MATEMATIKA 4 TPP: 1202 Disusun oleh

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KALKULUS - I.
Advertisements

Dosen : Subian Saidi, S.Si, M.Si
Matematika Dasar Oleh Ir. Dra. Wartini, M.Pd.
KALKULUS I SRI REDJEKI.
KALKULUS I NI KETUT SARI.
BAB I SISTEM BILANGAN.
MATEMATIKA BISNIS HIMPUNAN.
BAB 2 SISTEM BILANGAN.
BAB 1. SELANG, KETAKSAMAAN DAN NILAI MUTLAK
SISTEM BILANGAN RIIL Pertemuan ke -2.
BAB I SISTEM BILANGAN.
MATEMATIKA BISNIS HIMPUNAN.
SISTEM BILANGAN MATEMATIKA EKONOMI.
MATEMATIKA DASAR.
PERTEMUAN 1.
Pertemuan 2 (Bilangan Asli) .::Dra. Endang M. Kurnianti::.
nilai mutlak dan pertidaksamaan
Bilangan Real Himpunan bilangan real adalah himpunan bilangan yang merupakan gabungan dari himpunan bilangan rasional dan himpunan bilangan irasional Himpunan.
Disusun oleh : Ummu Zahra
Operasi Hitung Bentuk aLjabar …
BILANGAN BULAT.
Bilangan Bulat By: Novika Anggrieni, S.Pd.
BILANGAN BULAT.
SISTEM BILANGAN MATEMATIKA EKONOMI.
PERTIDAKSAMAAN Inne Novita Sari, M.Si.
Kania Evita Dewi Sistem Bilangan Real.
Sistem Bilangan Real.
Bilangan bulat Definisi dan operasi.
MATEMATIKA 3 TPP: 1202 Disusun oleh Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani,MP
BILANGAN BULAT Oleh Ira Selfiana ( )
MATEMATIKA 4 TPP: 1202 Disusun oleh Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani,MP
OPERASI BILANGAN BULAT
Matematika Lanjutan Bilangan Bulat Ke Pokok Pembahasan.
1. SISTEM BILANGAN REAL.
Pembelajaran M a t e m a t i k a .... MATEMATIKA SMU
Operasi Himpunan MATEMATIKA 3 lanjut Disusun oleh
Sistem Bilangan Riil.
Bilangan Real.
Pertemuan 1 Sistem Bilangan Real Irayanti Adriant, S.Si, MT.
MATEMATIKA 7 TPP: 1202 Disusun oleh Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani,MP
MATRIKULASI KALKULUS.
Pertemuan 2 (Himpunan Bilangan) .::Erna Sri Hartatik::.
BILANGAN.
PERTIDAKSAMAAN LINIER DAN NILAI MUTLAK
MATEMATIKA 10 TPP: 1202 Disusun oleh
MATEMATIKA 7 TPP: 1202 Disusun oleh Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani,MP
Pertemuan 2 (Bilangan Asli) .::Dra. Endang M. Kurnianti::.
PRE UTS Matematika dan Statistik (Ilmu dan Teknologi Lingkungan)
1 1.1 Sistem Bilangan BAB 1. SELANG, KETAKSAMAAN DAN NILAI MUTLAK Himp Bil. real Himp Bil. Immaginair Himp Bil. Irrasional Himp Bil. Rasional Himp Bil.
FKIP MATEMATIKA UMS 2013 MATH IS FUN... TRI SUNARNI (A )
PERTIDAKSAMAAN OLEH Ganda satria NPM :
MATEMATIKA 5 TPP: 1202 Disusun oleh
Rina Pramitasari, S.Si., M.Cs.
MATEMATIKA EKONOMI Pertemuan 2: Himpunan dan Sistem Bilangan
MATEMATIKA 9 TPP: 1202 Disusun oleh
Materi Kalkulus 1 Struktur Bilangan Ketidaksamaan Relasi dan Fungsi
MATEMATIKA I (KALKULUS)
Sistem Bilangan Riil.
SISTEM BILANGAN REAL.
Sifat Sifat Bilangan Real
SISTEM BILANGAN.
Sistem Bilangan Riil.
Matematika Teknik Arsitektur.
Materi perkuliahan sampai UTS
Dosen : Dra.Rustina & Fevi Novkaniza, M.Si
Sistem Bilangan Riil Contoh soal no. 5 susah. Kerjakan juga lat.soal.
BAB 1. SELANG, KETAKSAMAAN DAN NILAI MUTLAK
KALKULUS - I.
Pertidaksamaan Linear
MATEMATIKA EKONOMI & BISNIS. Konsep Himpunan  Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.  Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur,
Transcript presentasi:

