Berdasarkan sifat perdagangan yang dijalankan masyarakat, perekonomian dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut : Perekonomian barter Perekonomian.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
CHRIS SURYA SUDJIANTO, SE.
Advertisements

UANG Sejarah Perkembangan Barter Uang komoditi Uang kertas Uang giral.
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
Uang dan Lembaga Keuangan
Uang, Institusi Keuangan dan Penawaran Uang
MANUSIA dan PERILAKU EKONOMI DISUSUN OLEH :
Rahmad Colection...Ok.
konsep permintaan dan penawaran uang
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
UANG Oleh : Imam Munandar.
BANK, UANG dan KEBIJAKAN MONETER
UANG DAN BANK SEJARAH DAN PENGERTIAN UANG PERMINTAAN UANG
Sistem Keuangan dan Perbankan Indonesia
Nama Anggota Kelompok:
OLEH : ADE KURNIAWAN, S.Pd
Pengantar Teori Ekonomi Makro
Uang dan Bank Pertemuan - 13.
Uang dan Lembaga Keuangan
5 Bab Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan Otoritas Jasa Keuangan.
Bab 6 & Bab 7 EKONOMI.
=> UANG => BANK => LEMBAGA KEUANGAN LAIN.
Uang dan Lembaga Keuangan
Soal Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
Ekonomi Moneter DOSEN ABDUL HAMID, SE.MM.
Uang, Institusi Keuangan dan Penawaran Uang
TEORI KUANTITAS UANG.
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
UANG & BANK.
Uang, Jenis Uang dan Teori Kuantitas
Ekonomi untuk SMA/MA kelas X
KONSEP DASAR EKONOMI MONETER
Uang, Jenis Uang dan Teori Kuantitas
SISTEM MONETER & PERBANKAN NASIONAL
SISTEM PEMBAYARAN DAN ALAT PEMBAYARAN
UANG SITI SOPIAH.
Oleh : Indah Wulandari A
Sistem pembayaran dan alat pembayaran
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
Pengantar Teori Ekonomi Makro
UANG, BANK, DAN KEBIJAKAN MONETER
UANG Sejarah Perkembangan Oleh : MAIZA FIKRI, ST, M.M
PERTEMUAN KE-11 U A N G DAN BANK
UANG.
UANG DAN PERBANKAN JULIA INDAH P.S FKIP UMS.
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
Uang, Institusi Keuangan dan Penawaran Uang
UANG.
Uang & Bank
Chapter 2 Uang dan Kebijakan Moneter
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
Uang, Bank, dan Kebijakan Moneter
BAB 10 UANG.
1 2 3.
Permintaan dan Penawaran Uang
UANG Sejarah Perkembangan uang Barter Uang Komoditi Uang Kertas
TEORI PERMINTAAN UANG KLASIK DAN KEYNES.
Pengantar Teori Ekonomi Makro
UANG,BANK & KEBIJAKAN MONETER
Perbankan.
Bab 4 Permintaan Uang Keynes
Kelompok 5 teori nilai uang
Uang, Institusi Keuangan dan Penawaran Uang
Pengantar Teori Ekonomi Makro
Uang dan Lembaga Keuangan
Pertemuan Ke-13 Uang, Bank dan Kebijakan Moneter
Uang Kelas X Semester 2. Uang Kelas X Semester 2.
BANK SITI SOPIAH.
Pengantar Teori Ekonomi Makro
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN By Luh Putu Hermawati UANG LEMBAGA KEUANGAN Sejarah Terjadinya Uang Sejarah Terjadinya Uang Pengertian dan Syarat Uang Pengertian.
HARTINA B1B  Pengertian uang dalam ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang diterima secara umum. Alat tukar ini bisa.
Transcript presentasi:

Berdasarkan sifat perdagangan yang dijalankan masyarakat, perekonomian dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut : Perekonomian barter Perekonomian Uang Uang adalah benda yang disetujui oleh masyarakat umum sebagai alat perantara tukar-menukar dalam perdagangan.

