Ns. Hendria Putra, M.Kep, Sp.KMB

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
H E A R T F A I L U R E. My Heart………………… Heart Failure : tjd apabila cardiac output tdk mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, walaupun.
Advertisements

ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG
Rahmatini Bagian Farmakologi Fakultas kedokteran universitas andalas
Hipertensi (Darah Tinggi)
JANTUNG.
KARDIOVASKULER Denny Adriansyah.
ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG
Kebutuhan Dasar Oksigenasi
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
Ns. Hendria Putra, M.Kep, Sp.KMB
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
SINDROM NEFROTIK IGNATIUS WARSINO.
Sirkulasi Cair Tubuh PURWO SRI REJEKI.
Respon – Adaptasi akut & kronis tubuh terhadap latihan Fisik
UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN OKSIGENASI
Sistem Kardiovaskular dan Gizi
NURSING CARE OF CARDIOGENIC SHOCK
Askep gangguan system kardiovaskuler Ns. Yani Sofiani, M. Kep., SpMB
TUGAS AA “ PENYAKIT JANTUNG KORONER ( PJK ) “
Ns. Yani Sofiani, M. Kep., SpMB
Tekanan Darah (TD,Tensi)
KELISTRIKAN JANTUNG IRMA NUR AMALIA, M.KEP.
MAHMUDDIN & MARIO LAURENZA MD
Sistem Kardiovaskular
Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GASTRITIS PADA LANSIA
MENGETAHUI PERUBAHAN ANATOMI DAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I II DAN III DALAM BIDANG SISTEM KARDIOVASKULER Aldilah alfi izlami ib
Prinsip perawatan pasien medik
PERAWATAN TERMINAL GAGAL GINJAL KRONIK
Congestive Heart Failure /CHF
Tutik Fitri Wijayanti, M.Pd.
PRINSIP LATIHAN FISIOLOGIK
Siklus Jantung Rahmatina B. Herman.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN INFARK MIOCARDIUM
Conducted by: Jusuf R. Sofjan,dr,MARS
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
PENYAKIT HIPOKALEMIA.
Asuhan Keperawatan Dengan Gagal Jantung ( CHF )
Congestive Heart Failure /CHF
ANATOMI & FISIOLOGI SISTEM CARDIOVASCULER
ASKEP EFUSI PLEURA KELOMPOK 7. ANALISA DATA NO.DATAMASALAH 1. DS : Klien mengatakan sesak DO : Klien terlihat kelelahan, RR=35x permenit, terdapat cuping.
ASKEP GLOMERULONEFRITIS
TERAPI CAIRAN PARENTERAL
DECOMPENSASIO CORDIS Oleh : Ardhiles WK.
Assalamualaikum Kelompok 7 Ika Apriani Riza Sativa
ASSALAMMU’ALAIKUM WR. WB
PELATIHAN RUTIN IV SYOK HIPOVOLEMIK & SINKOP
ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG
Askep sindrome nefrotik
SEROSIS HEPATIS Ariana. D
tailored by: assol 2017 reprocessed from Ace Sudrajat &Dian Nahdawati
Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
PERNAFASAN / RESPIRASI
Asuhan keperawatan angina pectoris
Askep klien VENTRIKEL SEPTAL DEFEK (VSD)
Dr. Yusmardiati Apa itu TEKANAN DARAH TINGGI? Meningkatnya tekanan darah dalam jangka waktu lama dengan Tekanan darah lebih dari 120/80 mmHg. Meningkatnya.
Cor pulmonale NOVITA HARDIANTY. Apa itu Cor Pulmonale? O Kor pulmonale didefenisikan sebagai suatu disfungsi dari ventrikel kanan yang dihubungkan dengan.
TRAUMA ABDOMEN.
HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
Siklus Jantung Rahmatina B. Herman.
Asuhan keperawatan gagal jantung kongestif Oleh: Nana Rohana SKM.MKep
CEREVASKULER ATTACK (CVA)
K ONSEP OKSIGENASI By: Ns.Rehmaita. DEFINISI 1. Oksigen adalah salah satu kebutuhan yang paling vital bagi tubuh. Kekurangan oksigen kurang dari 5 menit.
TEKANAN DARAH TINGGI OLEH : MAHASISWA PRAKTIK PROFESI NERS STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA TAHUN 2016.
GAGAL JANTUNG AKUT Suatu sindrom gagal jantung yang timbulnya berlangsung dengan cepat dan singkat akibat disfungsi otot jantung (disfungsi sistolik, diastolik,
KONSEP PATOFISIOLOGI “C ONGESTIVE H EART F AILURE ” Disusun oleh: Kelompok 4 M. Ichwan Rijani M. Azhar Rifa’i M. Fahreza Ridhani Nahla Hayyatu Syifa Nanda.
DEFINISI  Syok merupakan kegagalan sirkulasi tepi menyeluruh yang mengakibatkan hipotensi jaringan.  Kematian karena syok terjadi bila kejadian ini.
Apa itu TEKANAN DARAH TINGGI? Meningkatnya tekanan darah dalam jangka waktu lama dengan Tekanan darah lebih dari 120/80 mmHg. Meningkatnya tekanan darah.
Transcript presentasi:

Ns. Hendria Putra, M.Kep, Sp.KMB ASKEP GAGAL JANTUNG Ns. Hendria Putra, M.Kep, Sp.KMB

GAGAL JANTUNG Definisi Jantung tidak mampu memompa darah secukupnya Untuk memenuhi sirkulasi badan guna metabolisme tubuh

Etiologi 1. Disfungsi miokard Ketidakmampuan miokard untuk berkontraksi scr sempurna  Isi sekuncup (stroke volume)  Curah jantung (Cardiac output)  Penyebab kegagalan miokard Primer : Iskemia miokard, infark miokard, miokarditis, kardiomiopati Skunder :  Beban volume/tekanan,  kebutuhan metabolisme, gangguan pengisian

2. Beban tekanan >> (sistolik Overload)   Beban sistolik >> diluar kemampuan ventrikel    Hambatan pengosongan ventrikel  Curah ventrikel  Isi sekuncup  Keadaan yang menyebabkan hal ini Stenosis aorta Hipertensi

Terus menerus >> & melampaui ambang batas 3. Beban Volume >> (Diastolik Overload)   Beban pengisian ke dalam ventrikel (Pre Load) >> mencapai batas kapasitas ventrikel  Volume dan tekanan akhir diastolik  Terus menerus >> & melampaui ambang batas Curah jantung  Keadaan yang menyebabkan hal ini : Insufisiensi aorta Insufisiensi mitral, trikuspidalis Tranfusi >> atau hipovolemia

Kerja jantung > kuat 4.Kebutuhan >> (Demand Overload)   Beban kebutuhan   Kerja jantung > kuat Terus menerus kuat Gagal jantung Contoh : Anemia

Hambatan pengisian ventrikel   Hambatan aliran masuk  Hambatan pengisian ventrikel Penyebab  Primer : Perikarditis, tamponade jantung skunder : Disfungsi miokard

Mekanisme kompensasi jantung   1. Takikardia 2. Dilatasi 3. Hipertropi 4. Redistribusi cairan Dasar hukum Frank Starling " Pengisian ventrikrel pada akhir diastolik akan menyebabkan bertambahnya regangan otot jantung yang berakibat isi skuncup makin besar" Bila batas regangan dilampaui  isi skuncup 

GAGAL JANTUNG KIRI Definisi Gangguan pemompaan darah oleh ventrikel kiri Menyebabkan curah jantung kiri  Akibatnya tekanan & volume akhir diastolik  Etiologi   Iskemia miokard Infark miokard yg luas Kardiomiopati Miokarditis akut Stenosis aorta Insufisiensi aorta/mitral Hipertensi Gg. Irama jantung berat Kebutuhan curah jantung 