MATEMATIKA 4 TPP: 1202 Disusun oleh Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani,MP Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta 2015

BILANGAN REAL/ RIIL Pecahan positif dan negatif Sistem bilangan Real/ riil terdiri dari suatu himpunan unsur yang dinamakan bilangan Riil, dinyatakan dengan R. Suatu bilangan riil dapat merupakan suatu bilangan positif, suatu bilangan negatif atau nol. Bilangan bulat (positif, negatif dan nol) ……, -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3,…… Pecahan positif dan negatif Bentuk desimal positif dan negatif, seperti

Bentuk desimal berulang positif dan negatif Bilangan Riil yang bukan rasional dinamakan bilangan irasional, yang mempunyai bentuk desimal tak berulang seperti:

Suatu urutan untuk himpunan Riil, dan terdapat relasi yang dinyatakan dengan lambang < dibaca (lebih kecil dari pada) dan > (lebih besar dari pada) Teorema, Jika a, b R (i) a < b, jika dan hanya jika b-a positif (ii) a > b, jika dan hanya jika a-b positif

Ilustrasi : 3 < 5 karena 5-3= 2 ; 2 positif -10 < -6 karena -6 – (-10)= 4 ; dan 4 positif 7 > 2 karena 7-2= 5 ; dan 5 positif Sekarang kita mendefinisikan lambang ≤ (lebih kecil atau sama dengan) dan ≥ (lebih besar atau sama dengan) Jika a, b R a ≤ b, jika dan hanya jika a < b atau a = b a ≥ b, jika dan hanya jika a > b atau a = b Pernyataan a < b, a > b, a ≤ b, dan a ≥ b dinamakan ketaksamaan Contoh: 2 < 7; -5 < 6; -5 < -4, 14 > 8 dst Khususnya: a < b dan a > b dinamakan ketaksamaan murni a ≤ b dan a ≥ b dinamakan ketaksamaan tak murni

Teorema (i) a > 0 jika dan hanya jika a positif (ii) a < 0 jika dan hanya jika a negatif Suatu bilangan x terletak di antara a dan b, jika a < x dan x < b Cara menuliskan ketaksamaan bersambung adalah a < x < b Ketaksamaan bersambung lainnya: a ≤ x ≤ b Yang berarti bahwa a ≤ x dan x ≤ b Ketaksamaan bersambung lainnya= a ≤ x ≤ b dan a < x ≤ b Teorema (i) jika a > 0 dan b < 0, maka a + b > 0 (ii) jika a > 0 dan b > 0, maka ab > 0 Teorema: jika a, b, c R dan jika a > b, dan b > c, maka a > 0

Teorema Andaikan a, b, c, R Jika a > b,maka a + c > b + c Jika a > b, dan c > 0, maka ac > bc Jika a > b, dan c < 0, maka ac < bc Contoh: 9 > 3 jadi 9 + 4 > 3 + 4 atau setara dengan 13> 7 Jika x > y, maka x – 11 > y – 11 sebagai contoh: 9 > 3, jadi 9 – 11 > 3 – 11 atau setara dengan -2 > -8 Jika x > y, menurut teorema (ii) di atas langsung diperoleh 7x > 7y sebagai contoh: karena 8 > 5 maka 7.8 > 7.5 atau setara dengan 56 > 35 Jika 6 > 4 maka untuk z < 0, menurut teorema (iii) di atas langsung diperoleh 6z < 4z contoh: 6 > 4 maka 6 (-3) < 4 (-3) atau setara dengan -18 < -12

Teorema Serupa dengan teorema sebelumnya kecuali tanda ketidaksamaannya berlawanan. Teorema andaikan a, b, c R Jika a < b maka a + c < b + c Jika a < b dan c > a, maka ac < bc Jika a < b dan c < 0, maka ac > bc Ilustrasi a). Jika x < y dari teorema (i) di atas jika mempunyai x + 5 < y + 5,sebagai contoh -8 < -2; jadi -8 + 5 < -2 + 5 atau setara dengan -3 < 3. Jika x < y maka x – 4 < y – 4 sebagai contoh -8 < -2 jadi -8 – 4 < -2 – 4 atau setara dengan -12 < -6 b). Jika x < y dari teorema (ii) di atas diperoleh 4x < 4y. Sebagai contoh -5 < 3 jadi 4 (-5) < 4 (3) atau setara dengan -20 < 12.