 PENGERTIAN UANG menurut para ahli : 1. A.C. PIGOU : Uang adalah alat tukar 2. ROBERTSON : Uang adalah sesuatu yang umum diterima untuk pembayaran barang-barang 3. ALBERT GAILORT HART : Uang adalah kekayaan yang oleh pemiliknya dapat digunakan untuk membayar sejumlah utang dengan segera dan tanpa menunda 4. ROLLIN G. THOMAS : Uang adalah sesuatu yang siap dan umum diterima oleh publik dalam pembayaran bagi pembelian barang-barang, jasa-jasa, dan kekayan bernilai lainnya serta untuk pembayaran utang 5. GEORGE N. HALM : Uang adalah alat untuk mempermudah pertukaran dan segera dapat mengatasi kesukaran-kesukaran dari barter

1. Acceptability Disenangi dan diterima secara umum 2. Durability Tahan lama dan tidak mudah rusak 3. Stability of value Nilainya tetap dalam jangka waktu yang lama 4. Portability Mudah disimpan dan mudah dipindahkan atau dibawa 5. Divisibility Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai 6. Uniformity Memiliki kualitas yang sama 7. Scarcity Jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan

UANG KARTAL GIRAL UANG KERTAS BANK UMUM Bank Sentral PemerintahLOGAM Pemerintah (Nominal Kecil) Bank Sentral (Nominal Besar)

Fungsi uang dalam kegiatan perekonomian dibedakan menjadi dua fungsi yaitu : 1. Fungsi Asli Uang a.uang sebagai alat tukar b.Uang sebagai satuan hitung (satuan nilai) 2. Fungsi turunan Uang a.Uang sebagai alat pembayaran utang b.Uang sebagai penimbun kekayaan c.Uang sebagai pemindah kekayaan

1. Nilai uang dilihat dari bahan pembuat uang a.Nilai intrinsik uang Nilai intrisik adalah nilai uang berdasarkan bahan pembuatnya. contoh. Pembuatan uang logam Rp. 500,- dibutuhkan logam perak 1 gram. a.Nilai Nominal Uang 2. Nilai uang dilihat dari penggunaannya a.Nilai Internal Uang Internal Value yaitu kemampuan uang untuk membeli uang atau jasa di dalam negeri b.Nilai Eksternal External Value kemampuan uang untuk ditukarkan dengan uang asing

1. Teori nilai barang a.Teori logam Teori ini dipelopori oleh Adam Smith. Teori ini menyatakan bahwa masyarakat menerima benda sebagai uang karena bahannya terbuat dari logam yang bernilai tinggi, seperti emas. b. Teori nilai batas Teori ini dipelopori olch Carl Menger. Tcori ini menyatakan bahwa masyarakat menerima benda sebagai uang karena masyarakat memerlukan barang tersebut kan mereka juga mempercayai barang tersebut sebagai uang. 2. Teori nilai nominalisme 3. Teori nilai internal

2. Teori nilai nominalisme Dalam teori ini, masyarakat menerima barang sebagai uang karena masyarakat memandang bahwa barang tersebut dapat berguna dan bersifat langka. Teori ini dikelompokkan menjadi lima teori, yaitu sebagai berikut. a.Teori Konvensi (Perjanjian) b.Teori Kenegaraan (Ketetapan dari pemerintah) c.Teori klaim (tuntutan) d.Teori kebiasaan e.Teori Realisme 3. Teori nilai internal Teori ini lebih menekankan pada kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah barang tertentu. Dalam ilmu ekonomi moneter, teori nilai uang internal lebih dikenal dengan Teori Daya Beli Uang atau Teori Permintaan Uang.

Teori internal terdiri atas : a. Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory) Teori kuantitas yang pepuler adalah teori yang dikemukakan oleh Irving Fisher, ia mengemukakan bahwa pada hakikatnya, perubahan jumlah uang yang beredar akan menimbulkan perubahan harga barang pada umumnya. a. Teori Persediaan Kas (Cash Balance Theory-Alferd Marshal) b. Teori Pendapatan (J.M Keynes)

Teori internal terdiri atas : Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory) teori kuantitas yang pepuler adalah teori yang dikemukakan oleh Irving Fisher, ia mengemukakan bahwa pada hakikatnya, perubahan jumlah uang yang beredar akan menimbulkan perubahan harga barang pada umumnya. Ket. M= Money (jumlah uang yang beredar) v = Velocity circulartionof money (kecepatan peredaran uang) P = Price(tingkat harga-harga umum) T = Volume of trade (volume perdagangan) MV = PT

Jika jumlah uang yang beredar Rp ,-. Kecepatan peredaran uang 30 kali dan jumlah barang yang diperdagangkan unit. Hitung tingkat harga umum yang terjadi menurut teori Irving Fisher… Jawab : Diketahui M : Rp ,- V : 30 kali T : unit MV = PT Jika V = x 30 = P x = P P = = , Jadi tingkat harga Rp ,-

2. Berdasarkan no. 1 di atas jika jumlah uang yang beredar 2 kali lipat, sedangkan faktor perdagangan dan kecepatan peredaran barang tetap, berapa persen kenaikan harga.. Maka : V = 30 x 2 = 60 Jika V = x 60 = P x = P P = = , Kenaikan harga sebesar = Jadi kenaikanya adalah 2 %

