SISTEM GERAK PADA MANUSIA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SENDI Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi). Komponen penunjang Beberapa.
Advertisements

Assalamualaikum Wr. Wb.
Risqi Pratama, S. Si. SMP VIP Al Huda Jetis Kutosari Kebumen 2013
SELAMAT SIANG OM SWASTYASTU OM SWASTYASTU NEXT.
BAB 4 SISTEM GERAK.
SISTEM GERAK PADA MANUSIA
PETA KONSEP RANGKA Tulang Rawan Tulang Keras Jaringan Ikat.
Sistem Gerak pada Manusia
JARINGAN OTOT & SISTEM GERAK
Human body: the perfect machine
Hafidh Salviandy Achmad Rakhmat Ryandi Sopyan P. Salman Fauzan Shidqi
Sistem Gerak Pada Manusia
ANATOMI & FISIOLOGI chapter 1 : MUSCLE
SISTEM GERAK Movement Systems
BAB 4 Sistem Gerak.
RANGKA MANUSIA.
►Osteologi * Ilmu yang mempelajari tentang tulang (osteum)
Sistem Gerak Pada Manusia
DRS H KARSIDI MAN 2 KUDUS PASCASARJANA BIOLOGI UNNES 2010.
SISTEM GERAK.
SISTEM GERAK.
SISTEM GERAK PADA MANUSIA RANGKA dan OTOT
Created by Nurdini
Sistem Gerak Pada Manusia
STRUKTUR RANGKA DAN OTOT MANUSIA SERTA FUNGSINYA
SISTEM GERAK PADA MANUSIA oleh: ida rianawaty
Rangka manusia terbagi menjadi 3 kelompok yaitu : a
SISTEM GERAK PADA MANUSIA
BAB 4 SISTEM GERAK.
Perhatikan bagunan di sekitarmu!
BAB III SISTEM GERAK MANUSIA
BY : AHSANU TAQWIM SAFRUDIN PRANA PARAMARTHA RAO RADITYA PRABASWORO
Sistem gerak, kelainan, gangguan, dan penyakit
Novira Adi Puspitaningrum Prasanti Hikmatullisan
OLEH : AULIANTI IRIANA, S.T
SISTEM GERAK PADA MANUSIA
SISTEM GERAK PADA MANUSIA
BAB 4 SISTEM GERAK.
Sistem Gerak Pada Manusia
Dr. dr. Zairin Noor Helmi, Sp.OT(K)., M.M., FISC.
SISTEM GERAK.
Sistem Rangka.
SISTEM GERAK MANUSIA.
Jhanis cahyo Rahmanto M. Reyhan Emiriel M. Umar Abdul Aziz XI-IPA 2
Arkiani Kramadisastra Primasha Syafira Noor Rahma XI IPA 1
Sistem Gerak bismillah SMA N 1 PADANG.
ANUGERAH INOVASI PROPINSI LAMPUNG
Berlinda Nurcahya Dea Maudi Parahita Rifdah XI – IPA 2
Disusun oleh : Savira syifa M. Frizasqy Nabila Bestari
Mekanisme Gerak Pada Manusia
sistem gerak manusia (Fisiologi)
BIMBINGAN BELAJAR HARAPAN BANGSA
Claudia Oktaviani Putri Ramadita Alamanda Bastia
RANGKA MANUSIA.
STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN HEWAN DAN MANUSIA
BAB 4 Sistem Gerak.
Dr. dr. Zairin Noor Helmi, Sp.OT(K)., M.M., FISC.
Dibuat Oleh: Bayu Arissaputra M. Rizqy Fahriansyah Muhammad Ghifari
SISTEM GERAK PADA MANUSIA
BAB 4 SISTEM GERAK.
SISTEM GERAK MANUSIA Makhrus Ali SMAN 4 Bangkalan 19/09/2018
OM SWASTYASTU SIANG SELAMAT NEXT KERANGKA TUBUH MANUSIA DAN FUNGSINYA OLEH I MADE KARISNA F/V NOW LOADING……………. WELLCOME.
SISTEM-SISTEM ORGAN MANUSIA
OTOT dan KELAIANAN SISTEM GERAK
SISTEM GERAK PADA MANUSIA
SISTEM GERAK MANUSIA. TULANG KERAS Compact bone RAWAN Hyalin.
BAB I GERAK BENDA DAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKITAR SISTEM GERAK MANUISIA SMP NEGERI SATU ATAP 1 BANDAR NEERI SUOH KELAS VIII SEMESTER I 2019/2020.
SISTEM GERAK P e n g e r t i a n G e r a k Interaksi dari seluruh Komponen pendukung gerak yang akan Menghasilkan gerak tertentu.
Powerpoint Templates Page 1 Powerpoint Templates SISTEM RANGKA DOSEN dr. AHMAD RAMADHAN, MKM.
SISTEM GERAK PADA MANUSIA. Setiap manusia hidup melakukan aktivitas bergerak, misalnya gerak badan berjalan dan berlari. Aktivitas gerak itu dilakukan.
Transcript presentasi:

