PESERTA PERTEMUAN VALIDASI DATA DAN PERENCANAAN PROGRAM TB

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PROGRAM KB PASCAPERSALINAN DAN KB PASCAKEGUGURAN DI RUMAH SAKIT
Advertisements

KUESIONER RUMAH TANGGA Blok V
PROGRAM INDONESIA SEHAT MELALUI PARADIGMA SEHAT
PETA STRATEGI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
KEBIJAKAN DAN PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI
KEBIJAKAN PROGRAM LANSIA DI KABUPATEN CILACAP
PENTINGNYA HIK DAN HKP DALAM MENCAPAI SBS
Evaluasi & Renc .Program di Seksi P3WB Bidang PMK Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Seksi P3WB Bidang PMK DKK Cilacap_Tahun 2014.
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN OLE h Dr.Hj.Musdiawaty HR RoE,M.Kes Watansoppeng, 19 Maret 2014.
PUSKESMAS VISI Tercapainya Kecamatan sehat menuju
dr.Andi.Hj.Hadijah Iriani R.Sp.THT.MSi Kepala bappeda kota makassar
H. ARSON ABADI, SKM, M.Si Dinas Kesehatan Kab.OKU SELATAN
BEBAN PERMASALAHAN TB DI INDONESIA 2015 Beban TB, Indonesia, Sebelum dan Setelah Survey Prevalensi TB ,
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN
POKOK-POKOK PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA
ANALISIS KEBUTUHAN DATA DAN INFORMASI PUSKESMAS
PUSKESMAS VISI Tercapainya Kecamatan sehat menuju
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN T.A 2018
INDIKATOR NAS PENANGGULANGAN TBC
Pertemuan ke-8 Indikator kesehatan Validasi dan akurasi
SITUASI IMS (HIV – AIDS) PROVINSI JAWA TENGAH
ELIMINASI MALARIA DI BANYUMAS 2015
Materi 8 MK SIMKES S1 Kesmas
PELAYANAN PENYAKIT MENULAR (TUBERKULOSIS) di KELUARGA
ESTIMASI BEBAN TB, INDIKATOR & TARGET KINERJA
PENGUKURAN KESEHATAN Definisi indikator
HASIL KEGIATAN PEMBERANTASAN KUSTA DI KABUPATEN MALANG
Pengendalian Penyakit Menular Ketika Bencana
PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT
SELAMAT DATANG PERTEMUAN PETUGAS SP2TP BLITAR, 7 MARET 2014
KONSEP KECAMATAN BEBAS TB
Sistem kesehatan Sesi 8 Dikutip dari Sistem kes, WikuAdisasmito, PhD.
ISTC Networks Workshops Cilegon, June 12, 2008
Konsep PPM (Public Private Mix) berbasis Kab/kota
Rencana Aksi Nasional Penelitian Tuberkulosis 2016 – 2020
KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS
PENCAPAIAN MTPTRO PROV. SULSEL
SURVEILANS TB.
PROGRAM KB PASCAPERSALINAN DAN KB PASCAKEGUGURAN DI RUMAH SAKIT
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
SOSIALISASI PICK UP POINT (PUP) TB RO
Praktikum Kesehatan Masyarakat Di Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir Seksi Promosi Kesehatan Program Desa dan Kelurahan Siaga Aktif Oleh: MARETALINIA.
Indikator , Definisi Operasional dan target Indikator P2TB
KEBIJAKAN PELAKSANAAN PROGRAM PP INH PROVINSI LAMPUNG KEPALA BIDANG BINA P2P DINAS KESEHATAN PROVINSI LAMPUNG.
KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS
IMPLEMENTASI APLIKASI SPM BERBASIS WEB
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
INDIKATOR NAS PENANGGULANGAN TBC
Disampaikan dalam Rakerkesda 2018
JEJARING PELAYANAN KESEHATAN PRIMER BIDANG UPAYA PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DINAS EKSEHATAN KOTA SAMARINDA TAHUN 2017.
PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK)
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo
SINERGITAS PELAKSANAAN Program prioritas kesehatan
 Tahun 2019 AKADEMI KEPERAWATAN POLITEKNIS KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN ACEH BANDA ACEH.
PERLINDUNGAN KESEHATAN PADA PEKERJA PEREMPUAN Disampaikan pada PERINGATAN INTERNATIONAL WOMEN’S Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Kesehatan.
LOKAKARYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
KONSEP DASAR KEBIDANAN KOMUNITAS Oleh : WIDYA PANI, SKM,SST.,M.Kes.
Subdit HIV AIDS Kementrian Kesehatan
Indeks Kepuasan Masyarakat Bidang Kesehatan
Peran Pemerintah Daerah dalam Menurunkan Prevalensi Tuberkulosis
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN/KOTA
HASIL PIS-PK PUSKESMAS LUMPATAN. VISI, MISI DAN MOTTO PUSKESMAS LUMPATAN VISI : Pembangunan Kesehatan Berbasis Masyarakat Dalam Rangka Mewujudkan.
KESEHATAN ANAK di indonesia
Puskesmas Taratara merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon Kode Puskesmas P Sejarah Pembangunan Puskesmas.
Upaya akselerasi pencapaiaN SDGs. SDGs ( Sustainable Development Goals ) sebuah dokumen yang akan menjadi sebuah acuan dalam kerangka pembangunan dan.
PEMBANGUNAN BIDANG KESEHATAN PROVINSI BANTEN
SINERGI BPJS KESEHATAN DENGAN FASKES TINGKAT PERTAMA
M. DASAR HUKUM PMK no 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan PIS-PK PMK no 19 tahun 2017 tentang pedoman pendanaan PIS-PK Permendagri no 13 tahun.
Transcript presentasi:

PESERTA PERTEMUAN VALIDASI DATA DAN PERENCANAAN PROGRAM TB SELAMAT DATANG PESERTA PERTEMUAN VALIDASI DATA DAN PERENCANAAN PROGRAM TB KABUPATEN CILACAP TAHUN 2017 SENIN, 8 MEI 2017

MATERI PERTEMUAN PEMBUKAAN STRATEGI PENANGGULANGAN TB ESTIMASI BEBAN TB EVALUASI TB KAB CILACAP TATALAKSANA DAN JEJARING TB RS – DINKES VALIDASI DATA TB KESAPAKATAN PENUTUP

STRATEGI PENANGGULANGAN TB DI JAWA TENGAH Kuswantoro, SKM, M.Kes. Kasi P2PM Dinkes Kab. Cilacap Pertemuan Monev dan PerencanaanTB Cilacap, 8 Mei 2017

SISTEMATIKA PENDAHULUAN ROAD MAP & STRATEGI PENANGGULANGAN TB TANTANGAN, PELUANG & INOVASI PROGRAM TB KESIMPULAN PENUTUP

POKOK BAHASAN KE SATU PENDAHULUAN

Latar Belakang TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia Cakupan penemuan kasus TB perlu ditingkatkan agar seluruh pasien TB dapat diobati Pencapaian eliminasi TB memerlukan komitmen kuat dari segenap jajaran pemerintah & dukungan seluruh lapisan masyarakat didukung ketersediaan sumber daya, sarana dan prasarana yg cukup

Beban TB Indonesia: 2015 Indikator Tingkat Total /tahun Rate /100.000 Insidensi (termasuk kasus TB HIV) Global 10.400.000 142 Indonesia 1.020.000 395 Angka kematian (diluar kasus TB HIV) 1.400.000 19 100.000 40 Insidensi(MDR/RR-TB) 580.000 7.9 32.000 12 Case Notification Rate (CNR), semua kasus 330.729 129 Case Detection Rate (CDR), semua kasus 32% Success Rate (SR), all cases kohort 2014 84%*