Jika -5 < 3, maka untuk z < 0, dari teorema di atas diperoleh -5z > 3z sebagai contoh karena -5 < 3, maka (-5) (-4) > 3 (-4) atau setara dengan 20 > -12. Teorema Jika a < b dan c < d maka a + c < b + d Ilustrasi: jika x < 8 dan y < -3, maka x + y < 8 + (-3) yaitu x + y < 5

SIFAT-SIFAT SISTEM BILANGAN REAL Bilangan real a, b, c dan d berlaku sifat-sifat sebagai berikut: Sifat komutatif (i) a + b = b + a (ii) a.b = b.a 2. Sifat asosiatif (i) a + (b +c) = (a + b) + c = a + b + c (ii) a (b.c) = (a.b) c = a.b.c 3. Sifat distributif a (b + c) = (a.b) + (a.c) 4. (i) (ii) (iii)

(iv) a(-b)= (-a)b = -(a.b) (vi) -(-a)= a (vii) Jika a.c = b.c dan c ≠ 0 maka a = b (viii)Jika a.b = 0 maka a = 0 atau b = 0

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan adalah kalimat terbuka yang menggunakan hubungan sama dengan (=). Suatu persamaan akan tetap ekuivalen (artinya sama), bila kedua ruasnya: ditambah dengan bilangan yang sama, atau dikalikan dengan bilangan yang sama dibagi dengan bilangan yang sama contoh: 1). 9x + 3 = 12 2). X2 + 3x – 70 = 0 3). 2x2 -7x – 15 = 0

b. Pertidaksamaan adalah kalimat terbuka yang menggunakan hubungan lebih dari (>), kurang dari (<), lebih dari atau sama dengan (≥), kurang dari atau sama dengan (≤). Suatu pertidaksamaan akan tetap ekuivalen, bila kedua ruasnya: ditambah dengan bilangan yang sama, atau dikalikan dengan bilangan positif yang sama, atau dikalikan dengan bilangan negatif yang sama, dengan tanda hubungan menjadi terbalik dari asalnya contoh: 1). 3x – 5 > 4 2). X2 – 3x – 10 ≥ 0 3). 3x2 – 6x + 3 ≤ 0

Soal: Tentukan himpunan penyelesaian dari: a. 3x + 4 = 16 b. 3(x – 2) = 2(5 -3x) c. 2 + 5x = 7 + 4(1 – x) d. 1 – 3(4 – x) = 5(3 – 2x) + 2x e. 9x + 3 = 12 f. x2 + 3 – 70 = 0 g. 2x2 -7x – 15 = 0 2. Carilah himpunan penyelesaian dari: a. 3x + 4 > 1 b. 4(4 + 1) – 5 < 5x c. 5 – 2(3 + 2x) > 12 – 3(x + 2) d.

MEMPELAJARI PERSAMAAN LINIER Menyelesaikan dengan Pembagian Carilah nilai x pada persamaan 20x = 170 Bagilah setiap sisi dengan 20 Sederhanakan kedua sisi tanda sama dengan

Menyelesaikan dengan Perkalian Coba selesaikan y pada persamaan Selesaikan a dalam

Menyelesaikan dengan Metode Berkebalikan Pada contoh ini, peubah dikalikan dengan kebalikan Kalikan setiap sisinya dengan kebalikannya, yaitu

1. Carilah nilai adalah cara lain untuk menyatakan Cara memecahkannya dengan mengalikannya dengan kebalikan dari yaitu 2 2. Carilah nilai

3. Carilah nilai x: 0,7x = 42 Untuk melakukannya pada contoh desimal ini, ubahlah 0,7 menjadi . Kebalikan dari adalah

Menyederhanakan Persamaan Agar tetap Sederhana Gantikan 8 untuk x pada persamaan awal untuk melihat apakah penyelesaian tersebut benar

Carilah penyataanan berkelompok yang tidak memiliki simbol pengelompokan di dalamnya dan distribusikan

TERIMAKASIH