SISTEM GERAK PADA MANUSIA Nur Moh Ahadi

Macam Tulang Penyusun Rangka Tubuh Tulang Tengkorak Tulang tengkorak tersusun atas tulang yang berbentuk pipih. Tulang tengkorak dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu tulang bagian kepala dan tulang bagian muka. Tulang bagian kepala meliputi tulang dahi, tulang ubun-ubun, tulang kepala belakang, tulang baji, tulang tapis dan tulang pelipis. Tulang bagian muka meliputi tulang rahang atas, tulang rahang bawah, tulang pipi, tulang langit-langit, tulang hidung, tulang air mata dan tulang lidah.

Tulang Badan Tulang badan meliputi tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul. Tulang-tulang rusuk membentuk rongga dada sebagai tempat jantung dan paru-paru.

Tulang bahu terdiri dari tulang selangka (klavikula), tulang belikat (skapula) Gelang panggul terdiri dari tulang usus (ilium), tulang duduk (ischium), tulang kemaluan (pubis)

Tulang Anggota Badan Tulang anggota badan terdiri dari tulang lengan dan tulang tungkai. Tulang tungkai menyangga tubuh untuk berdiri dan memungkinkan kita bergerak secara bebas. Tulang anggota gerak atas meliputi tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengupil (radius), tulang pangkal tangan (karpus), tulang telapak tangan (metakarpus), jari tangan (falang) Tulang anggota gerak bawah meliputi femur, patella, fibula, tibia, tarsal, metatarsus, falang

1 tl. dahi 2 tl. ubun-ubun 1 tl kepala belakang 2 tl. baji 2 tl. pelipis 2 tl. tapis Bg Kepala I. Tengkorak 2 tl. rahang atas 2 tl. rahang bawah 2 tl. pipi 2 tl. Langit-langit 2 tl. hidung 2 tl. Air mata 1 tl. pangkal lidah Bg. Muka 7 ruas tl. leher 12 ruas tl. punggung 5 ruas tl. pinggang 5 ruas tl.kelangkang 4 ruas tl. ekor Ruas Tl. Belakang Tl. dada 4 ruas tl. dada 7 pasang tl. rusuk sejati (no.1-7) 3 pasang tl. rusuk palsu (no.8-10) 2 pasang tl. rusuk melayang (no.11-12) Rangka II. rangka badan Tl. rusuk 2 tl. belikat 2 tl. selangka Tl Gelang Bahu 2 tl. usus 2 tl. duduk 2 tl. kemaluan Tl. Panggul 2 tl. Lengan atas 2 tl. hasta 2 tl. pengumpil 2 X 8 tl. pergelangan tangan 2 X 5 tl. tapak tangan 2 X 14 ruas tl. jari tangan (tiap jari 3 ruas kecuali ibu jari) Tl. Lengan III. Tulang Aggota 2 tl. paha 2 tl. tempurung lutut 2 tl. kering 2 tl. betis 2 X 7 tl. pergelangan kaki 2 X 5 tl. telapak kaki 2 X 14 ruas tl. Jari kaki (tiap jari 3 ruas kecuali ibu jari 2 ruas) Tl. Tungaki

Bentuk Tulang Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi 3 macam: Tulang Pipa/ Tulang Panjang Bentuknya seperti pipa, yaitu bulat, memanjang, dan bagian tengahnya berlubang. Contohnya tulang lengan, tulang paha, ruas-ruas tulang jari. Dibagian dalam ujung tulang pipa berisi sumsum merah yang berperan tempat pembentukan sel darah merah

Tulang pipa dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Epifisis, kedua ujung yang bersendian dengan tulang lain Diafisis, bagian tengah Cakra epifisis, antara epifisis dan diafisis

Tulang Pipih Bentuknya memipih, di dalamnya berisi sumsum merah. Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan darah putih. Contohnya: tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul dan tulang dahi.