ROADMAP & STRATEGI PENANGGUNGAN TB POKOK BAHASAN KE DUA ROADMAP & STRATEGI PENANGGUNGAN TB

MILESTONE ELIMINASI TB VISI: INDONESIA BEBAS TB TUJUAN: ELIMINASI TB DI INDONESIA TAHUN 2035 Peluncuran Strategi TOSS-TB : Peta jalan Eliminasi TB Penemuan Intensif, Aktif, Massif Kemitraan dan mobilisasi sosial 2016 Target dampak pada 2020: 20% penurunan insiden TB 40% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 Target dampak pada 2025: 50% penurunan insiden TB 70% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 2025 2020 Target dampak pada 2030: 80% penurunan insiden TB 90% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 Target dampak pada 2035: 90% penurunan insiden TB 95% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 2030 2035

MILESTONE ELIMINASI TB VISI: INDONESIA BEBAS TB TUJUAN: ELIMINASI TB DI INDONESIA TAHUN 2035 Peluncuran Strategi TOSS-TB : Peta jalan Eliminasi TB Penemuan Intensif, Aktif, Massif Kemitraan dan mobilisasi sosial 2016 Target dampak pada 2020: 20% penurunan insiden TB 40% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 Target dampak pada 2025: 50% penurunan insiden TB 70% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 2025 2020 Target dampak pada 2030: 80% penurunan insiden TB 90% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 Target dampak pada 2035: 90% penurunan insiden TB 95% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 2030 2035

PRINSIP DAN STRATEGI PROGRAM TB 2015 - 2020 Penguatan Kepemimpin an program dan dukungan sistem Peningkatan Akses layanan TOSS-TB bermutu dan berpihak pasien TB Pengendalian faktor risiko penularan TB Peningkatan kemitraan TB melalui forum Koordinasi TB Peningkatan kemandirian masyarakat dalam pengendalian TB Penguatan manajemen program Desentralisasi Program pada tingkat Kabupaten/kota Penguatan Kepemimpinan Program Kontribusi terhadap Penguatan sistem kesehatan Keberpihakan kepada masyarakat dan pasien TB Inklusif, proaktif, efektif, profesional dan akuntabel

INDIKATOR, BASELINE &TARGET PROGRAM TB (2015) 2016 2017 2018 2019 2020 Insidensi per 100.000 penduduk 395 389 379 364 344 319 Jumlah kasus baru (insidens) 1.009.119 1.006.237 992.441 964.533 922.059 864.702 Cakupan penemuan dan pengobatan semua kasus TB (case detection rate/CDR) 32% 33% 40% 55% 65% 70% Angka notifikasi semua kasus TB yang diobati (case notification rate/CNR) per 100.000 penduduk 129 128 152 200 224 223 Jumlah Kasus TB yang dinotifikasi dan diobati 330,729 332,058 396,976 530,493 599,338 605,291 Angka keberhasilan pengobatan pasien TB semua kasus 84% 90% Cakupan penemuan kasus TB resistan obat 16% 60% 80% Angka keberhasilan pengobatan pasien TB resistan obat 50% 75% Persentase pasien TB yang mengetahui status HIV 11% 30% Insidensi per 100.000 penduduk diharapkan dapat terus menurun sehingga jumlah kasus baru juga berkurang. CDR ditargetkan meningkat dalam 5 tahun dari 32% pada tahun 2015 menjadi 70% pada tahun 2020. CNR pada tahun 2016 sudah melebihi target 128 dengan realisasi 133 per 100.000 penduduk. Ketersedian obat cukup untuk pengobatan kasus yang ditemukan dan dilaporkan.

