PERTEMUAN 2 DERET DAN TERAPANNYA.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
Advertisements

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
DERET Cherrya Dhia Wenny, S.E..
BAB 4 DERET Kuliah ke 2.
Penerapan Barisan dan Deret
D e r e t MATEMATIKA EKONOMI.
D e r e t MATEMATIKA EKONOMI.
D e r e t MATEMATIKA EKONOMI
MATEMATIKA EKONOMI Bagian 1 - Deret
PENERAPAN DERET DALAM BIDANG EKONOMI
Logaritma & Deret (point 1)
Materi Matematika Bisnis
Penerapan Barisan dan Deret
MATA KULIAH: PENGANTAR BISNIS BAB VIII. Konsep Nilai Waktu Dari Uang
DWI TRISTIANTO
8. BARISAN DAN DERET.
BAB 4 DERET Deret adalah rangkaian bilangan yang tersusun secara teratur dan memenuhi kaidah - kaidah tertentu. Bilangan - bilangan yang merupakan unsur.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN/AKUNTANSI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
Matematika Keuangan Pertemuan 14
MATEMATIKA EKONOMI Bagian 1 - Deret DOSEN FEBRIYANTO, SE., MM.
(Bunga dihitung berdasarkan modal awal)
BAB 4 DERET Deret adalah rangkaian bilangan yang tersusun secara teratur dan memenuhi kaidah - kaidah tertentu. Bilangan - bilangan yang merupakan unsur.
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2013
BARISAN DAN DERET.
FAKTOR BUNGA DALAM PEMBELANJAAN
BUNGA TUNGGAL DAN BUNGA MAJEMUK
SRI SULASMIYATI, S.SOS., MAP
DERET Bab 4 Dumairy.
MATEMATIKA BARISAN DAN DERET Dra. Endang M. Kurnianti, M.Ed.
POLA, BARISAN DAN DERET BILANGAN serta bunga
DERET Bab 4 Dumairy.
NILAI UANG Julian Robecca, MT..
D e r e t MATEMATIKA EKONOMI.
BARISAN & DERET.
BARISAN DAN DERET ARITMETIKA
BARISAN & DERET.
MATEMATIKA EKONOMI Pertemuan 3: Deret dan Penerapannya
ANUITAS.
BARISAN DAN DERET GEOMETRI
POLA DAN BARISAN BILANGAN
Analisis Investasi Interest Rate Model.
03 SESI 3 MATEMATIKA BISNIS Viciwati STl MSi.
POKOK BAHASAN 1 BARISAN DAN DERET
BARISAN BILANGAN a = U1 = suku ke-1 Un = suku ke-n +2 b = beda
Barisan dan Deret Miftahul Sakinah.
BARISAN DAN DERET DAN PENERAPANNYA.
PENDAHULUAN.
MATEMATIKA DERET HITUNG DAN DERET UKUR.
DERET ialah rangkaian bilangan yang tersusun secara teratur dan memenuhi kaidah-kadiah tertentu. Bilangan-bilangan yang merupakan unsur dan pembentuk sebuah.
D e r e t MATEMATIKA EKONOMI.
DERET & PENERAPANNYA Jaka Wijaya Kusuma M.Pd Matematika Ekonomi.
Baris & Deret : Penerapan Ekonomi
MATEMATIKA EKONOMI Pertemuan 3: Deret dan Penerapannya
Baris dan deret Matematika ekonomi.
MATEMATIKA EKONOMI Pertemuan 3: Deret dan Penerapannya
BARISAN DAN DERET OLEH: SUPANDI T. ANGIO.
KONSEP NILAI WAKTU UANG
PENERAPAN KONSEP BARISAN DAN DERET
Rakhma Diana Bastomi, SEI, MM
By Dewi Setianingsih ( )
BAB 2 KONSEP EKUIVALENSIA.
DERET.
blog : soesilongeblog.wordpress.com
D E R E T.
BARISAN & DERET Matematika Diskrit.
DERET MIFTAHUL SAKINAH.
Penggunaan fungsi eksponensial dan logaritma dalam ekonomi dan bisnis
BUNGA A. PENGERTIAN Bunga (Interest) adalah tambahan uang sebagai jasa atas sejumlah modal yang ditanam atau kelebihan pembayaran dari yang seharusnya.
Pertemuan Pertama Kompetensi Dasar : 3.7. Menganalisis pertumbuhan, peluruhan, bunga dan anuitas 4.7. Menyelesaiakan masalah kontekstual yang berkaitan.
Garis Waktu Mohammad Habibi, SE., M.Si. Pertemuan ke-4 STAI An Najah Indonesia Mandiri SIDOARJO 2019.
Transcript presentasi:

PERTEMUAN 2 DERET DAN TERAPANNYA

PENGERTIAN Deret adalah rangkaian bilangan yang tersusun secara teratur dan memenuhi kaidah-kaidah tertentu. Bilangan-bilangan yang merupakan unsur dan pembentuk sebuah deret dinamakan suku.

JENIS DERET Dilihat dari segi pola perubahan bilangan pada suku-sukunya, deret bisa dibedakan menjadi : Deret hitung Deret ukur.

Deret Hitung Deret hitung adalah deret yang erubahan suku- sukunya berdasarkan penjumlahan terhadap sebuah bilangan tertentu. Rumus suku ke-n : Un = a + (n – 1) b Jumlah n suku : Sn = n/2 (a + Un) = n/2 [2a + (n-1)b]

Deret Ukur Deret ukur adalah deret yang perubahan suku- sukunya berdasarkan perkalian terhadap sebuah bilangan tertentu. Rumus suku ke-n deret ukur : Un = arn-1

PENERAPAN DERET MODEL PERKEMBANGAN USAHA Jika perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha, misalnya produksi, biaya, pendapatan, penggunaan tenaga kerja, atau penanaman modal, berpola seperti deret hitung, maka prinsip-prinsip deret hitung dapat digunakan untuk menganalisis perkembangan variabel tersebut.

PENERAPAN DERET 2. MODEL BUNGA MAJEMUK Model bunga majemuk merupakan penerapan deret ukur dalam kasusu simpan-pinjam dan kasusu investasi. Dengan model ini dapat dihitung, misalnya, besarnya pengembalian kredit di masa datang berdasarkan tingkat bunganya. Atau sebaliknya, untuk mengukur nilai sekarang dari suatu jumlah hasil investasi yang akan diterima di masa datang.

RUMUS BUNGA MAJEMUK Jika misalnya modal pokok sebesar P dibungakan secara majemuk dengan suku bungan per tahun setingkat i, maka jumlah akumulatif modal tersebut di masa datang setelah n tahun (Fn) dapat dihitung sebagai berikut : Fn = P(1 + i )n Dengan P : jumlah sekarang i : tingkat bunga per tahun n : jumlah tahun Rumus di atas mengandung anggapan tersirat bahwa bunga diperhitungkan dibayarkan satu kali dalam setahun. Apabila bunga diperhitungkan dibayarkan lebih dari satu kali (misalnya m kali, masing- masing i/m per term) dalam setahun, maka di masa datang menjadi : Fn = P( 1 + i/m)mn m : frekuensi pembayaran bunga dalam setahun

PENERAPAN DERET 3. MODEL PERTUMBUHAN PENDUDUK Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal penaksiran jumlah penduduk. Sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus, penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur. Secara matematik, hal ini dapat dirumuskan sebagai : Pt = P1.Rt-1 (dimana R = 1 + r) P1 : jumlah pada tahun pertama (basis) Pt : jumlah pada tahun ke-t r : persentase pertumbuhan per tahun t : indeks waktu (tahun)