Tulang Pendek Bentuknya bulat dan pendek, disebut juga ruas tulang. Di dalamnya berisi sumsum merah. Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.

Berdasar zat penyusunnya, tulang dibeda-kan menjadi 2 macam: Tulang Keras Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas) Osteoblas menghasilkan sel-sel tulang keras yang disebut osteosit Osteoblas juga menskresikan zat-zat interseluler yang tersusun dari serabut kolagen yang akan membentuk matriks tempat garam-garam kalsium ditumpuk Zat kapur itu dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat (Ca(PO4)2.

Matriks ini terletak dalam lingkaran dan membentuk sistem Havers Osteoklas adalah sel berinti banyak dan berukuran besar yang bersifat mengikis tulang Osteoklas melubangi tulang, yang kemudian dimasuki oleh kapiler darah dan osteoblas baru sehingga terbentuk matriks Matriks ini terletak dalam lingkaran dan membentuk sistem Havers Penampang membujur tulang pipa Penampang melintang tulang pipa

Tulang Rawan Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit, yang menghasilkan matriks berupa kondrin Tulang rawan tidak memiliki serabut saraf dan pembuluh darah Tulang rawan menerima nutrisi dari pembuluh darah yang ada pada membran jaringan ikat disekitarnya dengan cara difusi Kondrosit memiliki ruangan yang disebut lakuna

Tipe-tipe Tulang Rawan Tulang rawan Hialin Merupakan tulang rawan yang banyak terdapat di tubuh manusia Matriksnya transparan jika dilihat di mikroskop Merupakan penyusun rangka embrio Pada individu dewasa terdapat pada sendi gerak sebagai pelicin permukaan tulang dan sendi, ujung tulang rusuk, hidung, laring, trakea, dan bronkus

Tulang rawan Serat Mempunyai matriks berisi berkas serabut kolagen Bersifat kaku dan kuat Mampu menahan goncangan Terdapat pada antarruas tulang belakang dan cakram sendi lutut Tulang rawan elastik Mengandung serabut elastik Terdapat pada daun telinga dan epligotis

Perkembangan Tulang

Hubungan Antartulang (sendi/artikulasi) Sendi adalah hubungan antar tulang satu dengan lainnya. Berdasarkan sifat geraknya, sendi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: Sinartrosis Sinartrosis adalah hubungan antara kedua ujung tulang yang direkatkan oleh suatu jaringan ikat, yang kemudian mengalami osifikasi (penulangan), sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan. Misalnya hubungan antar tulang penyusun tengkorak. Ada dua jenis sinartrosis yaitu sinkondrosis dan sutura

Sinkondrosis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin Sutura adalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut padat Amfiartrosis Amfiartrosis adalah bentuk hubungan antara kedua ujung tulang yang dihubungkan oleh jaringan kartilago (tulang rawan), sehingga memungkinkan tetap adanya sedikit gerakan Amfiartrosis dibagi menjadi dua yaitu sindesmosis dan simfisis

Sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat erabut dan ligamen Sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat erabut dan ligamen. Misalnya sendi antara tulang betis dan tulang kering. Simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago (tulang rawan) serabut yang pipih seperti cakram. Contoh: hubungan antarruas tulang belakang Diartrosis/ Persendian Diartrosis adalah hubungan antara tulang yang tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan secara lebih bebas.

