Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STRUKTUR KALIMAT.
Advertisements

KALIMAT BAHASA INDONESIA
Penullisan kata dan penullisan unsur serapan
KALIMAT.
Kelompok 4 Anom Sulton Iskandar ( )
A. KATEGORI/KELAS KATA Nomina (Kata Benda)
JENIS KALIMAT.
KALIMAT DASAR: CIRI SUBJEK, PREDIKAT, OBJEK, PELENGKAP, KETERANGAN
SINTAKSIS Pengertian Sintaksis merupakan salah satu cabang linguistik. Istilah sintaksis diambil dari bahasa Belanda syntaxis. Dalam bahasa Inggris.
SATUAN KALIMAT DALAM KARANGAN ILMIAH
Sintaksis Dewi Puspitasari.
FRASA dan KLAUSA Maulfi Syaiful Rizal FIB UB.
Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.
PENULISAN KATA.
KALIMAT EFEKTIF.
KALIMAT EFEKTIF.
Kalimat Efektif BAHASA INDONESIA
BENTUK DAN MAKNA.
SINTAKSIS.
KATA, FRASA, KALIMAT.
BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama.
Dirman, mpd morfologi.
Pertemuan II KELAS KATA DAN FRASE
Unsur-unsur Kebahasaan
KAIDAH TEKS LAPORAN OBSERVASI
Sintaksis Syntax = sintaksis Suntassein sun : dengan atau bersama
KALIMAT Kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep dan perasaan (Moeliono, 1999:434). Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang dapat.
SINTAKSIS Latifah.
Klasifikasi Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai intonasi final (kalimat lisan), dan secara aktual ataupun.
Materi Perkuliahan Klausa Oleh Latifah, S.Pd.,M.Pd
TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA (SINTAKSIS)
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia digunakan secara resmi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kaidah penggunaan bahasa Indonesia dituangkan dalam buku.
Nama : Selamet Wijayanti
Sintaksis Dewi Puspitasari.
Oleh Nori Purwanasari, M.Hum.
Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia digunakan secara resmi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kaidah penggunaan bahasa Indonesia dituangkan dalam.
Memahami Penggunaan Kata Dalam Bahasa Lisan ataupun Tulisan
KALIMAT Pertemuan Ke-6.
KALIMAT Pertemuan Ke-5.
KALIMAT EFEKTIF.
disusun oleh Agustinus Suyoto Guru Bahasa dan Sastra Indonesia
KELAS KATA DAN FRASA Pertemuan 02
KALIMAT PROGRAM STUDI BUDIDAYAPERKEBUNAN KELAPA SAWIT
TUGAS SOFTSKILL PENJELASAN KALIMAT
KOHESI DAN KOHERENSI; PENANDA KOHESI, PENALARAN
Nomina 1. Pengertian Nomina atau kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertia. 2. Ciri-ciri Dalam kalimat.
SINTAKSIS Oleh Bambang Eko Hari Cahyono FPBS IKIP PGRI MADIUN
KELAS STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN
Penggunaan Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Karya Ilmiah
Penggunaan afiks ke-an
Kata Depan Preposisi.
SINTAKSIS (1) PERTEMUAN KE-8 Khusnul Fatonah, M.Pd. PGSD.
Oleh : Komarudin Fakultas : Pertanian
Nura Amelia Herlin Yoni
KELAS KATA Pertemuan 3 Matakuliah : O0054/Bahasa Indonesia
-- KHUSNUL FATONAH, M.PD. --
BAHASA JURNALISTIK Dr. Made Pramono, M.Hum..
SINTAKSIS Oleh Bambang Eko Hari Cahyono FPBS IKIP PGRI MADIUN
MATA KULIAH: BAHASA INDONESIA
Struktur kalimat Oleh ; laras intan sukma katma. Pelengkap (Pel.) Pelengkap merupakan unsur kalimat yang dapat bersifat wajib ada karena melengkapi makna.
Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada.
Sintaksis Bahasa Jepang
KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA
KALIMAT Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subyek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukan bagian ujaran itu sudah lengkap.
SINTAKSIS ( TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA )
Lia Gatra Hanafiani Elis Agustini. CS Oman Sahroni Lia Gatra Hanafiani Elis Agustini. CS Oman Sahroni
Kosakata Siswa Kelas Rendah Berdasarkan Aspek Jenis Kata 48%
KELOMPOK 8 TATA KALIMAT BAHASA. TATA KALIMAT / SINTAKSIS Sintaksis adalah Pengaturan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan satuan yang.
Transcript presentasi:

Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N. TATA BAHASA BAKU BAHASA INDONESIA (ADVERBIA, ADJEKTIVA, NOMINA, NUMERALIA DAN KATA TUGAS) Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.

Adverbia Adverbia atau kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain yang bukan nomina, misalnya untuk verba dan adjektiva.

Ciri Adverbia Mendampingi adjektiva Mendampingi numeralia Mendampingi preposisi Kata atau bagian kalimat yang dijelaskan adverbia umumnya berfungsi sebagai prediket Sebagian ada adverbia yang menerangkan kata atau bagian kalimat yang tidak berfungsi sebagai predikat.

Jenis Adverbia Cara Sebaiknya anak itu belajar dengan rajin. Tempat Pengungsi itu dari daerah sekitar Merapi. Waktu Perayaan itu diadakan kemarin malam

Adjektiva Adjektiva atau biasa disebut dengan kata sifat adalah kelas kata yang mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Kata sifat dapat menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan suatu kata.

Ciri-ciri Adjektiva (Kata Sifat) Dapat didahului dengan kata sangat, agak, terlalu paling, dan amat. Dapat memberikan sifat suatu benda. Dapat diulang dengan member imbuhan se- nya. Dapat diikuti oleh kata-kata sekali dan benar.