Teori Persediaan Kas (Cash Balance Theory) Teori ini di pelopori oleh Alfred Marshal. Dalam teori ini dinyatakan bahwa tinggi rendahnya nila uang bergantung pada jumlah uang yang disimpan. Teori ini lebih memerhatikan hubungan antara jumlah uang dengan pendapatan nasional, sehingga teori ini disebut teori persediaan kas. Berikut ini persamaan teori persediaan kas.M = K.P.Y M = k. P. Y Ket : M = Money (uang yang beredar) k = Koefisien (Konstanta) P = Price (Harga barang) Y = Income (Pendapatan)

Teori Pendapatan (J.M. Keynes) Teori ini dikemukakan oleh J.M. Keynes. Teori ini sebagai penyempurnaan teori kuantitatif. Teori pendapatan menyatakan bahwa terdapat tiga motif dalam memegang uang yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi. Persamaan untuk teori pendapatan seperti berikut ini. M.Vy = Py.Ty Keterangan: M : jumlah uang yang beredar Vy : kecepatan peredaran pendapatan uang P y : harga barang Ty : jumlah barang

1. Permintaan Uang atau Money Demand (Md) Permintaan uang adalah kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai. Keynes menyatakan bahwa hasrat atau motif seseorang memegang uang tunai (liquidity preference) karena didorong oleh tiga motif, yaitu sebagai berikut. a)Motif Bertransaksi (Transaction Motive) b)Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive) c)Motif Berspekulasi (Speculative Motive) 2. Penawaran Uang atau Money Supply (Ms) Penawaran uang adalah persediaan uang tunai dalam suatu perekonornian. Dalam hal ini, perncrintah melalui Bank Sentral memiliki wewenang untuk mencetak dan mengedarkan uang tunai.

Jumlah uang beredar dalam arti sempit (narrow money) adalah : Jumlah uang beredar yang terdiri atas uang kartal dan uang giral. Jumlah uang beredar tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar. 1.Tingkat Pendapatan Masyarakat 2.Tingkat Suku Bunga 3.Harga-Harga Barang 4.Selera Masyarakat

Uang KARTALUang GIRAL 1.Berlaku dan digunakan di seluruh lapisan masyarakat. 2.Nominal sudah tertera dan terbatas. 3.Dijamin oleh pemerintah. 4.Ada kepastian pembayaran seperti yang tertera dalam nominal uang. 1.Berlaku dan hanya digunakan di kalangan masyarakat tertentu saja. 2.Nominal harus ditulis lebih dahulu sesuai dengan kebutuhan, dan nominalnya tidak terbatas. 3.Hanya dijamin oleh bank yang mengeluarkan saja. 4.Belum ada kepastian pembayaran, termasuk dari beberapa hal termasuk lembaga yang mengeluar kannya. PERBEDAAN UANG KARTAL dan UANG GIRAL :

Definisi Bank Menurut Undang-Undang Pokok Perbankan No. 10 Tahun 1998, bank didefinisikan sebagai berikut. "Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.” Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana dan menyalurkannya kepada masyarakat yang kekurangan dana.

Fungsi Bank : Secara umum, fungsi bank dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut. a) Sebagai penerima kredit (kredit pasif) dari masyarakat, dalam bentuk : 1.Simpanan atau tabungan biasa yang pengambilannya dapat dilakukan setiap saat; 2.Deposito atau tabungan berjangka yang hanya bisa diambil dalam jangka waktu tertentu; 3.Simpanan dalam bentuk giro/rekening koran, yaitu simpanan atas nama penyimpan yang hanya bisa diambil dengan menggunakan cek atau bilyet giro. b) Sebagai pemberi kredit (kredit aktif kepada masyarakat, yaitu bank dapat memberikan kredit kepada masyarakat, baik kredit produktif maupun kredit konsumtif. Dana yang diberikan bisa berasal dari simpanan, deposito, maupun dari bank sendiri. c) Sebagai perantara lalu lintas moneter. Dalam menjalankan fungsinya sebagai perantara lalu lintas moneter, bank dapat melakukan jasa pengiriman uang serta mengatur diskonto, dan inkaso.

b. Jenis-Jenis Bank dan Produk Perbankan Jenis-jenis bank dapat dikelompokkan menurut fungsinya, kepemilikannya, bentuk hukum, dan organisasinya. Jenis Bank Menurut Peran dan Fungsinya 1.) Bank Sentral (Bank Indonesia), yaitu lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam Undang-undang tersebut. Peran dan fungsi Bank Sentral secara lebih spesifik adalah sebagai berikut. 1.Agen Fiskal Pemerintah (Fiscal Agent of Government) 2.Sebagai Bank bagi Bank (The Banker's Bank) 3.Menentukan Kebijakan Moneter (Monetary Policy Maker) 4.Melakukan Pengawasan, Evaluasi, dan Pembinaan Perbankan 5.Penanganan Transaksi Giro 6.Melakukan Riset-Riset Ekonomi (Economic Research)