Ligamen, merupakan suatu jaringan yang berfungsi seperti karet gelang yang kuat guna mengikat kedua ujung tulang Kapsul, merupakan lapisan serabut yang menyelubungi sendi dan membentuk suatu rongga sendi Membran sinovial, merupakan selaput yang membatasi permukaan kapsul dan dapat menskresikan cairan sinovial. Cairan sinovial berfungsi sebagai cairan pelumas bagi ujung-ujung tulang

Berdasarkan arah gerakanya, sendi gerak dibedakan menjadi 4 macam yaitu: a) Sendi Peluru. Disebut sendi peluru karena gerakannya ke segala arah. Misalnya sendi gelang bahu dengan tulang lengan atas, dan sendi gelang panggul dengan tulang paha. b) Sendi Engsel. Disebut sendi engsel karena arah gerakannya dua arah, seperti engsel pintu. Misalnya sendi jari tangan dan jari-jari kaki.

c) Sendi Pelana. Disebut sendi pelana karena gerakannya ke dua arah seperti orang yang naik kuda di atas pelana. Misalnya sendi jari tangan dengan telapak tangan. d) Sendi Putar. Disebut sendi putar karena dari hubungan dua tulang tersebut, tulang yang satu dapat berputar mengitari tulang yang lain. Misalnya sendi atlas dan tulang pemutar sehingga kepala kita dapat bergerak berputar.

e) Sendi luncur atau geser Disebut sendi luncur atau geser karena dari hubungan dua tulang hanya terjadi sedikit gerak pergeseran. Contoh: sendi pada tulang–tulang telapak tangan dan telapak kaki f) Sendi Kondiloid Sendi ini terjadi di antara dua tulang yang permukaannya berbentuk oval contoh: hubungan telapak tangan dan ruas jari tangan, sendi pergelangan tangan

Fungsi rangka tubuh manusia antara lain: untuk menegakkan badan, misalnya tulang belakang. untuk memberi bentuk badan misalnya tulang-tulang tengkorak memberi bentuk wajah. untuk melindungi organ tubuh dalam yang penting, misalnya tengkorak melindungi otak, dan tulang rusuk melindungi jantung. sebagai tempat melekatnya otot. sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih, khususnya di dalam sumsum tulang. sebagai alat gerak pasif.

Kelainan Bentuk Rangka Tubuh Manusia Kelainan sejak lahir artinya kelainan rangka dialami sejak di dalam kandungan. Penyebabnya karena si ibu kurang mengkonsumsi makanan bervitamin D dan zat kapur, serta karena faktor keturunan (genetik). Bentuk kelainan itu misalnya ketika dilahirkan anak tersebut kakinya berbentuk X atau O. Kekurangan makanan yang mengandung vitamin D, zat kapur, dan zat fosfor dapat mengganggu proses penulangan.

Posisi duduk yang salah dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang Posisi duduk yang salah dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang. Misalnya posisi duduk yang selalu membengkok ke kiri/kanan/depan/belakang menyebabkan tulang punggung membengkok mengikuti arah duduk. Macam-macam kelainan posisi duduk yaitu: lordosis, tulang belakang melengkung ke depan, kifosis, tulang belakang melengkung ke belakang, skoliosis, tulang belakang melengkung ke samping.

Penyakit polio pada anak-anak disebabkan oleh virus polio Penyakit polio pada anak-anak disebabkan oleh virus polio. Polio menyebabkan tulang mengecil dan abnormal. Layuh semu disebabkan oleh rusaknya cakra epifise yaitu daerah pertumbuhan (tempat memanjang) pada tulang pipa. Artritis eksudatif, yaitu rasa nyeri pada tulang sewaktu digerakkan akibat peradangan pada selaput sendi. Artritis sika, yaitu rasa nyeri pada tulang sewaktu digerakkan akibat kekurangan minyak sinovial (pelumas sendi). Rasa sakit pada sendi lutut dan pangkal paha berupa infeksi yang menghasilkan nanah, akibat penyakit kelamin gonorea dan siphilis.

Kanker tulang adalah pertumbuhan jaringan secara abnormal pada tulang. Ada dua jenis kanker tulang, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Kanker tulang primer berasal dari sel tulang. Kanker tulang sekunder berasal dari sel sumber lain bukan dari sel tulang. Nekrosis yaitu matinya sel-sel tulang. Di bagian luar tulang terdapat selaput tulang (periosteum) yang berfungsi untuk mensuplai makanan dan menyambungkan tulang yang patah atau retak. Jika periosteum rusak, maka suplai makanan terhenti dan sel-sel tulang akan mati.

