Sistem Bilangan Tri Brotoharsono.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Peserta mengerti tahap-tahap pada ADC
Advertisements

KIMIA UNSUR-UNSUR TRANSISI
PERTEMUAN 3 Algoritma & Pemrograman
Penyelidikan Operasi 1. Konsep Optimisasi.
KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
Penyusunan Data Baseline dan Perhitungan Capaian Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DIREKTORAT.
BALTHAZAR KREUTA, SE, M.SI
PENGEMBANGAN KARIR DOSEN Disarikan dari berbagai sumber oleh:
Identitas, persamaan dan pertidaksamaan trigonometri
ANGGOTA KELOMPOK WISNU WIDHU ( ) WILDAN ANUGERAH ( )
METODE PENDUGAAN ALTERNATIF
Dosen Pengampu: Muhammad Zidny Naf’an, M.Kom
GERAK SUGIYO, SPd.M.Kom.
Uji Hipotesis Luthfina Ariyani.
SOSIALISASI PEKAN IMUNISASI NASIONAL (PIN) POLIO 2016
PENGEMBANGAN BUTIR SOAL
Uji mana yang terbaik?.
Analisis Regresi linear berganda
PEERSIAPAN DAN PENERAPAN ISO/IEC 17025:2005 OLEH: YAYAN SETIAWAN
E Penilaian Proses dan Hasil Belajar
b. Kematian (mortalitas)
Ilmu Komputasi BAGUS ADHI KUSUMA
Uji Hipotesis dengan SPSS
OVERVIEW PERUBAHAN PSAK EFFEKTIF 2015
Pengolahan Citra Berwarna
Teori Produksi & Teori Biaya Produksi
Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi
PERSIAPAN UN MATEMATIKA
Kriptografi.
1 Bab Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi.
Ekonomi untuk SMA/MA kelas XI Oleh: Alam S..
ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL DALAM PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR
Dosen: Atina Ahdika, S.Si., M.Si.
Anggaran biaya konversi
Junaidi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
Pemodelan dan Analisis
Bab 4 Multivibrator By : M. Ramdhani.
Analisis Regresi – (Lanjutan)
Perkembangan teknologi masa kini dalam kaitannya dengan logika fazi
DISTRIBUSI PELUANG KONTINU
FETAL PHASE Embryolgy II
Yusuf Enril Fathurrohman
3D Viewing & Projection.
Sampling Pekerjaan.
Gerbang Logika Dwi Indra Oktoviandy (A )
SUGIYO Fisika II UDINUS 2014
D10K-6C01 Pengolahan Citra PCD-04 Algoritma Pengolahan Citra 1
Perpajakan di Indonesia
Bab 2 Kinerja Perusahaan dan Analisis Laporan Keuangan
Penyusunan Anggaran Bahan Baku
MOMENTUM, IMPULS, HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM DAN TUMBUKAN
Theory of Computation 3. Math Fundamental 2: Graph, String, Logic
Strategi Tata Letak.
Theory of Computation 2. Math Fundamental 1: Set, Sequence, Function
METODE PENELITIAN.
(Skewness dan kurtosis)
Departemen Teknik Mesin dan Biosistem INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Dasar-dasar piranti photonik
Klasifikasi Dokumen Teks Berbahasa Indonesia
Mekflu_1 Rangkaian Pipa.
Digital to Analog Conversion dan Rekonstruksi Sinyal Tujuan Belajar 1
SEKSI NERACA WILAYAH DAN ANALISIS BPS KABUPATEN TEMANGGUNG
ASPEK KEPEGAWAIAN DALAM PENILAIAN ANGKA KREDIT
RANGKAIAN DIODA TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2015/2016
Ruang Euclides dan Ruang Vektor 1.
Bab Anuitas Aritmetrik dan Geometrik
Penyelidikan Operasi Pemrograman Dinamik Deterministik.
Kesetimbangan Fase dalam sistem sederhana (Aturan fase)
ANALISIS STRUKTUR MODAL
Transcript presentasi:

Sistem Bilangan Tri Brotoharsono

Materi Bilangan Desimal Bilangan Biner Bilangan Heksadesimal Konversi Bilangan

Bilangan Desimal 9531 10 =9× 10 3 +5× 10 2 + 3×10 1 +1× 10 0 Kolom 1000-an Kolom 100-an Kolom 10-an Kolom 1-an Sembilan Ribuan Lima Ratusan Tiga Puluhan Satu Satuan Bilangan desimal = Bilangan berbasis 10 Setiap angka pada setiap posisi mempunyai 10 kemungkinan nilai Setiap bilangan desimal dengan N digit (angka) mempunyai 10N kemungkinan nilai yaitu 0, 1, 2, .. (10N-1)

Bilangan Biner Bilangan Biner 1-bit 2-bit 3-bit Nilai Desimal 00 000 1 00 000 1 01 001 10 010 2 11 011 3 100 4 101 5 110 6 111 7

Nilai Bilangan Biner 1011 2 =1× 2 3 +0× 2 2 +1× 2 1 +1× 2 0 =1110 Kolom 23 Kolom 22 Kolom 21 Kolom 20 1011 2 =1× 2 3 +0× 2 2 +1× 2 1 +1× 2 0 =1110 Satu Delapanan Nol Empatan Satu Duaan Satu Satuan Setiap bit menyatakan 2 nilai : 0 dan 1 Setiap kolom dalam bilangan biner mempunyai nilai dua kali nilai kolom sebelah kanannya Bilangan biner = bilangan berbasis 2 Dalam bilangan biner bobot kolomnya (dari kanan ke kiri) : 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, dst. Bilangan biner dengan N digit (bit : binary digit) mempunyai kemungkinan nilai dari 0 sampai dengan 2N-1

Bilangan Hexadecimal = 0001 1010 0010 10112 Menuliskan nilai dalam biner membutuhkan banyak angka dan lebih besar kemungkinan salah tulis. Dengan menggabungkan sekelompok bit menjadi suatu angka akan menyingkat penulisan 4-bit biner mempunyai rentang nilai dari 0 sd 24-1 = 0 s/d 15 Angka dengan rentang nilai dari 0 – 15 disebut angka heksadesimal, dinyatakan dalam 0-9, A - F 1𝐴2𝐵 16 =1× 16 3 + A× 16 2 + 2× 16 1 + B× 16 0 Kolom 160 Kolom 161 Kolom 162 Kolom 163 = 0001 1010 0010 10112

Nilai Angka Heksadesimal Hex Dec Biner 0000 1 0001 2 0010 3 0011 4 0100 5 0101 6 0110 7 0111 8 1000 9 1001 Hex Dec Biner A 10 1010 B 11 1011 C 12 1100 D 13 1101 E 14 1110 F 15 1111

Latihan Ubah nilai desimal 33310 ke heksadesimal dan biner! 33310 = .....................16 = ........................2

Konversi Desimal ke Biner 1110 = ?2 11 : 2 = 5, sisa 1 5 : 2 = 2, sisa 1 2 : 2 = 1, sisa 0 1 : 2 =0, sisa 1 1110 = 10112

Konversi Desimal ke Biner ke Heksadesimal 333 : 2 = 166 sisa 1 166 : 2 = 83 sisa 0 83 : 2 = 41 sisa 1 41 : 2 = 20 sisa 1 20 : 2 = 10 sisa 0 10 : 2 = 5 sisa 0 5 : 2 = 2 sisa 1 2 : 2 = 1 sisa 0 1 : 2 = 0 sisa 1 33310 = 1010011012 1 0100 11012 1 4 D = 14D16

Bilangan Oktal 1234 8 =1× 8 3 + 2× 8 2 + 3× 8 1 + 4× 8 0 Bilangan dengan basis 8 Memudahkan penulisan dari dan ke biner (selain heksadesimal) 1234 8 =1× 8 3 + 2× 8 2 + 3× 8 1 + 4× 8 0

Penjumlahan Biner 0 + 0 = 0 0 + 1 = 1 1 + 0 = 1 1 + 1 = 0 (overflow 1  carry) 111 0111 0101 + ---- 1100 1 7 5 +-- 12 0 + 0 = 0 0 + 1 = 1 1 + 0 = 1 1 + 1 = 10

Penjumlah Biner S = A + B A B Sum Carry 1 A B Sum A xor B 1 Full Adder 1 S = A + B A B Sum A xor B 1 Full Adder A B S C Half Adder A B S