SELAMAT DATANG SEMINAR SKRIPSI RELIAMAN SARAGIH 050303033/TNH RUANG SEMINAR, 11 JULI 2009.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
METODE PENDUGAAN CADANGAN KARBON BAWAH PERMUKAAN
Advertisements

PELAKSANAAN SURVEI TANAH
OPTIMALISASI PERTUMBUHAN Tectona grandis
PEDOSFER KELAS X SEMESTER I.
SURVEI TANAH Dosen : Y. Morsa Said.
TANAH – TANAH UTAMA DI INDONESIA
SIFAT-SIFAT FISIK DAN MORFOLOGI TANAH
KLASSIFIKASI TANAH, SURVAI TANAH, DAN PEMETAAN TANAH
KEMAMPUAN LAHAN Kemampuan lahan merupakan karakteristik lahan dalam kaitannya dengan kemampuannya untuk menumbuhkan tanaman.
TANAH / PEDOSFER OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd.
KLASIFIKASI TANAH (Sistem U S D A) Materi Kuliah DASAR ILMU TANAH
Laporan akhir praktikum dasar ilmu tanah
SURVEI TANAH (Pertemuan ke 13)
PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN
Evaluasi lahan Komponen evaluasi lahan Evaluasi lahan Lahan
2. STADIA PERKEMBANGAN PERTANIAN DAN PENGGUNAAN TANAHNYA
Interpretasi DATA Survei Tanah
Pertemuan <<#>> <<Judul>>
ILMU TANAH KLAS AGT.2 Pengampu Matakuliah/Klas: Purwanto Hadisudarmo
HANDOUT 1 GEOGRAFI TANAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA.
Mengevaluasi Status Kesuburan Tanah
DASAR ILMU TANAH UNTUK AGROEKOTEK Ir. Ajidirman,MP DASAR ILMU TANAH UNTUK AGROEKOTEK Ir. Ajidirman,MP PENDAHULUAN Tanah secara umum dipahami sebagai bagian.
Warna Tanah.
EVALUASI LAHAN PENGERTIAN DAN RISALAHNYA
EVALUASI LAHAN KESESUAIAN LAHAN
Survey Tanah & Klasifikasi Tanah
Dr. Ir. Mohammad Mahmudi, MS
C. Varietas Ubi kayu Tahun I : Kriteria Umum
SIFAT FISIK TANAH Modul ini mencakup bahasan tentang sifat fisik tanah yaitu: 1.tekstur, 2. bulk density, 3. porositas, 4. struktur 5. agregat 6. warna.
MK. AGROSTOLOGI (Staf pengajar Nyimas Popi Indriani)
EVALUASI LAHAN KEMAMPUAN KESUBURAN TANAH (FCC)
KARAKTER BIOFISIK DAS Oleh Andang Suryana.
Warna Tanah.
PODSOLIK MERAH KUNING (Red - Yellow Podzolic)
Ir. Bintang .S, MP (Anggota)
LAPORAN AKHIR PENELITIAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
Oleh : Ribka Vania R. Kuhon Ilmu Tanah
Pekerjaan Yang Telah Dilakukan
TANAH MERUPAKAN LAHAN BUDIDAYA
EVALUASI KESTAN MELALUI DATA ANALISIS KIMIA TANAH
SIFAT KIMIA TANAH Muhammad Rozadi
SIFAT FISIKA TANAH Muhammad Rozadi
Hubungan antara Pati Ubi Kayu dengan Ketersediaan Hara
DICKY ALAMSYAH PULUNGAN / ILMU TANAH Oleh:
Pengujian Karakteristik Lahan Hasil Pengamatan di Lapang
pH-H2O 38% 276% 822% 64% C-org (%) 131% 511% 158% 480% Ntotal 123%
METODE PENELITIAN Waktu penelitian dari bulan Juli 2010 sampai bulan November Lokasi penelitian adalah lahan kering terdegradasi di Kabupaten Bogor.
PEDOSFER.
TANAH DAN LINGKUNGAN TANAMAN
STUDI LAPANGAN PALEONTOLOGI MIKRO OLEH : FAUZUL YUSRI
Dasar-dasar Ilmu Tanah (PTN 101)
Pertemuan <<#>> <<Judul>>
FAKTOR LINGKUNGAN YG UTAMA BAGI TUMBUHAN
Pengantar Klasifikasi Tanah
“KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KACANG TANAH (Arachis Hypogeae L.)”
BAB II. FAKTOR PEMBENTUK TANAH
Kuliah Mandiri Pemetaan Geologi di Desa Tambaksari dan Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanijng Wetan dan sekitarnya pada Kabupaten Malang,Provinsi Jawa.
Dr. Ir. Kasifah, M.P., Unismuh Makassar
BAB IV. SIFAT KIMIA TANAH
Profil tanah ? III. Sifat Fisik Tanah
JURUSAN TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
TANAH DAN RUANG LINGKUP HIDUP MANUSIA
Evaluasi lahan Komponen evaluasi lahan Evaluasi lahan Lahan
No Klasifikasi Keterangan Jumlah (%) Sungai Ambangah Pasak Piang 1
Kadar N total y = 105,1x + 4,393 P tersedia y = 11,77ln(x) + 4,213 K dapat tukar y = 9,593ln(x) + 33,18 Kriteria Kelas Kesesuaian Lahan Berdasarkan Ketersediaan.
HASIL PENELITIAN Analisis parameter tanah dan agroklimat
Pengukuran dan Perhitungan Topografi
SIFAT FISIKA TANAH Tekstur Tanah StrukturTanah. TEKSTUR TANAH  Definisi:tekstur tanah ialah perbandingan relatif (%) pasir, debu, dan liat  Partikel.
SURVEI DAN INVESITIGASI PERENCANAAN BANGUNAN SABO
PENDEKATAN SURVEI TANAH PARAMETRIK DAN PEDAGOGIK
Transcript presentasi:

SELAMAT DATANG SEMINAR SKRIPSI RELIAMAN SARAGIH 050303033/TNH RUANG SEMINAR, 11 JULI 2009

Moderator: Ir. Purba Marpaung, SU SURVEY DAN PEMETAAN TANAH DETAIL DI KEBUN SUKALUWEI PT. NV PERIMEX KECAMATAN BANGUN PURBA KABUPATEN DELI SERDANG SKRIPSI OLEH RELIAMAN SARAGIH 050303033/TNH Komisi Pembimbing Ir. Supriadi, MS (Ketua) Ir. Fauzi, MP (Anggota) Moderator: Ir. Purba Marpaung, SU

PENDAHULUAN Latar Belakang Kebun Sukaluwei PT. NV PERIMEX Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Tidak tersedia Peta Jenis –Jenis tanah Manajemen Pengolahan Tanah & Pemupukan tidak Efektif Produksi Rata-Rata TBS untuk Afd Sukaluwei 19,89 ton/Ha/Thn Produksi kurang optimum

Tujuan Penelitian Untuk melihat penyebaran jenis-jenis tanah menurut Soil Taxonomy 2006 di Kebun Sukaluwei PT. NV PERIMEX Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang. Manfaat Penelitian Dasar manajemen pengolahan tanah yang dilakukan agar memperoleh produksi yang optimal di Kebun Sukaluwei PT. NV PERIMEX Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang. Dasar manajemen pemupukan di Kebun Sukaluwei PT. NV PERIMEX Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang.

