KMK KOMUNIKASI ORGANISASI DOSEN: ADE SURYANI, M.Soc.Sc.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Fenomena Komunikasi Massa
Advertisements

Dédé Oetomo, PhD Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan Pusat Penelitian Humaniora, Kebijakan Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat.
Teori Komunikasi Organisasi
Ahmad Zainul “INUNG” Hamdi
Tindakan Sosial  Seluruh perilaku manusia yang dilakukan dengan sadar ataupun tidak sadar untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak semua perilaku dapat.
PERTEMUAN KEDUA Konsep Ekonomi dan Masyarakat dalam Perspektif Sosiologis (Marx Weber ) a. karisma b. masyarakat politik dengan dimensi. kelas, status.
CICI BAEDIRINI DINI DWI KUSUMANINGRUM GANGGAS WIBISONO IGNAZIO.
Feminis Sosial Kontemporer
Masalah-masalah Sosial
Tugas : Kajian Media DR. ENI MARYANI.
FONDASI SEJARAH MANAJEMEN
TEORI KRITIS DALAM HAZANAH SAINS MODERN
FEMINISME DAN KRIMINOLOGI
Kajian Budaya berdasarkan penelitian Stuart Hall
DISPOSISI DAN NILAI PEMIKIR YANG KRITIS
KONFLIK PADA DUNIA KERJA
KESETARAAN PEREMPUAN – LAKI-LAKI
MEKANISME PERUBAHAN SOSIAL
Gender dan Media Gender dan Struktur Sosial Selasa, 16 November 2010.
Feminisme liberal dan Politik Internasional Ani Soetjipto.
THE CRITICAL THEORY Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta Dosen: Hartanto, S.I.P, M.A.
Gender dan Kesetaraan Oleh : Shinta Maharani Koordinator Divisi Gender Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta. Jurnalis Tempo.
TEORI KOMUNIKASI KRITIS
PEMIKIRAN TOKOH – TOKOH DALAM ILMU SOSIAL
FONDASI SEJARAH MANAJEMEN
Teori Sosial Kritik Heru Nugroho
Teori Kritis & Critical Discourse Analysis (CDA)
KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN
Posisi Semiotika dan Tradisi-tradisi Besar Filsafat Pemikiran
Teori Kritis & Critical Discourse Analysis (CDA)
KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN
>>Perspektif Sosiologi
IDEOLOGI-IDEOLOGI DUNIA
KEKUASAAN (POWER) Hampir semua kegiatan politik menyangkut penggunaan kekuasaan (power). Subjek ilmiah politik adalah studi tentang kekuasaan; siapa yang.
Worldview: Cultural Explanations
ETIKA KOMUNIKASI KELOMPOK
Konsep-Konsep Dasar Feminisme
Feminisme Marxis dan Sosialis
Konsep Kekuasaan PERTEMUAN PERTAMA.
TOKOH PARADIGMA KRITIS DALAM ILMU KOMUNIKASI
Teori Komunikasi Kelompok
Fenomena Komunikasi Massa
Sosiopsikologi Tradisi sosiopsikologi memandang individu sebagai mahluk sosial Tradisi pemikiran sosiopsikologi membantu kita memahami berbagai situasi.
TOKOH DAN PEMIKIRANNYA TENTANG BIROKRASI
Konsep Diri Menentukan Identitas Individu
PENGAMBILAN KEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI
SISTEM EKONOMI Pertemuan 4.
3. Kebijakan Pemerintah dalam bidang keagamaan
Kekuasaan dan Legitimasi
KOMUNIKASI MASSA Komunikasi dan Budaya.
KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN
Pendekatan dalam Teori Komunikasi Organisasi
TEORI KRITIS NAMA KELOMPOK : Yosef Aldi Suryo Hadi
Teori Dasar (2).
Feminisme Oleh kelompok 12: Agata Safira
Konsep Berfikir Kritis Dalam Keperawatan
Teori feminisme Public Relations Theory Assignment
Dosen: Ade Suryani, M.Soc.Sc
SEJARAH MANAJEMEN Perspektif sejarah atas manajemen menunjukkanperspektif atau lingkungan untuk mengintepretasikan peluang dan masalah yang ada. Ada 3.
STRUKTUR & ORGANISASI MEDIA
Reza Praditya Yudha, M.I.Kom
Mengkreasi Cara Berpikir dan Bertindak Setara
Konsep dan pendekatan sosiologi
PERKEMBANGAN IDEOLOGI BESAR DUNIA
PERSPEKTIF FEMINIS DI MEDIA
Pendalaman Materi Sosiologi
TEORI-TEORI MEDIA (TRADISI KRITIKAL)
Analisis, Penjelasan, dan Implikasi
komunikasi Interpersonal
TEORI SASTRA PERTEMUAN 3.
Transcript presentasi:

KMK 110-10 KOMUNIKASI ORGANISASI DOSEN: ADE SURYANI, M.Soc.Sc. CRITICAL APPROACHES KMK 110-10 KOMUNIKASI ORGANISASI DOSEN: ADE SURYANI, M.Soc.Sc.

Pendekatan kritikal Berakar pada pemikiran Georg Hegel dan Max Weber Yang paling dikenal kritikal adalah Karl Marx (abad ke-19), termasuk juga tokoh-tokoh dari Frankfurt School ( Theodor Adorno, Herbert Marcuse, Jurgen Habermas, Max Hokheimer)

3 Isu utama pendekatan kritis Pakar pendekatan kritis berpendapat ada struktur sosial tertentu yang membentuk ketidakseimbangan kekuasaan yang fundamental Ketidakseimbangan kekuasaan ini menggiring adanya gerakan atau tekanan pada kelompok sosial tertentu Para pakar teori kritis inilah yang berperan untuk mengeksplor dan menguak ketidakseimbangan agar mendapatkan perhatian yang layak

3 pendekatan melihat “power” Pendekatan tradisional kekuasaan adalah suatu bagian yang relatif stabil yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam hal ini, kekuasaan diartikan sama dengan hierari atau tingkat status dalam organisasi tersebut

3 pendekatan melihat “power” Pendekatan simbolik pendekatan ini melihat kekuasaan sebagai hasil dari interaksi dan hubungan komunikasi yang terjalin. Kekuasaan terbentuk sebagai konstruksi sosial organisasi

3 pendekatan melihat “power” Pendekatan radikal-kritikal melihat adanya tarik menarik atau bahkan kontradiksi kekuatan antara infrastruktur (organisasi) dengan suprastruktur (kekuatan ekonomi, politik, hukum, agama, moralitas, dsb)

Sumber-sumber kekuasaan dalam organisasi Kekuasaan formal Kontrol atas sumber daya Penggunaan struktur dan aturan organisasi Kontrol pengambilan keputusan Kontrol informasi dan pengetahuan Kontrol batas-batas Kemampuan menghadapi ketidakstablian Kontrol terhadap teknologi Jaringan, hubungan personal Kontrol organisasi lawan Management simbol dan makna Gender dan managemen hubungan gender Faktor-faktor struktural Kekuasaan yang memang sudah dimiliki seseorang

Kontrol pada faktor-faktor produksi Bagaimana pemilik modal menguasai dan mengontrol faktor-faktor produksi di organisasi. Faktor-faktor produksi merujuk pada faktor ekonomi yang mendorong berjalannya roda produksi barang atau pelayanan jasa

Menurut pandangan Karl Max, industrialisasi menggiring pada dehumanisasi dan pengasingan pekerja dari pekerjaannya. Divisi pekerja, perlakuan pekerja sebagai komoditas, dan pemisahan pekerja dari produknya menghasilkan aktivitas produksi yang asing, terpisah (fragmented), dan kehilangan diri.

Kontrol pada isu-isu gender Bagaimana nilai patriarki menggiring pemahaman tertentu tentang hubungan yang bias gender, pemahaman yang terstruktur dan dominasi kaum lelaki dalam menjalankan organisasi Diperlopori oleh Rosabeth Moss Kanter (1977)

Kanter mengangkat beberapa isu, seperti: sedikitnya promosi perempuan di posisi puncak, perang sekretaris eksekutif, dan termasuk pula ‘corporate wife’ Secara lebih frontal, pendekatan ini juga menguak masalah pelecehan seksual dan diskriminasi gender. Misalnya; stereotype tentang lelaki dan perempuan Konsep yang digunakan untuk memahami kehidupan organisasi sangat “lelaki” (male-biased)

