Pertemuan ke Desember 2016 By Retno Ringgani, S.T., M.Eng

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Peserta mengerti tahap-tahap pada ADC
Advertisements

KIMIA UNSUR-UNSUR TRANSISI
PERTEMUAN 3 Algoritma & Pemrograman
Penyelidikan Operasi 1. Konsep Optimisasi.
KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
Penyusunan Data Baseline dan Perhitungan Capaian Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DIREKTORAT.
BALTHAZAR KREUTA, SE, M.SI
PENGEMBANGAN KARIR DOSEN Disarikan dari berbagai sumber oleh:
Identitas, persamaan dan pertidaksamaan trigonometri
ANGGOTA KELOMPOK WISNU WIDHU ( ) WILDAN ANUGERAH ( )
METODE PENDUGAAN ALTERNATIF
Dosen Pengampu: Muhammad Zidny Naf’an, M.Kom
GERAK SUGIYO, SPd.M.Kom.
Uji Hipotesis Luthfina Ariyani.
SOSIALISASI PEKAN IMUNISASI NASIONAL (PIN) POLIO 2016
PENGEMBANGAN BUTIR SOAL
Uji mana yang terbaik?.
Analisis Regresi linear berganda
PEERSIAPAN DAN PENERAPAN ISO/IEC 17025:2005 OLEH: YAYAN SETIAWAN
E Penilaian Proses dan Hasil Belajar
b. Kematian (mortalitas)
Ilmu Komputasi BAGUS ADHI KUSUMA
Uji Hipotesis dengan SPSS
OVERVIEW PERUBAHAN PSAK EFFEKTIF 2015
Pengolahan Citra Berwarna
Teori Produksi & Teori Biaya Produksi
Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi
PERSIAPAN UN MATEMATIKA
Kriptografi.
1 Bab Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi.
Ekonomi untuk SMA/MA kelas XI Oleh: Alam S..
ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL DALAM PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR
Dosen: Atina Ahdika, S.Si., M.Si.
Anggaran biaya konversi
Junaidi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
Pemodelan dan Analisis
Bab 4 Multivibrator By : M. Ramdhani.
Analisis Regresi – (Lanjutan)
Perkembangan teknologi masa kini dalam kaitannya dengan logika fazi
DISTRIBUSI PELUANG KONTINU
FETAL PHASE Embryolgy II
Yusuf Enril Fathurrohman
3D Viewing & Projection.
Sampling Pekerjaan.
Gerbang Logika Dwi Indra Oktoviandy (A )
SUGIYO Fisika II UDINUS 2014
D10K-6C01 Pengolahan Citra PCD-04 Algoritma Pengolahan Citra 1
Perpajakan di Indonesia
Bab 2 Kinerja Perusahaan dan Analisis Laporan Keuangan
Penyusunan Anggaran Bahan Baku
MOMENTUM, IMPULS, HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM DAN TUMBUKAN
Theory of Computation 3. Math Fundamental 2: Graph, String, Logic
Strategi Tata Letak.
Theory of Computation 2. Math Fundamental 1: Set, Sequence, Function
METODE PENELITIAN.
(Skewness dan kurtosis)
Departemen Teknik Mesin dan Biosistem INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Dasar-dasar piranti photonik
Klasifikasi Dokumen Teks Berbahasa Indonesia
Mekflu_1 Rangkaian Pipa.
Digital to Analog Conversion dan Rekonstruksi Sinyal Tujuan Belajar 1
SEKSI NERACA WILAYAH DAN ANALISIS BPS KABUPATEN TEMANGGUNG
ASPEK KEPEGAWAIAN DALAM PENILAIAN ANGKA KREDIT
RANGKAIAN DIODA TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2015/2016
Ruang Euclides dan Ruang Vektor 1.
Bab Anuitas Aritmetrik dan Geometrik
Penyelidikan Operasi Pemrograman Dinamik Deterministik.
Kesetimbangan Fase dalam sistem sederhana (Aturan fase)
ANALISIS STRUKTUR MODAL
Transcript presentasi:

Pertemuan ke-15 15 Desember 2016 By Retno Ringgani, S.T., M.Eng Perpindahan Kalor Pertemuan ke-15 15 Desember 2016 By Retno Ringgani, S.T., M.Eng