BAHAN DAN METODA Afd. Sukaluwei Kebun Sukaluwei PT. NV PERIMEX Kec. Bangun Purba Kab. Deli Serdang Lab. Riset dan Teknologi FP USU, Medan. Lab. Sistem Informasi Geografi FP USU, Medan Pada Bulan Desember 2008- Juni 2009 Lokasi dan Waktu Studi Bahan Peta lokasi penelitian, peta topografi, peta rupa bumi, foto udara, kartu pemboran, kartu profil, tanah sebagai sampel, dan bahan-bahan kimia untuk analisis tanah. Alat Bor tanah, GPS, Munsell Colour Chart , cangkul, skop, kantong plastik, karet gelang, kamera, buku pengamatan di lapangan dan Keys Soil Taxonomy serta alat-alat yang mendukung penelitian Bahan & Alat

Pelaksanaan Penelitian Metode Penelitian Metode Survey Grid Bebas dengan tingkat survey detail (kerapatan pengamatan 1 sampel tiap 1 Ha) untuk mengklasifikasi jenis tanah menurut Soil Taxonomy 2006 hingga tingkat Sub Group. Dari kegiatan survey dan peta tanah detail ini menghasilkan peta yang mempunyai Skala 1 : 20.000. Pelaksanaan Penelitian Konsultasi dengan komisi pembimbing, pengadaan peralatan, studi literatur, dan penyusunan usulan penelitian Persiapan

Pelaksanaan Pemboran (boring) Catat titik koordinat Deliniasi peta satuan tanah Pengambilan sampel tanah Pendeskripsian profil Tentukan lokasi profil Analisis sampel tanah Pembuatan laporan

Analisis Tanah Pengamatan Tanah dengan Pemboran (Boring) Warna tanah menggunakan Munsell Colour Chart. Tekstur tanah menggunakan metode by feeling. Struktur Tanah menggunakan metode by feeling. Kedalaman tanah menggunakan bor tanah. Pengamatan Tanah Pengamatan Profil Tekstur Tanah menggunakan metode Hydrometer. Warna Tanah menggunakan Munsell Colour Chart. Konsistensi Tanah menggunakan metode by feeling. Derajat Kemasaman (pH-H20) Tanah menggunakan pH-meter.

C-organik Tanah menggunakan metode Walkley and Black. N-total menggunakan metode Kjeldhal. Kapasitas Tukar Kation Tanah menggunakan metode NH4OAC pH 7. Nilai dari KTK liat dan KTK efektif dihitung dengan rumus berikut (Van Reeuwijk, 1986): KTK Liat (Uncorrected) = KTK Tanah x 100% % Liat Total   KTK Liat (Corrected) = KTK Liat (Uncorrected) – 3,5% C KTK efektif (KTKe) = ∑Basa-dd + Al-dd Kejenuhan Basa Tanah menggunakan metode NH4OAC pH 7. Aluminium dapat dipertukarkan menggunakan metode NH4OAC pH 7.

Sistem Klasifikasi Klasifikasi tanah didasarkan pada Soil Taxonomy 2006, sebagai berikut: Penetapan simbol horizon Utama dan Sub horizon. Penetapan horizon atas penciri (epipedon), horizon bawah penciri, sifat-sifat lannya. Penetapan Ordo Tanah Penetapan Sub Ordo Tanah Penetapan Great Group Tanah Penetapan Sub Group Tanah

HASIL DAN PEMBAHASAN Lingkungan Iklim Dari data klimatologi di daerah penelitian diperoleh Rata-rata Bulan Kering (BK) = 3,8 dan Rata-rata Bulan Basah (BB) = 5,6 sehingga Menurut Scmindt dan Fergusson (1951) termasuk tipe iklim C yakni iklim agak basah. Topografi Daerah penelitan memiliki bentuk wilayah yang bervariasi dari datar, landai, berombak, bergelombang dan berbukit. Geologi dan Bahan Induk Areal perkebunan Sukaluwei menurut Peta Geologi Lembar Medan, Sumatera skala 1:250.000 memiliki bahan induk Tufa Toba dan Aluvium Vegetasi Daerah penelitian merupakan daerah perkebunan yang didominasi tanaman Kelapa Sawit