Kelainan tulang juga dapat disebabkan oleh kecelakaan. Misalnya: Patah tulang (fraktura), ujung tulang yang lepas dari sendi, retak tulang dan remuk tulang. Patah tulang ada dua macam yaitu patah tulang terbuka (tulang mencuat keluar) dan patah tulang tertutup (tulang tidak mencuat keluar).

Teknologi yang Berhubungan dengan Struktur Tulang Bentuk Tulang yang berongga ditiru untuk pembuatan tiang. Tiang pancang, tiang listrik, rangka besi untuk kursi atau meja, dibuat berbentuk silinder berongga Kekuatan silinder berongga tidak jauh berbeda dengan silinder pejal, tetapi silinder berongga lebih ekonomis karena menggunakan sedikit bahan

Teknologi untuk Mengatasi Gangguan dan kelainan Tulang Penyembuhan Patah tulang Pembidaian, benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang yang patah Pemasangan gips, bahan kapur yang dibungkus di sekitar tulang yang patah Pembedahan internal, pembedahan untuk menempatkan batang logam atau piringan pada tulang yang patah Penyembuhan Kanker Tulang dengan pembedahan dan amputasi, kemoterapi, radioterapi Transplantasi Sumsum Tulang Penggantian sendi dengan bahan logam

Otot Manusia Otot adalah jaringan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif, sementara rangka tubuh merupakan alat gerak pasif. Sel-sel otot mempunyai kemampuan berkontraksi dan relaksasi. Kontraksi adalah pengerutan otot sehingga bentukhya memendek. Relaksasi adalah pengenduran otot sehingga bentuknya memanjang.

Macam-Macam Otot 1. Otot Lurik Ciri-ciri otot lurik yaitu Bentuk sel silindris, memanjang, dan memiliki banyak inti sel. Jika diamati dengan mikroskop, sel otot lurik nampak adanya garis-garis melintang yang membentuk daerah gelap dan terang berselang seling. Karena itu dinamakan otot lurik. Tetapi karena melekat pada rangka disebut juga sebagai otot rangka. Bekerja di bawah kesadaran kita, artinya menurut kehendak kita. Karena itu disebut juga sebagai otot sadar.

2. Otot Polos Ciri-cirinya otot polos yaitu: Bentuk sel gelendong, kedua ujungnya meruncing, di bagian tengahnya menggelembung dan memiliki satu inti sel. Jika diamati dengan mikroskop, sel-sel otot polos nampak tidak memiliki garis-garis melintang (polos). Bekerjanya di luar kesadaran kita, artinya tidak di bawah kehendak kita. Karena itu disebut sebagai otot tak sadar. Otot polos terdapat pada organ-organ dalam misalnya usus, pembuluh darah, dan saluran kelamin.

3. Otot Jantung Otot jantung terdapat pada jantung kita. Strukturnya sama dengan otot lurik, namun kerjanyaseperti otot polos.

Struktur Anatomi Jaringan Otot Jaringan otot rangka tersusun dari sejumlah berkas otot yang dibungkus oleh suatu selaput yang disebut fasia superfisialis Berkas otot tersusun atas serabut otot atau benang-benang otot yang terbentuk oleh sel-sel otot yang panjang Di dalam sel-sel otot terdapat serabut-serabut yaitu benang-benang fibril protein aktin dan miosin Pada sel otot tampak garis gelap dan terang yang melintang antarsisi Garis-garis gelap dan berselang-seling ini tampak bagian-bagian yang disebut sebagai zona H (daerah terang di tengah pita gelap A), garis gelap M (di tengah daerah zona H), garis gelap Z (terletak di tengah daerah terang atau zona I)

Perlekatan Otot dan Tulang Otot rangka melekat pada tulang Berdsarkan cara melekatnya tendon pada tulang, perlekatan ada yang disebut origo dan insersio Origo dan insersio adalah bagian ujung otot yang dikenal sebagai tendon Origo adalah ujung otot yang melekat pada tulang yang tidak bergerak ketika otot berkontraksi Origo otot rangka berbeda; ada yang dua, seperti otot bisep dan ada yang tiga, seperti trisep Insersio adalah bagian ujung otot lain yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi

Mekanisme Kontraksi Otot bekerja dengan dua cara, yaitu berkontraksi dan relaksasi Keadaan otot yang memendek (kontraksi) maksimal disebut tonus Tonus yang tidak diikuti oleh relaksasi disebut tetanus (kejang) Otot dapat kejang karena adanya rangsang yang terus-menerus akibat racun, misal racun tetanus atau karena dipaksa bergerak seperti berlari atau berenang terus-menerus

Kerja Otot Otot dikatakan bekerja jika berkontraksi. Saat berkontraksi, otot akan memendek, mengeras, dan bagian tengahnya menggembung. Karena berkontraksi, tulang yang dilekati otot tersebut tertarik/terangkat. Kontraksi satu otot hanya untuk menggerakkan tulang ke satu arah. Untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain dan kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua otot dengan tujuan kerja yang berbeda. Berdasarkan tujuan kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis.

Kontraksi Bagian otot yang berkontraksi adalah sel-sel otot Rangsangan yang sampai ke sel otot akan mempengaruhi asetilkolin yang peka terhadap rangsangan Asetilkolin adalah sejenis neurotransmitter, yaitu zat kimia yang dapat menanggapi rangsangan pada saraf dan memindahkan rangsangan ke saraf berikutnya Asetilkolin diproduksi di ujung serabut saraf

membebaskan Masuk mengangkut troponin dan tropomiosin Asetilkolin Ion kalsium diantara sel otot otot membentuk mendekati Aktomiosin miosin Posisi aktin berubah Serabut otot menjadi pendek kontraksi Ion kalsium Masuk ke dalam menyebabkan Ikatan tropinin dan ion kalsium lepas relaksasi Plasma sel

Energi untuk Kontraksi Otot Secara Aerob: Glukosa (C6H12O6) + O2  6 H2O + 6CO2 + 38 ATP Secara anaerob: Glukosa (C6H12O6)  Asam Laktat + 2 ATP

Otot Antagonis Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang bekerja dengan tujuan berlawanan. Jika otot A berkontraksi dan otot B berelaksasi maka tulang akan tertarik/terangkat, sebaliknya jika otot A berelaksasi dan otot B berkontraksi maka tulang akan kembali ke posisi semula. Contoh otot antagonis yaitu otot bisep dan trisep pada lengan atas.

Otot bisep adalah otot yang memiliki dua ujung (dua tendon) yang melekat pada tulang, terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang memiliki tiga ujung (tiga tendon) yang melekat pada tulang, terletak di lengan atas bagian belakang. Jika otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi, maka lengan bawah akan terangkat. Jika otot bisep berelaksasi dan otot trisep berkontraksi, maka lengan bawah akan turun.

Otot Sinergis Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. Jadi otot-otot itu berkontraksi dan berelaksasi bersama. Misalnya otot pronator, yaitu otot yang menyebabkan telapak tangan menengadah atau menelungkup.

Gangguan dan Kelainan pada Otot Tetanus, otot yang tegang terus-menerus yang disebabkan oleh racun bakteri Clostridium tetani Atrofi otot, mengecilnya otot akibat serangan virus polio Kaku leher (stiff), terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan otot trapesius meradang Hernia abdominal, sobeknya dinding otot perut sehingga usus melorot ke bawah

Otot dan terapannya Konsep serbut otot diterapkan dalam teknologi pembuatan tali yang kuat Doping adalah penggunaan zat kimia buatan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja tubuh Ada lima kelompok doping yaitu: Doping yang berfungsi meningkatkan kekuatan otot dan tulang, yaitu steroid anabolik dan beta 2-agonik Doping yang berfungsi meningkatkan daya ikat terhadap oksigen, yaitu eritropoietin

Doping yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit Doping yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit. Yaitu narkotik (morfin, heroin, dll) Doping yang berfungsi menghilangkan stres akibat kelelahan dan tekanan mental. Yaitu metadon, magadon, dan diuretic. Doping yang berfungsi untuk menutupi dampak dari doping yang dikonsumsi sebelumnya. Yaitu epitestosteron. Dampak negatif adalah merusak alat pencernaan dan ginjal

Terima Kasih