PENINGKATAN AKSES LAYANAN Penemuan Pasif dengan Jejaring Layanan TB (PPM) Intensif : HIV, DM, PAL, MTBS, Mandatory notification DPM IDI RS Swasta Lab Swasta Apotik Klinik IAI RSU Daerah RS Paru Puskesmas Dikes Kab/kota Labkesda Cakupan 60% BPPM Penemuan Aktif berbasis keluarga dan masyarakat, (pendekatan keluarga sehat dan gerakan masyarakat sehat) Cakupan 40% Investigasi kontak : 10 – 15 orang Penemuan di tempat khusus : asrama, lapas, rutan, pengungsi, tempat kerja, sekolah Penemuan di masyarakat : penemuan massal Kader, posyandu, pos TB desa, Chase survey

IMPLEMENTASI STRATEGI DOTS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN  Fasilitas Kesehatan Total DOTS n % Klinik Paru 26 25 96% RS Paru 9 5 55,5% Rumah Sakit - Rumah Sakit Umum 633 510 80,6% - Rumah Sakit TNI/POLRI 162 97 59,8% - Rumah Sakit Swasta 828 362 43,7% Puskesmas 100% Cek dulu

PERUBAHAN STRATEGI Penemuan Pasif  aktif, intensif, masif dan pasif Basis Diagnosis Mikroskopis  mikroskopis, kultur, tes cepat molekuler (TCM) Sistem terdesentralisasi, penguatan jejaring pemerintah- swasta-mandiri (public-private mix/ PPM) Penguatan regulasi didaerah (Perda /Perkada TB, RPJMD, dll) terkait TB Pendekatan Multisektoral (apa yg bisa diperankan sektor lain) Perbaikan Sistem dan Jejaring utk mendekatkan layanan kepada masyarakat Jejaring pemerintah- swasta-mandiri (public-private mix/ PPM) Alur diagnostik  lebih sederhana Sistem pemeriksaan dan rujukan mikroskopis Pendamping/pemantau minum obat Fokus kepada TOSS-TB sebaik, sedini dan sebanyak mungkin Pendekatan keluarga dan masyarakat

MENINGKATKAN AKSES MASYARAKAT PADA LAYANAN TB YANG BERMUTU DENGAN “TOSS TB” Perluasan layanan TB di fasyankes Pemerintah & Swasta (Public-Private Mix) Penemuan aktif kasus TB di keluarga, masyarakat, populasi berisiko tinggi & masyarakat yg belum terjangkau petugas puskesmas & kader. Penemuan intensif melalui kolaborasi (TB-HIV, TB-DM, TB-KIA, ibu hamil) &investigasi kontak 10-15 orang Mempertahankan keberhasilan pengobatan agar tetap tinggi Inovasi diagnosis dan pengobatan TB Penggunaan alat baru : TCM Penguatan Lab Mikroskopis TB & Mengembangkan Lab biakan & Uji Kepekaan Penyederhanaan sistem & alur diagnostik Penyederhanaan paket pengobatan & penerapan regimen baru

TANTANGAN, PELUANG & INOVASI PROGRAM TB POKOK BAHASAN KE TIGA TANTANGAN, PELUANG & INOVASI PROGRAM TB

TANTANGAN Manajemen Cakupan penemuan kasus TB rendah, hanya 32% yg mampu dijangkau program Pelaksanaan jejaring PPM belum optimal Tingginya turn over pengelola/petugas TB klasik Lemahnya perencanaan, distribusi dan evaluasi supply chain management Under reporting, kurangnya pemanfaatan sistem infomasi, dan mandatory notification sedang dalam tahap pelaksanaan Penggunaan TCM sebagai alat diagnosis TB Sedang berjalannya implementasi algoritma diagnosis TB yg baru

PELUANG PROGRAM TB (1) TB masuk dalam indikator SPM, RPJMN, Renstra, 12 indikator Keluarga Sehat dan Prog Prioritas pantauan KSP Pelaksanaan desentralisasi di tingkat Kabupaten/ Kota yg lebih baik Perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional Peningkatan proporsi alokasi kesehatan terhadap Produk Domestik Bruto

PELUANG PROGRAM TB (2) Penguatan kolaborasi & pendekatan yg terintegrasi antarprogram di Kemenkes Pendekatan multi sektoral yg dikoordinir BAPPENAS Pendekatan Keluarga Sehat & Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) Kemenkes utk integrasi kesehatan masyarakat nasional Peningkatan sistem laboratorium & kemampuan diagnosis dg perluasan TCM (Tes Cepat Molekular)