Tanah Morfologi Tabel 4.2. Sifat dan Ciri Morfologi Tanah Pedon Lapisan Horizon Kedalaman (cm) Morfologi Warna Tekstur Struktur Kosistensi P1 A1 Ap1 0 - 19/20 2,5 YR 3/2 Lp Remah Gembur A2 Ap2 19/20 - 37/35 Llip A3 Bw1 37/35 – 62/61 2,5 YR 3/3 Granular A4 Bw2 62/61 – 84/85 A5 Bw3 84/85 – 120/123 2,5 YR 3/4 Lip Gumpal Teguh A6 C 120/123 - 165 2,5 YR 5/8 Gumpal bersudut P2 B1 Ap 0 – 20/17 B2 Bt1 20/17 – 37/34 B3 Bt2 37/34 – 41/43 2,5 YR 4/8 B4 Bt3 41/43 – 65/61 B5 65/61 - 145 P3 C1 0 – 24/20 2,5 YR 4/1 C2 24/20 – 47/45 2,5 YR 7/4 C3 47/45 - 90 2,5 YR 5/2 P4 D1 0 – 56/55 2,5 YR 4/3 D2 Cg 56/55 - 90 2,5 YR 5/3 Pl Tdk lekat

Analisis Laboratorium ket: - (tidak dianalisis) Pedon Lapisan Fraksi (%) C-Org (%) N-Total (%) C/N pH H2O (1:1) Pasir Debu Liat P1 A1 71.56 10.0 18.44 0.66 0.10 6.66 4.05 A2 70.56 7.0 22.44 0.24 0.09 2.66 4.09 A3 65.56 6.0 28.44 0.07 0.05 1.40 4.12 A4 62.56 5.0 32.44 0.04 0.049 0.81 4.17 A5 58.56 4.0 37.44  - 4.42 A6 54.56 3.0 42.44 4.45 P2 B1 11.0 26.44 1.08 10.80 3.95 B2 51.56 8.0 40.44 0.41 0.091 4.50 4.30 B3 47.56 45.44 0.14 0.051 2.74 4.44 B4 44.56 48.44 0.18  4.27 B5 42.56 50.44 0.21  4.43 P3 C1 13.0 24.44 0.22  0.089  4.15 4.32 C2 80.56 12.44 4.46 C3 73.56 14.0 4.58 P4 D1 61.56 23.0 15.44 2.21 4.75 D2 75.56 15.0 9.44

Klasifikasi Tanah Dari hasil deskripsi lapangan, data laboratorium dan data iklim daerah penelitian, tanah daerah penelitian diklasifikasikan menurut Soil Taxonomy (USDA, 2006) hingga kategori sub group. Pedon 1 Epipedon Pedon 1 pada horizon Ap1 (0 - 19/20) merupakan tanah mineral yang memiliki value 3, chroma 2, struktur remah, kejenuhan basa (KB) 8,47, dan C-organik 0,66. Sehingga dari data tersebut, Pedon 1 pada horizon Ap1 (0 - 19/20) memenuhi syarat untuk Epipedon okrik. Horizon Bawah Penciri Pedon 1 pada horizon Bw1 (37/35 – 62/61) merupakan tanah mineral yang memiliki kandungan liat pada horizon Ap1 (0 - 19/20) sekitar 18,44 % dan pada horizon Bw1 (37/35 – 62/61) sekitar 28,44 %. Sehingga dari data tersebut, Pedon 1 pada horizon Bw1 (37/35 – 62/61) memenuhi syarat untuk Horizon Argilik. Sifat – Sifat Lain Pedon 1 memiliki suhu rata – rata tanah 26,79; sehingga Pedon 1 memenuhi syarat untuk rejim temperatur tanah Isohyperhermic. Dan juga pada Pedon 1 tidak pernah mengalami kekeringan selama 90 hari, sehingga Pedon 1 memenuhi syarat untuk rejim kelembaban tanah Udic.

Kategori Ordo Pedon 1 memiliki horizon argilik, sehingga Pedon 1 memenuhi syarat untuk Ordo Ultisols. Kategori Sub Ordo Pedon 1 terdapat pada rejim kelembaban tanah Udic, sehingga Pedon 1 masuk kedalam Sub Ordo Udults. Kategori Great Group   Pedon 1 memenuhi syarat untuk Great Group Hapludults karena tidak memenuhi syarat untuk kategori great group lainnya.  Kategori Sub Group Pedon 1 memiliki value 3 dan horizon Ap dengan kedalaman 20 cm, sehingga Pedon 1 memenuhi syarat untuk Sub Group Humic Hapludults.