∆TLMTD adalah beda suhu rata-rata log (log mean temperature difference) yaitu beda suhu pada satu ujung alat dikurangi beda suhu pada ujung yang satunya lagi dibagi dengan logaritma alamiah perbandingan kedua beda suhu tersebut. Bila jenis alat penukar panas yang digunakan bukan pipa ganda, maka nilai LMTD dikoreksi dengan faktor koreksi F yang dapat dibaca dari Fig 10-8 s/d 10-11 (Holman), sehingga persamaan laju alir panas:

7.5 Efektivitas-Metode NTU ( Number of Transfer Unit) Dalam analisa termal berbagai alat penukar panas yang telah disajikan, dipergunakan persamaan: Persamaan tersebut akan mudah diselesaikan bila suhu terminal yang digunakan yaitu suhu masuk dan keluar fluida panas maupun dingin diketahui atau dapat ditentukan dengan mudah. Dengan demikian LMTD dapat mudah dihitung dan aliran panas, luas permukaan,dan koefisien perpindahan panas menyeluruh dapat ditentukan berdasarkan persamaan di atas.

Akan tetapi, seringkali unjuk kerja (performance) suatu penukar panas yaitu U diketahui atau dapat ditaksir, sedangkan suhu fluida-fluida yang meninggalkan alat penukar panas tidak diketahui. Bila harus ditentukan suhu masuk atau keluar, analisa harus melibatkan prosedur iterasi atau trial and error, karena LMTD merupakan suatu fungsi logaritmik. Dalam hal ini, analisa akan lebih mudah dengan menggunakan metode yang berdasarkan efektifitas penukar panas dalam memindahkan sejumlah panas tertentu. Metode ini juga dapat digunakan untuk menganalisa kasus-kasus yang harus membandingkan berbagai jenis penukar panas untuk memilih jenis yang terbaik

Efektivitas penukar panas didefinisikan sebagai:

....Actual Heat Tranfer Perpindahan panas Actual dihitung dari energi yang dilepaskan oleh fluida panas atau yang diterima oleh fluida dingin, untuk double pipe yaitu: Aliran co-current Aliran counter-current

... Maximum Possible Heat Transfer Perpindahan panas maximum Nilai maksimum yang dicapai bila salah satu fluida mengalami perubahan suhu sebesar beda suhu maksimum yang terdapat dalam HE yaitu : selisih suhu masuk fluida panas dan suhu masuk fluida dingin. Secara matematis fluida yang mungkin mengalami beda suhu maksimum ialah fluida yang nilai nya minimum.

Fluida minimum dapat fluida panas atau dingin tergantung laju alir massa dan kapasitas panas spesifik.

Efektivitas penukar panas

Aliran co-current: Aliran counter-current Heat Cold Heat Cold

Dari persamaan (4):

Bila fluida dingin adalah fluida minimum aliran secara co-current, maka: Dari neraca energi: Sehingga:

Bila: C = m cp = laju kapasitas NTU = 𝑈 𝐴 𝐶 𝑚𝑖𝑛 = jumlah satuan perpindahan

Bila fluida panas adalah fluida minimum, maka: Aliran counter-current

Fig 10-12 s/d 10-15 (Holman) dan Fig 8-18 s/d 8-21 (Kreith) menyajikan grafik hubungan effektivitas – NTU maks pada berbagai susunan alat penukar panas. Tabel 10-3 dan 10-4 (Holman) menyajikan hubungan effektivitas – NTU

PP nyata dapat dihitung dari : energi yang dilepaskan oleh fluida panas atau energi yang diterima oleh fluida dingin. Untuk aliran sejajar : q = mh Ch ( Th1 - Th2 ) = mc Cc ( Tc2 - Tc1 ) Untuk aliran lawan arah q = mh Ch ( Th1 - Th2 ) = mc Cc ( Tc1 - Tc2 )

Contoh Soal Minyak panas didinginkan dengan menggunakan air sebagai pendingin ; minyak masuk bagian shell dari HE 2 -4 , dan air masuk pipa ( sebagai pendingin). Minyak masuk pada suhu 200°C dan Laju 1 kg/s , air dingin masuk pada suhu 30°C dan Laju 0,8 kg/s. U = 250 W/m2 °C , A = 10 m2 , Cp minyak = 1200 j/kg , Cp air = 4180 j/kg . Hitung suhu yang keluar aliran air dan minyak tsb?

Penyelesaian : Tco = ? , Tho = ? Asumsi : - SS, U, Cp kontan Adiabatic Konduksi , konveksi arah axial diabaikan