2.) Bank Umum Bank umum adalah suatu lembaga keuangan yang tujuan utamanya adalah mencari keuntungan. Tugas pokok bank umum adalah menghimpun dana dari masyarakat, memberikan pinjaman kepada masyarakat, dan memberikan jasa melalui mekanisme keuangan kepada masyarakat. Usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh bank umum, diantaranya sebagai berikut : 1.Memberi pinjaman dan menerima pinjaman dari perusahaan lain atau masyarakat. 2.Menerima titipan barang-barang berharga. 3.Melakukan kegiatan dalam valuta asing. 4.Melayani jasa pengiriman (transfer) antar bank.

3.) Bank Perkreditan Rakyat Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang hanya menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan deposito usaha yang bisa dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yaitu: 1. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito; 2. memberikan pinjaman kepada masyarakat-, 3. menyediakan fasilitas pertukaran valuta asing. BPR dilarang melakukan usaha: a. menerima simpanan dalam bentuk giro; b. melakukan lalu lintas moneter, seperti transfer, kliring, atau wesel; c. melakukan pembayaran ke luar negeri; d. melakukan usaha asuransi. e. Contoh bank yang ter-masuk BPR, yaitu bank desa, lumbung desa, bank pasar, dan Badan Kredit Desa (BKD

4.) Bank Syariah Bank syariah adalah bank yang berdasarkan, antara lain kemitraan, keadilan, transparansi, dan universal, serta melakukan kegiatan usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah. Bank syariah beroperasi atas dasar konsep bagi hasil dan tidak menggunakan bunga sebagai alat untuk memperoleh pendapatan maupun membebankan bunga atas penggunaan dana atau pinjaman. Kegiatan bank syariah merupakan implementasi prinsip ekonomi Islam dengan beberapa karakteristik, yaitu: a. pelarangan riba dalam berbagai bentuknya; b. tidak mengenal konsep nilai waktu dari uang (time value of money); c. konsep uang sebagai alat tukar, bukan sebagai komoditas; d. tidak diperkenankan menggunakan dua harga untuk satu barang; e. tidak diperkenankan dua transaksi dalam satu akad.

Produk-Produk Perbankan 1) Produk yang Tergolong Kredit Pasif a.Tabungan, yaitu simpanan yang penyimpanan dan penarikannya tidak terikat dengan jangka waktu tertentu. Simpanan dalam bentuk tabungan bolch diambil oleh si pemiliknya, kapan saja jika ia memerlukannya. b.Giro, yaitu simpanan yang penarikannya bisa dilakukan kapan saja, tetapi hanya dapat diambil dengan menggunakan cek atau giro bilyet. Giro dapat dipergunakan sewaktu-waktu untuk alat pembayaran. c.Deposito Berjangka (Time Deposits), yaitu simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu, biasanya satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dan dua belas bulan. d.Sertifikat Deposito, yaitu salah satu bentuk deposito berjangka. yang Surat buktinya dapat diperjualbelikan. e.Deposits on Call, yaitu simpanan yang tetap di bank. Selama deposan tidak memerlukannya, deposito tersebut tidak dapat diambil. Jika ia akin mengambil simpanannya, terlebih dahulu ia harus memberitahukan kepada pihak bank.

2. Produk Perbankan yang Termasuk Kredit Aktif a. Kredit Rekening Koran merupakan produk pemberian kredit dari bank kepada nasabah dengan ketentuan kredit dapat diambil sesuai dengan kebutuhan. b. Kredit Akseptasi adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan cara mengeluarkan wesel dan dapat diperdagangkan oleh pemegangnya. c. Kredit Reimburse (Letter of Credit) adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah untuk membantu proses pembayaran atas barang-barang yang diimpor dari luar negeri.

Kebijakan Pemerintah di Bidang Moneter Kebijakan moneter merupakan salah satu kebijakan di bidang ekonomi yang sangat berperan untuk mengatur dan menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Melalui kebijakan moneter, Bank Sentral (Bank Indonesia) dapat menjaga kestabilan moneter dan diharapkan keadaan ekonomi pada umumnya stabil. Salah satu indikator keberhasilan kebijakan moneter dapat dilihat dari adanya peningkatan kesempatan kerja dan perbaikan neraca pembayaran.

TERIMA KASIH