Gg. Fungsi pompa ventrikel kiri  Curah jantung kiri   Patofisiologi   Gg. Fungsi pompa ventrikel kiri  Curah jantung kiri   Bendungan pada atrium kiri Tekanan & volume diastolik atrium kiri  Bendungan vena pulmonalis  Bendungan pada paru  Bendungan pada arteri pulmonalis  Beban sistolik pada ventrikel kanan

Gejala Klinis Tanda Objektif Keluhan badan lemas Cepat lelah Berdebar-debar Sesak nafas Batuk Anoreksia Keringat dingin   Tanda Objektif Takikardia Dispnea Ronchi basah BJ III

GAGAL JANTUNG KANAN Definisi Gangguan pada daya pompa ventrikel kanan Isi sekuncup ventrikel menurun Tekanan & volume akhir diatolik ventrikel kanan 

Gangguan fungsi pompa ventrikel kanan Patofisiologi Gangguan fungsi pompa ventrikel kanan  Curah jantung ventrikel kanan   Tekanan & Volume akhir diastolik ventrikel kanan  Bendungan pada atrium kanan, tekanan & volume akhir diastolik atrium kanan   Bendungan pada vena sistematis  Hambatan pada arus balik

Gejala Klinis Edema tumit & tungkai bawah Hati membesar, lunak dan nyeri tekan Bendungan vena perifer (jugularis) Gg. GI Trac (perut kembung, anoreksia, nausea) Asites

Absorbsi air oleh ginjal Gagal jantung Aliran darah Sekresi Renin Filtrasi Glomerulus  Sekresi ADH Sekresi Aldosteron Vasokontriksi ginjal Absorbsi air oleh ginjal Reabsorbsi air Reabsorbsi Na & Air Retensi air Volume plasma  Transudasi cairan Edema

GAGAL JANTUNG KONGESTIF Bila gangguan jantung kiri dan kanan pada satu waktu terjadi bersamaan ditandai dengan adanya bendungan sistemik pada waktu bersamaan Gejala Klinis Pembesaran jantung  BJ III

Dasar Keluhan Pada   1. Forward Failure Hambatan aliran darah  Hambatan kedalam sistem arterial  Tidak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh 2. Backward Failure Hambatan pengosongan vena  Bendungan pada vena sistemik

Penanggulangan gagal jantung   1. Pengobatan dan pengendalian penyebab/ pencetus gagal jantung Operasi untuk memperbaiki kelainan anatomis Kelainan katup jantung Kelainan kongenital Mengatasi hipertensi Mengatasi gangguan metabolisme Memperbaiki sirkulasi Perfusi koroner Mengatasi infeksi jantung 2. Mengatasi sindrome gagal jantung  Kontraktilitas jantung dengan obat conotropik (+) dan digoksin untuk beban hemodinamis jantung Mengatasi retensi cairan badan

3. Preparat Digitalis a. Efek  Daya kontraksi miokard  kecepatan konduksi ransang dalam sistem hantaran jantung b. Indikasi Gagal jantung Takikardia   c. Cara Pemberian 1. Digitalisasi (Loading dose) Pemberian obat untuk mencapai kadar obat yg diperlukan dalam darah untuk memberi efek therapeutik Diberikan sampai ada tanda-tanda perbaikan klinis dg memperhatikan tanda-tanda pernafasan, nadi dan diuresis 2. Dosis Penunjang (Maintenance) Diberikan untuk mempertahankan dosis therapeutik yang telah dicapai.

