIL BELAJAR,PENGEMBANGAN PESERTA DIDIK UNTUK MENGAKTUALISASIKAN BERBAGAI POTENSI YANG DIMILIKINYA KOMPETENSI PEDAGOGIK :

11 1.Memahami karakteristik, kebutuhan dan perkembangan anak didik 2.Menguasai dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini 3.Menguasai prinsip dan pendekatan bermain sambil belajar 4.Menguasai dasar-dasar bimbingan KOMPETENSI PEDAGOGIK :

12 KEMAMPUAN KEPRIBADIAN YANG MANTAP, STABIL, DEWASA, ARIF DAN BERWIBAWA, MENJADI TAULADAN BAGI PESERTA DIDIK DAN BERAKHLAK MULIA KOMPETENSI KEPRIBADIAN :

13 1.Memiliki kepekaan terhadap pikiran dan perasaan anak 2.Menghargai perbedaan, keunikan individu, cepat tanggap menghadapi kesulitan anak 3.Memiliki rasa peduli, empati dan responsif serta mampu memberi dorongan kepada anak 4.Memiliki rasa kasih sayang, kesabaran, kehangatan, keluwesan, kejujuran, penuh perhatian dan bersikap obyektif KOMPETENSI KEPRIBADIAN :

14 KEMAMPUAN DALAM PENGUASAAN MATERI SECARA LUAS DAN MENDALAM YANG MEMUNGKINKANNYA MEMBIMBING PESETA DIDIK, MEMENUHI STANDAR KOMPETENSI YANG DITETAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL :

15 1.Menguasai menu pembelajaran yg berorientasi perkembangan (fisik, sosial, emosional, kognitif, bahasa dan seni) 2.Menguasai pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak 3.Menguasai berbagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak 4.Menguasai pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar 5.Menguasai pengelolaan pembelajaran yang bervariasi, menyenangkan,dan menantang yang berorientasi pada perkembangan 6.Menguasai penilaian yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak KOMPETENSI PROFESIONAL :

16 KEMAMPUAN SESEORANG SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT UNTUK BERKOMUNIKASI DAN BERGAUL SECARA EFEKTIF DENGAN PESERTA DIDIK, SESAMA PENDIDIK, TENAGA KEPENDIDIKAN, ORANG TUA PESERTA DIDIK DAN MASYARAKAT SEKITAR KOMPETENSI SOSIAL :

17 1.Memahami anak dalam konteks keluarga sosial, budaya dan masyarakat 2.Menguasai komunikasi dengan anak 3.Mampu bekerja sama dengan orang tua anak, pihak pemerintah dan masyarakat untuk kepentingan pendidikan anak KOMPETENSI SOSIAL :

PERAN PENDIDIK/GURU DALAM PEMBELAJARAN Guru harus memberikan kemudahan untuk belajar agar dapat meningkatkan potensi peserta didik secara optimal dengan menempatkan dirinya sebagai: 1.Orang tua yang penuh kasih 2.Teman 3.Fasilitator, yang setiap saat memberikan kemudahan 4.Memberikan sumbangan pemikiran 5.Memupuk rasa percaya diri dan berani bertanggungjawab 6.Membiasakan untuk saling berhubungan 7.Mengembangkan proses sosialisasi 8.Mengembangkan kreativitas 9.Menjadi pembimbing ketika diperlukan

Peran guru : 1.Sebagai pendidik: maka harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggungjawab (memahami nilai, norma moral dan sosial), wibawa (memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral sosial dan intelektual), mandiri (mampu mengambil keputusan sendiri) 2.Sebagai pengajar (memberikan kemudahan belajar: membuat ilustrasi, mendefinisikan, menganalisa, mensintesa, bertanya, merespon, mendengarkan, menciptakan kepercayaan, memberikan pandangan yang bervariasi, menyesuaiakan metode, menjadikan pembelajran lebih bermakna ) 3.Sebagai pembimbing: merencanakan tujuan, melibatkan peserta didik dalam pembelajaran, memaknai pembelajaran, penilaian) 4.Sebagai Pelatih (dalam pembentukan kompetensi dasar,guru harus lebih banyak tahu)

Peran Guru 5. Sebagai penasehat, harus mengerti kesehatan mental dan psikilogi 6. Sebagai pembaharu (inovator): menterjemahkan pengalaman dan kebijakan kepada peserta didik 7. Sebagai model dan teladan (sikap, bicara dan gaya bicara, kebiasaaqan bekerja, perilaku neurotis yakni pertahanan untuk melindungi diri, penerapan nilai, kesehatan, gaya hidup 8. Sebagai peneliti 9. Sebagai pendorong kreativitas 10. Sebagai kulminator (akhir sebuah pembelajaran), mengakhiri dalam proses pembelajaran, kapan mengakhiri, kapan ulangan/ penilaian,

Peran Guru dalam Administrasi Sekolah Adm. Kurikulum Pengembangan Kurikulum Pelaksanaan Kurikulum Adm. kesiswaan Adm. Sarana/prasarana Adm. Personal Adm. Keuangan Sekolah Adm. Hubungan Sekolah dengan masyarakat Adm. Layanan khusus

Perilaku, etika profesi meliputi : Pertanggungjawaban (akuntability) Pengabdian (dedication) Kesetiaan (loyalitas) Kepekaan (sensitivity) Persamaan (equality) Kepantasan (equity)