KOMITMEN NASIONAL MENDUKUNG PROGRAM TB (RPJMN & RENSTRA) TB menjadi Indikator dalam RPJMN TA 2015 – 2019 “Prevalensi TB menurun menjadi 245 per 100.000 penduduk pada tahun 2019” TB menjadi Indikator Renstra kementerian kesehatan TA 2015-2019 “ Cakupan Keberhasilan Pengobatan TB sebesar 90% pada tahun 2019”

KOMITMEN NASIONAL MENDUKUNG PROGRAM TB (SPM) TB menjadi sasaran pelayanan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) termuat dalam PMK No 43 Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, Permendagri No 18 Tahun 2016 dan RPP SPM “Pelayanan Kesehatan Orang dengan Tuberkulosis (TB) Mendapatkan Pelayanan Tuberkulosis Sesuai Standar”

12 indikator Keluarga Sehat : (PMK No 39 tahun 2016) Keluarga mengikuti KB Bersalin di faskes Bayi Imunisasi lengkap Bayi ASI Eksklusif 6 bln Pertumbuhan balita dipantau/bln Penderita TB paru berobat sesuai standar Penderita Hipertensi berobat teratur Gangguan jiwa berat diobati/tidak diterlantarkan Tidak ada anggota keluarga yang merokok Keluarga memakai air bersih Keluarga Memiliki jamban sehat Sekeluarga menjadi anggota JKN

Permenkes no.67 tahun 2016 Penanggulangan Tuberkulosis

INOVASI PENANGGULANGAN TB (2016) Gerakan Temukan TB Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) agar penemuan dan pengobatan TB semakin intensif, pro-aktif dan massif Penanggulangan TB dg Pendekatan Keluarga (kunjungan rumah berkala oleh petugas Puskesmas ) agar cakupan penemuan & pengobatan TB meningkat dan meluas Memotivasi Pemda Kabupaten/ Kota agar mengalokasikan dana cukup utk TB Memperluas kemitraan dlm Penanggulangan TB agar cakupan penemuan & pengobatan TB meningkat Peningkatan sistem laboratorium & kemampuan diagnosis dengan perluasan TCM 27

GERAKAN TEMUKAN TB OBATI SAMPAI SEMBUH (TOSS TB) Penemuan dini orang terduga TB melalui intensifikasi penemuan secara aktif Pengobatan pasien TB sesuai standar Promosi kesehatan melalui penyuluhan kepada keluarga & masyarakat Penggalangan kemitraan agar kegiatan dilakukan bersama & terkoordinasi dg lintas sektor & LSM Mobilisasi anggota & tokoh masyarakat Monitoring-Evaluasi secara intensif Pokok-pokok kegiatan TOSS 28 28

Peningkatan Akses Layanan “TOSS-TB” yang Bermutu Intensifikasi Penemuan Pasien TB melalui Jejaring layanan TB Penemuan pasien melalui kolaborasi layanan Penemuan kasus TB aktif berbasis keluarga dan masyarakat Peningkatan mutu layanan diagnosis TB

INTENSIFIKASI PENEMUAN PASIEN TB MELALUI JEJARING LAYANAN a. Pelibatan Dokter Praktik Mandiri (IDI) b. Pelibatan Organisasi Profesi Kesehatan dalam Program Pengendalian TB sebagai salah satu unsur jejaring PPM Dokter spesialis (PDPI, PAPDI, IDAI) Apoteker (IAI) Bidan (IBI) Perawat (PPNI) Ahli Lab (PAMKI, Patelki, organisasi analis kesehatan) c. Penemuan dan pengobatan kasus TB Sensitif dan Resisten Obat Penemuan, diagnosis dan pengobatan dini kasus TB Sensitif dan Resisten Obat di fasyankes (termasuk FKTP-FKRTL non Kemenkes dan DPM) Transportasi contoh uji yang efektif Penguatan Manajemen efek samping obat TB Menjamin keberlangsungan pengobatan pasien TB sensitif dan TB RO Pemberian dukungan untuk membantu meringankan beban finansial pasien Monitoring pelaksanaan perawatan dan pengobatan TB dan TB RO (antara lain manfaat JKN)