Pedon 2  Epipedon Pedon 2 pada Horizon Ap (0 – 20/17) merupakan tanah mineral yang memiliki value 3, chroma 2, struktur remah, kejenuhan basa (KB) 6,53, dan C-organik 1,08. Sehingga dari data tersebut, Pedon 2 pada Horizon Ap (0 – 20/17) memenuhi syarat untuk Epipedon okrik. Horizon Bawah Penciri Pedon 2 pada horizon Bt1 (20/17 – 37/34) merupakan tanah mineral yang memiliki kandungan liat pada horizon Ap (0 - 20/17) sekitar 26,44 % dan pada horizon Bt1 (20/17 – 37/34) sekitar 40,44 %. Sehingga dari data tersebut, Pedon 2 pada horizon Bt1 (20/17 – 37/34) memenuhi syarat untuk Horizon Argilik. Sifat – Sifat Lain Pedon 2 memiliki suhu rata – rata tanah 26,79; sehingga Pedon 2 memenuhi syarat untuk rejim temperatur tanah Isohyperhermic. Dan juga pada Pedon 2 tidak pernah mengalami kekeringan selama 90 hari, sehingga Pedon 2 memenuhi syarat untuk rejim kelembaban tanah Udic.

Kategori Ordo Pedon 2 memiliki horizon argilik, sehingga Pedon 2 memenuhi syarat untuk Ordo Ultisols. Kategori Sub Ordo Pedon 2 terdapat pada rejim kelembaban tanah Udic, sehingga Pedon 2 masuk kedalam Sub Ordo Udults. Kategori Great Group Pedon 2 memenuhi syarat untuk Great Group Hapludults karena tidak memenuhi syarat untuk kategori great group lainnya. Kategori Sub Group Pedon 2 memiliki value 3 dan horizon Ap dengan kedalaman 20 cm, sehingga Pedon 2 memenuhi syarat untuk Sub Group Humic Hapludults.

Pedon 3 Epipedon Pedon 3 pada Horizon Ap1 (0 – 24/20) merupakan tanah mineral yang memiliki value 4, chroma 1, struktur granular, dan C-organik 0,22. Sehingga dari data tersebut, Pedon 3 pada Horizon Ap1 (0 – 24/20) memenuhi syarat untuk Epipedon okrik. Horizon Bawah Penciri Pedon 3 tidak memiliki horizon bawah penciri.  Sifat – Sifat Lain  Pedon 3 memiliki suhu rata – rata tanah 26,79; sehingga Pedon 3 memenuhi syarat untuk rejim temperatur tanah Isohyperhermic. Dan juga pada Pedon 3 tidak pernah mengalami kekeringan selama 90 hari, sehingga Pedon 3 memenuhi syarat untuk rejim kelembaban tanah Udic.

Kategori Ordo Pedon 3 tidak memiliki horizon bawah penciri dan memiliki susunan horizon yang sedikit, sehingga Pedon 3 termasuk kedalam Ordo Entisols. Kategori Sub Ordo Pedon 3 memiliki tekstur lempung berpasir lebih dari 35 % (berdasarkan volume), sehingga Pedon 3 termasuk kedalam Sub Ordo Psamments . Kategori Great Group Pedon 3 memenuhi syarat untuk Great Group Udipsamments karena tidak memenuhi syarat untuk kategori great group lainnya. Kategori Sub Group Pedon 3 memenuhi syarat Sub Group Typic Udipsamments karena tidak memenuhi syarat untuk kategori sub group lainnya.