Kontrol pada wacana organisasi Hubungan kekuatan diproduksi dan direproduksi melalui wacana organisasi Realitas organisasi dikonstruksi secara sosial melalui interaksi yang komunikatif Realitas yang terbentuk melalui wacana menjadi wadah bagi dominasi

Organization itself is a site of struggle (Mumby, 1989)

Ideologi dan Hegemoni Ideologi dan Hegemoni Kontrol pada Faktor2 produksi Kontrol pada Isu Gender Kontrol pada Wacana Organisasi

Ideologi Ialah asumsi-asumsi tentang realitas yang diterima apa adanya (taken for granted ) yang mempengaruhi persepsi terhadap situasi atau peristiwa (Deetz & Kresten, 1983) Ideologi lebih dari sekadar satu set aturan, perilaku atau kepercayaan yang dianut. Ideologi membentuk pikiran dan mengontrol interpretasi kita tentang realitas

Ideologi Ideologi membentuk pemahaman kita tentang apa yang berlaku, apa yang baik, dan apa yang memungkinkan. Ideologi melibatkan asumsi-asumsi yang jarang sekali dipertanyakan atau digugat Ideologi juga mempengaruhi kebiasaan kita

Hegemoni Dikembangkan oleh Gramsci Hegemoni merujuk pada proses dimana kelompok dominan memimpin kelompok lainnya agar menerima ‘subordinasi’ sebagai sesuatu yang normal

Bagaimana mengatasi ketidakseimbangan ini? EMANSIPASI Tujuan utama teori kritikal adalah emansipasi, atau pembebasan individu dari tradisi yang mengekang, ideologi, asumsi, formasi identitas dan lain-lain, dengan cara meningkatkan pemahaman situasi pada pihak yang ditekan.

2 pendekatan kritikal Theory of Concertive Control dikembangkan oleh James Barker, George Cheney dan Phil Tompkins Feminist Theory of Organizational Communication Dikembangkan oleh Rosabeth Moss Kanter (1977)

Theory of Concertive Control Kekuasaan berdasarkan kesepakatan bersama. Dibentuk oleh 3 komponen utama: Kontrol, identifikasi, dan disiplin

3 komponen utama Concertive Control Kontrol, bisa dilakukan melalui 3 strategi: Kontrol Sederhana: mencakupi pengawasan standar dalam proses kerja Kontrol Teknologi: pengawasan dengan mengandalkan teknologi Kontrol Birokrasi: pengawasan berdasarkan hierarki dan aturan-aturan legal-rasional

3 komponen utama Concertive Control Identifikasi yaitu persepsi tentang kesatuan dan kebersamaan/ kolektivitas, dimana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari suatu kelompok

3 komponen utama Concertive Control Disiplin melalui interaksi komunikasi, suatu kelompok kerja mengembangkan teknik reward and punishment yang akan mengendalikan perilaku individu, dan melestarikan apa-apa yang penting dalam kelompok tersebut.

Feminist Theory of Organizational Communication Liberal Feminist Radical Feminist Standpoint Feminist Postmodern Feminist Pluralist Feminist

Liberal Feminist Meyakini bahwa cara untuk mengatasi subordinasi perempuan harus datang dari dalam sistem tersebut, dan perempuan harus bekerja keras untuk meningkatkan upah mereka dalam institusi yang dijalankan oleh kaum pria

Radical Feminist Menyakini bahwa emansipasi perempuan hanya dapat dilakukan dengan cara menghancurkan institusi yang didominasi kaum pria, atau dengan pemisahan total kaum perempuan yang ada di institusi tersebut

Standpoint Feminist Berupaya untuk mengembangkan kesempatan untuk keragaman suara-suara yang termarjinalkan, agar dapat didengar dalam dialog-dialog sosial.

Postmodern Feminist Berupaya untuk mendekonstruksi sistem makna yang didominasi kaum pria, dengan tujuan untuk memperjelas perspektif kaum perempuan.

Pluralist Feminist Bentuk percampuran dari berbagai tipe feminisme Lebih bertanggungjawab pada kebutuhan organisasi yang mencari perubahan sosial, namun belum sepenuhnya mampu mengembangkan sudut pandang dan idelaisme antibirokrasi atau antikapitalis