Fungsi Kode Etik adalah pedoman tingkah laku dan landasan moral dalam menjalankan profesinya. Kode Etik Guru Indonesia: 1.Guru berbakti menjunjung peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila 2.Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional 3.Guru berusaha memperoleh informasi tentang pesesta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan penyuluhan 4.Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar 5.Guru memelihara hubungan seprofesi, semanagat kekeluargaaan dan kesetiakawanan sosial

6. Guru secara pribadi dan bersama- sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan maratabat profesinya. 7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial 8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai suatu perjuangan dan pengabdian 9. Guru melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan

Kesalahan yang sering dilakukan guru Mengambil jalan pintas pembelajaran Menunggu peserta didik berperilaku negatif Menggunakan destruktif disiplin Mengabaikan perbedaan peserta didik Merasa paling pandai Tidak adil Memaksa hak peserta didik

Perilaku guru yang kurang mendidi:k Memarahi siswa ketika siswa tidak bisa menjawab Menggunakan waktu tidak tepat Cara mengajar monoton Diskriminatif Memberikan penghargaan yang berlebihan Terlalu permisif dengan siswa

27 ADALAH SUATU KEBERHASILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR YANG MENYENANGKAN DAN MEMBERIKAN KEPUASAN/KENIKMATAN : ADALAH SUATU KEBERHASILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR YANG MENYENANGKAN DAN MEMBERIKAN KEPUASAN/KENIKMATAN : sesuai standar, sesuai penggunaan pasar/pelanggan, sesuai perkembangan kebutuhan, dan sesuai lingkungan Global)  LULUSAN BERMUTU SEBAGAI TUNTUTAN  PERUBAHAN YANG CEPAT  DAYA SAING LULUSAN

28 1.KEPERCAYAAN (RELIABILITY) 2.KETERJAMINAN (ASSURANCE) 3.PENAMPILAN (TANGIBILITY) 4.PERHATIAN (EMPHATY) 5.KETANGGAPAN (RESPONSIBILITY) SIFAT-SIFAT POKOK MUTU (JASA)

29 1.KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASING-MASING PELANGGAN 2.KEPUASAN DAN KEBANGGAAN DARI PELANGGAN TERHADAP PRODUK KITA 3.PENERIMA MANFAAT LAYANAN PENDIDIKAN HARUS MENJADI ACUAN BAGI PROGRAM PENINGKATAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN KEBUTUHAN/HARAPAN PELANGGAN berorientasi maka LAYANAN PENDIDIKAN YG BERMUTU, PERHATIKAN:

30LAMABARU 1.MENGAJAR DAN MENYODORI SISWA DENGAN MUATAN INFORMASI PENGETAHUAN 2.GURU DIPANDANG PALING MENGETAHUI DAN SATU2NYA SUMBER INFORMASI 1.DERASNYA INFORMASI TIDAK MUNGKIN GURU BERSIKAP PALING TAHU 2.GURU MENGAJAR BAGAIMANA SISWA BELAJAR 3.BERUSAHA MENDAPATKAN INFORMASI DARI BERBAGAI SUMBER U/. MEMFASILITASI KEBUTUHAN SISWA

31 Simpulan 1)Kemerosotan mutu pendidikan bukan diakibatkan oleh kurikulum semata tetapi oleh kurangnya kemampuan profesionalisme guru dan keengganan belajar siswa. 2)Profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan,keterampilan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. 3)Profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi juga harus dibarengi oleh sikap, pengembangan profesionalisme, bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan.

Penutup Peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru merupakan keharusan Perlu komitmen dan dukungan semua pihak Organisasi Guru dan organisasi sejenis harus di depan dalam mencari terobosan peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru. Guru jangan selalu menggantungkan pada pemerintah.

33 Jika anak dibesarkan dengan kritikan,ia akan belajar untuk mengutuk. Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia akan belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan ejekan, dia akan belajar menjadi pemalu Jika anak dibesarkan dengan kekerasan, dia akan belajar melawan. Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia akan belajar merasa bersalah Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia akan belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia akan belajar bersabar. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, dia akan belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, dia akan belajar mempercayai. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, dia akan belajar menyenangi diri sendiri. Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, ia akan belajar tentang keadilan. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, dia akan belajar menemukan cinta dalam hidupnya. KATA – KATA BIJAK DALAM MENDIDIK ANAK

Charles Handy (1997): “ Kita akan membuat kesalahan bila kita beranggapan bahwa masa depan adalah kelanjutan masa lalu… sebab masa depan itu akan sangat berbeda dengan masa lalu. Kita harus meninggalkan cara lama agar kita sukses menghadapi masa depan. Peter Senge (1997): “ Kita harus berhenti membayangkan apa yang akan dilakukan di masa depan dengan melihat apa yang membuat kita sukses dimasa lalu.

Michael Hammer (1997): “ Kalau kita merasa diri kita hebat, kita akan binasa. Sukses di masa lalu tidak menjamin sukses di masa depan. Formula sukses di masa lalu akan jadi penyebab kegagalan di masa akan datang

Control Your Destiny or Someone Else Will ( Tentukanlah nasib anda kalau tidak orang lain yang akan menentukan nasib anda) (Jack Welch, CEO General Electric) Tuhan tidak merubah nasib suatu kaum (bangsa) kecuali dia sendiri yang merubahnya (Kitab Suci )

37