2. PENEMUAN PASIEN MELALUI KOLABORASI LAYANAN a. Kolaborasi dengan layanan ISPA dan Paru menggunakan Pendekatan Prakti kesehatan Paru (PPKP) b. Kolaborasi TB HIV Kolaborasi TB DM 3. PENEMUAN KASUS TB AKTIF BERBASIS KELUARGA DAN MASYARAKAT a. Investigasi kontak b. Penemuan kasus TB di tempat khusus 4. PENINGKATAN MUTU LAYANAN DIAGNOSIS a. Pengembangan Puskesmas satelit menjadi Puskemas Pemeriksan Mikroskopis b. Pengembangan dan peningkatan Laboratorium TCM c. Peningkatan mutu layanan laboratorium TB

33 33

RANGKAIAN KEGIATAN HTBS DI JAWA TENGAH THN2017 Gerakan Ketuk Pintu di Masyarakat Gerakan dilakukan di 26 Kab./Kota, kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bersama kader Aisyiah, mengetuk 33.145 pintu, di skrining TB 77.582, terduga TB 4.539 dan terkonfirmasi TB sebanyak 138 kasus. Diharapkan kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan. Gerakan Ketuk Pintu sudah masuk Rekor MURI. Belum diupdate 34 34

PERINGATAN NASIONAL HARI TB SEDUNIA 2017 DENGAN GERAKAN KETUK PINTU TARGET “MENGETUK 500.000 PINTU” REALISASI: 565.798 PINTU RUMAH EDUKASI: 1.590.529 RUMAH TANGGA TERDUGA TB: 91.049, TERKONFIRMASI TB: 4.950 diobati PELUNCURAN APLIKASI WAJIB NOTIFIKASI TB (WIFI TB) REKOR MURI: KEMENTERIAN KESEHATAN, PP AISYIYAH DAN LKNU

PERINGATAN NASIONAL HARI TB SEDUNIA 2017 DENGAN GERAKAN KETUK PINTU

PERINGATAN NASIONAL HARI TB SEDUNIA 2017 DENGAN GERAKAN KETUK PINTU Penghargaan Menteri Kesehatan pada Provinsi terbaik: DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

POKOK BAHASAN KE EMPAT KESIMPULAN

Kesimpulan Beban masalah yang besar (Jumlah kasus tinggi, cakupan rendah, resistensi, komorbid) Road map TB perlu dibuat pada setiap kab/kota Perubahan strategi yang lebih akseleratif dan ambisius Kepemimpinan dan regulasi harus diperkuat. PPM dan penemuan aktif strategi penting didalam meningkatkan akses layanan program Kemitraan dan sosial mobilisasi meningkatkan kemandirian dan keberlangsungan program

Peringatan Hari TB Sedunia 2017 merupakan gerakan global secara aktif dan masif untuk : Meningkatkan pengetahuan dan pelibatan masyarakat agar peduli untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga dari penyakit TB Meningkatkan komitmen dari pemerintah daerah untuk terlibat dalam pencegahan dan pengendalian TB Membuka akses universal dalam pelayanan TB bagi masyarakat dengan melibatkan semua penyedia layanan kesehatan dalam Pengendalian TB dengan menerapkan strategi DOTS yang berkualitas, sehingga hak Pasien dapat terjamin untuk memperoleh diagnosis dan pengobatan TB, TB MDR, TB-HIV yang standar, terpantau kepatuhan dan ketuntasan berobatnya.

POKOK BAHASAN KE EMPAT PENUTUP

MASALAH TB DAPAT MENJADI LEBIH BESAR JIKA TIDAK DILAKUKAN PENEMUAN AKTIF, MASIF & INTENSIF Sosialisasi MDR TB IDI/Dinihari/30-31Juli2010 42 42 42