Jenis-jenis Adjektiva Kata sifat berbentuk kata dasar manis, marah, cantik Kata sifat berbentuk kata majemuk keras kepala, lemah lembut Kata sifat berbentuk kata ulang compang-camping Kata sifat berimbuhan sehati, rupawan

Tingkatan Adjektiva (Kata Sifat) Tingkatan positif, yaitu kata sifat yang berdiri sendiri dalam suatu kalimat. Tingkatan komparatif, yaitu kata sifat yang selalu didahului dengan kata lebih dalam suatu kalimat. Tingkat superlatif, yaitu kata sifat yang selalu didahului kata paling.

Fungsi Adjektiva (Kata Sifat) Menyatakan sifat (berfungsi sebagai atribut) Sebagai kata keterangan (berfungsi adverbal) Sebagai predikat (berfungsi predikatif) Sebagai kata depan (berfungsi preposisi) Sebagai kata benda (berfungsi sebagai substansif)

Nomina Kita dapat mengatakan bahwa nomina adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian.

Ciri Nomina Dalam kalimat yang predikatnya verba, nomina cenderung menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap. Nomina tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. Kata pengingkarnya ialah bukan. Nomina umumnya dapat diikuti oleh adjektiva, baik secara langsung maupun dengan diantarai oleh kata yang.

Nomina dari segi bentuknya Nomina dasar Nomina Dasar Umum Nomina Dasar Khusus Nomina turunan Nomina dapat diturunkan melalui afiksasi, perulangan atau pemajemukan. Afiksasi nomina adalah suatu proses pembentukan nomina dengan menambahkan afiks tertentu pada kata dasar.

Pronomina Jika ditinjau dari segi artinya, pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina yang lain. Jika dilihat dari fungsinya, dapat dikatakan bahwa pronomina menduduki posisi yang umumnya diduduki nomina. Ciri lainnya adalah bahwa acuannya dapat berpindah-pindah

Pronomina Persona Persona Makna Tunggal Jamak Netral Ekslusif Inklusif Pertama Saya, aku, ku-, -ku Kami Kita Kedua Engkau, kamu, Anda, dikau, kau-, -mu Kalian, kamu sekalian, Anda sekalian Ketiga Ia, dia, beliau, -nya mereka

Pronomina Penunjuk Pronomina Penunjuk Umum : ini, itu, dan anu Pronomina Penunjuk Tempat: sini, situ, dan sana Pronomina Penunjuk Ihwal: begini, begitu dan demikian

Pronomina Penanya Pronomina penanya adalah pronomina yag dipakai sebagai pemarkah pertanyaan. Contoh: Siapa Apa Mana Mengapa, Kenapa Kapan, bila(mana) Di mana, ke mana, dari mana Bagaimana Berapa

Numeralia Numeralia Pokok Numeralia Tingkat Numeralia Pecahan Frasa Numeralia

Kata Tugas Kata tugas hanya mempunyai arti gramatikal dan tidak memiliki arti leksikal Hampir semua kata tugas tidak dapat menjadi dasar untuk membentuk pembentukan kata lain. Kata tugas, merupakan kelas yang tertutup.

Preposisi Preposisi atau kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina. Preposisi Tunggal akan, di, ke, dari, bersama, bagaikan Preposisi Gabungan

Preposisi Tunggal akan, di, ke, dari, bersama, bagaikan Preposisi Gabungan Preposisi yang Berdampingan Preposisi gabungan jenis pertama ini terdiri dari dua preposisi yang letaknya beruturan. Cotoh: Daripada, kepada, Preposisi yang Berkolerasi Preposisi gabungan jenis kedua ini, terdiri dari dua unsur yang dipakai berpasangan, tetapi terpisah oleh kata atau frasa yang lain. Contoh: antara........dengan............ dari...........ke............

Peran Semantik Preposisi Penanda hubungan tempat: di, ke, dari, hingga, sampai, antara dan pada Penanda hubungan peruntukan: bagi, untuk, buat dan guna Penanda hubungan sebab: karena, sebab dan lantaran Penanda hubungan kesetaraan atau cara: dengan, sambil, beserta dan bersama Penambahan hubungan pelaku: oleh Penanda hubungan waktu: pada, hingga, sampai, sejak, semenjak, dan menjelang Penanda hubungan ihwal peristiwa: tentang dan mengenai Penanda hubungan milik: dari

Konjungtor Konjungtor Koordinatif dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal Konjungtor Korelatif baik …maupun..., tidak hanya..., tetapi juga... Konjungtor Subordinatif Konjungtor Antarkalimat biarpun demikian / biarpun begitu

Interjeksi Interjeksi kejijikan : bah, cih, cis, ih, idih Interjeksi kekesalan: brengsek, sialan, buset, keparat Interjeksi kekaguman atau kepuasan: aduhai, amboi, asyik Interjeksi kesyukuran: syukur, alhamdulillah Interjeksi harapan: insya Allah Interjeksi keheranan: aduh, aih, ai, lo, duilah, eh, oh, ah Interjeksi kekagetan: astaga, astagfirullah, masyaallah Interjeksi ajakan: mari, ayo Interjeksi panggilan: hai, he, eh, halo Interjeksi simpulan: nah

Artikula Artikula adalah kata tugas yang membatasi makna nomina. Artikula yang bersifat gelar: sang, sri, hang, dang. Artikula yang mengacu ke makna kelompok: para Artikula yang menominalkan: si, yang

Partikel Penegas Partikel –kah Partikel –lah Partikel –tah Partikel pun