Pertemuan 10 Drainase Jalan Raya

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DRAINASE JALAN RAYA.
Advertisements

Perkerasan Jalan By Leo Sentosa.
Saluran dan Bangunan Irigasi
Air Hujan Hujan turun ke lingkungan binaan manusia yang di penuhi oleh gedung, jalan, tempat parkir, taman dan mencari jalan ketujuannya secara alami,
Pertemuan 11 Sistem Drainase Khusus
13 MODUL 13 Stabilitas lereng (lanjutan) 1 Jurusan Teknik Sipil
Bangunan Pengambilan dan Pembilas
Bangunan Pengambilan dan Pembilas
PEMBUATAN DAN PEMELIHARAAN PARIT
BAB II PENAMPANG MELINTANG JALAN
DAMPAK PADA SUMBERDAYA AIR Oleh Suprapto Dibyosaputro, M.Sc. PUSAT STUDI LINGKUNGAN HIDUP UNIVESITAS GADJAH MADA.
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Pertemuan 4 Perencanaan Pelabuhan
KONSERVASI LAHAN Usaha memanfaatkan lahan sesuai dengan kemampuannya dan melakukannya dengan cara yang sesuai dengan kaidah konservasi agar tidak terjadi.
BANGUNAN PENGENDALI EROSI
PERENCANAAN SALURAN IRIGASI
IRIGASI Bangunan Utama - 1 Sanidhya Nika Purnomo.
PENULANGAN GESER TEKNIK SIPIL UNSOED 2010 Pertemuan X 1.
Pertemuan ke I Pendahuluan
Pertemuan <<#>> <<Judul>>
Pertemuan 13 PEMELIHARAAN SISTEM DRAINASE
Pertemuan Hidrolika Saluran Terbuka
Pertemuan 13 IKATAN TEMBOK
Pertemuan 1 Pendahuluan dan Bestek
Pertemuan 23 Pergerakan Air Tanah
Sartika Nisumanti, ST.,MT
TANAH LONGSOR.
Pertemuan 7 Perencanaan Saluran
KEGIATAN DAK TAHUN 2016 ASPEK PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN
Pertemuan <<#>> <<Judul>>
Pertemuan 6a BANGUNAN SILANG DAN BANGUNAN TERJUN
JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS JAYABAYA
Pertemuan 21 Pergerakan air tanah
Pertemuan 1 Matakuliah : S0462/IRIGASI DAN BANGUNAN AIR Tahun : 2005
ASPEK HIDROLOGI Kuliah ke-2 Drainase.
Pertemuan 16 Tekanan Tanah Lateral
Pertemuan 6 Saluran dan Bangunan Drainase
Pengawetan (konservasi)Tanah
Pertemuan 10 Konstruksi lantai
Kuliah ke-2 PENGENDALIAN SEDIMEN DAN EROSI
BANGUNAN PEMBAWA – I: Bangunan Siku dan Tikungan Gorong-gorong
HIDROSFER.
Aliran Permukaan Air keluar dr suatu daerah aliran sungai (DAS) dapat melalui: Aliran permukaan yi air yg mengalir di atas permukaan tanah. Bentuk ini.
Pertemuan <<#>> <<Judul>>
Bangunan Persilangan Jalur saluran irigasi mulai dari intake hingga bangunan sadap terakhir seringkali harus berpotongan atau bersilangan dengan.
ASPEK HIDRAULIKA Kuliah ke-3 Drainase.
INFILTRASI.
PERENCANAAN TANGGUL SUNGAI
Upaya Mengurangi Genangan Air Akibat Hujan agar Meresap ke dalam Tanah
Perencanaan Bendung.
Kelompok 11: Dwi luthfiah Siti Sofiatul H Faris Aldy.
Pertemuan 26 Navigasi dan Tenaga Listrik
DRAINASE JALAN RAYA.
Sistem Drainase fakta, konsep, dan prinsip
DRAINASE JALAN RAYA.
Bulldozer ALAT PENGGUSUR TANAH
SURVAI LAPANGAN DAN PENGUMPULAN DATA
Topik 4 Drainase Permukaan Pertemuan suhardjono 12/27/2018.
STRUKTUR BADAN JALAN KERETA API (SUBGRADE)
DRAINASE PERMUKIMAN DAN JALAN RAYA
NAMA KELOMPOK : 1. ADRIANNE AGNESTE DK DESI PURNAMASARI KELAS: 3B KEAIRAN.
Pertemuan 22 Aliran Air Tanah
REKAYASA JALAN (TSP – 214) DRAINASE JALAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM PERENCANAAN DRAINASE PERMUKAAN
BANGUNAN PELENGKAP JEMBATAN
PEMELIHARAAN RUTIN.
DIKLAT PENANGANAN DRAINASE JALAN
PERENCANAAN DIMENSI BANGUNAN SABO PERENCANAAN BANGUNAN SABO
A. Pengertian dan Fungsi. Pondasi banguan adalah konstruksi yang paling pentingpada suatu bangunan karena pondasi berfungsi sebagai : Penahan seluruh beban.
Transcript presentasi:

Pertemuan 10 Drainase Jalan Raya Matakuliah : S0432/Drainase Permukaan Tahun : 2006 Versi : Pertemuan 10 Drainase Jalan Raya

Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Mahasiswa dapat mendesain saluran drainase jalan raya

Outline Materi Materi 1: Drainase Permukaan Materi 2: Drainase Bawah Permukaan

Drainase Jalan Raya Salah satu aspek terpenting dlm perencanaan jalan raya adalah melindungi jalan dari air permukaan dan air tanah. Dgn kata lain drainase merupakan salah satu faktor terpenting dlm perencanaan pekerjaan jalan.Genangan air di permukaan jalan memperlambat kendaraan dan memberikan andil terjadinya kecelakaan akibat terganggunya pandangan oleh cipratan dan semprotan air.

Sampai saat ini, faktor drainase jalan blm mendapatkan perhatian yang cukup dari para ahli jalan. Ada kesalahan presepsi bahwa sistem drainase jalan yg bagus tdk diperlukan lagi jk ketebalan didesain berdasarkan kondisi jenuh.Secara teoritis, sistem drainase internal tdk diperlukan jika infiltrasi dlm perkerasan lebih kecil dibandingkan dgn kapasitas drainase base, sub base dan subgrade.

Berdasarkan fungsinya, drainase jalan dibedakan menjadi drainase permukaan dan drainase bawah permukaan. Drainase permukaan ditujukan utk menghilangkan air hujan dari permukaan jalan. Sedangkan drainase bawah permukaan berfungsi utk mencegah masuknya air dalam struktur jalan dan mengeluarkan air dari struktur jalan

Drainase Permukaan Sistem drainase permukaan pada jalan raya mempunyai 3 fungsi utama yaitu : membawa air hujan dari permukaan jalan ke pembuangan air menampung air tanah dan air permukaan yang mengalir menuju jalan membawa air menyebrang alinement jalan secara terkendali

Dua fungsi yang pertama dikendalikan oleh komponen drainase memanjang, sementara fungsi ketiga memerlukan bangunan drainase melintang, spt culvert, gorong-gorong dan jembatan.

Drainase Memanjang Permukaan jalan harus dibuat dgn kemiringan melintang yg cukup utk membuang air hujan secepatnya, dan permukaan jalan hrs berada di atas permukaan air tanah setempat. Kemiringan memanjang utk bahu jalan diharuskan tdk kurang dari 0,3% dan utk daerah yg sangat datar tidak kurang dari 0,2%.

Saluran terbuka di tepi jalan dpt dibedakan berdasarkan fungsinya menjadi : Parit adalah saluran yg disediakan utk membuang aliran air dari perkerasan jalan, bahu jalan dan slope galian. Kemiringan dindingnya tdk boleh lebih dari 1:4 (1 vertikal : 4 horizontal). Talang adalah saluran pada tepi perkerasan atau bahu jalan yang di bentuk oleh curb. Talang dpt dilapisi beton, batu bata, batu kali dll. Kemiringan memanjang dan kedalam air yang diizinkan sepanjang jalan yang ber-curb.