Pedon 4 Epipedon Pedon 4 pada Horizon Ap (0 – 56/55) merupakan tanah mineral yang memiliki value 4, chroma 3, struktur gumpal bersudut, kejenuhan basa (KB) 7,64; dan C-organik 0,66, sehingga dari data tersebut, Pedon 4 pada Horizon Ap (0 – 56/55) memenuhi syarat untuk Epipedon okrik. Horizon Bawah Penciri Pedon 4 tidak memiliki horizon bawah penciri. Sifat – Sifat Lain Pedon 4 memiliki suhu rata – rata tanah 26,79; sehingga Pedon 4 memenuhi syarat untuk rejim temperatur tanah Isohyperhermic. Dan juga pada Pedon 4 tidak pernah mengalami kekeringan selama 90 hari, sehingga Pedon 4 memenuhi syarat untuk rejim kelembaban tanah Udic.. Pada Pedon 4 juga memiliki sifat lain seperti kondisi aqua (Episaturation) dan Plinthte. Ini disebabkan pada Pedon 4 (56/55 – 90) terdapatnya karatan dan kedalaman air tanah 90 cm.

Kategori Ordo Pedon 4 tidak memiliki horizon bawah penciri dan memiliki susunan horizon yang sedikit, sehingga Pedon 4 termasuk kedalam Ordo Entisols. Kategori Sub Ordo Pedon 4 memiliki Value 4, chroma 3, tekstur lempung berpasir, dan air tanah pada kedalaman 90 cm. Sehingga dari data tersebut, Pedon 4 termasuk kedalam Sub Ordo Aquents. Kategori Great Group Pedon 4 memiliki sifat Episaturasi, sehingga Pedon 4 termasuk kedalam Great Group Epiaquents. Kategori Sub Group Pedon 4 memenuhi syarat Sub Group Typic Epiaquents karena tidak memenuhi syarat untuk kategori sub group lainnya.

Tabel 4. 9. Klasifikasi Tanah dari Keempat Pedon menurut Soil Tabel 4.9. Klasifikasi Tanah dari Keempat Pedon menurut Soil Taxonomy (USDA, 2006). Pedon Ordo Sub Ordo Great Group Sub Group 1 Ultisol Udult Hapludults Humic Hapludults 2 3 Entisol Psamments Udipsamments Typic Udipsamments 4 Aquents Epiaquents Typic Epiaquents

Satuan Peta Tanah Tabel 4.10. Satuan Peta Tanah dan Karakteristik Lahan Satuan Peta Tanah Jenis Tanah Bahan Induk B. Wilayah Luas Ha % 1 Humic Hapludults Tufa Toba Sangat curam Lereng > 100% 263,47 52,00 % 2 Datar Lereng : 1% 182,62 36,04 % 3 Typic Udipsamments 15,06 2,97 % 4 Typic Epiaquents Aluvium 45,54 8,99 %

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari survey tanah dan analisis laboratorium yang dilakukan, diperoleh 3 sub group tanah berdasarkan Soil Taxonomy (USDA, 2006), yaitu: Humic Hapludults, Typic Udipsamments dan Typic Epiaquents. Dari survey tanah yang dilakukan, diperoleh 4 satuan peta tanah didaerah survey, yaitu: SPT 1: Humic Hapludults dengan berbahan induk Tufa Toba, bentuk wilayah sangat curam (Lereng > 100%) dan luas 263,47 Ha (52%). SPT 2: Humic Hapludults dengan berbahan induk Tufa Toba, bentuk wilayah datar (Lereng: 1%) dan luas 182,62 Ha (36,04%). SPT 3: Typic Udipsamments dengan berbahan induk Tufa Toba, bentuk wilayah datar (Lereng: 1%) dan luas 15,06 Ha (2,97 %). SPT 4: Typic Epiaquents dengan berbahan induk Aluvium, bentuk wilayah datar (Lereng: 1%) dan luas 45,54 Ha (8,99 %).

Saran Melalui pendekatan parametrik dan fisiografik yang dilaksanakan, setidaknya data yang diperoleh digunakan sebaik- baiknya untuk dapat meningkatkan produksi.

Grid Pengambilan Sampel dari Studi

Sekian & Terima Kasih Atas Partisipasinya Penutup Sekian & Terima Kasih Atas Partisipasinya