4. Mengatasi retensi cairan badan yang >> bertujuan mengurangi preload Preparat diuretik (furosemid) menyebabkan tekanan pengisian sehingga mempengaruhi ansahenle untuk menghambat reabsorbsi Na dan K Efisiensi diuretik (furosemid) 40 - 80 mg/hr, bila ada gagal ginjal ditingkatkan 160 mg/hr Efek samping Hipokalemia, pemberian garam kalium Hipovolemia, pantau keseimbangan cairan   5. Memperbaiki oksigenisasi jaringan Kadar oksigen dengan konsentrasi 24-28%, kelem-baban cukup, kecepatan pemberian 2-3 l/mnt dengan nasal canul/sungkup 6. Mengatur beban kebutuhan sirkulasi darah Istirahat berbaring/mengurangi kerja fisik Atasi high output Hilangkan/atasi faktor yang memperberat kerja jantung

7.  Beban hemodinamis jantung Perbaiki pre & after load dengan obat-obat vasodilator, nitrogliserin 0,4 - 0,6 mg sub lingual atau secara IV 0,2 - 2,0 mg/KgBB   8. Pengobatan Edema paru akut Oksigen melalui nasal canul Diuretik furosemid 40 - 80 mg/IV dapat diulang 1/2 jam Asam cardiac, Aminofilin, dosis 5 mg?kgBB IV, 20 menit kemudian dg drip infus dalam dosis 0,2 - 0,5 mg/KgBB/jam Bila ada gangguan pernafasan yang berat disertai asidosis respiratorik, lakukan intubasi & nafas buatan. Bila asidosis metabolik, berikan NaHCO3 IV

Diagnosa Keperawatan Utama Diagnosa Tambahan Penurunan Curah jantung berhubungan dengan penurunan curah sekuncup Diagnosa Tambahan 1. Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan tidak adekuatnya ventilasi/perfusi skunder kongestif paru 2. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi natrium dan air 3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan curah jantung dan kerusakan pertukaran gas 4. Ketakutan berhubungan dengan diagnosis gagal jantung, tanda pernafasan pendek dan kematian 5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan ketidaktahuan tentang proses penyakit dan pengobatan

RENCANA KEPERAWATAN Curah jantung menurun Tujuan Keperawatan Klien akan menunjukan curah jantung kembali normal yang ditandai oleh HR dalam batas normal, tidak ada suara gallop, tidak ada edema, suara paru bersih, tidak ada DVJ dan TD dlm batas normal Rencana Tindakan 1. Non Surgical management (Ditujukan untuk meningkatkan CO, menurunkan kerja jantung dan mengontrol retensi natrium dan air ◘Berikan Inotropic agent ◘Sympathomemetic agent (dopamin/intropin, dobutamine/dobutrex diberikan perinfus pada gagal jantung yg sangata memerlukan ◘Diuretik dan vasodilator untuk menurunkan kerja jantung dan mengontrol kelebihan natrium dan kelebihan cairan ◘Berikan oksigen

2. Diet Rendah garammeja halus (tidak ditambahkan) menurunkan1,6 – 2,8 gr/hr, menghilangkan garam dari masakan menurunkan garam 1,2 – 1,4 gr/hari dan pembatasan tegas garam  menurunkan garam 0,2 – 1 gr/hr 3. Tindakan lain Istirahat fisik dan emosi, Posisi semi fowler atau duduk. Posisi ini menurunkan venus return Mendorong latihan batuk efektif dan nafas dalam 1-2 jam dan bantu merubah posisi setiap dua jam untuk menghindari atelectasis. Timbang BB setiap hari dan jaga keakurtan laporan intake dan output cairan 4. Mencegah komplikasi Berikan diuretik yang bekerja cepat seperti furosemid/lasix per IV diatas 1-2 mnt dimulai dgn 40 mg Berikan oksigen, morphins sulfate per IV 1-2 mg  menurunkan vensu return

Mandiri 1. Auskultasi nadi apikal, frekuensi dan irama jantung 2 Mandiri 1. Auskultasi nadi apikal, frekuensi dan irama jantung 2. Auskultasi bunyi jantung, tanda-tanda vital, haluaran urin, kelembaban kulit 3. Bedrestkan pasien 4. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman 5. Hindari aktivitas valsava manuver 6. Tinggikan daerah kaki, dan hindari tekanan pada bawah lutut Kolaborasi 1. Bantu pemberian oksigen 2. Laksanakan program pengobatan (Diuretik, Vasodilator, arteridilator, digoxin, catopril, morfin sulfat

Terima Kasih