Turnouts adalah saluran pendek yg menikung keluar dari tepi jalan yg berfunsi utk membuang air dari saluran atau talang. Jarak antara turnouts tergantung pada aliran, kemiringan yg diizinkan, dan kemiringan daerahnya. Untuk menghindari aliran yang menimbulkan erosi, ujung saluran hrs dilebarkan. Chutes adalah adalah saluran terbuka berlining yg berfungsi untuk membawa air dari parit menuruni lereng urugan. Inlet chutes hrs direncanakan utk mencegah terjadinya limpasan yg dpt mengakibatkan erosi pada lereng. Intercepting ditchs terletak dilahan alamiah didekat ujung lereng galian utk menampung aliran dari bukin sebelum mencapai jalan. Berfungsi utk menurunkan genangan pada jalan.

Drainase Melintang Saluran melintang sering menelan biaya yg cukup besar, Sejauh dpt memilih lokasi persilangan dgn sungai, dianjurkan utk meletakkan lokasi persilangan pd : bagian sungai yg lurus dan jauh dari tikungan sejauh mungkin dari pertemuan anak sungai yg cukup besar bagian sungai dgn tebing dan tanggul yg bagus lokasi dimana dpt dibuat jalan lurus dgn pandangan yg cukup luas lokasi dimana dpt dibuat persilangan tegak lurus

Untuk menentukan tipe persilangan dgn drainase melintang diperlukan data hidrologi, dan prediksi arus lalu lintas, dapat berupa : - fords - drifts -gorong-gorong - jembatan

Inlet Terdapat 2 tipe utama, dengan banyak pola (variasi) yang tersedia dipasaran untuk setiap tipenya, yaitu: Grated Inlet, yaitu bukaan didasar selokan dengan dilindungi oleh “grate” (jeruji)

Curb-opening inlet, yaitu bukaan di permukaan curb Curb-opening inlet, yaitu bukaan di permukaan curb. Bukaan ini hanya effektif apabila permukaan curb tersebut tegak lurus (ingat tinggi tekanan air) Gambar ke dua tipe inlet dapat dilihat pada buku Linsley

Penempatan Inlet Penempatan inlet pada jalan raya se-penuhnya ditentukan oleh perencana. Dalam merencanakan jalan raya, salah satu kriteria yang dipergunakan untuk drainase adalah bahwa lebar selokan yang diijinkan adalah 6 ft (1.8 m). Dengan kriteria ini inlet diperlukan apabila aliran air di pinggir jalan (selokan) telah lebih lebar dari kriteria tersebut (1.8 m).

Di lingkungan perumahan jumlah inlet maksimum adalah 4 buah dise-tiap perempatan jalan.Dengan penga-turan ini aliran air hanya berasal dari 1 blok saja. Pengaturan yang lebih murah adalah menyediakan hanya 2 inlet ditiap perempatan, & ditempatkan di sudut yang tinggi.

Untuk daerah hulu,agar lebih ekono-mis, inlet diletakkan setelah beberapa blok, sehingga mengurangi panjang saluran.

Drainase Bawah Permukaan Pengaruh air pada perkerasan jalan Pengaruh air yg terperangkap didalam struktur perkerasan jalan , al: air menurunkan kekuatan material butiran lepas dan tanah subgrade air menyebabkan penyedotan pd perkerasan beton yg dpt menyebabkan retakan dan kerusakan bahu jalan dgn tekanan hidrodinamik yg tinggi akibat pergerakan kendaraan, menyebabkan penyedotan material halus pada lapisan dasar perkerasan fleksibel yg mengakibatkan hilangnya daya dukung kontak dgn air yg menerus dpt menyebabkan penelanjangan campuran aspal dan daya tahan keretakan beton air menyebabkan perbedaan peranan pada tanah yg bergelombang

Metode pengendalian air pada perkerasan Cara pengendaliannya ada 3 cara : 1) Pencegahan 2) Pembuangan air, ada tiga yang dpt diterapkan : - lapisan drainase - drainase memanjang - drainase melintang 3) Perkerasan yang kuat

Menentukan kapasitas drainase Ada dua persyaratan yg hrs dipenuhi dlm perencanaan lapisan drainase, yaitu : - Aliran Tunak, dihitung dgn persamaan (Baber and Sawyer, 1952) : q = kH S + H/2L dimana q adalah kapasitas debit lapisan drainase, k permeabilitas lapisan drainase, S kemiringan lapisan drainase, H ketebalan lapisan drainase dan L panjang lapisan drainase. - Aliran Tak Tunak, dihitung dgn rumus: t50 = nc.L²/2k(H + SL)